• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Peluang (Chance)

PROGRAM FASILITASI

2.4.6. Analisis Peluang (Chance)

Gambar 2.33. Variabel Analisis Peluang (Sumber: Tim Studio, 2015)

a. Tren Pasar Global

Secara global, United Nation World Tourism Organization (UNWTO) mengungkapkan ekowisata sebagai kecenderungan dan perkembangan baru dalam dunia kepariwisataan yang mulai muncul pada 1990-an.

Sejalan dengan adanya kecenderungan masyarakat global, regional dan nasional untuk kembali ke alam maka minat masyarakat untuk berwisata ke tempat-tempat yang masih alami semakin besar. Berdasarkan keterangan di atas menunjukkan bahwa tren pasar global untuk wisata ecotourism sudah tidak CITRA DIY DALAM KONTEKS

NASIONAL - GLOBAL TREN PASAR pasar global yang memberi peluang berkembangnya ekowisata di DIY

Perkembangan tren pasar nasional yang memberi

peluang bagi berkembangnya ekowisata

di DIY

Awareness atau recognition di tingkat nasional ataupun global

terhadap daya tarik ekowisata DIY (pengakuan

pegunungan Sewu geopark, MerapI – world most vulcanic, dsbnya)

b. Tren Pasar Nasional

Data tren pasar nasional terkait pengembangan ekowisata:

1) (Karangasem). Tahun 2015 diprediksikan akan menjadi tren ekowisata di Indonesia. Ekowisata berawal dari keprihatinan dunia terhadap kerusakan lingkungan yang salah satunya diakibatkan oleh pembangunan pendukung pariwisata.

2) Ekowisata mulai menjadi isu nasional di Indonesia sejak digelarnya seminar dan lokakarya nasional yang diselenggarakan oleh pact-indonesia dan Walhi pada april 1995 di wisma Kinasih, Bogor.

3) Pada juli 1996, di Bali diseleng-garakan lokakarya nasional kedua. Dalam acara tersebut terbentuk masyarakat ekowisata Indonesia. Gerakan ekowisata mencapai titik-titik tonggaknya antara lain dengan pengembangan ekowisata di kepulauan seribu, di tanjung puting (Kalimantan), gunung Halimun (Jawa barat), gunung Leuser (Sumatra) dan lain-lain.

4) Di Bali, misalnya, upaya perintisan pengembangan ekowisata mulai dilakukan beberapa pihak antara lain, masyarakat desa Pakraman, LSM, atau varian keduanya. Dua LSM yang aktif mengembangkan ekowisata di Bali yaitu Sua Bali (pendampingan ekowisata Desa Kemenuh) dan Yayasan Wisnu mendampingi pengembangan ekowisata di Desa Tenganan (Karangasem), Banjar Kiadan, Pelaga (Badung), Desa Ceningan (Klungkung), dan Desa Sibetan.

Berdasarkan keterangan di atas menunjukkan bahwa tren pasar nasional ecotourism juga sudah dimulai dari kurang lebih 20 tahun yang lalu sehingga untuk aspek tren pasar nasional juga dikategorikan KUAT.

c. Citra DIY dalam Konteks Global/Nasional

 Data citra DIY sebagai destinasi ekowisata yang prospektif dan atraktif.

 Gunung Sewu masuk dalam global geopark Networks;

Merapi sebagai The Most Active Volcano In The World;

Sri Gethuk Green Canyon-Jogja

Berdasarkan data di atas maka citra destinasi DIY dikategorikan KUAT.

