Bab III Akuntabilitas Kinerja
% Pagu Realisasi
B. Capaian Sasaran Strategis 2
3.2.4 Analisis Pelaksanaan Capaian Kinerja Utama
Keberhasilan kinerja yang telah dihasilkan dipengaruhi beberapa hal. Analisa penyebab keberhasilan atau peningkatan kinerja antara lain adalah:
a. Kedeputian Bidang TIRBR memiliki SDM berkualitas dalam berbagai disiplin ilmu dan bidang keahlian;
b. Kedeputian Bidang TIRBR memiliki infrastruktur penunjang (laboratorium dan workshop teknik produksi) yang lengkap, advance, spesifik dan sesuai standard, bahkan sudah terakreditasi dari Komisi Akreditasi Nasional (KAN); c. Kedeputian Bidang TIRBR menggunakan sistem tata kerja kerekayasaan yang bercirikan team work, well structured, well documented dan dilakukan dengan sistem matriks;
LAKIP TIRBR TAHUN 2015 III - 38 Gambar 3.6: Perbandingan Capaian Indikator Utama tahun 2013 dan tahun 2014
d. Kedeputian Bidang TIRBR memiliki tupoksi dan mendukung mandat khusus di bidang perekayasaan teknologi, audit teknologi, technology clearing house dan intermediasi di bidang teknologi industri proses, teknologi industri transportasi, teknologi industri proses dan permesinan, dan teknologi industri pertahanan keamanan;
e. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun dalam melaksanakan program litbangyasa, Kedeputian TIRBR telah mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk produk dan jasa di bidang teknologi industri rancang bangun dan rekayasa;
f. Kedeputian TIRBR memiliki jejaring dan kerjasama yang luas dengan mitra, stakeholder, dan pengguna teknologi. Dukungan penuh dari mitra strategis inilah yang dapat mendukung keberhasilan pelaksanaan pelaksanaan perekayasaan teknologi; dan
g. Kedeputian TIRBR merupakan organisasi pembelajaran (learning organization) sehingga bersifat dinamis dan adaptable.
LAKIP TIRBR TAHUN 2015 III - 39 Dalam melaksanakan kegiatan kerekayasaan untuk mencapai sasaran strategis dalam memenuhi indikator kinerja utama sering dijumpai hal-hal yang menyebabkan penurunan kinerja. Namun hal ini tidak sampai mengakibatkan kegagalan pencapaian indikator kinerja utama. Berapa faktor yang mempengaruhi penurunan kinerja adalah:
a. Belum tingginya jiwa technopreneurship SDM di Kedeputian TIRBR menjadikan kurang memperhatikan aspek komersialisasi produk;
b. Tingginya kesenjangan komposisi usia dan keahlian kompetensi pegawai di lingkungan Kedeputian TIRBR;
c. SDM yang terbatas sehingga ada beberapa capaian kinerja Sub Output yang kurang optimal walaupun tercapai kinerja berupa rekomendasi;
d. Program dan kegiatan Kedeputian TIRBR sebagian masih bersifat inward looking dan berorientasi pada kebutuhan peningkatan kemampuan personil; e. Koordinasi, komunikasi dan kerjasama internal Kedeputian TIRBR masih lemah dan aspek eksternal misalnya perabuhan peraturan dan pelaksanaan revisi RKA-KL oleh DJA sehingga waktu penyelesaiannya sering tidak tepat karena harus menyesuaiakan dengan pelaksanaan kebijakan tersebut; f. Kepemilikan HaKI Kedeputian TIRBR masih relatif rendah;
g. Produk teknologi dan jasa layanan di Kedeputian TIRBR belum dikenal luas akibat kurangnya sosialisasi dan promosi; dan
h. Umur peralatan di laboratorium sebagai fasilitas pendukung program/kegiatan di Kedeputian TIRBR sudah tua sehingga mengurangi kecepatan dan akurasi pengukuran/pengujian.
