• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pencapaian Kinerja Tahun 2019 TUJUAN 1

AKUNTABILITAS KINERJA

3.1 Analisis Pencapaian Kinerja Tahun 2019 TUJUAN 1

Tersedianya Analisis dan Pengembangan Statistik yang berkualitas Pencapaian Tujuan ini:

Pada tahun 2019 Direktorat Analisis dan Pengembangan Statistik telah menghasilkan beberapa publikasi, baik yang terbit bulanan tahunan ataupun publikasi yang khusus diterbitkan di tahun 2019. Publikasi yang terbit bulanan adalah Indikator Ekonomi. Sedangkan publikasi rutin tahunan diantaranya:

a. Indeks Tendensi Bisnis dan Indeks Tendensi Konsumen 2019 b. Indeks Pembangunan Manusia 2018

c. Indikator Kesejahteraan Rakyat 2019 d. Laporan Perekonomian Indonesia 2019

e. Indikator Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Indonesia

f. Laporan Tahunan dan Buletin Ringkas Statistical and Policy Brief FMS Selain itu, DAPS menghasilkan publikasi rutin namun mengangkat tema berbeda setiap tahunnya, diantaranya Laporan Hasil Pengukuran Kualitas, Laporan Indepth Study Quality Gates, Publikasi Seasonal Adjustment, serta Publikasi Small Area Estimation. Pada tahun 2019, Laporan Hasil Pengukuran Kualitas terdiri dari dua kelompok, yaitu Publikasi Hasil Pengukuran Kualitas 2018 (Susenas 2018 dan Sakernas 2018) dan Publikasi Hasil Pengukuran Kualitas 2019 (STPIM 2017, SHK 2018 dan Survei Ubinan Tanaman Pangan 2019). Sedangkan Laporan Indepth Study Quality Gates menghasilkan Laporan Indepth Study Quality Gates Lanjutan Survei Angkatan Kerja Nasional 2019 dan Laporan Indepth Study Quality Gates Survei Ubinan Tanaman Pangan 2019. Sementara itu, Publikasi Seasonal Adjustment yang dihasilkan berjudul “Penyesuaian Musiman dengan Efek Ramadhan pada PDB Pengeluaran” sedangkan laporan hasil kajian SAE berjudul “Estimasi Upah Rata-Rata Per Jam Pekerja pada Level Kabupaten dengan Menggunakan Metode SAE”.

Pada tahun 2019, DAPS juga menghasilkan publikasi yang bersifat kajian lanjutan yaitu Publikasi Penghitungan Indeks Ketimpangan Gender 2018 (Kajian Lanjutan 2). Publikasi tersebut menggunakan metode yang sama dengan metode pada kajian tahun sebelumnya. Namun, angka IKG dalam kajian tersebut khususnya

IKG tingkat kabupaten/kota belum dapat digunakan untuk dasar pengambilan kebijakan karena belum dilakukan pengecekan konsistensi data di seluruh kabupaten/kota. Pengecekan baru dilakukan di Jawa Barat dan hanya di beberapa kabupaten/kota.

Tidak dapat dipungkiri bahwa data yang berkualitas dihasilkan dengan membina hubungan yang baik dengan pihak yang menjadi sumber data. Indikator membaiknya hubungan dengan sumber data dapat dilihat dari response rate. Pada tahun 2019 response rate untuk kegiatan Survei Tendensi Konsumen (STK) mencapai 95,98 persen dan melebihi dari target response rate yang ditetapkan sebelumnya. Sedangkan response rate untuk kegiatan Survei Tendensi Bisnis (STB) sebesar 97,29 persen.

Selain itu, dalam rangka memberikan pelayanan yang prima kepada pengguna data untuk memperoleh berbagai data penting, maka berbagai macam data dan publikasi didistribusikan ke berbagai instansi, baik di lingkungan internal BPS maupun dari luar BPS.

Dalam internal BPS, publikasi-publikasi tersebut didistribusikan kepada seluruh direktorat/biro dan subdirektorat/bagian terkait, serta BPS di tingkat provinsi.

Selain itu, publikasi-publikasi tersebut juga didistribusikan kepada sejumlah instansi dalam negeri antara lain beberapa kementerian terkait, universitas, Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Daerah, dan beberapa instansi luar negeri (perwakilan asing).

