• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3. Analisis Pegawai Tentang Penilaian Kinerja

Pegawai mengenai penilaian kinerja dengan rataan skor berdasarkan 20 pertanyaan dalam kuesioner terdiri dari tujuan penilaian kinerja, waktu penilaian kinerja, prosedur penilaian kinerja, metode penilaian kinerja, implementasi penilaian kinerja.

1. Tujuan penilaian kinerja

Penilaian kinerja pegawai berupa penilaian karya pegawai yang merupakan bagian terpenting untuk program pengembangan pegawai. Tujuan dari penilaian kinerja pegawai pada Pusat Diklat Kehutanan adalah:

a. Meningkatkan prestasi pegawai dalam melaksanakan tugasnya saat ini. b. Pengusulan kenaikan pangkat/jabatan berdasarkan kinerja kerja

pegawai (perolehan angka kredit).

c. Pengembangan potensi pegawai pada waktu mendatang (jangka panjang).

Tabel 5. Tujuan Penilaian Kinerja menurut pegawai.

No Pernyataan Rataan

Skor

Keterangan Interpretasi pelaksanaan

1. Saya mengetahui tujuan

dilaksanakannya penilaian kinerja oleh instansi

4.33 Sangat

setuju

Sangat baik

2. Menurut saya penilaian kinerja yang dilakukan instansi selama

ini telah bertujuan untuk

menjabarkan potensi widyaiswara pada waktu mendatang (jangka panjang)

3.48 Setuju Baik

3. Menurut saya penilaian kinerja yang dilakukan selama ini telah bertujuan meningkatkan prestasi widyaiswara dalam melaksanakan tugasnya saat ini

3.74 Setuju Baik

4. Menurut saya penilaian kinerja yang dilakukan selama ini telah

bertujuan untuk mengambil

keputusan manajemen mengenai

kenaikan gaji dan

langkah-langkah pengembangan diri

widyaiswara di masa mendatang

3.14 Kurang

setuju

Kurang baik

Berdasarkan Tabel 5 menjelaskan bahwa nilai rataan skor sebesar 4.33 berarti pegawai mengetahui tujuan dilaksanakannya penilaian kinerja oleh instansi. Hal tersebut terjadi karena atasan menjelaskan dengan baik tujuan dari dilaksanakannya penilaian kinerja. Selama ini penilaian kinerja yang dilakukan instansi telah menjabarkan potensi pegawai pada waktu mendatang dan meningkatkan prestasi pegawai dalam tugasnya saat ini. Hal ini disebabkan karena instansi melalui atasan telah memberitahu bawahannya kegunaan dari penilaian kinerja yang dilaksanakan dua kali dalam setahun. Namun rataan skor sebesar 3.14 widyaiswara menilai bahwa penilaian kinerja kurang bertujuan untuk mengambil keputusan manajemen mengenai kenaikan gaji dan langkah-langkah pengembangan diri widyaiswara di masa mendatang, tetapi secara keseluruhan tujuan penilaian kinerja yang dilakukan instansi sudah baik menurut widyaiswara. 2. Waktu penilaian kinerja menurut pegawai

Penilaian kinerja pegawai dilakukan penilaian dua kali dalam setahun yaitu pada periode Januari sampai Juni dan periode Juli sampai Desember. Penilaian kinerja pegawai dilaksanakan secara rutin, atasan menilai kinerja dari bawahannya langsung.

Tabel 6. Waktu penilaian kinerja menurut pegawai.

No Pernyataan Rataan

Skor

Keterangan Interpretasi pelaksanaan

1. Saya mengetahui waktu

pelaksanaan penilaian kinerja yang diadakan oleh instansi

4 Setuju Baik

2. Saya setuju dengan periode

penilaian kinerja yang

dilaksanakan selama ini yaitu periode Januari sampai Juni dan periode Juli sampai Desember

3.88 Setuju Baik

3. Atasan saya selalu memantau

dan menilai kinerja saya setiap waktu

3.44 Setuju Baik

4. Penilaian kinerja dilakukan secara berkelanjutan dan terencana dengan baik serta tepat waktu

4 Setuju Baik

Berdasarkan Tabel 6 terlihat bahwa total rataan skor sebesar 3.83 pegawai mengetahui waktu pelaksanaan penilaian kinerja dan menilai baik menurut pegawai terhadap periode penilaian kinerja yang dilaksanakan selama enam bulan. Hal ini terjadi karena periode penilaian kinerja sesuai dengan petunjuk teknis penilaian angka kredit bagi pejabat fungsional widyaiswara.

3. Prosedur Penilaian Kinerja

Penilaian dilakukan dengan cara atasan membuat sebuah formulir penilaian kerja pegawai. Formulir penilaian kerja ini digunakan sebagai alat atau instrument penilaian kinerja. Penilaian kinerja dilakukan oleh atasan langsung para pegawai. Selain menggunakan formulir penilaian kerja, juga dilakukan pengamatan terhadap kinerja pegawai. Khusus untuk pegawai yang menjabat sebagai widyaiswara, yang bersangkutan secara periodik harus mengajukan daftar usul penilaian angka kredit (DUPAK). Selanjutnya DUPAK dinilai oleh Tim Penilai baik Tim Penilai Instansi maupun Tim Penilai Pusat (Lembaga Administrasi Negara).

Tabel 7. Prosedur penilaian kinerja menurut pegawai.

