• Tidak ada hasil yang ditemukan

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 Analisis Pencapaian Kinerja Tahun 2013 Tujuan-1

Meningkatkan Ketersediaan Data dan Informasi Statistik yang Berkualitas

Tujuan utama yang ingin dicapai BPS Kabupaten Banjar adalah meningkatnya ketersediaan data dan informasi statistik yang berkualitas, pada tahun ini target tersebut tercapai secara rata-rata sekitar 103 persen. Tingkat capaian ini merupakan capaian maksimal yang dapat dilakukan oleh BPS Kabupaten Banjar dengan mengoptimalkan SDM, sarana dan prasarana serta kondisi geografis yang cukup sulit. Walaupun capaian yang dilakukan sudah maksimal namun masih ditemukan kendala dalam tahapan pelaksanaan kegiatan pengumpulan data baik dengan responden rumah tangga maupun dan pengumpulan data dengan responden perusahaan/instansi/lembaga.

Indikator Kinerja Target 2013 Realisa si 2013 Tingkat Capaian Ket 2013 2012 2011 2010 Meningkatkan

ketersediaan Data dan Informasi Statistik yang berkualitas 100% 103% 103% 139% 100% 100% Persentase pemasukan dokumen/respon rate kegiatan sensus/survei Sasaran 1.1

Tersedianya data dan informasi statistik ekonomi makro yang lengkap akurat dan tepat waktu

Tingkat pencapaian Sasaran-1.1 secara rata-rata dapat tercapai sesuai target yang diharapkan. Untuk indikator persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik ekonomi yang tepat waktu mencapai 100 persen sedangkan target indikator persentase pemasukan dokumen dari kegiatan statistik perusahaan mencapai 106 persen.

Untuk indikator jumlah judul publikasi mengenai statistik ekonomi dan statistik lintas sektor yang diterbitkan BPS Kabupaten Banjar dapat mencapai target yang telah ditetapkan. Dengan terlaksananya penerbitan 49 judul publikasi yaitu Statistik Daerah Kabupaten Banjar, Statistik Daerah Kecamatan Se Kabupaten Banjat (19 kecamatan) PDRB Menurut Lapangan Usaha Kabupaten Banjar, Alokasi PDRB menurut Lapangan Usaha Kecamatan Sekabupaten Banjar, Studi Penyusunan PDRB Menurut Pengeluaran Kabupaten Banjar, Laporan Perekonomian Kabupaten Banjar, Kabupaten Banjar Dalam Angka, Kecamatan Dalam Angka (19 kecamatan), Publikasi Survei Harga Barang dan Jasa Penerbitan, Laporan Pelaksanaan ST2013 dan Laporan Dokumentasi Pelaksanaan ST2013.

Publikasi ini merupakan upaya BPS Kabupaten Banjar menyebarluas data dan informasi statistik kepada publik. Publikasi tersebut diberikan kepada instansi/dinas/badan di lingkup Pemerintahan Kabupaten Banjar, serta dapat diakses melalui website BPS Kabupaten Banjar dan juga dapat diperoleh oleh masyarakat umum lainnya sesuai dengan peraturan PNBP yang berlaku di lingkungan BPS Kabupaten Banjar (PP No. 54 Tahun 2009).

Masalah/Kendala yang Dihadapi

1) Tidak tercapainya target pelaksanaan survei-survei statistik produksi disebabkan oleh:

a. Alokasi sampel Blok Sensus Survei Ubinan pada tahun 2013 sebagian tidak sesuai dengan jadwal panen sehingga berakibat sampel terpusat pada sebagian kecil BS

b. Jumlah sampel yang besar sedangkan alokasi sampel terpusat pada sebagian kecil BS sebagai akibat dari sampel BS yang tidak sesuai dengan kondisi jadual panen responden

c. Master direktori Perusahaan pertambangan masih belum lengkap sehingga dalam update direktori kesulitan dalam pengambilan sampel dan juga jumlah perusahaan yang ada masih belum mencerminkan seluruh perusahaan yang terdapat di Kabupaten

