• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN PENELITIAN

D. Analisis Penentuan Harga Jual

Dalam penentuan harga jual rumah, perusahaan menggunakan metode cost plus pricing dimana perhitungannya sebagai berikut :

1. Rumah Type 39/78

Biaya bahan baku : RP 442.131.249

Biaya tenaga kerja langsung : RP 2.117.510.000

Biaya overhead : RP 145.000.000,

Harga Pokok Produksi : RP 2.704.641.249

Biaya Produksi : RP 2.704.641.249 x 20% = 540.928.250

Mark Up = Biaya Non Produksi + Laba Yang diharapkan 695.768.856 + 540.928.250 x 100%

= 1.236.697.106 : 2.704.641.249

= 45%

Total Biaya Produksi = 2.704.641.249

Mark UP45% x 2.704.641.249 = 1.217.088.562

Harga Jual = 3.921.729.811

RP 3.921.729.811: 37 = 105.992.698

Jadi harga jual Rumah Type 39/78 adalah sebesar RP 105.992.698 per unit

2. Rumah Type 50/117

Biaya bahan baku : RP 296.554.134

Biaya tenaga kerja langsung : RP 1.850.000.000

Biaya overhead : RP 152.000.000

Harga Pokok Produksi : RP 2.298.554.134

Biaya Produksi : RP 2.298.554.134 x 20% = RP 459.710.827 Mark Up = Biaya Non Produksi + Laba Yang diharapkan

695.768.856 + 459.710.827 x 100%

=1.155.479.683 : 2.298.554.134

= 50%

Total Biaya Produksi = RP 2.298.554.134

Mark Up 50% x 2.298.554.134 = RP 1.149.277.064

Harga Jual RP 3.443.781.198

RP 3.443.781.198: 23 = 149.729.618

Jadi harga jual rumah type 50/117 adalah sebesar RP 149.729.618 per unit 3. Rumah Type 76/130

Biaya bahan baku : RP 298.354.197

Biaya tenaga kerja langsung : RP 2.121.400.000

Biaya overhead : RP 175.000.000

Harga Pokok Produksi : RP 2.594.754.197

Biaya Produksi : RP 2.594.754.197 x 20% = RP 518.950.839 Mark Up = Biaya Non Produksi + Laba Yang diharapkan

695.768.856 + RP 518.950.839 x 100%

=1.214.719.695 : 2.594.754.197

= 46%

Total Biaya Produksi = RP 2.594.754.197 Mark Up 46% x 5.477.660.400 = RP 2.519.723.784

Harga Jual RP 5.114.477.981

RP 5.114.477.981: 20 = 255.723.899

Jadi harga jual rumah type 76/130 adalah sebesar RP 255.723.899 per unit.

Penentuan harga jual tersebut diatas adalah rangkaian dari penetapan harga pokok produksi yang akan diatribusikan ke harga pokok penjualan. Segala jenis biaya yang dikeluarkan dalam rangkaian pengelolaan proyek pengembangan tanah untuk dibanguni bangunan komersial seperti perumahan di Rachmat Residence dengan sendirinya anggaran yang menjadi patokan penawaran dari perusahaan untuk dikerjakan oleh kontraktor menjadi suatu keharusan untuk dibayar sesuai dengan total biaya proyek yang telah dianggarkan RAB (rancangan anggaran biaya proyek) perumahan di Rahmat Residence.

Berdasarkan gambaran diatas terlihat bahwa total pendapatan yang diproyeksikan akan diterima (profit margin) sebesar 20%. Jumlah laba kotor ini memperlihatkan bahwa volume laba atas penjualan rumah dan ruko di proyek Rachmat Residence memberikan konstribusi positif terhadap kestabilan cash flow perusahaan. Denagan stabilnya cash flow perusahaan dapat mengantisipasi biaya-biaya yang segerah jatuh tempoatau biaya-biaya yang sifatnya rutinitas.

Cash flow juga merupakan parameter untuk mengukur kemampuan dan kinerja keuangan perusahaan.

Dalam perolehan keuntungan sebesar dari laba pembangunan tersebut merupakan equity yang akan bisa digunakan dalam rangka menambah modal kerja awal untuk investasi dan pembangunan real estat di lahan yang telah dibebaskan oleh perusahaan.

Berdasarkan dari hasil analisis tersebut di atas menjadi dasar pertimbangan bagi pegembang untuk menetapkan produk, harga jual, dan strategi pengembangan produk, sehingga produk dan harga jual yang ditetapkan perusahaan dapat diminati konsumen dengan harga jual yang kompetitif.

BAB VI PENUTUP

A. KESIMPULAN

Berdasarkan bab sebelumnya maka penulis dapat menarik kesimpulan sebagai berikut :

1. PT. Paris Ujung Pandang Jaya adalah perusahaan yang bergerak di Real Estat / Developer (pengembang) dan telah mengembangkan area / lahan produktif untuk dibanguni bangunan komersial berupa ruko dan perumahan di Rachmat Residence.

