AKUNTABILITAS KINERJA
3.1 Analisis Pencapaian Kinerja Tahun 2013 Tujuan-1
Meningkatkan Ketersediaan Data dan Informasi Statistik yang Berkualitas
Sasaran 1.1
Tersedianya data dan informasi statistik ekonomi yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Tingkat pencapaian Sasaran-1.1 dapat tercapai sesuai target yang diharapkan dengan terlaksananya penyajian data dan informasi secara periodik sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Publikasi Statistik Daerah, Daerah Dalam Angka, PDRB Sektoral,
Statistik Kecamatan dan kecamatan Dalam Angka terbit sesuai dengan jadwal ARC, sehingga sasaran penyediaan informasi statistik yang lengkap dan akurat serta tepat waktu dapat dicapai pada tingkat 100 persen.
Masalah/kendala yang dihadapi
1) Belum semua komoditas hortikultura (menurut SK Mentan ada 323 jenis) dapat dicakup dalam pelaporan. Penyajian data hanya terbatas pada luas panen/jumlah pohon menghasilkan, produksi dan produktivitas. Produktivitas perpohon tidak berdasarkan rata-rata hasil setiap pohon, tetapi dari perhitungan hasil laporan produksi dan luas panen dibagi jumlah pohon menghasilkan.
2) Isian beberapa perusahaan masih kurang dalam hal kelengkapan yaitu beberapa blok dalam daftar pertanyaan belum terisi terutama pada blok-blok yang menanyakan nilai produksi. Kewajaran isian perlu diperhatikan terutama untuk nilai produksi per satuan dan pengeluaran perusahaan yang cenderung besar dibandingkan nilai produksinya.
3) Untuk permasalahan dalam pengumpulan data di statistik keuangan pemerintah antara lain: pemasukan dokumen terlambat, isian data tidak lengkap dan tidak ada tanda tangan serta cap instansi.
4) Masih sangat rendahnya respon rate dari kegiatan pengumpulan SP termasuk data luas panen (hasil dari kegiatan ini adalah Publikasi Statistik Tanaman Pangan, serta ARAM.
ASEM dan ATAP produksi padi dan palawija, dan luas lahan menurut penggunaannya). Hal ini dikarenakan belum tersedianya SDM KCD/Mantri Tani di semua Kecamatan.
5) Untuk kegiatan updating perusahaan konstruksi beberapa permasalahan yang terjadi di lapangan adalah:
a. Pengisian updating menunggu penanggung jawab perusahaan kostruksi.
b. Dokumen perusahaan yang masih aktif tidak diisi dengan lengkap.
c. Sulitnya menemukan alamat sampel perusahaan konstruksi yang sudah ditentukan oleh pusat.
6) Permasalahan yang dihadapi dalam penghitungan PDRB tahunan terkait masalah ketersediaan data. Sulitnya mendapatkan data yang sesuai kebutuhan serta tepat waktu baik dari internal BPS maupun dari stakeholder terkait menjadi permasalahan utama dalam penghitungan PDRB Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013
7) Dalam penyusunan publikasi Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro Dalam Angka dan Statistik Daerah Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro tersebut terdapat beberapa permasalahan yang sering muncul antara lain tidak konsistennya data yang diberikan oleh instansi serta penyampaian data yang tidak sesuai target waktu .
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Mengatasi tidak konsistennya data lapangan dilakukan melalui kunjungan ulang dan memperbaiki isian dokumen. Pengawas lapangan harus cermat agar kesalahan pengisian oleh pencacah dapat segera diperbaiki di lapangan.
2) Peningkatan kemampuan SDM untuk semakin menguasai substansi teknis statistik dan mampu menjelaskan, serta berkoordinasi dengan para petugas lapangan.
3) Melakukan berbagai upaya untuk memberikan penjelasan kepada perusahaan tentang pentingnya data statistik, diantaranya dengan mensosialisasikan Undang-undang No.