Berikut ini merupakan tabel kesimpulan dari penjabaran mengenai analisis daya saing:

Tabel 2.4. Kesimpulan Analisis Daya Saing

NO INDIKATOR/ VARIABEL RENDAH SEDANG KUAT

1 Faktor Kondisi

1.1. Sumber Daya Wisata 1.2. Infrastruktur

1.3. Amenitas/ Fasilitas Wisata 1.4. Lingkungan

1.5. SDM 2 Faktor Pasar

2.1. Wisatawan Nusantara 2.2. Wisatawan Mancanegara 3 Jasa Penyelenggaraa dan Usaha

Terkait

3.1. Jasa Tour Operator Ekowisata 3.2. Pemaketan Ekowisata

3.3. Dukungan Jasa Terkait 4 Struktur Perusahaan dan Strategi

4.1. Kepemilikan/ Skala Perusahaan 4.2. Strategi Bersaing

5 Peran Pemerintah 5.1. Kebijakan/ Regulasi

5.2. Dukungan/ Program Fasilitasi 6 Peluang

6.1. Tren Global 6.2. Tren Nasional 6.3. Citra DIY (Sumber: Tim Studio. 2015)

FAKTOR INTERNAL

FAKTOR EKSTERNAL

Kekuatan / Strengths (S)

DIY Memiliki potensi ekowisata yang beraneka ragam.

Ketersediaan Infrastruktur dan sarana penunjang yang relatif memadai (hotel, jalan, listrik, toko cenderamata, dll)

Potensi pengembangan segementasi pasar sangat tinggi.

Banyaknya tour operator yang memasarkan destinasi

Citra DIY (beberapa potensi ekowisata DIY yang termasuk dalam catatan sejarah dunia dan merupakan produk yang berskala pasar nasional ).

Citra Yogyakarta yang positif sebagai kota budaya, kota pelajar, kota pariwisata dan kota perjuangan

Kelemahan / Weaknesses (W)

Kualitas fasilitas wisata (amenitas) masih sangat rendah.

Masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengembangan ekowisata (Masyarakat kurang sadar wisata).

Minimnya Kualitas SDM ekowisata.

Tidak tegasnya aturan yang telah ditetapkan pemerintah dalam bidang ekowisata.

Belum adanya promosi bertema khusus ekowisata

Belum adanya web resmi terkait pemasaran ekowisata. Sehingga ada beberapa destinasi belum dikenal wisatawan

Belum ada pemaketan khusus ekowisata

Volume kunjungan wisnus pada puncak liburan telah melampaui daya dukung di Tabel 2.5. Analisis SWOT

Peluang / Opportunities (O)

Sudah adanya Kebijakan/regulasi terkait ekotourism ditingkat nasional maupun lokal.

Tren Global (ekowisata sudah tidak asing lagi)

Tren Nasional (ekowisata sudah menjadi tren nasional kurang lebih 20 tahun)

Tingginya minat wisatawan mancanegara terhadap ekowisata.

Adanya dukungan modal dari pihak investor

Perdagangan bebas (MEA) dan Pasar wisata internasional yang prospektif dan beragam termasuk pasar ekowisata

Kebijakan pemerintah pusat memperluas bebas visa (visa on arrival)

Perubahan kebijakan hubungan pusat dan daerah ke arah otonomi daerah

Arahan Penanganan (S-O)

1. Mengemas destinasi ekowisata dalam paket wisata tematik untuk menggaet wisman dan wisnus.

2. Mengevaluasi dan meningkatkan kesiapan infrastruktur sebagai sarana pendukung.

3. Meningkatkan kerjasama pemasaran ekowisata antara pengelola, pemerintah daerah dan biro perjalanan wisata.

4. Memanfaatkan Tren pasar global dan nasional serta citra DIY sebagai upaya pemasaran.

5. Bekerjasama dengan biro perjalanan dengan Merencanakan pemaketan khusus wisatawan mancanegara

Arahan Penanganan (W-O)

1. Meningkatkan kesadaran wisata masyarakat lokal agar dapat berperan serta dalam memajukan ekowisata dan daya dukung lingkungan.

2. Pengadaan web resmi terkait destinasi ekowisata dan di update secara berkala.

3. Mengevaluasi terkait aturan yang telah ditetapkan dan penindakan yang tegas bagi yang melakukan pelanggaran.

4. Merencanakan promosi dan pemaketan khusus ekowisata dengan segmentasi wisatawan terfokus.

Persaingan pasar dengan kota, propinsi, dan negara lain yang juga memiliki potensi ekowisata.