2. Metode perhitungan harga pokok produksi berdasarkan pesanan, dan jumlah anggaran pelaksanaan proyek yang telah ditandatangani oleh kontraktor dengan sistem Turn Key akan dibayar sebesar nilai yang telah disepakati dalam perhitungan anggaran biaya proyek.

3. Dari analisis tersebut perhitungan harga pokok produksi menjadi dasar dalam penetapan harga jual dan dalam rangka menetapkan laba yang diharapkan, dan dengan kondisi tersebut hipotesis diterima.

B. SARAN

Demi tercapainya sasaran perusahaan dan rangka pengembangan perusahaan kedepan diharapkan :

1. Perhitungan Harga Pokok Produksi diharapkan dapat dihitung dengan cermat sesuai dengan standar penyusunan anggaran, agar dalam

59

memutuskan harga penawaran yang akan dikerjasamakan kepada pihak kontraktor dapat memberikan keuntungan di kedua belah pihak.

2. Sistem Turn Key sesungguhnya merupakan system yang paling aman digunakan dalam pembangunan proyek karena kontraktor dalam pembangunan nanti mencapai progress pekerjaan 100% baru dibayar.

3. Untuk perusahaan dengan menggunakan konsep ini, diharapkan dapat memberikan kualitas dan pelayanan maksimal baik kepada perusahaan mitra maupun user, hal ini diharapkan dijaga agar proyeksi penerimaan pendapatan dari penjualan ruko dan rumah dapat tercapai.

4. Kondisi yang telah dicapai agar ditingkatkan dengan menggunakan keuntungan tersebut untuk pelaksanaan pengerjaan pembangunan tahap II.

DAFTAR PUSTAKA

Agoes, Sukrisno dan Trisnawati, Estralita. 2007. Akuntansi Perpajakan, Salemba Empat, Jakarta.

Bustami, Bastian dan Nurlela. 2006. Akuntansi Biaya, Teori dan Aplikasi, Edisi Pertama. Graha Ilmiah. Yogyakarta.

Blocher, Edward J., Chen, Kung H., Cokins, Gary., Lin, Thomas W., 2007, Manajemen Biaya, Edisi 3, Salemba Empat, Jakarta.

Chase, B. Richard, F. Robert Jacobs, Nicholas J. Aquilano (2007). Operations Management (for competitive Advantage), 11th ed., Mc Grow-Hill Companies.

Djarwanto,Subagyo, 2000, Statistik Induktif, Edisi ke 4, Cetakan ke 3, BPFE, Yokyakarta.

Eddy Herjanto, (2003), Manajemen Produksi dan Operasi, ed: 2, Gramedia, Jakarta.

Hansen,Mowen Management Accounting, Edisi Ketujuh, Salemba Empat, Jakarta 2004.

I A I , Standar Akuntansi Keuangan, Edisi Revisi, Penerbit Salemba Empat, Jakarta, 2004

Jay Heizer dan Barry Render. (2005) Operation Management , 7th edition.

(Manajemen Operasi edisi 7, Buku 1 ) Penerbit Salemba Empat. Jakarta.

Lalu Sumayang, (2003), Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi , PT.

Salemba Empat, Jakarta.

Marbun,B.N,SH. 2003. Kamus Manajemen, Cetakan I. Pusaka Sinar Harapan.

Jakarta.

Murdifin Haming, Mahfud Nurnajamuddin, (2007), Manajemen Produksi Modern, PT. Bumi Aksara, Jakarta.

Mulyadi. 2009. Akuntansi Biaya, Edisi 6, STIE YKPN, Yogyakarta.

Rudianto. 2008. Pengantar Akuntansi : Konsep dan Teknik Penyusunan Laporan Keuangan, Erlangga, Jakarta.

61

Sumarni, Murtini, John Soeprihagnanto 2000, Pengantar Bisnis (Dasar-Dasar Ekonomi Perusahaan), Edisi 5, Liberty Yogyakarta.

Simamora, Henry. 2002. Akuntansi Manajemen. Salemba Empat, Jakarta.

Samryn, L. M., 2002, Akuntansi Manajerial, Edisi Pertama, Penerbit Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Supriyono, R. A. 2011. Akuntansi Biaya. BPFE. Yogyakarta.

Uzry. 2009. Akuntansi Biaya. Salemba Empat. Jakarta.

RIWAYAT HIDUP

Penulis dilahirkan tanggal 18 Maret 1989 oleh kedua orang tua tercinta ayah Mansyur dan ibu Bola’, yaitu anak ke 5 dari 5 bersaudara. Adapun pendidikan yang dilalui yaitu di SDN Allu II NO.63 di Jeneponto Tahun 2003, SMP Negeri 1 Bangkala 2006, SMA Negeri 1 Bangkala Barat Tahun 2009. Kemudian Tahun 2010 penulis melanjutkan Kuliah Strata Satu (S1) di Universitas Muhammadiyah Makassar dengan Program Studi Akuntansi dan Selesai pada tahun 2014 dengan judul skripsi Analisis Perhitungan Harga Pokok Produksi Pembangunan Proyek Perumahan Rachmat Residence Pada PT. Paris Ujung Pandang Jaya.

Dokumen terkait