Dalam rangka tetap memenuhi capaian sesuai dengan indikator utama diperlakukan tindakan perbaikan. Tindakan perbaikan ini sering disebut sebagai alternatif solusi yang dilakukan terhadap penyebab penurunan kinerja. Alternatif solusi yang dilakukan antara lain:
a. Dalam hal SDM telah dilakukan peningkatan kompetensi berupa pemberian pelatihan keahlian khusus dan penambahan SDM dari luar Unit Kerja. Hal ini dilakukan dengan system matriks kerja;
LAKIP TIRBR TAHUN 2015 III - 40 b. Dalam hal pembiayaan, dilakukan revisi RKA-KL untuk MAK Kegiatan uang
kurang optimal ke arah kegiatan utama yang menunjang pencapaian kinerja kegiatan.
c. Dalam hal teknologi/peralatan, telah dilakukan penambahan peralatan dan mesin serta software terkait kegiatan untuk mempermudah dan mempercepat penyelesaian kegiatan. Secara berkala dan rutin dilakukan kalibrasi terhadap peralatan yang digunakan untuk menjamin akurasi hasil pengujian;
d. Menyusun Cascading antara Renstra Es 1 sampai dengan Es IV sampai individu. Namun hal ini diperlukan cascading lembaga yang sudah diputuskan dengan peraturan kepala lembaga dan digunakan sebagai acuan kerja.
e. Meningkatkan evaluasi internal dan melaporkan kinerja-kinerja tersebut kepada Deputi TIRBR dan memberikan penghargaan capaian prestasi unit di lingkungannya; dan
f. Keterlibatan/peran serta secara langsung penerima manfaat (mitra strategis) pada kegiatan perekayasaan teknologi untuk memberikan masukan dan kelengkapan hasil kegiatan perekayasanaan teknologi.
LAKIP TIRBR TAHUN 2015 III - 41 3.3 Akuntabilitas Keuangan
Dalam rangka pelaksanaan program dan kegiatan yang sasaran dan indikator serta terget dan capaiannya telah diterangkan bagian sebelumnya, anggaran yang dikelola untuk pelaksanaan kegiatan tersebut dikelompokkan ke dalam bidang teknologi melalui Program Pengkajian dan Penerapan Teknologi yaitu: 1. Bidang Teknologi Industri Kimia
2. Bidang Teknologi Hankam, dan 3. Bidang Teknologi Transportasi
Tabel 3.15: Komposisi Anggaran Kedeputian TIRBR Tahun 2010 – 2015 Tahun Anggaran DIPA (Rp) PNBP (Rp) TOTAL (Rp)
2010 Rencana 84.536.131.000,00 16.414.924.000,00 100.951.055.000,00 Realisasi 83.631.594.398,00 12.600.326.226,00 96.231.920.624,00 % serapan 98,93 76,76 95,33 2011 Rencana 130.793.728.000,00 17.164.647.000,00 147.958.375.000,00 Realisasi 121.638.167.040,00 14.311.351.251,00 135.949.518.291,00 % serapan 93,00 83,38 91,88 2012 Rencana 37.228.177.000,00 18.146.974.000,00 55.375.151.000,00 Realisasi 35.717.616.987,00 16.762.731.794,00 52.480.348.781,00 % serapan 95,94 92,37 94,77 2013 Rencana 84.910.284.019,00 34.205.710.019,00 119.115.994.038,00 Realisasi 76.717.809.239,00 37.737.551.910,00 114.455.361.149,00 % serapan 90,35 110,33 96,09 2014 Rencana 85.849.669.000,00 29.771.674.000,00 115.621.434.000,00 Realisasi 76.980.399.602,00 27.463.512.704,00 104.443.912.306,00 % serapan 89,67 92,25 90,33 2015 Rencana 85.849.669.000,00 29.771.674.000,00 115.621.434.000,00 Realisasi 76.980.399.602,00 27.463.512.704,00 104.443.912.306,00 % serapan 89,67 92,25 90,33
LAKIP TIRBR TAHUN 2015 III - 42 Gambar 3.7: Komposisi Anggaran Kedeputian TIRBR Tahun 2010 – 2015
Berdasarkan data kecenderungan pada Gambar 3.7, maka dapat dicatat bahwa: 1. Tahun 2010, pagu anggaran (rencana) sebesar Rp. 100.951.055.000,-
realisasi penyerapannya sebesar Rp. 96.131.920.624,- dengan capaian IKU sebesar 95,33%.
