• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dalam pemilihan berita yang akan ditayangkan dalam “Metro Siang” tentunya memiliki beberapa penjelasan dan hambatan yang terjadi selama produksi. Peneliti ingin memberikan beberapa hasil kajian analisis untuk membantu dalam tambahan materi yang dilakukan “Metro Siang” dalam menjalankan segala hal yang sudah disiapkan untuk memberikan tayangan yang berkualitas.

Isi materi berita “Metro Siang” memiliki permasalahan dalam pemilihan berita yang memberikan suatu pilihan yang cukup mengandalkan pemikiran akan pemilahan berdasarkan nilai – nilai berita yang telah baku. Tidak mudah memang memilih setiap berita, namun dengan prinsip nilai berita dirasakan mampu memberikan pemilihan dengan bijak.

“Yang pasti satu visualnya menarik ga, yang kedua beritanya menarik ga, kalau kita ngomong soal ada dua berita yang mau kita drop yang satu inggris mau perang, dengan malaysia yang lagi perang mana deh yang mau diturunkan? Yah inggris, kalau malaysia itu kan proximity dengan kita, dan jika beritanya kalau sama ga ada proximitynya yah dua - duanya ga penting terus balik lagi ke durasinya dilihat, gambarnya dilihat.” (KI)

Adanya kasus dari 2 berita dalam rundown yang sudah disiapkan kadang diturunkan salah satu akibat durasi yang sudah berlebihan dan ternyata dalam kacamata informan penelitian memberikan penjelasan akan nilai kedekatan (proximity) dari kejadian dengan Indonesia, kemudian dilihat dari gambar dan audionya yang baik atau tidak.

Menentukan berita yang akan ditayangkan di “Metro Siang” cukup dinamis, hari sebelum tayang sudah ditentukan kemudian disambung dengan rapat redaksi

pada pagi hari pkl. 07.00 WIB. Namun berita itu tidak tetap keadaannya selalu berubah setiap saat dan memberikan warna tersendiri. Perbedaan visi yang seringkali terjadi menjadi barang biasa. Perubahan yang cukup ekstrim pun dirasakan biasa untuk dilakukan. Di mana waktu terus berputar dan memberikan peristiwa yang beragam setiap waktunya. Mungkin kata fleksibilitas yang mampu menggambarkan peristiwa berita setiap harinya.

“Ibarat ini aja, apa yang kita cita – citakan terkabul, sama saja dengan apa yang kita inginkan baik di proyeksi maupun prerundown faktanya pasti berubah, karena faktor eksternal, baik materi tidak tersedia atau peristiwa berubah misal : kasus susno yang tiba – tiba di eksekusi, naiklah ke segmen pertama itukan tidak diproyeksikan faktor materi, peristiwanya ada yang baru, intinya kita harus punya perencanaan supaya jelas supaya diproyeksi, dan besoknya visi kita disamakan dengan desk, pastikan di desk suka mengecek materinya, pas siangnya fleksibel bisa berubah, bisa tiba – tiba wapemred atau pemred yang mengganti berita gitu.” (DD)

Kejadian berita selama 24 jam atau seharian terkadang tidak bisa diprediksi, dan rundown gunanya untuk pegangan dalam mengolah materi berita “Metro Siang” dalam pengumpulan di saat rapat redaksi pada pagi hari. Pernyataan informan ini berdasarkan kepada contoh kasus keadaan rundown dari proyeksi materi berita H-1 siaran, prerundown, sampai rundown selalu berubah.

Ada kalanya pemilihan berita yang dititikberatkan kepada kemudahan penjangkauan, teknis, gambar tangkapan untuk ditayangkan pada program “Metro Siang”. Beragam kasus yang sama jika terjadi dikembalikan lagi kepada sang pemegang kebijakan program dalam menentukan mana yang layak naik untuk disiarkan. Ini disebut dengan masalah pilihan.