Dengan pendistribusian tersebut, diharapkan akan semakin banyak pengguna yang dapat memahami dan menggunakan publikasi-publikasi yang telah disajikan, baik itu dari kalangan pemerintah, mahasiswa, maupun masyarakat luas. Selain itu, BPS juga

mendapatkan masukan dari berbagai pihak untuk perbaikan dan penyempurnaan penyusunan indikator di masa mendatang.

Pada tahun 2019 tercatat sebanyak 149 instansi baik instansi pemerintah maupun swasta yang menerima publikasi BPS dan terdapat 18 aktivitas Analisis dan Pengembangan Statistik yang metadatanya terdapat pada SiRusa. Publikasi-publikasi tersebut menyajikan berbagai macam data statistik dari berbagai sektor baik ekonomi, sosial, maupun lintas sektor secara lengkap. Kehadiran publikasi dan metadatanya selalu ditunggu-tunggu pengguna data karena data pada publikasi BPS menyajikan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan acuan dalam pengambilan kebijakan baik bagi pemerintah maupun pihak swasta.

Di samping pendistribusian publikasi kepada para pengguna, tahun 2019 DAPS juga meningkatkan hubungan dengan pengguna data dan para pakar. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan sekaligus meningkatkan kualitas output DAPS.

Salah satu contoh peningkatan hubungan dengan pakar dan stakeholder dilakukan pada kegiatan penyusunan Indeks Ketimpangn Gender (IKG). Dalam penyusunan IKG, sejak tahun 2017, DAPS menggandeng pakar gender di berbagai Pusat Studi Wanita (PSW) melalui kegiatan Focus Group Discussion (FGD). Tahun 2019 FGD dilakukan bersama pakar di Universitas Padjajaran dan Universitas Jendral Soedirman.

FGD dilakukan untuk mengidentifikasi kebutuhan user (specify needs), meningkatkan kemampuan konseptual SDM BPS sekaligus menyosialisasikan kegiatan BPS. Kegiatan FGD diharapkan akan meningkatkan kualitas dimensi

statistik, yaitu relevansi (kesesuaian dengan kebutuhan pengguna), komparabilitas (keterbandingan), koherensi, dan interpretabilitas (kemudahan dalam memahami dan menginterpretasikan data).

Tabel 4. Capaian indikator kinerja untuk Tujuan 1 (Tersedianya data analisis dan pengembangan statistik yang berkualitas), 2018 & 2019

Sasaran Satuan

2018 2019

Target Realisasi Capaian

(%) Target Realisasi Capaian (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (3) (4) (5)

1.1. Jumlah publikasi/laporan analisis dan pengembangan statistik yang terbit tepat waktu

Sasaran Satuan

2018 2019

Target Realisasi Capaian

(%) Target Realisasi Capaian (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (3) (4) (5)

yang terbit tepat waktu

1.2. Jumlah publikasi/laporan analisis dan pengembangan ketimpangan gender dan pemberdayaan gender yang disusun

Indikator 2 2 100 2 2 100

1.6. Jumlah indikator/data yang terkait SDGs yang terdapat pada publikasi

Indikator 136 136 100 136 136 100

1.7. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan

pendekatan rumah tangga

Persen 90 94,41 104,90 90 95,98 106,65

1.8. Persentase pemasukan dokumen (response rate) survei dengan

pendekatan usaha

Persen 70 98,49 120,0 70 97,29 120,0

Sasaran Satuan

2018 2019

Target Realisasi Capaian

(%) Target Realisasi Capaian (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (3) (4) (5)

1.9. Jumlah instansi pemerintah dan swasta yang menerima publikasi BPS

Instansi 149 149 100 149 149 100

1.10. Jumlah aktivitas analisis dan pengembangan statistik yang metadatanya terdapat pada SiRusa

Aktivitas 19 18 94,74 18 18 100

Secara umum pencapaian kinerja dan akuntabilitas DAPS dari tabel di atas menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup nyata. Rata-rata pencapaian kinerja sasaran adalah 100 persen selama tahun 2019. Tingkat pencapaian kinerja tersebut mengindikasikan bahwa pelaksanaan kegiatan yang dilakukan DAPS telah sesuai program, kebijakan, sasaran, dan tujuan yang telah ditetapkan dalam rencana strategis dan sekaligus telah mampu memenuhi misi BPS.

Di sisi lain, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, capaian kinerja DAPS semakin membaik. Hal ini terlihat dari capaian response rate survai pendekatan rumah tangga yang meningkat. Meskipun sama-sama telah melebihi target, terjadi peningkatan 1.75 poin. Capaian lainnya yang meningkat adalah terkait dengan publikasi/laporan yang memiliki ISSN/ISBN. Pada tahun 2019, realisasi untuk indikator ini sudah tercapai 100 persen.

