• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PENDAPATAN USAHATANI JAMBU KRISTAL DESA CIKARAWANG

Analisis usahatani yang dilakukan adalah dengan menghitung tingkat pendapatan dan R/C rasio usahatani jambu kristal di Desa Cikarawang. Responden analisis usahatani jambu biji yang dilakukan dalam penelitian ini adalah sebanyak 24 orang. Adapun analisis usahatani yang dilakukan mengacu pada konsep pendapatan atas biaya yang dikeluarkan yaitu biaya tunai dan biaya total. Biaya tunai dapat diartikan sebagai biaya yang dikeluarkan dalam bentuk tunai seperti biaya pembelian sarana produksi, biaya tenaga kerja luar keluarga dan pajak. Biaya total adalah biaya tunai ditambah biaya yang diperhitungkan. Biaya yang diperhitungkan ialah biaya yang pengeluarannya tidak dalam bentuk tunai seperti biaya untuk penggunaan tenaga kerja keluarga, penyusutan peralatan dan biaya imbangan untuk lahan atau sewa lahan.

Analisis pendapatan usahatani berguna untuk memberikan gambaran mengenai keuntungan ataupun kerugian dari suatu usahatani yang dihitung berdasarkan jumlah penerimaan yang didapat dikurangi biaya yang dikeluarkan. Analisis pendapatan usahatani meliputi analisis pendapatan atas biaya tunai dan analisis pendapatan atas biaya total. Pada komponen biaya, biaya yang dikeluarkan oleh petani terdiri dari biaya tunai dan biaya diperhitungkan. Analisis pendapatan usahatani dilakukan dengan membandingkan petani responden berdasarkan umur tanaman.

Struktur Biaya Usahatani

Pengeluaran atau biaya adalah seluruh pengorbanan sumber daya ekonomi dalam satuan uang (rupiah) yang diperlukan untuk menghasilkan produk dalam satu periode produksi. Biaya produksi adalah seluruh biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan suatu komoditi atau produk baik secara tunai maupun diperhitungkan. Biaya usahatani terbagi menjadi biaya tunai dan biaya yang diperhitungkan. Perhitungan biaya tunai meliputi biaya potongan pembayaran panen, pembelian pupuk, obat-obatan, pembungkus buah, tenaga kerja luar keluarga dan biaya-biaya lainya seperti biaya pajak. Biaya diperhitungkan atau biaya non meliputi, biaya penyusutan dan biaya imbangan untuk tenaga kerja keluarga, dan lahan. Biaya imbangan untuk lahan atau sewa lahan masuk ke dalam biaya diperhitungkan karena petani responden rata-rata memiliki lahan sendiri. Biaya penyusutan peralatan di setiap yang digunakan petani memiliki nilai sama dikarenakan usahatani yang diperbandingkan merupakan usahatani yang

dalam kegiatan teknik budidayanya sama sehingga peralatan yang digunakan untuk usahatani relatif sama.

Biaya Tunai

Biaya tunai usahatani jambu kristal yang digunakan di Desa Cikarawang meliputi:

a. Bibit

Bibit tanaman yang digunakan adalah bibit tanaman hasil okulasi yang dihibahkan University Farm kepada kelompok tani jambu, dimana harga satu bibit tanaman jambu kristal cangkokan ini adalah Rp 25.000.00. Selain bibit terjamin kualitasnya, para petani mendapatkan penyuluhan langsung mengenai tata cara melakukan budidaya yang baik. Petani penerima hibah banyak yang lalai mengurus tanaman sehingga diketatkan aturan potongan pembayaran panen. Biaya yang dikeluarkan petani sebagai akibat dari aturan ini ialah potongan penjualan sebesar 25% hasil panen.