Kerusakan lingkungan

Meningkatnya jumlah Kunjungan Wisatawan

Wisatawan yang tidak sadar wisata

Faktor alam (bencana alam, cuaca dan iklim)

Kompetisi tidak sehat antar jaringan hotel bintang

Globalisasi menyebabkan persaingan yang ketat sehingga menutup peluang berkembangnya pesaing kecil (ekonomi lemah/masyarakat)

Kerusakan (deteriorasi) lingkungan menyebabkan menurunnya kualitas sumber daya pariwisata

Perbedaan kepentingan antar wilayah dan antar instansi/lembaga pemerintah.

(S-T)

1. Mengemas destinasi wisata yang unik dan berbeda dari destinasi lainnya.

2. Mengadakan pembekalan sosialisasi berupa dampak wisata sehingga dampak positif dapat dioptimalkan dan dampak negatif dapat diminimalisirkan.

3. Memanfaatkan destinasi sekunder untuk meminimalisir kunjungan ke DTW Primer.

4. Memanfaatkan DTW Primer untuk mempromosikan DTW sekunder.

(W-T)

1. Meningkatkan kualitas fasilitas wisata (amenitas) di tiap destinasi ekowisata.

2. Meningkatkan kemampuan SDM pengelola destinasi ekowisata.

3. Mengadakan sosialisasi program

pengembangan objek wisata ekowisata dan sadar wisata kepada masyarakat sekitar DTW.

Bab 3

REKOMENDASI

Bab 3

REKOMENDASI

Berdasarkan hasil SWOT maka strategi yang dihasilkan yaitu:

1. Mengemas destinasi ekowisata dalam paket wisata tematik dan berbeda dari destinasi lainnya untuk menggaet wisman dan wisnus;

2. Mengevaluasi dan meningkatkan kesiapan Infrastruktur sebagai sarana pendukung;

3. Meningkatkan kerjasama pemasaran ekowisata antara pengelola, pemerintah dan biro perjalanan;

4. Memanfaatkan tren pasar global, tren nasional dan citra DIY sebagai upaya pemasaran;

5. Meningkatkan kesadaran wisata masyarakat lokal agar dapat berperan serta dalam memajukan ekowisata dan daya dukung lingkungan;

6. Pengadaan web resmi terkait destinasi ekowisata dan up to date;

7. Mengevaluasi terkait aturan yang telah ditetapkan dan penindakan yang tegas bagi yang melakukan pelanggaran;

8. Merencanakan promosi dan pemaketan khusus ekowisata dengan segmentasi wisatawan terfokus;

9. Mengadakan pembekalan sosialisasi berupa dampak wisata sehingga dampak positif dapat dioptimalkan dan dampak negatif dapat diminimalisirkanuntuk mempertahankan daya saing lingkungan;

10. Memanfaatkan destinasi sekunder untuk meminimalisir kunjungan ke DTW

pendidikan kepariwisataan guna menghasilkan bibit unggul yang berdaya saing, melakukan pertukaran pelajar keluar negri yang dimana hospitality tentang kepariwisataan sudah unggul;

14. Mengadakan sosialisasi program pengembangan objek wisata ekowisata dan sadar wisata kepada masyarakat sekitar DTW.

Berikut program pemasaran yang dapat dijadikan sebagai rujukan berdasarkan potensi daya saing ekotourism yang ada di DIY yang diklusterkan berdasarkan kedekatan lokasi dengan tujuan memudahkan pemaketan dan mendukung peningkatan destinasi-destinasi sekunder terhadap potensi besar sebagai daya tarik utama destinasi primer.