2. Tahun 2011, pagu anggaran (rencana) sebesar Rp. 147.958.375.000,- realisasi penyerapannya sebesar Rp. 135.949.518.291,- dengan capaian IKU sebesar 91,88%. Pada tahun 2011 ini capaian IKU turun sebesar 3,44%. Meskipun nilai capaian IKUnya turun sebenarnya alokasi pagu anggaran Tahun 2011 naik hampir satu setengah kali pagu anggaran tahun sebelumnya.
3. Tahun 2012, pagu anggaran (rencana) ditetapkan sebesar Rp. 55.375.151.000,- realisasi penyerapannya sebesar Rp. 52.480.348.781,- dengan capaian IKU sebesar 94,77%. Pada Tahun 2012 ini, capaian IKU mulai naik sebesar 2,89%, meskipun alokasi pagu anggaran Tahun 2012 turun hampir sepertiga dari anggaran tahun sebelumnya.
LAKIP TIRBR TAHUN 2015 III - 43 4. Pada Tahun 2013, pagu anggaran (rencana) ditetapkan sebesar Rp.
119.115.994.038,- realisasi penyerapannya sebesar Rp. 114.455.361.149,- dengan capaian IKU sebesar 96,09%. Pada Tahun 2013 ini capaian IKU tetap naik sebesar 1,31%. Alokasi pagu anggarannyapun naik dari anggaran tahun sebelumnya.
5. Pada Tahun 2014, pagu anggaran (rencana) ditetapkan sebesar Rp.
115.621.434.000,00 realisasi penyerapannya sebesar Rp. 104.443.912.306,00
dengan capaian IKU sebesar 90,33%. Pada Tahun 2014 ini capaian IKU turun sebesar 5,76%. Hal ini terjadi karena pengaruh kebijakan penghematan anggaran dan self blocking untuk persediaan penghematan anggaran. Akibat penghematan anggaran tersebut, pagu anggaran menjadi turun dari tahun sebelumnya. Demikian juga realisasi anggaran juga turun karena kegiatan terhenti sementara akibat menunggu pelaksanaan kebijakan, khususnya untuk pengadaan barang yang harus dikontrakkan kepada pihak kedua.
6. Pada tahun 2015, pagu anggaran (rencana) ditetapkan sebesar Rp.
105.290.973.000,00 dengan pagu anggaran setelah optimalisasi menjadi Rp. 128.523.022.843,- dan realisasi anggaran sebesar Rp. 123.418.147.055 atau sebesar 96,03.
Realisasi penyerapan anggaran dalam pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2015 tersebut secara total mencapai 96,03%. Nilai kinerja tersebut masuk
dalam kategori “Sangat Baik” mengacu PermenKeu no 249/PMK.02/2011 yang menyatakan bahwa “Nilai kinerja mulai dari 90% sampai dengan 100% termasuk dalam kategori “Sangat Baik”.
LAKIP TIRBR TAHUN 2015 IV - 1 BAB IV PENUTUP
Sesuai dengan amanat pemerintah melalui Instruksi Presiden No. 7 Tahun 1999 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, peraturan kementrian PAN dan RB No. 29 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan peraturan pemerintah (PP) No. 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, maka Kedeputian Teknologi Industri Rancang Bangun dan Rekayasa (TIRBR) menyusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Unit Organisasi Eselon I Tahun 2015 yang merupakan pertanggungjawaban atas kinerja Unit Organisasi dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan dalam Rencana Strategis TIRBR Tahun 2015 – 2019 yang terdiri dari program, sasaran strategis, indikator kinerja utama, dan target kegiatan yang sudah dilaksanakan pada tahun 2015.
Berdasarkan hasil pengukuran kinerja Kedeputian TIRBR Tahun 2015 dan dilanjutkan dengan evaluasi kinerja atas sasaran-sasaran yang telah ditetapkan, maka dapat disampaikan beberapa kesimpulan sebagai berikut:
4.1 Kesimpulan
1. Sasaran Strategis 1 (SS1); dengan indikator kinerja utama yaitu