d. Respon rate dari Perusahaan yang menjadi sampel kurang, karena pihak perusahaan menganggap TIDAK ADA KEWAJIBAN melakukan pelaporan kepada BPS perihal keadaan perusahaan. Mereka hanya melporkan kepada Instansi pembina yaitu Dinas Pertambangan dan Energi berdasarkan perda dan UU tentang pertambangan

e. Ada salah satu perusahaan sampel Survei Penggalian yang tidak bisa memberikan data karena kantor administrasinya ada di wilayah Kota Banjarmasin

f. Kesulitan dalam menemui lokasi responden karena adanya alamat perusahaan konstruksi yang fiktif

g. Adanya pihak responden yang merasa tidak sesuai jika pihaknya (perusahaan Konstruksi) dijadikan sampel dalam survei yang dilakukan oleh BPS karena masih banyak perusahaan konstruksi yang berskala besar (grade tinggi) yang sepatutnya menjadi responden untuk melihat perkembangan konstruksi di wilayah Indonesia atau kalimantan Selatan khususnya Kabupaten Banjar

2) Pelaksanaan survei statistik distribusi juga ada mengalami kendala yakni pada survei VHTL dan survei lembaga keuangan, dimana untuk survei VHTL an. Hotel EVA dan 6 sampel survei lembaga keuangan menolak untuk dijadikan responden. 3) Penerbitan publikasi PDRB Kecamatan se Kabupaten Banjar Menurut Lapangan

Usaha mengalami keterlambatan karena harus menunggu penghitungan data PDRB Kabupaten terlebih dahulu padahal data PDRB Kabupaten baru bisa digunakan setelah rekonsiliasi diadakan yakni sekitar Bulan September sehingga penyusunan alokasi PDRB kecamatan mengalami keterlambatan.

Strategi untuk Mengatasi Masalah/Kendala

1) Strategi yang dilakukan untuk mengatasi permasalahan pada survei statistik produksi adalah:

a. Berkoordinasi dan memberitahukan secara resmi kepada BPS Provinsi perihal kondisi tersebut

b. Tugas lapangan ubinan dibagi secara merata dan proporsional kepada seluruh KSK

c. Melaporkan kepada BPS Provinsi pada setiap pertemuan dan Raker, namun demikian sesuai SOP bahwa alat ubinan yang dipakai masih belum bisa diganti karena hal tersebut menunggu hasil keputusan dari BPS RI.

d. Menugaskan kepada KSK lain untuk bisa membantu. Disamping itu meminta kepada KSK untuk bisa mengkomunikasikan dengan KCD agar bisa saling membantu dalam pemenuhan target ubinan untuk setiap kecamatan

e. Meminta direktori seluruh perusahaan pertambangan yang secara establishment berlokasi di Kabupaten Banjar ke Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Banjar

f. Melakukan koordinasi dan komunikasi dengan Instansi terkait (Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten) serta meminta rekomendasi dari Distamben untuk pelaksanaan lapangan

g. Melakukan kunjungan ulang (revisit) dan menjelaskan pentingnya data tersebut

h. Melakukan integrasi pelaksanaan survei antar seksi dengan sampel yang sama

i. Menyampaikan laporan ke BPS Provinsi C.q. Seksi PEK di Bidang Statistik Produksi untuk diambil alih pelaksanaannya dan ditindaklanjuti

j. Secara resmi sudah menyampaikan kepada Bidang Statistik Produksi C.q. Seksi Statistik Industri di BPS Provinsi Kalimantan Selatan untuk diambil alih pelaksanaannya dan ditindaklanjuti

k. Melakukan konfirmasi ulang dengan pihak perusahaan via telepon untuk melengkapi data atau informasi yang kurang

l. Koordinasi dengan pihak terkait (Badan Pelayanan Perijinan Terpadu) dan Gapensi untuk meminta daftar direktori nama perusahaan konstruksi yang masih aktif

m. Memberikan penjelasan kepada pihak perusahaan bahwa sampel yang digunakan sudah bersifat merata baik dari perusahaan konstruksi skala kecil sampai skala besar

2) Strategi yang dilakukan setelah mendatangi responden secara berjenjang PCL dan Kasi Stat Distribusi dan diberikan penjelasan masih tidak berhasil sampel tersebut diserahkan ke Bidang Distribusi BPS Provinsi untuk ditindak lanjuti.