No. KLUSTER UNIQUE SELLING POINT

SEGMENTASI

PASAR INDIKASI PROGRAM

TERKAIT JP JM JPG

1. KLUSTER MERAPI

DTW Primer : Gunung Merapi

DTW Sekunder:

Kali Kuning, Agrowisata Turi

Positioning:

Merapi Volcano

 Merapi volcano is one of the

world's most active and dangerous volcanoes.

 Erupsi Merapi menjadi salah satu wisata edukasi dan Lava Tour

 One of Best Trekking in Central Java

 Taman Nasional Gunung Merapi dan Kali Kuning memiliki flora dan fauna yang langka (wildlife):

- Flora (bunga kantung semar dan pohon kina) - Flora langka:

Petualang, dan

Minat khusus

Wisman Eropa

PROGRAM UMUM

1. Pembuatan Website Khusus Ecotourism Merapi yang up to date.

Dinas Pariwisata, Operator Web 2. Advertorial & Media Release di media

cetak dan elektronik kegiatan tahunan dan aktivitas DTW Merapi.

Dinas Pariwisata, Asosiasi Industri

3. Siaran khusus di TV Lokal dengan artis terkenal (Jalan-Jalan Men, Jelajah dan Jalan-Jalan Selebriti )

Stasiun TV Lokal

4. Discovery channel Stasiun TV global

5. Film Dokumenter Ecotourism &

Pembuatan Film yang berlokasi disekitar gunung merapi dan DTW.

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Rumah Produksi

6. Fam Trip untuk mengundang jurnalis dari luar negeri dan dalam negeri untuk mengulas seputar DTW Merapi dan sekitarnya

Dinas Pariwisata, Badan Promosi dan Asosiasi Industri

7. Materi Promosi Cetak Brosur/Leaflet bertema ekowisata dengan Bahasa Internasional dan Disertai dengan Ketentuan Do & Don’t

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri

JP JM JPG

PROGRAM KHUSUS

10. Promosi Outbound & Agro untuk destinasi sekunder agrowisata turi.

Dinas Pariwisata dan, Badan Promosi Asosiasi Industri (PHRI)

11. Promosi wisata eco-adventure melalui komunitas Merapi (Komunitas pecinta burung, komunitas bersepada, dan pecinta alam)

Dinas Pariwisata, Asosiasi Industri, Masyakat komunitas.

12. Pengemasan paket terpadu dengan DTW Sekitar (Kali kuning, Agrowisata turi, dan Desa wisata sekitar)

Dinas Pariwisata, Asosiasi Industri, Masyakat 13. Partisipasi Event Lokal/

Nasional-Internasional (world Tourism Exhibitions, Workshop)

Dinas Pariwisata, MATTA (Malaysia), JATA (Jepang), WTM (Eropa), Asosiasi Industri, dll 14. Join Tourism and Travel Industry

Trade Fairs in Europe

Hiking and Trekking Exhibition, Destinations nature, Tourism, Travel and

Outdoor Expo

Dinas Pariwisata, tournatur (Dusseldorf – German)

(Paris Expo Porte de Versailles)

15. Join Tourism and Travel Industry Trade Fairs in Asia –Target Wisman Asia

Dinas Pariwisata, GITF dan BIJTE (China), ILTM Japan,

(Sumber: Tim Studio, 2015)

No. KLUSTER UNIQUE SELLING POINT

SEGMENTASI

PASAR INDIKASI PROGRAM

TERKAIT

DTW Sekunder:

Perkebunan Menoreh, Arus Progo, Kebun Teh Nglinggo, dan Goa Sriti

Positioning:

Suroloyo Hill

 Pemandangan yang indah dari Puncak tertinggi Suroloyo (Julukan:

“Singgasana Para Dewa”).

 Perkebunan Menoreh:

budidaya krisan, kebun teh, Duren Embung Banjaroya, dan kopi kualitas internasional-nuansa tradisional.

 Aliran kali Progo, sungai dengan Grade Level tertinggi se-Jawa dan Bali

 Kebun The Nglinggo, satu-satunya kebun teh di Yogyakarta.