16 Tahun 1997 tentang Statistik, yaitu dengan mengirimkan leaflet dan data yang diperlukan oleh perusahaan.
4) Adapun solusi yang selama ini dilakukan untuk masalah point 4) adalah sebagai berikut:
a. Mengingat banyaknya kegiatan BPS yang menjadi beban tugas KSK, sebaiknya pengumpulan data diintegrasikan dengan kegiatan BPS lainnya.
b. Bangun hubungan yang baik dengan contact person dalam pengumpulan data, sehingga sewaktu-waktu butuh data akan lebih mudah dan cepat prosesnya.
c. Pastikan semua pertanyaan dalam kuesioner terjawab, kalau tidak terdapat isian diharapkan mengisi keterangan yang tersedia pada blok catatan.
5) Mengatasi permasalahan dalam penghitungan PDRB adalah BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro khususnya Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik mengambil langkah-langkah dengan membentuk tim kecil untuk pengumpulan data tahunan. Disamping itu langkah lain yang diambil adalah dengan melakukan estimasi dari data yang telah ada.
6) Solusi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan dalam pengumpulan data dasar PDRB tahun 2000 adalah BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro melakukan koordinasi dengan BPS Provinsi Sulawesi Utara.
7) Mengatasi hal tersebut, BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro melalui Seksi Neraca Wilayah dan Analisis Statistik membentuk petugas khusus pengumpulan data untuk menjaga kualitas isian publikasi tersebut.
Untuk mengevaluasi capaian sasaran, tabel berikut menyajikan tingkat pencapaian menurut indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target 2013
Realisasi 2013
Tingkat Capaian
Keterangan 2013 2012
Persentase Pelaksanaan Pencacahan Lapangan Statistik Ekonomi yang Tepat Waktu
100 % 100 % 100 % 100%
Persentase pemasukan dokumen/respon rate
dari kegiatan statistik perusahaan
100 % 100 % 100 % 100%
Sasaran 1.2
Tersedianya data dan informasi statistik sosial dan kesejahteraan rakyat yang lengkap, akurat, dan tepat waktu
Data dibidang statistik sosial untuk kegiatan Updating/pencacahan survei Sakernas dan Susenas dapat dilakukan sesuai dengan jadwal yang ditentukan walaupun ada sedikit kendala dan mencapai 100 persen.
Masalah/kendala yang dihadapi
1) Sebagian masyarakat kurang respon terhadapat kegiatan BPS dan agak merasa terganggu kesibukannya, sehingga petugas harus mencari waktu yang tepat untuk melakukan wawancara walaupun pada malam hari.
2) Khususnya pada Sakernas dan Susenas masih ditemukan ketidak konsistenan antar blok rincian pertanyaan.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Mengoptimalkan segala prasarana dan sarana yang dimiliki BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dan berkoordinasi dengan Pemerintah Daerah untuk mengatasi kendala di lapangan.
2) Petugas direkrut dari masyarakat setempat, sehingga diharapkan dapat mengetahui kebiasaan masyarakat yang dicacah.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013
Untuk mengevaluasi capaian sasaran, tabel berikut menyajikan tingkat pencapaian menurut indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target 2013
Realisasi 2013
Tingkat Capaian
Keterangan
2013 2012
Persentase Pelaksanaan Pencacahan Lapangan Statistik Sosial yang Tepat Waktu
100 % 100 % 100 % 100%
Persentase pemasukan dokumen/respon rate
dari kegiatan statistik rumah tangga
100 % 100 % 100 % 100%
Tujuan-2
Meningkatkan Pelayanan Prima dalam Rangka Mewujudkan Sistem Statistik Nasional yang Andal, Efektif, dan Efisien
Sasaran 2.1
Meningkatkan hubungan dengan pengguna data
Kemudahan akses adalah salah satu dimensi kualitas, untuk mengukurnya didekati dengan indikator hubungan dengan pengguna data, yaitu banyaknya sosialisasi, banyaknya tamu yang hadir untuk berdialog tentang data BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
Secara umum, beberapa permasalahan dan kendala yang dihadapi hingga tidak tercapainya target sasaran yang ditetapkan diantaranya adalah :
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Kegiatan pada sasaran ini bersinggungan langsung dengan pelayanan publik, menyebabkan banyaknya kegiatan adhoc yang bersifat harus segera diselesaikan, sehingga mengganggu jadwal kegiatan yang telah direncanakan.