3) Mengoptimalkan waktu dan SDM yang ada sehingga jadwal penerbitan publikasi dapat disajikan sebelum tahun 2013 berakhir.

Untuk mengevaluasi capaian sasaran tersedianya data dan informasi statistik ekonomi makro yang lengkap akurat dan tepat waktu, tabel berikut ini menyajikan capaian tersebut dengan indikator-indikator kinerjanya

Indikator Kinerja Target 2013 Realisasi 2013 Tingkat Capaian Ket 2013 2012 2011 2010

Persentase pelaksanaan pencacahan lapangan statistik ekonomi yang tepat waktu

100% 100% 100% 100% 100% 100% IKU

Persentase pemasukan dokumen/ response rate dari kegiatan statistik perusahaan

100% 106% 106% 100% 100% 100% IKU

Jumlah judul publikasi

statistik ekonomi 49 49 100% 100% 100% 100% IKU

Sasaran 1.2

Tersedianya data dan informasi statistik sosial dan kesejahteraan rakyat yang lengkap akurat dan tepat waktu

Pelaksanaan survei statistik sosial terdiri dari 2 jenis survei yakni survei dengan responden rumah tangga dan survei dengan responden perusahaan/instansi/lembaga. Survei dengan responden rumah tangga terdiri dari Sakernas Triwulanan, Sakernas Tahunan, SMDKBK, Susenas Panel, Susenas Triwulanan, Susenas Modul, SPS, SPPLH dan SPTK. Sedangkan survei dengan responden perusahaan/instansi/lembaga adalah Survei POLKAM, Survei Upah dan Survei Struktur Upah.

Pada tahun 2013 pelaksanaan survei statistik sosial untuk survei dengan responden perusahaan/instansi/lembaga telah memenuhi target yakni 100 persenbaik untuk Survei upah, Survei Struktur Upah maupun Survei Polkam. Sedangkan untuk survei dengan responden rumah tangga untuk pemutakhiran blok sensus dapat dilakukan sesuai target yakni sebesar 100 persen, sedangkan untuk respon rate pendataan rumah tangga

sampel yang ditargetkan sekitar 97 persen ternyata mampu dilaksanakan sekitar 99 persen.

Masalah/Kendala yang Dihadapi

1) Tidak tercapainya target pelaksanaan survei statistik sosial dengan responden rumah tangga disebabkan oleh rumah tangga sampel pindah keluar BS, rumah tangga sampel pada masa pencacahan sedang bepergian, rumah tangga sampel menolak untuk didata, rumah tangga sampel meninggal dunia

2) Beberapa Blok sensus yang terpilih sampel terletak di wilayah yang sulit dijangkau 3) Blok sensus yang terpilih sampel tidak terdistribusi di seluruh kecamatan, sehingga

beban tugas setiap kecamatan berbeda-beda

4) Pelaksanaan pemutakhiran dan pencacahan survei statistik sosial yang berbarengan dengan hari besar keagamaan sehingga mengakibatkan ada beberapa rumah tangga sampel yang tidak dapat ditemui.

5) Pada musim tanam ataupun musim panen penduduk yang mengusahakan lahan pertanian ataupun perkebunan biasanya akan menginap ditempat lahan pertanian ataupun perkebunan yang lokasinya jauh dari tempat tinggalnya

6) Metode updating yang digunakan cukup merepotkan petugas dilapangan khususnya daerah perkotaan yang mutasi penduduk sering terjadi.