 Goa Sriti, tempat bertapa raja Malowopati (Prabu Angling Darma).

Wisman dan Wisnus:

Ekoturis,

Minat khusus

Wisman Eropa

PROGRAM UMUM

1. Pembuatan Website Khusus Ecotourism Puncak Suroloyo dan Destinasi pendukung (sekunder)

Dinas Pariwisata, Operator Web

2. Advertorial & Media Release di media cetak dan elektronik terkait Puncak Suroloyo dan Agro.

Dinas Pariwisata, Asosiasi Industri

3. Siaran khusus di TV Lokal dengan artis terkenal (Jalan-Jalan Men, Jelajah dan Jalan-Jalan Selebriti )

Stasiun TV Lokal

4. Penyelenggaraan Event (Photo Contes dan komunitas lokal terkait hasil perkebunan)

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri, Masyarakat 5. Outdoor Print : Sticker Mobil, Baliho,

Spanduk

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri

M KHUSUS

6. Pengemasan paket terpadu ekowisatawa dengan DTW Sekitar dengan tematik agro: perkebunan menoreh dan kebun teh Nglinggo (Ekotouris, Target Grup dan minat khusus)

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri, Komunitas Masyarakat

7. Promosi Outbound & Agro di Dinas Pariwisata dan,

JP JM JPG 9. Promo wisata paket wisata susur goa

pada komunitas pecinta alam (Target Grup Pelajar/ Mahasiswa dan minat khusus).

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri, Komunitas masyarakat (Sumber: Tim Studio, 2015)

No. KLUSTER

POINT PASAR INDIKASI PROGRAM

TERKAIT

Goa Kiskendo, Goa Sumitro, Suaka Marga Satwa Sermo, Wildlife Rescue Centre

Positioning:

Kalibiru

 Wisata Alam Hutan Kemasyarakatan Kalibiru menyajikan pemandangan alam Menoreh dan Waduk Sermo

 Goa Kiskendo dan Goa Sumitro, memiliki ornamen stalaktit dan stalakit yang unik, relief wayang di sisi goa, dan sebagai tempat ritual.

 Suaka Margasatwa Sermo (jenis vegetasi yang ditanam di era 40-an hingga 90-an).

 Wildlife Rescue Centre memiliki ±130 koleksi satwa jenis primata, reptil, dan jenis burung.

Wisman dan Wisnus:

Ekoturis,

Pelajar/

Mahasiswa,

Ilmuan/Peneliti

Petualang, dan

Minat khusus

Wisman Eropa

PROGRAM UMUM

1. Pembuatan Website Khusus Ecotourism – Kluster Kalibiru

Dinas Pariwisata, Operator Web 2. Advertorial & Media Release di media

cetak dan elektronik

tentang Kalibiru dan DTW sekunder sekitarnya.

Dinas Pariwisata, Asosiasi Industri

3. Siaran khusus di TV Lokal dengan artis terkenal (Jalan-Jalan Men, Jelajah dan Jalan-Jalan Selebriti )

Stasiun TV Lokal

4. Film Dokumenter Ecotourism &

Pembuatan Film berlokasi di Kalibiru dan DTW sekunder sekitarnya.

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Rumah Produksi 5. Fam Trip untuk jurnalis dari luar negeri

dan dalam negeri

Dinas Pariwisata, Badan Promosi dan Asosiasi Industri

6. Penyelenggaraan Event (Photo Contest)

Dinas Pariwisata, Badan Promosi , Asosiasi Industri, Masyarakat 7. Materi Promosi Cetak Brosur/Leaflet

bertema ekowisata dengan Bahasa Internasional dan disertai dengan Ketentuan Do & Don’t

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri

JP JM JPG

PROGRAM KHUSUS

9. Promosi Outbound Kalibiru dan kearifan lokal-Student exchange (Target Pelajar/Mahasiswa)

Dinas Pariwisata dan, Badan Promosi Asosiasi Industri (PHRI)

10. Promo wisata paket wisata susur goa pada komunitas pecinta alam (Target Grup Pelajar/ Mahasiswa, Peneliti, petualang dan minat khusus).