“Kebijakan redaksi dalam menayangkan berita serupa, dari beberapa berita yang dikirim kontributor, adalah dengan pendekatan: visual yang paling menarik. Jika ada 5 berita serupa dari 5 daerah, produser bisa menayangkan ke-5 berita tersebut, atau karena keterbatasan durasi, maka hanya memilih 2 atau 3 saja yang paling menarik visualnya. Persoalan live Palembang seperti barusan, kenapa dari SMA 2, ini lebih ke alasan teknis izin dan kemudahan

saja. dalam kasus UN, semua sekolah punya nilai berita yang sama, tapi Metro TV harus memilih mau live darimana. ini pertimbangan izin, kemudahan daya jangkau sng dan lain lain.” (ASG)

Hal yang dikemukakan oleh informan di atas mengacu kepada mengapa berita kejadian yang sama di satu negara, tapi hanya beberapa daerah saja yang ditayangkan dalam satu negara. Jadi dipilih berdasarkan kemudahan jangkauan, kasus yang terkait dengan isi materi berita “Metro Siang” yang akan ditayangkan, serta pilihan yang sudah dipersiapkan

“Metro Siang” memiliki kendala – kendala dalam pemilihan berita yang ada. Kesiapan yang diharapkan pada bagian – bagian pendukung membuat keyakinan dapat menyelesaikan dan meminimalisir masalah. Bagian ini menuntut kebersamaan setiap unit dalam memberikan sumbangsih dalam materi yang akan dikerjakan dan digarap.

“Etos visi “Metro Siang” tergantung pada paket yang dibuat oleh desk, jadi biarpun pasokan sudah direncanakan di rapat pagi, namun jika tidak sesuai yah itu yang membuat masalah, sdm,acaranya belum ada, beritanya telat, yah tergantung kepada kontri, reporter jakarta, kalau daerah yang kontri daerah. Ada internal: kontri malas,reporter tidak tepat waktu sampai pada lokasi kejadian. Lalu berita yang belum masuk , Eksternal: acara belum dimulai, atau nara sumber ga mau ngomong. Yah kalau ga ada materi berita kita ganti dengan berita lain” (DD)

Masalah yang telah terkumpul tentunya tidak serta merta memiliki kekhawatiran. Namun tetap memberikan solusi yang berkembang untuk memberikan dampak yang cukup sedikit atau menurunkan resiko salah yang terulang. Balik lagi kesiapan setiap bagian yang harus saling berkoordinasi serta kemampuan perusahaan itu sendiri dalam mendukung.

“Untuk desk sumber daya manusianya ditambah, (nusantara, megasosbud), aktif dalam mendekati nara sumber supaya mudah untuk mencari berita.” (DD)

“Yah itu proyeksikan adalah perencanaan, alangkah lebih bagusnya jangan mendadak, misal dulu metro siang rapat jam 7, terus baru minta jam segitu liputannya dengan kata lain perencanaan harus lebih dini, seperti “Metro Siang” sekarang selesai rapat evaluasi jam 3 sore, langsung korda bisa menyuruh untuk persiapan liputan langsung pada besok paginya begitu.” (ASG)

4.5 Diskusi

Dalam penelitian ini peneliti mendapatkan segala data dapat bentuk pengamatan secara langsung dan melakukan berulang ulang, serta melakukan wawancara kepada informan yang sudah direncanakan dari awal. Untuk memberikan hasil dalam penelitian yang dilakukan peneliti sudah cukup dengan menggunakan teori hirarki pengaruh. Yang mana menjelaskan beberapa aspek dalam hal isi media “Metro Siang” dipengaruhi. Namun kembali lagi kepada prinsip dasar metode kualitatif yang mengandalkan penjabaran teori yang berkembang tidak hanya kepada satu teori khusus saja.

Data yang diperoleh oleh peneliti dalam melakukan penelitian memberikan pemikiran dan pemahaman dalam perkembangan suatu situasi yang ada dari teori hirarki pengaruh. Beberapa teori menjadi nampak berkembang pada saat peneliti bergerak di lapangan. Tetapi pada dasarnya program “Metro Siang” turut dirasakan cocok untuk penelitian dalam skripsi yang berjudul “Analisis Strategi Pemilihan Berita Di Program “Metro Siang”, Metro TV Jakarta”.

“Metro Siang” diawali dengan konsep kebutuhan berita yang dirasakan oleh beberapa masyarakat melalui pemahaman dan pemikiran tim kreatif Metro TV pada awal pembangunan Metro TV. Perencanaan yang dibangun sudah disiapkan sebelum Metro TV siaran pada tanggal 25 November 2000. Karena sehari setelah Metro TV melakukan siaran udaranya “Metro Siang” sudah mengikuti Metro TV siaran.