TUJUAN 2

Menjamin ketersediaan statistik yang memenuhi standar penjaminan kualitas Pencapaian Tujuan ini:

Dalam mewujudkan visi BPS sebagai Pelopor Data Statistik Terpercaya untuk semua, melalui peningkatan kualitas dan pelayanan data statistik yang lebih cepat (faster), lebih murah (cheaper), lebih mudah diperoleh (easier), maka BPS melakukan Pengukuran Kualitas (PK) pada data yang dihasilkan oleh survei-survei BPS dengan merujuk kepada Kerangka Penjaminan Kualitas Nasional (National Quality Assurance Framework, NQAF) dari United Nations Statistical Division (UNSD). Pengukuran kualitas tersebut diperlukan agar data BPS tetap dapat terjaga kualitasnya dan dapat dibandingkan dengan kualitas statistik dari kementerian/lembaga lain.

Salah satu bentuk upaya penjaminan kualitas oleh BPS adalah dengan dilaksanakannya Self Assessment. Pada prakteknya saat ini, untuk mengarahkan kepada persepsi yang lebih baik, istilah Self Assessment diganti dengan pengukuran kualitas. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara Self Assessment dengan pengukuran kualitas. Pengukuran kualitas dalam hal ini hanya merupakan penyempurnaan dimana terjadi penambahan pertanyaan yang dianggap penting namun belum ada dalam Self Assessment dan pengeliminasian pertanyaan yang tidak diperlukan.

Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pengukuran kualitas ini adalah untuk mengetahui capaian kualitas dari output statistik yang diukur menurut tahapan dalam Generic Statistical Business Process Model (GSBPM) dan dimensi kualitas statistik.

Selanjutnya, manfaat dari kegiatan ini adalah sebagai bahan evaluasi dan perencanaan untuk meningkatkan tingkat kulitas output statistik dari survei yang diukur. Selain itu, kegiatan pengukuran kualitas juga dapat menjadi bahan untuk penyusunan Quality Declare yang berguna sebagai sumber informasi kepada pengguna data mengenai informasi kualitas kegiatan statistik di BPS. Informasi hasil pengukuran yang lebih rinci ditujukan untuk perbaikan dan dibatasi penyampaiannya hanya untuk Subject Matter dan pejabat terkait di BPS.

Sebagai bentuk komitmen BPS dalam peningkatan kualitas data dari kegiatan statistik yang dilaksanakan, maka pada tahun 2019 dilakukan pengukuran kualitas melalui SIQAF (Sistem Informasi Quality Assurance Framework) pada 5 kegiatan survei yang dilaksanakan di BPS. Dua survei di bidang sosial yang menjadi objek pengukuran kualitas adalah Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2018 dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2018. Kedua survei tersebut memiliki unit statistik rumah tangga. Survei lain yang juga dilakukan pengukuran kualitas pada tahun 2019 adalah Survei Tahunan Perusahaan Industri Manufaktur (STPIM) 2017, Survei Harga Konsumen (SHK) 2018, dan Survei Ubinan Tanaman Pangan 2019.

Sehingga pada tahun 2019 telah disusun dua laporan aktivitas statistik yang dilakukan self assessment.

Tabel 5. Capaian dengan indikator kinerja untuk Tujuan 2 (Menjamin ketersediaan statistik yang memenuhi standar penjaminan kualitas), 2018 & 2019

Sasaran Satuan

2018 2019

Target Realisasi Capaian

(%) Target Realisasi Capaian (%)

(1) (2) (3) (4) (5) (3) (4) (5)

2.1. Jumlah laporan aktivitas statistik yang dilakukan self assessment

Publikasi 1 1 100 2 2 100

2.2. Jumlah self assessment

aktivitas statistik mandiri yang dihimpun

Aktivitas 4 4 100 5 5 100

2.3. Jumlah aktivitas statistik yang mendeklarasikan penjaminan kualitas

Aktivitas 4 4 100 5 5 100

Secara umum pencapaian kinerja dan akuntabilitas DAPS sesuai dengan tujuan 2 menunjukkan tingkat keberhasilan yang cukup nyata. Rata-rata pencapaian kinerja sasaran adalah 100 persen selama tahun 2019. Capaian ini sama dengan tahun sebelumnya.

Dokumen terkait