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri, Komunitas masyarakat 11. Promo wisata wildlife flora dan fauna

Suaka Marga Satwa Sermo dan Wildlife Rescue Centre (Target Grup Pelajar/ Mahasiswa, Peneliti)

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri.

(Sumber: Tim Studio, 2015)

No. KLUSTER

POINT PASAR INDIKASI PROGRAM

TERKAIT JP JM JPG

4. KLUSTER NGLANGGERAN

DTW Primer : Gunung Api Purba (Nglanggeran)

DTW Sekunder:

Desa Wisata Nglanggeran, Embung dan Kebun Buah Nglanggeran

Positioning:

Gunung Api Purba (Nglanggeran)

 Gunung Api Purba Nglanggeran adalah satu-satunya gunung api purba di DIY yang terbentuk dari pembekuan magma yang terjadi kurang lebih 60 juta tahun yang lalu.

 Histori Gunung Nglanggeran (Gunung Wayang)

 Aktivitas wisatawan:

trekking, outbound.

 Embung Nglanggeran merupakan telaga buatan yang indah.

 Kebun Buah

Nglanggeran terdapat berbagai jenis tanaman, seperti buah kelengkeng, rambutan, dan durian (Durian Montong dan Kane).

Petualang, dan

Minat khusus

Wisman Eropa

PROGRAM UMUM

1. Pembuatan Website Khusus Ecotourism Nglanggeran

Dinas Pariwisata, Operator Web

2. Advertorial & Media Release di media cetak dan elektronik Nglanggeran dan Desa Wisata Sekitarnya.

Dinas Pariwisata, Asosiasi Industri

3. Siaran khusus di TV Lokal dengan artis terkenal (Jalan-Jalan Men, Jelajah dan Jalan-Jalan Selebriti)

Stasiun TV Lokal

4. Fam Trip untuk jurnalis dari luar negeri dan dalam negeri

Dinas Pariwisata, Badan Promosi dan Asosiasi Industri

5. Outdoor Print : Sticker Mobil, Baliho, Spanduk

Dinas Pariwisata, Badan Promosi , Asosiasi Industri

6. Penyelenggaraan Event (Photo Contest)

Dinas Pariwisata, Badan Promosi , Asosiasi Industri, Masyarakat

JP JM JPG

PROGRAM KHUSUS

8. Promosi Trekking/Hiking dan Agro -Student exchange (Target Grup Pelajar/

Mahasiswa, petualang dan minat khusus).

Dinas Pariwisata dan, Badan Promosi Asosiasi Industri (PHRI)

9. Join Tourism and Travel Industry Trade Fairs in Asia – Target Wisman Asia

Dinas Pariwisata, GITF dan BIJTE (China), ILTM Japan,

10. Promo wisata paket desa wisata (Target minat khusus).

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri, Komunitas masyarakat 11. Partisipasi Event Lokal/

Nasional-Internasional (world Tourism Exhibitions, Workshop)

Dinas Pariwisata, MATTA (Malaysia), JATA (Jepang), WTM (Eropa), Asosiasi Industri, dll 12. Join Tourism and Travel Industry Trade

Fairs in Europe- Target Wisman Eropa Hiking and Trekking Exhibition, Destinations nature, Tourism, Travel and

Outdoor Expo

Dinas Pariwisata, tournatur (Dusseldorf – German)

(Paris Expo Porte de Versailles)

(Sumber: Tim Studio, 2015)

No. KLUSTER

POINT PASAR INDIKASI PROGRAM

TERKAIT JP JM JPG

5. KLUSTER SIWA PLATEAU

DTW Primer : Candi Ratu Boko

DTW Sekunder:

Candi Barong dan Candi Ijo.

