BAB III AKUNTABILITAS KINERJA
B. ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA
Selanjutnya, analisis atas capaian kinerja untuk seluruh sasaran yang ada dapat dijelaskan sebagai berikut:
Sasaran 1
Mengoptimalkan penanganan daerah rawan pangan menuju desa mandiri pangan dan tersedianya cadangan pangan disepanjang
waktu
Pada sasaran ini dimaksudkan agar ketersediaan cadangan pangan pemerintah tersedia disepanjang waktu, maka diadakan sosialisasi SKPG (Sistem Ketahanan Pangan dan Gizi ) dan DKP ( Dewan Ketahanan Pangan).
Tabel 5.1.1
Program dan Kegiatan Sasaran Strategis 1
No Program Kegiatan
1 Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian /perkebunan) Penanganan daerah rawan pangan
Dengan adanya program dan kegiatan di atas, dapat diharapkan Pemerintah kabupaten Tanah Bumbu mempunyai stok cadangan pangan disepanjang waktu yang dapat dimanfaatkan untuk menanggulangi bencana alam, banjir, dan gagal panen sehingga ketersediaan pangan untuk masyarakat dapat tertanggulangi. .Adapun pengukuran sasaran ini adalah sebagai berikut :
Tabel 5.1.2
Capaian Kinerja Sasaran strategis 1
No Indikator Kinerja Target Realisasi %
1 Terkendalinya kondisi
daerah rawan pangan 3 kali 2 kali 69,70
Nilai rata-rata capaian sasaran ini pada tahun 2015 adalah 69,70 % atau kategori capaian” Berhasil”.
Sasaran 2
Terwujudnya koordinasi, pemantauan, evaluasi dan analisis SKPD terkait untuk pengembangan dan perumusan kebijakan pangan
daerah.
Sasaran ini dimaksudkan untuk menggali sumber–sumber data yang terkait dengan ketersediaan pangan dari instansi yang terkait untuk dijadikan acuan atau pedoman dalam mengambil kebijakan.
Adapun program yang dilaksanakan adalah
Tabel 5.2.1
Program dan Kegiatan Sasaran Strategis 2
No Program Kegiatan
1 Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian /perkebunan)
Laporan berkala kondisi ketahanan pangan daerah.
Adapun tujuan dengan adanya program dan kegiatan ini adalah
- Untuk memberikan gambaran sampai sejauhmana tingkat produksi ketersediaan dan konsumsi pangan yang berasal dari tanaman pangan,peternakan dan perikanan
- Untuk memberikan gambaran daerah potensi penghasil pangan di kabupaten Tanah Bumbu
Pengukuran capaian sasaran ini adalah sebagai berikut:
Tabel 5.2.2
Capaian Kinerja Sasaran strategis 2
No Indikator Kinerja Target Realisasi %
1
Tersusunya data base potensi dan produksi
pangan
Nilai rata-rata capaian sasaran ini pada tahun 2015 adalah 100 % atau kategori capaian” Sangat Berhasil”.
Sasaran 3
Meningkatkan kesadaran dan peran serta masyarakat dalam mewujudkan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi seimbang aman serta menurunkan tingkat ketergantungan masyarakat terhadap bahan pangan tertentu dengan pemanfaatan
pangan lokal
Sasaran ini dimaksudkan untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat/ keluarga untuk mengenali dan mengetahui sumber pangan yang ada di wilayahnya atau di sekitarnya sehingga :
- Masyarakat mampu mandiri dalam penyediaan pangan yang sehat sesuai kebutuhan dengan potensi yang dimiliki.
- Meningkatkan pendapatan keluarga terutama kelompok wanita tani. Program dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut :
Tabel 5.3.1
Program dan Kegiatan Sasaran Strategis 3
No Program Kegiatan
1 Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian /perkebunan)
Pemanfaatan pekaranagn untuk pengembangan pangan Dengan adanya pengadaan pupuk, bibit tanaman hortikultura dan lain-lain ini diharapkan peran masyarakat/keluarga mampu memanfaatkan lahan pekarangan yang ada di sekitarnya untuk ditanami berbagai tanaman yang menghasilkan manfaat, dan diharapkan pula pendapatan atau ekonomi akan meningkat.
Tabel 5.3.2
Capaian Kinerja Sasaran strategis 3
No Indikator Kinerja Target Realisasi %
1
Termanfaatkanya lahan pekarangan sebagai sumber
penganekaragaman bahan pangan
5 Kelompok 4 Kelompok 65,57
Nilai rata-rata capaian sasaran ini pada tahun 2015 adalah 65,75 % atau kategori capaian” Berhasil”.