7) Untuk Susenas, responden dan petugas mengalami kejenuhan dengan jumlah pertanyaan (kuesioner) yang terlalu banyak dan mendetil sehingga memakan waktu yang cukup lama untuk menyelesaikan pencacahan di satu rumah tangga. Untuk Sakernas triwulanan, responden sudah merasa jenuh karena mereka terpilih sampel sebanyak 4 kali periode pencacahan.

8) Petugas menyerahkan hasil pendataan selalu mendekati akhir pendataan dan ada yang melebihi waktu pendataan baik karena faktor eksternal maupun internal petugas. Sehingga menganggu arus dokumen dan arus pemeriksaan dokumen di kabupaten.

Strategi untuk Mengatasi Masalah/Kendala

1) Untuk rumah tangga sampel yang sedang bepergian pada masa pencacahan (masa pencacahan yang berdekatan dengan idul fitri, idul adha, musim tanam dan musim panen), sebelum dinyatakan tidak dapat ditemui dilakukan kunjungan ulang sampai dengan akhir pengolahan, dimintakan nomor HP yang bisa

dihubungi, dimintakan no HP tetangganya untuk menkonfirmasikan apakah responden sudah kembali

2) Untuk Rumah tangga sampel yang menolak sebelum dinyatakan menolak sudah dilakukan kunjungan ulang berjenjang, mulai dari PCL, PML dan Kasi Statistik Sosial dan juga menghubungi aparat di Blok Sensus tersebut untuk memberikan penjelasan kepada responden, kalau tetap menolak dibuatkan berita acaranya. 3) Untuk Blok Sensus yang sulit dijangkau mengoptimalkan sarana prasarana yang

tersedia, diberikan biaya tambahan untuk menyewa sarana transportasi yang tidak tersedia misalnya kelotok atau motor trail, mengoptimalkan waktu yang tersedia dengan cara bekerja secara tim dan juga berkoordinasi dengan masyarakat setempat.

4) Untuk pemerataan beban kerja individu, petugas PCL bukan hanya KSK dari kecamatan bersangkutan tetapi seluruh KSK dan staff BPS lainnya, sehingga beban kerja tiap orang untuk survei statistik sosial cukup seimbang.

5) Untuk waktu pelaksanaan pencacahan yang berdekatan ataupun berbarengan dengan hari besar keagamaan dan pada musim tanam ataupun musim panen, pencacah diminta untuk mengoptimalkan, mengefektifkan dan mengefisienkan waktu yang tersedia, sarana dan prasarana yang ada serta berkoordinasi dengan masyarakat setempat dan juga bekerja secara tim sehingga bisa terselesaikan tepat waktu

6) Tetap melakukan pendataan sesuai dengan kondisi yang ada di lapangan dan pedoman pelaksanaan lapangan (metodologi).

7) Memberi penjelasan kepada responden tentang pendataan yang sedang dilakukan serta meminta pengertian responden karena menyita waktu yang cukup lama. Untuk petugas akan dilakukan rotasi dan pembagian wilayah kerja yang sebanding.

8) Melakukan evaluasi pelaksanaan lapangan dan kualitas pekerjaan terhadap seluruh petugas yang terlibat dan memberikan teguran serta punishment terhadap petugas yang melakukan kelalaian dan memberikan reward terhadap petugas yang berprestasi.

Untuk mengevaluasi capaian sasaran tersedianya data dan informasi statistik sosial yang lengkap akurat dan tepat waktu, tabel berikut ini menyajikan capaian tersebut dengan indikator-indikator kinerjanya

Indikator Kinerja Target 2013 Realisasi 2013 2013 Tingkat Capaian 2012 2011 2010 Ket Persentase pelaksanaan

pencacahan lapangan statistik sosial dan kesejahteraan rakyat yang tepat waktu

100% 100% 100% 100% 100% 100%

Persentase pemasukan dokumen / response rate dari kegiatan statistik rumah tangga

97% 99% 102% 100% 100% 100%

Jumlah judul publikasi statistik sosial dan kesejahteraan rakyat

6 6 100% 100% 100% 100%

Tujuan-2

Meningkatkan Pelayanan Prima dalam Rangka Mewujudkan SSN yang Andal, Efektif, dan Efisien

Tujuan yang ingin dicapai BPS Kabupaten Banjar adalah meningkatnya pelayanan prima dalam rangka mewujudkan sistem statistik nasional yang andal, efektif dan efisien, pada tahun ini target tersebut tercapai secara rata-rata sebesar 100 persen. Tingkat capaian ini merupakan capaian maksimal yang dapat dilakukan oleh BPS Kabupaten Banjar dengan mengoptimalkan SDM, sarana dan prasarana yang tersedia.