No Pernyataan Rataan

Skor

Keterangan Inteprestasi Paleksanaan

1. Saya mengetahui prosedur

(tata cara) penilaian kinerja

yang dilaksanakan oleh

instansi ini

3.77 Setuju Baik

2. Penilaian kinerja yang

dilaksanakan instansi saat ini dapat menilai seluruh jabatan widyaiswara dengan baik

3.14 Kurang setuju Kurang baik

3. Tahapan penilaian dilakukan dua arah dengan adanya komunikasi penilaian dari atasan kepada bawahan

3.22 Kurang setuju Kurang Baik

4. Atasan menggunakan catatan

mengenai pengalaman masa lalu, pendidikan riwayat kerja serta data lain yang terkait dalam melakukan penilaian kinerja

3.51 Setuju Baik

Total 3.41 Setuju Baik

Berdasarkan Tabel 7 menjelaskan rataan skor sebesar 3,77 pegawai mengetahui prosedur penilaian kinerja. Hal ini dikarenakan sosialisasi yang baik dari atasan dan juga karena prosedur penilaian kinerja tetap

sama setiap tahunnya. Namun ada sebesar 3,14 pegawai menilai bahwa penilaian kinerja yang dilaksanakan belum dapat menilai seluruh jabatan widyaiswara dengan baik dan ada 3,22 Penilaian kinerja widyaiswara tidak dilakukan komunikasi dua arah antara tim penilai dan pihak widyaiswara yang dinilai. Nilai angka kredit yang telah ditetapkan oleh tim penilai tidak dapat diganggu gugat oleh widyaiswara yang dinilai.

Selama ini penilaian kinerja kurang melibatkan komunikasi penilaian dari atasan kepada bawahan. Hal ini disebabkan atasan hanya mengukur penilaian kinerja dari formulir pengisian kinerja yang diisi oleh pegawai. Namun sebesar 3,51 persen pegawai menilai bahwa atasan mampu menggunakan catatan mengenai pengalaman masa lalu, pendidikan riwayat kerja serta data lain yang terkait dalam melakukan penilaian kinerja. Secara umum pegawai menilai bahwa prosedur penilaian kinerja yang diterapkan intansi adalah baik.

4. Metode penilaian kinerja

Penilaian suatu kinerja terhadap para pegawai mempunyai kriteria tertentu yang dijadikan sebagai suatu patokan dalam proses penilaiannya. Kriteria tersebut mewakili setiap kemampuan yang dimiliki oleh masing-masing pegawai.

Tabel 8. Metode penilaian kinerja menurut pegawai.

No Pernyataan Rataan

Skor

Keterangan Intepretasi Pelaksanaan

1. Saya sudah mengetahui standar

penilaian kinerja yang telah ditetapkan oleh instansi

3.92 Setuju Baik

2. Saya mengetahui faktor-faktor

yang dinilai dalam penilaian kinerja di Instansi ini

3.96 Setuju Baik

3. Instansi sudah menjamin

kerahasiaan dari penilaian kinerja pegawai, (hanya diketahui oleh pihak-pihak yang berkepentingan saja dan saya sendiri)

3.77 Setuju Baik

4. Saya memahami makna dari setiap

faktor-faktor penilaian yang

digunakan sebagai acuan oleh instansi dalam penilaian kinerja

3.62 Setuju Baik

Berdsarkan Tabel 8 menjelaskan total rataan skor sebesar 3,83 pegawai mengetahui dengan baik metode penilaian kinerja yang dilakukan oleh intansi. Artinya pegawai widyaiswara mengetahui standar penilaian kinerja, faktor penilaian, makna faktor penilaian dan menilai bahwa instansi menjamin kerahasiaan dari penilaian kinerja. Hal tersebut dikarenakan kriteria yang digunakan dalam penilaian kinerja bersifat umum dan penilaian kinerja dilakukan dari tahun ke tahun dengan metode yang sama sehingga mudah dipahami oleh setiap pegawai.

5. Implementasi penilaian kinerja

Implementasi penilaian kinerja dalam penelitian ini diukur dengan empat kriteria yaitu pengetahuan pegawai widyaiswara terhadap hasil penilaian kinerjanya, pemberian kesempatan oleh atasan untuk mendiskusikan hasil penilaian kinerja, pelaksanaan penilaian kinerja yang menumbuhkan motivasi untuk berprestasi dan saran atau perbaikan yang diberikan oleh atasan terhadap hasil penilaian kinerja.

Tabel 9. Implementasi penilaian kinerja menurut pegawai.

No Pernyataan Rataan

Skor

Keterangan Intepretasi Pelaksanaan

1. Atasan memberikan kesempatan

untuk mendiskusikan hasil penilaian kinerja atau mengajukan keberatan atas hasil penilaian atasan apabila saya merasa tidak puas

3.03 Kurang

Setuju

Kurang Baik

2. Saya mengetahui hasil penilaian kinerja saya dengan baik

3.96 Setuju Baik

3. Pelaksanaan penilaian kinerja

menumbuhkan motivasi saya untuk berprestasi

3.74 Setuju Baik

4. Dalam pelaksanaan penilaian

kinerja saat ini, atasan saya selalu memberikan saran atau perbaikan agar kinerja saya meningkat

3 Kurang Setuju Kurang Baik Total 3.35 Kurang Setuju Kurang Baik

Berdasarkan Tabel 9 menjelaskan rataan skor sebesar 3.03 pegawai menilai atasan kurang memberikan kesempatan untuk mendiskusikan hasil penilaian kinerja atau mengajukan keberatan atas hasil penilaian atasan apabila merasa tidak puas. Namun terlihat bahwa ada rataan skor sebesar 3,96 dan 3,74 pegawai mengetahui hasil dari penilaian kinerja atas diri mereka dan pegawai menilai bahwa penilaian

kinerja menumbuhkan motivasi pegawai untuk berprestasi. Hal ini dikarenakan pegawai hanya berorentasi pada pekerjaan dan tanggung jawab bawahannya.

Dokumen terkait