Konsep yang dipakai oleh “Metro Siang” tetap pada membangun citra sebagai program berita yang menjadi unggulan atau sebagai “anak sulung”, karena

ada beberapa patokan program yang menjadi ditiru oleh program televisi lain, seperti membuat konsep penyiar studio berdua dan sebagainya. Keadaan yang memberikan “Metro Siang” tetap menjadi salah satu program berita di Metro TV unggulan.

Keadaan berita selalu dinamis dan “Metro Siang” dituntut dapat mengikuti keadaan tersebut, mulai dari awal mengudaranya “Metro Siang” yang setengah jam (30 menit) , satu jam dan terakhir satu setengah jam. Pasokan berita dan kebutuhan penontonlah yang menjadikan program ini merubah jam tayangnya.

Perkembangan berita yang ada dari beberapa tahun belakangan ini memang memberikan kerja media sendiri selain jam tayang yang berubah tadi,pemberitaan media menjadi lebih selektif untuk memilah suatu berita yang berlimpah. Penelusuran yang ada di lapangan serta beberapa data yang diperoleh peneliti memberikan beberapa penjelasan mengenai pemilihan berita, tentunya pemilihan berita tidak serta merta dengan mudah menjadi terkumpul. Dipengaruhi oleh beberapa faktor : individu, rutinitas media, struktur media, ekstra media, dan ideologi.

Pengaruh individu yang dirasakan dalam konten tayangan “Metro Siang” membuat pencarian berita menjadi lebih teliti dan disesuaikan dengan keadaan dalam pencarian berita sendiri, dalam artian masing – masing individu mendapatkan suatu pemahaman secara logis untuk memilih berita yang akan mereka liput. Ada beberapa kasus yang diperlukannya koordinator liputan atau bahkan produser “Metro Siang” dalam memberikan arahan dalam memberikan pandangan yang benar. Tujuan pengarahan sudut pandang itu untuk membantu data terbaru yang harus dapat dipilih oleh pencari berita. Pemikiran yang terdapat dalam masing – masing individu berdasarkan pengalaman mereka, dan pendidikan yang menjadi dasar pemikiran tidak berhubungan dengan cara pemilihan, mungkin sebagai elemen pendukung kecil

saja jika para pencari berita mendapatkan tugas meliput berita yang berhubungan dengan dasar pendidikannya.

Peran redaksi sendiri memang besar dalam memberikan penyuluhan kepada pencari berita di lapangan dan memberikan olahan yang baik bagi produksi berita “Metro Siang”. Olahan yang baik itu berpengaruh dari redaksi Metro TV yang memang sudah terlatih dan berpengalaman di bidang mereka. Untuk redaksi yang berasal dari luar Metro TV yang bergabung dengan Metro TV tidak memberikan dampak besar dalam pengaruh mereka dalam hasil konten “Metro TV”.

Rutinitas Media terdiri dari beberapa bagian; seperti : audiense, sumber berita, pemimpin redaksi (editor in chief). Audiense jelas berpengaruh kepada tayangan “Metro Siang”. Sumber berita menjadi suatu pengambilan data yang berlimpah untuk “Metro Siang”. Pemimpin redaksi memberikan pengarahan, kebijakan, pengawasan kepada jalannya “Metro Siang”.

Struktur Organisasi dalam Metro TV memiliki beberapa komponen yang diteliti seperti pemilik Metro TV dan beberapa internal dalam Metro TV. Untuk pengaruh yang besar memang dilihat dari pemilik Metro TV dalam memberikan tayangan kepada “Metro Siang”, namun tidak langsung nampak dalam pengaruhnya kejadian dalam kegiatan pemilik perusahaan yang buruk tentunya tidak akan ditayangkan karena pemilik perusahaan tidak serta merta diumbar secara bebas oleh tim media yang menjadi bawahannya. Internal perusahaan mendapat porsi sendiri dalam penempatan untuk tayangan yang berkaitan dengan bagian penjualan (sales), namun tetap pada jaklurnya sendiri, bagian penjualan bisa melepas sudut pandang dan arahan kepada redaksi atau produser “Metro Siang” untuk tayangan program “Metro Siang” sendiri, bagian penjualan hanya mementingkan produk mereka ditampilkan.