Tabel berikut ini menyajikan capaian dimaksud dengan indikator kinerjanya:

Indikator Kinerja Target 2013 Realisasi 2013 2013 Tingkat Capaian 2012 2011 2010 Ket Meningkatkan Pelayanan

Prima dalam rangka mewujudkan SSN yang andal, efektif dan efisien

100% 100% 100% 100% 100% 100%

Sasaran 2.1

Meningkatkan hubungan dengan pengguna data

Untuk mencapai tujuan 2, meningkatkan pelayanan prima dalam rangka mewujudkan sistem statistik nasional yang andal, efektif dan efisien salah satu sasaran yang dapat dijadikan indikator pencapaian tujuan tersebut adalah hubungan dengan pengguna data, yang diukur melalui banyaknya penyelenggaraan sosialisasi hasil kegiatan BPS, persentase konsumen yang merasa puas terhadap akurasi data dan persentase konsumen yang puas terhadap cakupan data.

Koordinasi dengan pemda dan stake holder telah dilakukan BPS Kabupaten Banjar dalam rangka menyebarkan informasi serta kegiatan dan metodologi pendataan BPS. Untuk memudahkan koordinasi tersebut selain menyusun publikasi BPS Kabupaten Banjar juga menyusun ringkasan eksekutif dan leaflet, dimana data-data penting tersaji dalam bentuk yang mudah untuk dibawa dan dipahami sehingga memudahkan pengguna data, khususnya para pengambil kebijakan di Pemerintahan Kabupaten Banjar.

Untuk indikator tingkat kepuasan pengguna data terhadap akurasi data dan cakupan data BPS Banjar menargetkan 85% karena memang masih ada permintaan data yang tidak bisa kita sajikan seperti data-data tingkat kecamatan dan desa/kelurahan selain daripada data hasil sensus. Sehingga target indikator tingkat kepuasan tersebut pada tahun 2013 bisa tercapai sebesar 85%.

Pada tahun 2013 BPS Kabupaten Banjar melaksanakan sosialisasi hasil kegiatan BPS hanya berupa penyampaian paparan data-data pokok BPS pada forum pertemuan dengan semua SKPD, camat dan stake holder lainnya. Sehingga target untuk melaksanakan sosialisasi tersebut telah dapat terlaksana 100 persen.

Untuk mengevaluasi capaian sasaran meningkatkan hubungan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, stake holder dan pengguna data, tabel berikut ini menyajikan capaian tersebut dengan indikator-indikator kinerjanya.

Indikator Kinerja Target 2013 Realisasi 2013 2013 Tingkat Capaian 2012 2011 2010 Ket Banyaknya penyelenggaraan

sosialisasi/visualisasi hasil kegiatan BPS

1 1 100% 100% 100% 100%

Persentase konsumen yang merasa puas terhadap akurasi

data 85% 85% 100% 100% 100% 100%

Persentase konsumen yang merasa puas terhadap

cakupan data 85% 85% 100% 100% 100% 100%

Sasaran 2.2

Meningkatkan efektifitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik

Efektifitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik merupakan sasaran lainnya yang bisa dijadikan indikator pencapaian tujuan 2. Semakin mudah pengguna data mengakses informasi yang diperlukan hal itu menunjukkan semakin efektif dan efisien penyebaran data yang dilakukan oleh BPS. Alat ukur yang digunakan disini adalah persentase pelaksanaan dan penerapan aplikasi Pelayanan Statistik Terpadu (PST),

tersedianya web site yang lebih baik, persentase pengunjung yang dapat membeli publikasi, jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui web site, jumlah pengunjung yang datang ke pelayanan statistik terpadu.