Sasaran
4 Memantau dan menganalisis harga pangan pokok
Pemantauan yang dilakukan pada setiap harga pangan dapat memberikan gambaran berbagai hal berupa ketersediaan pasokan, permintaan, kelancaran distribusi pangan, kondisi perdagangan di wilayah tersebut, dampak implementasi kebijakan pemerintah, daya beli masyarakat, kesejahteraan petani/produsen dan sebagainya. Dengan dilakukannya pemantauan dan analisis terhadap harga pangan, akan dapat dirumuskan kebijakan-kebijakan untuk mengantisipasi berbagai masalah pangan baik dalam aspek ketersediaan, distribusi dan stabilisasi pangan.
Program dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut :
Tabel 5.4.1
Program dan Kegiatan Sasaran Strategis 4
No Program Kegiatan
1 Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian /perkebunan)
Pemantauan dan analisis harga pangan pokok
Dengan adanya pemantauan dan analisis harga pangan pokok yaitu kegiatan pasar murah dapat membantu masyarakat untuk memperoleh harga pangan yang lebih murah. Pelaksanaan pasar murah bertujuan sebagai antisipasi apabila terjadi lonjakan harga barang kebutuhan pokok. Dengan adanya pasar murah, masyarakat menengah ke bawah diharapkan mampu membeli barang kebutuhan pokok terutam beras.
Adapun pengukuran pencapaian sasaran ini adalah sebagai berikut :
Tabel 5.4.2
Capaian Kinerja Sasaran strategis 4
No Indikator Kinerja Target Realisasi %
1 Tersediannya laporan harga
pangan pokok 1 laporan 1 laporan 100
Nilai rata-rata capaian sasaran ini pada tahun 2015 adalah 100 % atau kategori capaian” Sangat Berhasil”
Sasaran 5
Tersedianya beras/gabah pengembangan cadangan pangan masyarakat
Pengembangan cadangan pangan masyarakat dimaksudkan untuk mengantisipasi kekurangan ketersediaan pangan, kelebihan ketersediaan pangan, gejolak harga pangan dalam hal ini beras / gabah
Program dan kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut :
Tabel 5.5.1
Program dan Kegiatan Sasaran Strategis 5
No Program Kegiatan
1 Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian /perkebunan)
Pengembangan cadangan pangan daerah
Adapun pengukuran pencapaian sasaran ini adalah sebagai berikut :
Tabel 5.5.2
Capaian Kinerja Sasaran strategis 5
No Indikator Kinerja Target Realisasi %
1
Tersediannya beras/ gabah pengembangan cadangan
pangan daerah
10 ton 0 13,21
Nilai rata-rata capaian sasaran ini pada tahun 2015 adalah 13,21 % atau kategori capaian”Kurang Berhasil”. Hal ini berkaitan erat dengan tidak adanya bencana yang mengakibatkan kerawanan pangan sehingga dana yang tersedia dimanfaatkan kepada hal-hal yang lebih mengutamakan.
Sasaran 6
Mengoptimalkan penanganan daerah rawan pangan menuju desa mandiri pangan
Sasaran diadakanya Desa Mandiri Pangan pada prinsifnya adalah upaya mengatasi Kerawanan Pangan dan kemiskinan di daerah pedesaan melalui proses pemberdayaan masyarakat untuk mengenali potensi dan kemampuan, melalui alternatif dan pemecahan masalah serta mampu mengambil keputusan untuk memanfaatkan sumberdaya alam secara efesien dan berkelanjutan sehingga tercapai kemandirian pangan.
Tabel 5.6.1
Program dan Kegiatan Sasaran Strategis 6
No Program Kegiatan
1 Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian /perkebunan.
Pengembangan Desa Mandiri Pangan
Dengan adanya / tersedianya dana bansos secara khusus bertujuan untuk : - Meningkatkan kemandirian masyarakat
- Meningkatkan peran dan fungsi kelembagaan masyarakat desa - Berekembengnya sistem ketahanan pangan masyarakat desa - Meningkatnya pendapatan masyrakat
- Meningkatnya aksesbilitas pangan masyarakat
Adapun pengukuran pencapaian sasaran ini adalah sebagai berikut :
Tabel 5.6.2
Capaian Kinerja Sasaran strategis 6
No Indikator Kinerja Target Realisasi %
1
Terwujudnya desa mandiri
pangan dan terbinanya
kelompok Afinitas
5 Desa 5 Desa 100
Nilai rata-rata capaian sasaran ini pada tahun 2015 adalah 100 % atau kategori capaian” Sangat Berhasil”.