Tabel 12 Biaya pembayaran panen per stratum umur per hektar per tahun

Biaya bibit 1 tahun 2 tahun 3 tahun

Harga Rp 10 000/kg

Jumlah Biaya Jumlah Biaya Jumlah Biaya

Panen (kg) 7 863.47 13 256.04 2 526.67

Potongan 25% 1 965.87 19 658 668 3 300.99 33 009 890 631.67 6 316 667

Rata-rata 2 522.28 25 222 829

Sumber: Data Primer (diolah)

Biaya yang dikeluarkan oleh petani berbanding lurus dengan hasil panen. Nilai potongan tertinggi terlihat pada responden umur dua tahun. Hal ini disebabkan oleh umur tanaman yang mulai menginjak usia produktif serta penggunaan input yang lebih besar dibanding stratum umur lain. Biaya potongan pembayaran panen sebagai pengganti biaya bibit ini mencapai Rp 25 222 829.86 atau sekitar 32.80% dari biaya tunai yang dikeluarkan petani. b. Pupuk

Penggunaan pupuk dalam usahatani jambu kristal ini yaitu pupuk kandang, pupuk buatan (NPK Mutiara, Phonska, KCl). Jumlah pupuk yang digunakan oleh petani responden tahun 2011 per hektar dapat dilihat di tabel berikut. Tabel 13 Penggunaan pupuk per stratum umur per hektar per tahun

Jenis Pupuk 1 tahun 2 tahun 3 tahun

Kandang (karung) 1 985.12 2 979.09 1 416.67 NPK Mutiara (kg) 584.30 752.89 250.00 Phonska (kg) 974.48 1 297.41 650.00 KCL (kg) 334.90 177.25 650.00 Biaya 27 849 680.00 35 907 540.00 22 666 690.00 Rata-rata 31 566 492.29

Sumber: Data Primer (diolah)

Dari data di atas terlihat penggunaan pupuk sangat bervariasi dan tidak terpola, hal ini karena petani tidak mengikuti standar pemupukan yang

diberikan saat penyuluhan. Petani bahkan banyak yang tidak mengikuti penyuluhan karena sibuk dengan pekerjaan utamanya masing-masing. Pupuk kandang dibeli dari para peternak hewan seperti kambing, kerbau, dan ayam yang tersebar di sekitar wilayah Desa Cikarawang. Pupuk buatan seperti NPK, Phonska, dan KCl dibeli dari kios sarana produksi pertanian yang juga tersebar di wilayah Desa Cikarawang. Biaya pupuk kandang mencapai Rp 7 000 per karung sedangkan pupuk NPK mutiara mencapai Rp 12 000 per kg, Phonska Rp 3 000 per kg, dan KCL Rp 12 000 per kg. Harga pupuk buatan lebih murah bila dibeli per karung yang memiliki berat sekitar 50 kg dimana terdapat potongan mencapai Rp 2 000 per kg. Biaya pupuk mencapai 31 566 492.29 atau sekitar 41.05% biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani. Penggunaan pupuk di lapangan masih kurang dari standar pemupukan merupakan penyebab tanaman kekurangan unsur hara sehingga hasil panen kurang maksimal.

c. Obat-obatan

Dalam usahatani jambu kristal penanganan hama dan penyakit merupakan hal yang harus diperhatikan. Pengendalian hama dan penyakit dilakukan dengan menggunakan pestisida. Aplikasi dilakukan dengan penyemprotan, melakukan penyiangan gulma atau pembersihan dan pemangkasan sebagai tindakan pencegahan. Beberapa hama yang menjadi kendala dalam usahatani jambu kristal adalah lalat buah, pengerek batang, kutu putih, rayap, semut merah dan ulat. Pestisida yang digunakan sangat beragam tergantung kebutuhan di lapangan, dimana keluhan petani responden umumnya adalah makin lama semakin banyak hama baru yang menyerang dan selalu menyebabkan biaya yang tidak terduga. Umumnya pestisida yang dipakai adalah Decis untuk membasmi serangga yang harganya mencapai Rp 200 000 per liter. Penggunaan obat-obatan dan pestisida ini mencapai 12.10% biaya tunai yang dikeluarkan petani. Rata-rata biaya pestisida per hektar pada tahun 2011 mencapai Rp 9 303 236.61. Pada umumnya sama seperti dengan pupuk, pestisida dapat diperoleh di toko-toko pertanian di desa Cikarawang.