2) Jumlah SDM yang memahami substansi kegiatan masih belum optimal, sehingga seringkali tidak dapat mendukung kelancaran kegiatan dalam memberikan sumbangan pemikiran dan pemecahan masalah.
3) Kerjasama dengan unit lain masih belum sesuai harapan, karena kesibukan unit tersebut sehingga menghambat pelaksanaan kegiatan.
Strategi untuk mengatasi masalah/kendala
1) Melakukan antisipasi jadwal dan rencana kegiatan agar kegiatan adhoc tidak mengganggu kelangsungan pekerjaan utama sehingga kegiatan tetap berjalan sesuai jadwal dan rencana.
2) Mengoptimalkan SDM yang sudah ada dengan melakukan peningkatan kemampuan staf diantaranya mengikuti pelatihan dan pendidikan.
3) Melakukan koordinasi dengan pihak lain, terutama dalam membuat kesepakatan jadwal kegiatan, berikut berbagai alternatif kegiatan, sehingga ketidakhadiran pihak lain dalam kegiatan tersebut tidak mengganggu kelancaran jadwal dan rencana kerja.
Tabel berikut ini menyajikan capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya : Indikator Kinerja Target
2013
Realisasi 2013
Tingkat Capaian
Keterangan
2013 2012
Banyaknya penyelenggaraan sosialisasi kegiatan BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
5 5 100 % 100 %
Persentase Konsumen yang merasa
puas terhadap akurasi data 90% 90% 100% 100%
Persentase konsumen yang merasa
puas terhadap cakupan data 90% 90% 100% 100%
Sasaran 2.2
Meningkatkan efektifitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik
Dengan mengusung visi BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sebagai “Pelopor data statistik terpercaya untuk semua” maka penyebarluasan data kepada pemangku kepentingan menjadi ukuran yang sangat penting. Pada sasaran meningkatkan efektivitas dan efisensi diseminasi data digunakan indikator pengunjung yang datang mencari informasi baik tatap muka langsung ataupun melalui media komunikasi lainnya.
Pengguna data baik yang memerlukan data mentah ataupun publikasi lainnya selalu di atas target, setiap hari petugas harus membantu mencarikan data yang diperlukan dan menjadi konsultan.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Panjangnya rentang waktu antara bulan dokumen dengan bulan penyajian data, hal ini menjadi keluhan pengguna data karena informasi yang tersedia sudah kurang up to date untuk digunakan.
2) Dengan adanya undang-undang Keterbukaan Informasi Publik masyarakat menginginkan semua informasi harus bebas dan gratis. Sedangkan BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dibatasi oleh Peraturan Presiden No. 54 tahun 2009 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak di instansi BPS.
3) Penggunaan data mentah oleh konsumen yang melanggar kesepakatan dalam Surat Perjanjian Penggunaan Data, karena pengguna menganggap data BPS sudah menjadi hak milik yang bersangkutan.
4) Dalam melancarkan kegiatan diseminasi dan layanan statistik, BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro memiliki sebuah perpustakaan kecil. Koleksi buku yang terdapat di perpustakaan tidak hanya buku publikasi BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, tapi juga buku publikasi BPS Provinsi Sulawesi Utara, buku publikasi BPS-RI serta beberapa publikasi lainnya. Saat ini perpustakaan masih tergabung dengan ruang IPDS karena keterbatasan ruangan yang disebabkan gedung kantor yang sementara masih menyewa. Hal ini menyebabkan pelayanan kepada para konsumen data menjadi kurang nyaman. Akan tetapi, petugas perpustakaan tetap melayani para konsumen data dengan baik.