Sasaran
7 Mengoptimalkan pengembangan lumbung pangan daerah
Pengembangan lumbung pangan daerah untuk meningkatkan peran kelembagaan lumbung pangan selain berperan sebagai fungsi sosial dalam penyediaan cadangan pangan masyarakat diharapkan juga berperan sebagai fungsi ekonomi bagi kesejahteraan anggota dan masyarakat di sekitar desa sasaran
Tabel 5.7.1
Program dan Kegiatan Sasaran Strategis 7
No Program Kegiatan
1 Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian /perkebunan)
Pengembangan Lumbung Pangan Daerah
Adapun pengukuran pencapaian sasaran ini adalah sebagai berikut :
Tabel 5.7.2
Capaian Kinerja Sasaran strategis 7
No Indikator Kinerja Target Realisasi %
1 Perencanaan pembangunan
lumbung pangan desa 1 paket 1 paket 100
Nilai rata-rata capaian sasaran ini pada tahun 2015 adalah 100 % atau kategori capaian” Sangat Berhasil”.
Sasaran 8
Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pentingnya mutu dan keamanan pangan
Secara umum tujuan Pembangunan Ketahanan Pangan yaitu mewujudkan dan mengembangkan sistem ketahanan pangan yang kuat, dinamis dan sinergis dicapai melalui pengembangan sub sistem ketersediaan pangan sub sistem konsumsi pangan, distribusi pangan, mutu dan keamanan pangan dengan memperhatikan potensi, keragaman sumberdaya pangan dan budaya serta kultur setempat secara rinci.
Secara khusus yang ingin dicapai pada sasaran ini adalah : - Tersedianya pangan dalam jumlah yang cukup
- Tercapainya konsumsi pangan penduduk sesuai dengan pola pangan harapan
- Meningkatnya keragaman dan kualitas konsumsi dengan pendekatan , berimbang dan bergizi dengan kontribusi : padi-padian, ubi-ubian, kacang-kacangan, pangan hewani, sayur dan buah, minyak dan lemak serta gula .
Tabel 5.8.1
Program dan Kegiatan Sasaran Strategis 8
No Program Kegiatan
1 Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian /perkebunan)
Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan
Dengan adanya kegiatan sosialisasi ini diharapkan agar siswa/siswi tidak jajan dipinggir jalan yang sering diketemukan menggunakan bahan tambahan pangan (BTP) yang berbahaya bagi kesehatan tubuh dan diharapkan pula anak anak untuk dibiasakan sarapan dirumah atau membawa bekal dari rumah, karena orang tua murid lebih tahu menu yang sehat yang disajikan bagi keluarganya. Adapun pengukuran pencapaian sasaran ini adalah sebagai berikut :
Tabel 5.8.2
Capaian Kinerja Sasaran strategis 8
No Indikator Kinerja Target Realisasi %
1
Terlaksananya sosialisasi peningkatan mutu dan
keamanan pangan
5 Kali 4 Kali 91,68
Nilai rata-rata capaian sasaran ini pada tahun 2015 adalah 91,68 % atau kategori capaian” Berhasil”.
Sasaran 9
Terkendalinya pemantauan dan analisis harga pangan pokok
Sasaran ini dimaksudkan agar terbentuknya akses beras dengan harga yang standar yang dapat dijangkau oleh masyarakat/ keluarga yang kurang mampu dengan mendistribusikan ke lembaga penguatan distribusi pangan atau lumbung pangan desa, sehingga dapat membantu meningkatkan ketahanan pangan.
Tabel 5.9.1
Program dan Kegiatan Sasaran Strategis 9
No Program Kegiatan
1 Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian/ perkebunan)
Koordinasi Kebijakan perberasan
Adapun pengukuran pencapaian sasaran ini adalah sebagai berikut :
Tabel 5.9.2
Capaian Kinerja Sasaran strategis 9
No Indikator Kinerja Target Realisasi %
1 Pertemuan HPS 1 kali 0 42,00
Nilai rata-rata capaian sasaran ini pada tahun 2015 adalah 42,00 % atau kategori capaian” Kurang Berhasil”.