d. Plastik Pembungkus dan Jaring Stirofoam

Penanganan dalam hal melindungi buah juga dilakukan dalam usahatani jambu kristal, sama hal nya seperti komoditi hortikultura lainnya yaitu dengan cara membungkus buah tersebut. Dalam biaya input di dalam analisis usahatani jambu kristal, terdapat biaya untuk membeli plastik jambu kristal. Harga jaring stirofoam adalah Rp 500 000.00 per set, dimana satu set berisi 10 pak plastik pembungkus dan satu rol jaring stirofoam. Karena harga yang mahal maka petani umumnya membeli dari toko/warung. Plastik yang dibeli di toko dibeli dengan harga Rp 8 000 per pak yang berisi 100 kantong dimana dapat digunakan hingga dua kali. Harga stirofoam bekas umumnya bervariasi antara Rp 100 hingga Rp 200 per buah. Sedangkan untuk stirofoam yang paling murah didapat dengan membeli sisa yang dijual di pasar dengan harga Rp 15 000 per karung yang berisi 250 jaring. Biaya pembungkus buah ini mencapai Rp 5 711 312 .81 atau 7.42% biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani.

e. Tenaga Kerja Luar Keluarga

Biaya tenaga kerja dibagi menjadi dua bagian, yaitu tenaga kerja dalam keluarga dan tenaga kerja luar keluarga. Tahap penyiangan merupakan tahap dimana penggunaan tenaga kerja paling banyak yaitu sebesar 247.24 HOK atau sekitar 32.61% HOK total. Hal ini karena jambu kristal membutuhkan banyak

unsur hara dan pupuk yang banyak ikut meningkatkan pertumbuhan gulma di sekitar sehingga petani harus sering menyiangkan tanaman agar mengefisiensikan penggunaan pupuk yang sangat mahal karena tidak adanya subsidi pupuk. TK Luar Keluarga yang digunakan oleh petani responden sebesar 121.66 HOK selama setahun dengan rata-rata upah per hari Rp 36 302.72 untuk delapan jam kerja membutuhkan biaya sebesar Rp 4 730 772.76 per hektar per tahun atau mencapai 6.15% biaya tunai. Berikut biaya tunai jambu kristal per stratum umur per hektar per tahun.

Tabel 14 Biaya tunai yang dikeluarkan petani jambu kristal Desa Cikarawang pada tahun 2011

Komponen Biaya Tunai

Harga /Satuan

1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun

Unit Biaya (Rp) Unit Biaya (Rp) Unit Biaya (Rp)

Bibit 10 000 1 965.87 19 658 668 3 300.99 33 009 890 631.67 6 316 667 Kandang 7 000 1 985.12 13 895 833 2 979.09 20853 630 1 416.67 9 916 690 NPK Mutiara 12 000 584.30 7 011607 752.89 9 034 680 250.00 3 000 000 00 Phonska 3 000 974.48 2 923437 1 297.41 3 892 230 650.00 1 950 000 00 KCL 12 000 334.90 4 018 750 177.25 2 127 000 650.00 7 800 000 00 Obat 200 000 16.71 6 122 113 63.18 12 636 597 30.61 3 341 666 Pembungkus 5 430 372 6 601 176 2 290 625 TKLK 36 302 192.10 6 951 606 98.22 3 565 653 106.26 3 857 527 Pajak 350 000 350 000 350 000 Total 66 362 387 92 070 857 38 823 176

Sumber: Data Primer (diolah)