Secara umum target sasaran meningkatkan efektifitas dan efisiensi diseminsai data dan informasi statistik telah memenuhi target yakni sebesar 100 persen Namun dalam upaya pencapaian target tersebut BPS Kabupaten Banjar berupaya agar ada penyempurnaan dalam pelaksanaan sasaran ini sehingga lebih cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.

Untuk mengevaluasi capaian sasaran meningkatkan efektifitas dan efisiensi diseminasi data dan informasi statistik, tabel berikut ini menyajikan capaian tersebut dengan indikator-indikator kinerjanya.

Indikator Kinerja Target 2013 Realisasi 2013 Tingkat Capaian Ket 2013 2012 2011 2010

Jumlah pengunjung eksternal yang mengakses data dan informasi statistik melalui web site BPS

1000 1000 100% 100% 100% 100%

Jumlah pengunjung yang datang ke perpustakaan BPS

Kabupaten/Kota 274 274 100% 100% 100% 100%

Jumlah instansi/lembaga yang

menerima publikasi 50 50 100% 100% 100% 100%

Tujuan-3

Penguatan Teknologi Informasi dan Komunikasi serta Sarana Kerja

Tujuan ke-3 yang ingin dicapai BPS Kabupaten Banjar adalah penguatan teknologi informasi dan komunikasi serta sarana kerja. Untuk mencapai tujuan ke-3 tersebut BPS Kabupaten Banjar menetapkan 1 sasaran yakni meningkatkan kualitas pengolahan data dan informasi statistik. BPS Kabupaten Banjar telah berusaha maksimal untuk mencapai target dari sasaran tersebut. Untuk melihat sampai sejauh mana keberhasilan BPS Kabupaten Banjar mencapai target dari tujuan ke-3 yang telah ditetapkan akan diuraikan pada pencapaian target sasaran yang telah ditetapkan dibawah ini.

Sasaran 3.1

Meningkatnya kualitas pengolahan data dan Informasi statistik

Pengolahan data memegang peranan penting dalam penyediaan data dan informasi statistik yang berkualitas. Teknologi Informasi sudah menjadi kelaziman dalam

proses di berbagai kegiatan. Pengembangan sistem pengolahan yang efektif terus diusahakan untuk menghasilkan data yang valid dan konsisten. Kecepatan melaporkan dari berbagai wilayah geografis juga perlu ditingkatkan, demikian pula SDM yang mengelola peralatan dan pengembangan sistem.

Penyelesaian pengolahan data yang merupakan rangkaian dari pemasukan data ke-media komputer, pengecekan konsistensi data, kewajaran data, hingga mengirimkan data yang telah tervalidasi. Kegiatan ini dapat dilaksanakan oleh seksi pengolahan data di BPS Kabupaten Banjar sesuai dengan yang diharapkan dan jadwal yang telah ditetapkan. Tidak ada kegiatan pengolahan data yang gagal. Selain ketepatan waktu dalam pengolahan, kualitas data sebelum direkam juga turut diperhatikan, sehingga diharapkan data yang direkam adalah data yang tepat waktu serta berkualitas. Tingkat capaian sasaran ini mencapai tingkatan 100 persen.

Masalah/Kendala yang Dihadapi

1) Program pengolahan data yang dikirim dari BPS RI banyak mengalami revisi, sehingga cukup merepotkan pengolahan yang membutuhkan waktu pengolahan sangat singkat.

2) Tampilan beberapa program pengolahan berbeda dengan tampilan kuesioner sehingga merepotkan petugas pengolahan data karena harus menyesuaikan tampilan antara layar monitor dan kuesioner.

3) Pemasukan dokumen dari petugas selalu melebihi dari jadwal waktu pelaksanaan lapangan, sehingga pengolahan data bekerja cukup keras di akhir-akhir waktu pengolahan.