Positioning:

Candi Ratu Boko

 Candi Ratu Boko memiliki nilai gistoris sejarah yang tinggi (Reruntuhan Bangunan Keraton

 Histori Roro Jonggrang.

 Candi Plateau, peninggalan sejarah mataram

kepercayaan Hindu.

 Sunset & Su rise

Wisman dan Wisnus:

Ekoturis,

Pelajar/

Mahasiswa,

Ilmuan (peneliti)-Archeolog, Sejarahwan,

Petualang

Minat Khusus

Wisman Eropa

PROGRAM UMUM

1. Pembuatan Website Khusus

Ecotourism-Siwa Plateau dan aktivitas wisata sekitarnya

Dinas Pariwisata, Operator Web

2. Advertorial & Media Release di media cetak dan elektronik- terkaitEcotourism Siwa Plateau dan aktivitas wisata sekitarnya

Dinas Pariwisata, Asosiasi Industri

3. Siaran khusus di TV Lokal dengan artis terkenal (Jalan-Jalan Men, Jelajah dan Jalan-Jalan Selebriti)

Stasiun TV Lokal

4. Film Dokumenter Ecotourism &

Pembuatan Film dengan background siwa plateau dan histori roro jonggrang.

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Rumah Produksi

5. Outdoor Print : Sticker Mobil, Baliho, Spanduk

Dinas Pariwisata, Badan Promosi , Asosiasi Industri 6. Penyelenggaraan Event (Photo Contest) Dinas Pariwisata,

Badan Promosi , Asosiasi Industri, Masyarakat

JP JM JPG 8. Materi Promosi Cetak Brosur/Leaflet

bertema ekowisata dengan Bahasa Internasional dan Disertai dengan Ketentuan Do & Don’t

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri

PROGRAM KHUSUS 9. Promo wisata paket wisata-Sun set, sun rise, birth watching, downhill (Target pecinta burung, komunitas sepeda, minat khusus).

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri, Komunitas masyarakat (Sumber: Tim Studio, 2015)

No. KLUSTER

POINT PASAR INDIKASI PROGRAM

TERKAIT JP JM JPG

6. KLUSTER MANGUNAN

DTW Primer : Hutan Pinus Mangunan

Dtw Sekunder:

Cagar Alam Mangunan, Kebun Buah Mangunan, Museum Tani Jawa, Goa Cerme

Positioning:

Hutan Pinus Mangunan

 Flora Langka: Bringin Putih, Gayam, Sawo Kecik, Nogosari, Kepuh dan Cendana).

 Wisata Budaya Mataram (Makam Imogiri, Makam Raja-Raja Islam.

 Museum Tani Jawa Sebagai Wisata Edukasi

 Kebun Buah Mangunan Ragam Jenis Buah-Buahan (Durian, Mangga, Jeruk Dan Jambu)

 Koleksi Satwa (Rusa dan Monyet).

 Goa Cerme (Ornamen Stalaktit dan Stalaknit Yang unik dan histori tempat dakwa para sunan.

Keluarga, dan

Minat khusus

Wisman Eropa

PROGRAM UMUM

1. Pembuatan Website Khusus Ecotourism terkait hutan pinus mangunan dan destinasi pendukungnya

Dinas Pariwisata, Operator Web

2. Advertorial & Media Release di media cetak dan elektronik hutan pinus mangunan dan destinasi pendukungnya

Dinas Pariwisata, Asosiasi Industri

3. Siaran khusus di TV Lokal dengan artis terkenal (Jalan-Jalan Men, Jelajah dan Jalan-Jalan Selebriti)

Stasiun TV Lokal

4. Film Dokumenter Ecotourism &

Pembuatan Film dengan background hutan pinus mangunan

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Rumah Produksi

5. Outdoor Print : Sticker Mobil, Baliho, Spanduk

Dinas Pariwisata, Badan Promosi , Asosiasi Industri 6. Fam Trip untuk jurnalis dari luar negeri

dan dalam negeri

Dinas Pariwisata, Badan Promosi dan Asosiasi Industri 7. Materi Promosi Cetak Brosur/Leaflet

bertema ekowisata dengan Bahasa Internasional dan Disertai dengan Ketentuan Do & Don’t

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri

8. Penyelenggaraan Event (Photo Contest) Dinas Pariwisata,

JP JM JPG 10. Promo wisata paket wisata susur goa

pada komunitas pecinta alam (Target Grup Pelajar/ Mahasiswa dan minat khusus).