Pada tabel di atas dapat dilihat bahwa biaya tunai usaha jambu kristal pada umur dua tahun lebih besar dari tanaman jambu kristal umur lain. Hal ini karena penggunaan input tidak mengikuti anjuran yang efisien. Penggunaan pupuk terutama untuk memenuhi kebutuhan N, P, dan K dapat dipenuhi dengan penggunaan Phonska agar lebih murah. Petani membeli dan menggunakan pupuk dengan dengan dosis yang tidak tepat. Petani yang mengusahakan jambu kristal sebagai usaha utamanya dan satu-satunya menggunakan pupuk Phonska saja sehingga biaya ditekan dan produktivitas tinggi. Resiko pupuk unsur N ialah buah menjadi asam sehingga petani menyiasatinya dengan pupuk KCl walaupun masih tidak benar dosisnya. Rata-rata biaya tunai mencapai Rp 76 884 644.32 atau sekitar 70.05% dari biaya total dengan biaya tertinggi pada biaya bibit melalui pemotongan pembayaran 25% hasil panen yang mencapai Rp 25 222 829.86 atau sekitar 32.81% biaya tunai.

Biaya yang Diperhitungkan

Biaya yang diperhitungkan pada usahatani jambu kristal yang digunakan di Desa Cikarawang meliputi penyusutan alat-alat pertanian, tenaga kerja dalam keluarga, dan sewa lahan yang diperhitungkan.

Lahan yang dimiliki petani di desa ini memiliki luas 0.005 ha hingga 0.7 ha. Biaya sewa lahan per hektar pertahun mencapai Rp 10 000 000.00. Lahan yang digunakan adalah merupakan milik petani dan beberapa merupakan lahan yang digarap dengan bagi hasil sehingga biaya ini tidak termasuk biaya tunai.

Biaya penyusutan peralatan di setiap yang digunakan petani memiliki nilai sama, hal ini dikarenakan usahatani yang diperbandingkan merupakan sama-sama usahatani jambu biji (homogen) atau usahatani yang dalam kegiatan teknik budidayanya sama sehingga peralatan yang digunakan untuk usahatani relatif

sama. Alat-alat yang sebagian besar dimiliki oleh petani adalah cangkul, arit, cengkrong, gunting stek, gunting buah, gunting, dan golok. Biaya penyusutan alat-alat pertanian yang dimiliki oleh petani dihitung dengan metode garis lurus. Perhitungan nilai penyusutan alat pertanian dapat dilihat pada tabel 15.

Tabel 15 Nilai penyusutan alat-alat pertanian Alat Pertanian Jumlah Harga Satuan Nilai Sisa (Rp) Umur Ekonomis (Tahun) Penyusutan per tahun (Rp) Cangkul 1 50 000 750 5 9 850 Arit 1 30 000 750 5 5 850 Cengkrong 1 20 000 750 5 3 850 Gunting Stek 1 50 000 0 2 25 000 Gunting Buah 1 25 000 0 2 12 500 Gunting 1 10 000 0 2 5 000 Golok 1 50 000 750 5 9 850 Total 235 000 71 900

Sumber: Data Primer (diolah)

Biaya yang diperhitungkan pada petani jambu kristal Desa Cikarawang per umur tanam menunjukkan biaya terbesar terletak pada biaya tenaga kerja keluarga. TK Keluarga per hektar yang dibutuhkan sebesar 627.90 HOK dengan standar upah per hari Rp 36 302.72 membutuhkan biaya sebesar Rp 22 794 457.79 per tahun. TK keluarga yang dipakai oleh petani lebih besar dari pemakaian TK luar keluarga. Pada tanaman umur satu tahun persentase biaya TK keluarga pada biaya diperhitungkan mencapai 79.12%, pada dua tahun mencapai 58.61%, dan pada umur tiga tahun mencapai 66.87%. Hal ini menunjukkan bahwa tenaga kerja keluarga masih sangat diperlukan karena keterbatasan modal petani.