Strategi untuk mengatasi masalahan/Kendala
1) Melakukan penjelasan atau sosialisasi tentang PP No. 54 Tahun 2009 sehingga masyarakat semakin memahami cara perolehan data BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
2) Menjelaskan kepada pengguna data yang membutuhkan data mentah bahwa data tersebut property BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sehingga tidak boleh disebarluaskan tanpa sepengetahuan lembaga BPS, pengguna hanya dapat menyebarluaskan atau mengkomersilkan hasil penelitiannya bukan data mentah BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro.
3) Pelayanan perpustakaan saat ini masih manual, yaitu konsumen data membaca buku yang tersedia.
Tabel berikut ini menyajikan capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target 2013
Realisasi 2013
Tingkat Capaian
Keterangan
2013 2012
Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui website BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
25 25 100% 100%
Jumlah Pengunjung yang datang ke
pelayanan statistik terpadu 50 40 80% 75 %
Tujuan-3
Penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi Serta Sarana Kerja
Sasaran 3.1
Meningkatnya kualitas pengolahan data dan Informasi statistik
Pengolahan data memegang peranan penting dalam penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas. Teknologi Informasi sudah menjadi kelaziman dalam proses di berbagai kegiatan. Pengembangan sistem pengolahan yang efektif terus diusahakan untuk menghasilkan data yang valid dan konsisten. SDM yang mengelola peralatan dan pengembangan sistem juga perlu ditingkatkan. Penyelesaian pengolahan data yang merupakan rangkaian dari pemasukan data ke-media komputer, pengecekan konsistensi data, kewajaran data, hingga mengirimkan data yang telah tervalidasi ke BPS RI. Kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh seksi pengolahan data di BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sesuai dengan yang diharapkan. Tidak ada kegiatan pengolahan data yang gagal.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) Permasalahan dalam kegiatan pengolahan hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional 2013 adalah sebagai berikut:
a. Adanya perbedaan antara harga yang berlaku di Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dengan range harga komoditas di modul konsumsi, hal ini menyebabkan beberapa komoditas tidak bisa dientry.
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013
b. Tiap triwulan beban penanggungjawab pengolahan berat karena petugas pengolah merangkap sebagai pengawas juga.
c. Ketika pengolahan dokumen KOR dan Modul sering terdapat perbedaan nama dengan DSRT sehingga menghambat dokumen untuk diolah.
Strategi mengatasi masalah/kendala
1) Untuk mengatasi masalah perbedaan harga di kabupaten dengan range harga komoditas di modul konsumsi, pengolahan tetap dilakukan entry sesuia dengan keadaaan di lapangan dan diberi catatan.
2) Untuk mengatasi permasalahan beban kerja pengolahan, dilakukan pengolahan diluar jam kerja dan di hari libur.
3) Untuk mengatasi perbedaan nama antara dokumen Kor dan Modul dengan DSRT yaitu dengan menanyakan kepada pencacah atau pengawas akan kesesuian nama yang benar .
Pada tabel berikut ini disajikan capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target 2013
Realisasi 2013
Tingkat Capaian
Keterangan 2013 2012
Persentase hasil pengolahan data yang dikirim ke BPS Provinsi Sulawesi
Utara tepat waktu 100 % 100 % 100 % 100%
Jumlah Petugas fungsional pranata
komputer 1 0 -
-Tujuan-4
Peningkatan Kapasitas SDM dan Penataan Kelembagaan Sasaran 4.1
Memperbaiki sumber daya manusia
Kemampuan teknis dan manajerial sangat mendukung kelancaran tugas, sehingga beberapa indikator untuk mengukur peningkatan kapasitas SDM dipilih untuk menunjukkan tingkat pencapaian memperbaiki SDM. Tingkat pencapaian secara umum berkisar pada 100 persen dari target yang telah ditentukan.
Pengembangan Sumber Daya Manusia
Pengembangan SDM di BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dimaksudkan untuk mewujudkan SDM yang berkualitas. Di samping menggunakan berbagai forum resmi para pegawai juga diberi kesempatan untuk mengembangkan potensi dalam berbagai keterampilan. Pada tahun 2013 BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro melaksanakan pembinaan pegawai melalui pendidikan non formal.
Pendidikan non formal ditempuh melalui pelatihan pengadaan arang dan jasa yang diselenggarakan oleh lembaga lain di luar BPS.