Ekstra media merupakan bagian luar dari media seperti pemerintah, pengiklan, audiense, dan teknologi. Pemerintah saat ini tidak semudah dengan masa dulu sebelum 1998 yang dengan mudah menutup pesan – pesan yang buruk, untuk media saat ini justru memudahkan pemerintah dapat menjadi sadar dan mengingat tugas mereka dalam berbenah untuk negerinya. Untuk pengiklan berpengaruh kepada isi konten “Metro Siang” karena pengiklan disediakan tempat tersendiri (blocking) bagi produk yang akan dijual mereka, namun tidak memberikan pengaruh kepada pandangan berita”Metro Siang”. Teknologi yang memiliki pengaruh yang nyata dan besar bagi “Metro Siang”, seperti dalam segala aspek pembuatan naskah (mengetik, mengatur,dsb.) itu menggunakan teknologi suatu komputer, lalu cara mengatur tayangan melalui suatu alat teknologi, telepon genggam pada saat berhubungan dengan studio (di studio menggunakan telepon hybrid), pembentukan karakter umum dalam menampilkan nama, tema, kejadian dalam layar, dan lainnya.

Pengaruh ideologi yang dimaksudkan pemikiran yang menjadi olahan bagi konten “Metro Siang”. Ideologi yang berpengaruh dalam pemberitaan seperti yang pada sebelumnya dijelaskan mengenai pemilik media yang secara tidak langsung menanamkan pemikiran untuk menayangkan beberapa tayangan yang dia suka atau tidak. Pengamatan langsung yang didapat oleh peneliti pada saat tayangan “Metro Siang” memberitakan Hugo Chavez seorang pemimpin Venezuela yang telah meninggal serta karir selama Hugo Chavez hidup dan sebagainya; ada beberapa hal yang memang dirasakan tidak secara langsung, karena peran media sendiri yang harus berimbang. Kalau dalam pengaruh audiense sendiri “Metro Siang” tidak serta merta memberikan tayangan yang dapat membodohi para audiensenya, tayangan yang ada diseleksi dan dibuat bagian logika maupun fakta.

Untuk pemilihan berita yang ada pada “Metro Siang memberikan beberapa proses yang pada saat produksinya tidak mudah, yang dimaksudkan adalah kasus jika durasi tayangan sudah berlebihan maka produser akan milih dengan cepat beberapa tayangan untuk diturunkan. Pemilihan itu berdasarkan kepada visualisasi yang baik, kedekatan berita, serta audio. Kasus berikutnya seperti adanya rundown yang berbeda pada saat proyeksi h-1 serta pada saat rapat pagi dengan redaksi; masalah materi berita yang belum siap, belum jadi, nara sumber tidak ingin ditanya, adanya sumber daya manusia yang kurang itulah yang membuat permasalahan itu terjadi. Solusi yang dicapai pada saat kejadian agar dapat dikecilkan resikonya dengan beberapa opsi; 1) menyiapkan materi berita minimal h-2 tayang, 2) mendekatkan diri kepada berbagai nara sumber agar mendapatkan banyak data, 3) beberapa desk harus ditambah untuk memaksimalkan kinerja.

Berdasarkan pada proses analisa data yang diperoleh beberapa inti dari teori yang dipakai oleh peneliti sebagian telah berkembang dalam segi mekanisme lapangannya, seperti pada pengaruh ekstra media (pemerintah) sudah tidak berpengaruh terhadap isi beria. Namun tetap segala yang menjadi patokan dalam hirarki pengaruh memang tepat yang digunakan oleh peneliti. Peneliti berpendapat untuk ukuran tayangan “Metro Siang” memang sama dengan slogan Metro TV “Knowledge To Elevate”. Nampak dari beberapa pengamatan lapangan serta diskusi dengan informan materi berita yang akan ditayangkan untuk “Metro Siang” biarpun ada beberapa pengaruh tetap dipilih dan disesuaikan dengan standar dari berita yang layak.

Dokumen terkait