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri, Komunitas masyarakat (Sumber: Tim Studio, 2015)

No. KLUSTER UNIQUE SELLING POINT

PASAR INDIKASI PROGRAM

TERKAIT JP JM JPG

7. KLUSTER PINDUL

DTW Primer : Pindul, Goa Kalisuci, Goa Jomblang.

Positioning:

Karst pegunungan Sewu

 Karst Pegunungan Sewu ditetapkan sebagai kawasan geopark dunia (Global Geopark Network / GGN), UNESCO 2015;

 Memiliki conical hills yang jumlahnya ± 40.000 bukit.

 Memiliki stalaktit dan stalakmit yang khas.

 Petualangan Cave Tubing Goa Kalisuci

Wisman dan Wisnus:

Ekoturis,

Grup Pelajar/

Mahasiswa,

Ilmuan (Archeolog)

Petualang, dan

Minat khusus

Wisman Eropa

PROGRAM UMUM

1. Pembuatan Website Khusus Ecotourism terkait Kars pegunungan sewu

Dinas Pariwisata, Operator Web 2. Advertorial & Media Release di media

cetak dan elektronik terkait Kars pegunungan sewu

Dinas Pariwisata, Asosiasi Industri

3. Siaran khusus di TV Lokal dengan artis terkenal (Jalan-Jalan Men, Jelajah dan Jalan-Jalan Selebriti)

Stasiun TV Lokal

4. Discovery channel Stasiun TV global

5. Film Dokumenter Ecotourism &

Pembuatan Film

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Rumah Produksi 6. Fam Trip untuk jurnalis dari luar negeri

dan dalam negeri

Dinas Pariwisata, Badan Promosi dan Asosiasi Industri 7. Outdoor Print : Sticker Mobil, Baliho,

Spanduk

Dinas Pariwisata, Badan Promosi , Asosiasi Industri 8. Penyelenggaraan Event (Photo Contest) Dinas Pariwisata,

Badan Promosi , Asosiasi Industri, Masyarakat

JP JM JPG

PROGRAM KHUSUS

10. Promo wisata paket wisata eco-adventure/susur goa pada komunitas pecinta alam (Target Grup Pelajar/

Mahasiswa, petualang dan minat khusus).

Dinas Pariwisata, Badan Promosi, Asosiasi Industri, Komunitas masyarakat (Sumber: Tim Studio, 2015)

PASAR JP JM JPG TERKAIT 8. KLUSTER SRI

GETHUK

DTW Primer : Sri Gethuk

DTW Sekunder:

Tahura, Hutan

 Sri Gethuk Green Canyon-Jogja

 Hutan Wanagama: Pohon Jati (Tectona grandis) yang ditanam oleh Pangeran Charles, 1989).

 Tahura Bunder peringkat 10 terbaik se Indonesia.

 Goa Rancang Kencono terdapat pohon klumpit yang tingginya sudah melampaui atap gua

 Study & Research

 Wild Life (flora dan fauna)

Wisman dan

Petualang, dan

Minat khusus

Wisman Eropa

PROGRAM UMUM

1. Pembuatan Website Khusus Ecotourism terkait Sri gethuk dan destinasi

pendukung.

Dinas Pariwisata, Operator Web

2. Advertorial & Media Release di media cetak dan elektronik terkait Sri gethuk

2. Advertorial & Media Release di media cetak dan elektronik terkait Sri gethuk

Dokumen terkait