Tabel berikut ini menyajikan tingkat capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target 2013
Realisasi 2013
Tingkat Capaian
Keterangan
2013 2012
Persentase pegawai yang mengikuti
diklat prajabatan 100 % 100 % 100 % 100 %
Persentase pejabat yang mengikuti diklat kepemimpinan sesuai dengan
eselon 25% 6,25% 25% 25%
Jumlah pegawai yang memangku
jabatan fungsional tertentu 4 1 25%
-Sasaran 4.2
Meningkatkan pengawasan dan akuntabilitas kinerja aparatur BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro
Penilaian terhadap BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro oleh instansi pemerintah yang mempunyai wewenang pengawasan, menjadi perhatian pimpinan dan seluruh pegawai BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro. Pencapaian yang belum memuaskan menjadi pemicu untuk lebih sungguh-sungguh mencapai target yang diharapkan. Walaupun demikian opini terhadap Laporan Keuangan BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro harus terus ditingkatkan sehingga dapat mencapai opini Wajar Tanpa Pengecualian begitu pula dengan penilaian terhadap Laporan
Laporan Akuntabilitas Kinerja Tahun 2013
Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah yang diharapkan dapat mencapai kualitas C + atau bahkan B pada tahun anggaran yang akan datang.
Permasalahan/Kendala yang dihadapi
1) BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro merupakan instansi vertikal yang merupakan salah satu satuan kerja di wilayah Provinsi Sulawesi Utara, yang pelaporannya langsung dengan satker BPS Provinsi Sulawesi Utara.
2) Sistem pelaporan dari satker BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro ke satker provinsi kadang kala terlambat. Ini disebabkan karena pada musim-musim tertentu terjadi penundaan pelayaran dan koneksi internet yang sering mengalami gangguan.
Strategi mengatasi masalah/kendala
1) Untuk mengatasi sempitnya tenggat waktu maka diusahan kertas kerja pembantu yang memuat berbagai informasi yang harus dimasukkan kedalam laporan. Hingga memudahkan operator dan mempersingkat waktu pengisian.
Tabel berikut ini menyajikan tingkat capaian sasaran berdasarkan indikator kinerjanya:
Indikator Kinerja Target 2013
Realisasi 2013
Tingkat Capaian
Keterangan 2013 2012
Penyusunan Renstra, RKT, LAKIP, PK,
LK dan LBMN yang tepat waktu 100% 100% 100% 100%
Penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro oleh Inspektorat Utama
75% - - - Blm ada
Laporan pengendalian dan evaluasi pelaksanaan rencana pembangunan ke BPS Provinsi
4 4 100 % 100%
Penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas sebagai tujuan utama BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro dalam Rencana Strategis Tahun 2010-2014, pada periode tahun 2013 ditandai dengan pencapaian sasaran-sasaran yang mendukungnya.
Data yang lengkap, akurat dan tepat waktu dapat terpenuhi. Pada Tujuan-1, terlihat
seluruh indikator kinerjanya telah memenuhi target dalam pemasukan dokumen/respons rate. Adapun dimensi kualitas lainnya dijabarkan dalam Tujuan-2, yaitu Meningkatkan Pelayanan Prima, sasaran-sasaran strategis yang ditargetkan seperti kontrol kualitas dan penyebarluasan data ditandai dengan tingkat pencapaian yang memuaskan.
Sedangkan Tujuan-3, dan Tujuan-4 merupakan pendukung untuk mencapai visi BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sebagai Pelopor data statistik terpercaya untuk semua. Untuk mencapai kinerja yang handal jelas dibutuhkan peralatan yang mendukung serta kapasitas SDM yang mampu secara teknis dan manajerial. Sarana dan prasarana yang dibutuhkan diusahakan dapat dipenuhi pada periode tahun 2013 ini, sehingga selanjutnya upaya dalam pencapaian visi BPS Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro pada akhir periode dapat diwujudkan sesuai dengan harapan.
3.2 Evaluasi Kegiatan Tahun 2013