Strategi untuk Mengatasi Masalah/Kendala

1) Memantau setiap pemberitahuan revisi program dan langsung melakukan pemutakhiran program berdasarkan revisi program yang dikirim.

2) Mempelajari dan membiasakan tampilan antara layar monitor dan tampilan kuesioner.

3) Berusaha untuk meminta kepada petugas dan subject matter untuk mengupayakan arus dokumen agar lancar masuk ke seksi pengolahan.

Untuk mengevaluasi capaian sasaran meningkatnya kualitas pengolahan data dan informasi statistik, tabel berikut ini menyajikan capaian tersebut dengan indikator-indikator kinerjanya.

Indikator Kinerja Target 2013 Realisasi 2013 2013 Tingkat Capaian 2012 2011 2010 Ket Persentase hasil pengolahan

data yang dikirim ke BPS RI

tepat waktu 100% 100% 100% 100% 100% 100%

Jumlah petugas fungsional

pranata komputer 0 0 100% 100% 100% 100%

Tujuan-4

Peningkatan Kapasitas SDM dan Penataan Kelembagaan

Tujuan ke-4 yang ingin dicapai BPS Kabupaten Banjar adalah peningkatan kapasitas SDM dan penataan kelembagaan. Untuk mencapai tujuan ke-4 tersebut BPS Kabupaten Banjar menetapkan 1 sasaran yakni memperbaiki sumber daya manusia

BPS

Kabupaten Banjar

. BPS Kabupaten Banjar telah berusaha maksimal untuk mencapai target dari sasaran tersebut. Untuk melihat sampai sejauh mana keberhasilan BPS Kabupaten Banjar mencapai target dari tujuan ke-4 yang telah ditetapkan akan diuraikan pada pencapaian target sasaran yang telah ditetapkan dibawah ini.

Sasaran 4.1

Memperbaiki Sumber Daya Manusia

Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dapat terlihat dari perkembangan persentase pegawai yang berpendidikan minimal Diploma IV atau Strata 1 dan jumlah pegawai yang profesional dan berkompeten. Kompetensi pegawai tersebut ditunjukkan melalui jumlaj pegawai yang memangku jabatan fungsional tertentu.

Perkembangan persentase pegawai yang berpendidikan minimal Diploma IV atau Strata 1 dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 semakin meningkat. Dimana perkembangan tersebut disebabkan adanya penambahan pegawai baru yang berpendidikan S1/DIV dan pensiunnya pegawai yang berpendidikan SMA. Sedangkan untuk pertambahan pegawai yang berpendidikan S1/DIV dari peningkatan jenjang pendidikan pegawai yang telah ada pada tahun 2013 ini tidak ada. Untuk indikator Jumlah pegawai yang memangku jabatan fungsional tertentu di tahun 2013 ditargetkan ada 6 orang, target tersebut pada tahun 2013 ini telah tercapai 100%.

Masalah/Kendala yang Dihadapi

1) Tidak diakuinya ijazah pegawai BPS yang akreditasnya C dan terdapat pegawai yang belum lulus mengikuti penyesuaian ijazah.

2) Masih ada 1 orang CPNS yang belum mengikuti prajabatan karena hamil dan melahirkan.

Strategi untuk Mengatasi Masalah/Kendala

1) Mengikut sertakan pegawai dalam ujian ulang penyesuaian ijazah strata 1

2) Menyarankan kepada pegawai yang sudah mempunyai ijazah strata 1 tapi akreditasinya C untuk mengikuti kuliah kembali pada fakultas yang akreditasinya B atau Universitas terbuka

Untuk mengevaluasi capaian sasaran meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, tabel berikut ini menyajikan capaian tersebut dengan indikator-indikator kinerjanya.

Indikator Kinerja Target 2013 Realisasi 2013 2013 Tingkat Capaian 2012 2011 2010 Ket Persentase pegawai

berpendidikan minimal

Diploma IV atau Strata 1 50% 63% 126% 100% 100% 100% Jumlah pegawai yang

memangku jabatan fungsional

tertentu 6 6 100% 100% 100% 100%

Dokumen terkait