Tabel 16 Biaya yang diperhitungkan pada usahatani jambu kristal Desa Cikarawang per stratum umur per hektar per tahun

Komponen Umur 1 tahun Umur 2 tahun Umur 3 tahun

Unit Biaya Unit Biaya Unit Biaya

Penyusutan 71 900 71 900 71 900

TKK (HOK) 1 051.31 38 165 417 393.10 14 270 667 516.25 18 741 657

Sewa Lahan 10 000 000 10 000 000 10 000 000

Total 48 237 317 24 342 567 28 813 557

Sumber: Data Primer (diolah)

Rata-rata biaya yang diperhitungkan per hektar mencapai Rp 32 866 357.79 atau sekitar 29.95% dari biaya usahatani per hektar yang mencapai Rp 109 751 002.11 (lampiran 6). Biaya yang diperhitungkan pada umur dua tahun lebih rendah dari biaya umur satu dan tiga tahun disebabkan oleh komponen biaya tunai yang jauh lebih besar yang dikeluarkan petani stratum umur dua tahun. Total biaya usahatani merupakan jumlah biaya tunai dan biaya yang diperhitungkan. Biaya usahatani per hektar per tahun pada stratum umur tanaman dua tahun mencapai Rp 116 460 557.27, lebih tinggi dari stratum umur tanaman satu dan tiga tahun yang masing-masing Rp 114 599 705.27 dan Rp 67 746 388.02 (lampiran 3, 4, dan 5). Umur produktif dimulai sejak dua tahun yang di lapangan

mencapai rata-rata panen 11.64 kg per pohon per tahun. Hasil rata-rata ini masih jauh dari perkiraan sebesar 20 kg per tahun karena kurangnya input yang dipakai petani, budidaya yang kurang dijalankan dengan baik, serta faktor penghambat tidak terduga pada usahatani di Desa Cikarawang ini.

Pada petani stratum umur satu tahun besarnya biaya disebabkan tanaman masih dalam masa pertumbuhan awal sehingga masih lebih rentan serangan hama penyakit serta penggunaan tenaga kerja yang intensif dan kurang efisien. Tanaman yang kurang perhatian intensif bahkan dapat mati seperti dialami semua petani yang berhenti pada saat awal usahatani ini dimulai di Desa Cikarawang.

Penerimaan Usahatani

Penerimaan usahatani yang diterima petani adalah perkalian antara total hasil panen petani dengan harga jual yang diterima oleh petani. Penerimaan petani berasal dari produksi usahatani jambu kristal. Penerimaan usahatani jambu kristal di Desa Cikarawang pada tahun 2011 per hektar adalah sebesar 10 089.13 kg dengan penerimaan dari buah sebesar Rp 100 891 319.44 dan bibit sebesar Rp 28 125 000.00 dapat dilihat pada table di bawah ini. Penerimaan dari bibit diperoleh ketika tanaman dicangkok. Pencangkokan mengurangi produktivitas buah karena bakal buah harus dibuang agar akar dapat tumbuh.

Tabel 17 Rata-rata penerimaan usahatani jambu kristal di Desa Cikarawang berdasarkan umur tanaman pada tahun 2011 per hektar

Umur Tanaman (tahun) Jumlah Harga satuan (Rp)) Nilai (Rp)

3 2 526.67 kg 10 000 25 266 666.67

9 000.00 bibit 25 000 225 000 000.00

2 13 203.96 kg 10 000 132 039 560.44

1 7 863.47 kg 10 000 78 634 672.62

Rata-rata penerimaan buah 10 089.13 kg 10 000 100 891 319.44

Rata-rata penerimaan bibit 1 125 bibit 25 000 28 125 000.00

Rata-rata penerimaan total 129 016 319.44

Sumber: Data Primer (diolah)

Pendapatan Usahatani

Pendapatan usahatani dikatakan menguntungkan jika selisih antara penerimaan dan pengeluaran bernilai positif. Pendapatan usahatani dibagi menjadi pendapatan atas biaya tunai dan pendapatan atas biaya total. Pendapatan atas biaya tunai diperoleh dari pengurangan penerimaan total dengan pengeluaran tunai. Pendapatan atas biaya total diperoleh dari pengurangan penerimaan total dan pengeluaran total.