Sasaran
10 Perubahan pola konsumsi pangan dimasyarakat
Pada sasaran ini diartikan sebagai pengurangan konsumsi beras yang dikompensasi oleh penambahan konsumsi bahan pangan non-beras diiringi
dengan ditambahnya makanan pendamping. Diversifikasi konsumsi pangan juga dapat didefinisikan sebagai jumlah jenis makanan yang dikonsumsi, sehingga semakin banyak jenis makanan yang dikonsumsi akan semakin beranekaragam. Untuk mewujudkan sasaran tersebut dilaksanakan program dan kegiatan sebagai berikut :
Tabel 5.10.1
Program dan Kegiatan Sasaran Strategis 10
No Program Kegiatan
1 Peningkatan Ketahanan Pangan (pertanian/ perkebunan)
Percepatan Diversifikasi Pangan Pokok
Adapun tujuan diadakan kegiatan ini adalah guna meningkatkan kesehatan dan menyediakan asupan gizi bagi anak sekolah, yang dimasa mendatang diharapkan akan menjadi tunas bangsa yang berkualitas sehingga mampu memberikan kontribusi yang bermanfaat bagi kemajuan bangsa.
Adapun pengukuran pencapaian sasaran ini adalah sebagai berikut :
Tabel 5.10.2
Capaian Kinerja Sasaran strategis 10
No Indikator Kinerja Target Realisasi %
1
Terlaksananya sosialisasi pemberian makanan tambahan untuk anak SD
dan MI
10 kali 10 kali 100
Nilai rata-rata capaian sasaran ini pada tahun 2015 adalah 100 % atau kategori capaian” Sangat Berhasil”.
Table 6.
Perbandingan Capaian Kinerja Sasaran Tahun 2013, 2014 dan 2015
No Kinerja Sasaran Capaian Kinerja Sasaran (%)
2013 2014 2015
1. Penanganan Daerah Rawan Pangan 100 100 69,70 2. Laporan Berkala Kondisi Ketahanan
Pangan Daerah 100 100 100
3. Pemanfaatan Pekarangan Untuk
Pengembangan Pangan 100 100 65,57
4 Pemantauan Dan Analisis Harga
Pangan Pokok - 100 100
5. Pengembangan Cadangan Pangan
Daerah - 100 13,21
6. Pengembangan Desa Mandiri Pangan 70 100 100 7. Pengembangan Lumbung Pangan
Daerah - 100 100
8. Peningkatan Mutu Dan Keamanan
Pangan 70 100 91,68
9. Koordinasi Kebijakan Perberasan 100 100 42,00 10 Percepatan Diversifikasi Pangan
Pokok 80 100 100
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa kegiatan pemantauan dan analisis harga pangan pokok, pengembangan cadangan pangan daerah, dan pengembangan lumbung pangan desa hanya diprogramkan pada tahun 2015. Untuk capaian kinerja sasaran pada kegiatan penanganan daerah rawan pangan pada tahun 2014 sebesar 100 %. Kemudian pada tahun 2015 mengalami penurunan yaitu hanya 69,70 %. Kegiatan laporan berkala kondisi ketahanan pangan daerah pangan dalam tiga tahun ini terealisasi sebesar 100%.
LAKIP harus menyajikan data dan informasi relevan bagi pembuat keputusan agar dapat menginterprestasikan keberhasilan dan kegagalan secara lebih luas dan mendalam. Oleh karena itu, perlu dibuat suatu analisis tentang pencapaian akuntabilitas kinerja unit organisasi secara keseluruhan.
Analisis tersebut meliputi uraian keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan dengan program dan kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan dan misi serta visi sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Strategis. Dalam analisis ini perlu pula dijelaskan perkembangan kondisi pencapaian sasaran dan tujuan secara efisien dan efektif, sesuai dengan kebijakan, program, dan kegiatan yang telah ditetapkan. Analisis tersebut dilakukan dengan menggunakan informasi/data yang diperoleh secara lengkap dan akurat; dan bila memungkinkan dilakukan pula evaluasi kebijakan untuk mengetahui ketepatan dan efektivitas baik kebijakan itu sendiri maupun sistem dan proses pelaksanaanya.
Sasaran yang akan dicapai dalam pelaksanaan kegiatan dan program pada tahun 2015 adalah sebanyak 10 sasaran. Bila dilihat pada tingkat pencapaian sasaran yang didasarkan pada pencapaian masing–masing indikator kinerja sasaran, maka secara umum sasaran–sasaran yang dicapai dalam tahun 2015 dapat dicapai dengan baik. Hal ini tercermin dari pencapaian kinerja dari indikator kinerja yang merupakan ukuran pencapaian sasaran–sasaran tersebut.