Pada umur satu tahun pendapatan atas biaya tunai dan atas biaya total dari usahataninya adalah sebesar Rp 12 272 285.14 dan Rp -(35 965 032.65), hal ini disebabkan tanaman masih belum memasuki usia produktif sehingga hasil panen rendah serta tingginya biaya diperhitungkan karena ketergantungan tenaga kerja keluarga. Pendapatan atas biaya tunai dan atas biaya total dari usahatani jambu kristal stratum umur dua tahun adalah sebesar Rp 39 921 570.29 dan Rp 15 579

003.17. Pendapatan terbesar terdapat pada tanaman umur tiga tahun, pendapatan atas biaya tunai dan atas biaya total dari usahatani jambu kristal stratum umur tiga tahun adalah sebesar Rp 211 333 836.00 dan Rp182 520 278.65.

Petani jambu kristal umumnya adalah pekerjaan sampingan dari para responden di Desa Cikarawang. Pada seorang petani yang memiliki pekerjaan utama dan satu-satunya jambu kristal diperoleh nilai pendapatan atas biaya tunai dan atas biaya total sebesar Rp 81 322 578.24 dan Rp 72 188 794.08. Pendapatan yang tinggi ini diperoleh dari produktivitas buah yang tinggi sebesar 41.6 kg per pohon (lampiran 7).

Pendapatan usahatani tanaman stratum tiga tahun lebih besar dari stratum yang lain karena walau pun petani memperoleh penjualan buah yang rendah yaitu Rp 25 266 666.67, terdapat juga hasil penjualan bibit yang sangat tinggi dimana pendapatan total bibit mencapai 9 000 bibit per hektar dengan harga Rp 25 000 sehingga didapatkan Rp 225 000 000.00.

Pada stratum umur tiga tahun tanaman sudah layak dijadikan bibit, selain itu pendapatan bibit ini tidak mengalami pemotongan dari perjanjian pembayaran panen. Pada umur satu tahun produktivitas jelas lebih rendah dari tanaman umur dua tahun karena belum memasuki umur produktif. Berdasarkan asumsi University Farm produktivitas jambu Kristal pada umur tanaman dua tahun ini bisa mencapai 20 kg/tahun. Secara keseluruhan pendapatan atas biaya tunai dan pendapatan atas biaya total yang diterima dalam usahatani jambu kristal di Desa Cikarawang tahun 2011 per hektar masing-masing sebesar Rp 52 512 711.83 dan Rp 19 483 697.76. Data perbandingan pendapatan petani berdasar stratum umur dapat dilihat pada tabel 18.

Tabel 18 Pendapatan dan efisiensi usahatani jambu kristal Desa Cikarawang per stratum umur tahun 2011 per hektar.

Uraian Umur 1 tahun Umur 2 tahun Umur 3 tahun

Total penerimaan Rp 78 634 672.62 Rp132 039 560.44 Rp250 266 666.67

Biaya tunai Rp 66 362 387.48 Rp 92 117 990.15 Rp 38.932 830.67

Biaya yang diperhitungkan Rp 48 237 317.79 Rp 24 342 567.13 Rp 28.813 557.35

Total biaya Rp114 599 705.27 Rp116 460 557.27 Rp 67 746 388.02

Pendapatan atas biaya tunai Rp 12 272 285.14 Rp 39 921 570.29 Rp211 333 836.00

Pendapatan atas biaya total Rp-(35 965 032.65) Rp 15 579 003.17 Rp182 520 278.65

R/C atas biaya tunai 1.18 1.43 6.43

R/C atas biaya total 0.69 1.13 3.69

Sumber: Data Primer (diolah)

Hasil analisis usahatani jambu kristal yang dilakukan di Desa Cikarawang pada tahun 2011 diambil dari 24 responden petani jambu kristal diperoleh total panen dalam satu tahun yaitu 50 180 kg dari 4 513 pohon pada lahan luas 4.26 hektar. Produktivitas rata-rata per hektar per pohon per tahun 2011 mencapai 7.49 kg atau sekitar 2.50 kg per musim panen karena dalam setahun terdapat tiga musim panen. Hasil rata-rata panen per hektar mencapai 10 089.13 kg dengan harga jual Rp 10 000 dan rata-rata penjualan bibit per hektar mencapai 1 125 bibit dengan harga jual Rp 25 000. Petani mendapatkan rata-rata pendapatan total mencapai Rp 129 016 319.44 per hektar per tahun. Petani harus menjual buah ke University Farm terlebih dahulu yang kemudian di-grading berdasarkan kriteria University Farm dan hasilnya dipotong 25%, hasil yang tidak diterima inilah yang dijual ke masyarakat atau pedagang pengecer. Pendapatan bibit yang sangat tinggi

pada tanaman stratum tiga tahun ini memiliki potensi besar karena lebih mudah perawatan dan pembuatannya dibandingkan dengan pendapatan dari penjualan buah. Walaupun begitu sangat ditetapkan bahwa pembibitan ini harus memenuhi syarat umur indukan dewasa yang minimal sudah lebih dari dua tahun agar tanaman dapat tumbuh sehat, kualitasnya lebih terjamin dan tidak merugikan pembeli.

Perhitungan juga dapat dilakukan per 1 000 pohon, hasilnya menunjukkan rata-rata pendapatan atas biaya tunai sebesar Rp 52 403 972.72 dan pendapatan atas biaya total sebesar Rp 27 036 469.03 (lampiran 8). Secara keseluruhan usaha ini layak dijalankan karena petani mendapatkan rata-rata pendapatan atas biaya total yang positif, yaitu mencapai Rp 129 016 319.44 per hektar per tahun. Akan tetapi perlu perbaikan karena usaha ini masih belum maksimal terlihat dari pendapatan atas biaya total tanaman satu tahun yang bernilai negatif sebesar Rp - (35 965 032.65), hal ini disebabkan karena masih belumnya tanaman mencapai umur produktif. Masih cukup rendahnya pendapatan petani disebabkan kurangnya kesadaran petani dalam menjalankan budidaya karena tidak mengikuti penyuluhan University Farm. Penerapan budidaya yang dilakukan pun tidak seluruhnya dijalankan dengan teratur. Penggunaan input dengan dosis yang tidak benar disebabkan oleh kurangnya keinginan petani mengikuti petunjuk penyuluhan meskipun sudah mengikuti kegiatan tersebut serta modal yang kurang sehingga input rendah yang berujung pada rendahnya jumlah dan mutu hasil panen.

Efisiensi Usahatani

Menurut Hernanto (1989), salah satu ukuran efisiensi usahatani berdasarkan pendapatan adalah perhitungan Rasio Imbangan Penerimaan dan Biaya (R/C Rasio). Secara keseluruhan nilai R/C tunai dan R/C total usaha ini adalah 1.68 dan 1.18. Usahatani jambu kristal Desa Cikarawang pada stratum umur tiga tahun pada 2011 lebih menguntungkan daripada usahatani jambu kristal stratum lain karena nilai R/C rasio terhadap biaya tunai dan terhadap biaya total lebih besar daripada usahatani jambu kristal stratum umur satu tahun dan dua tahun. Pada tabel 17 dapat dilihat bahwa R/C rasio atas biaya tunai dari usahatani jambu kristal stratum tiga tahun adalah sebesar 6.39, artinya setiap satu rupiah biaya tunai yang dikeluarkan oleh petani akan menghasikan penerimaan sebesar Rp 6.43 dan rasio atas biaya total dari usahatani jambu kristal stratum tiga tahun adalah sebesar 3.69. Adapun rasio R/C atas biaya tunai dan biaya total dari usahatani jambu kristal stratum umur satu tahun masing-masing sebesar 1.19 dan 0.69 sedangkan pada stratum dua tahun R/C atas biaya tunai sebesar 1.43 dan atas biaya total sebesar 1.13. Rasio R/C usahatani jambu kristal stratum umur tiga tahun yang lebih besar daripada stratum umur satu tahun dan dua tahun menunjukkan bahwa usahatani jambu kristal stratum umur tanaman tiga tahun lebih efisien untuk dilakukan.

Dokumen terkait