• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan

BAB V ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

B. Analisis Penerapan Standar Akuntansi Pemerintahan

Tabel V.4 Evaluasi Laporan Keuangan Puskesmas Magelang Selatan menurut Standar Akuntansi Pemerintahan PP No.71 Tahun 2010

No. Kriteria No. Paragraf SAP PP No.71 tahun 2010 Puskesmas Magelang Selatan Penyajian Keterangan Sesuai Sesuai Sebagian Tidak Sesuai Tidak Relevan 1. Laporan Realisasi Anggaran 1. Paragraf 61 Laporan Realisasi Anggaran menyajikan ikhtisar sumber, alokasi, dan pemakaian sumber daya keuangan yang dikelola oleh pemerintah pusat/daerah, yang menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan.

Laporan Realisasi Anggaran hanya menyajikan

pendapatan dan belanja, namun sudah

menggambarkan perbandingan antara anggaran dan realisasinya dalam satu periode pelaporan.

2. Paragraf 62

Unsur yang dicakup secara langsung oleh Laporan Realisasi Anggaran terdiri dari pendapatan-LRA, belanja, transfer dan pembiayaan.

Unsur yang dicakup hanya Pendapatan-LRA dan belanja. 2. Neraca 1. Paragraf 64 Neraca menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan aset, kewajiban dan ekuitas pada tanggal tertentu.

Neraca Puskesmas Magelang Selatan menggambarkan posisi keuangan suatu entitas pelaporan aset, kewajiban dan ekuitas.

Tabel V.4 Evaluasi Laporan Keuangan Puskesmas Magelang Selatan menurut Standar Akuntansi Pemerintahan PP No.71 Tahun 2010 (Lanjutan)

No. Kriteria No. Paragraf SAP PP No.71 tahun 2010 Puskesmas Magelang Selatan Penyajian Keterangan Sesuai Sesuai Sebagian Tidak Sesuai Tidak Relevan 2. Paragraf 65

Unsur yang dicakup oleh neraca terdiri dari aset, kewajiban dan ekuitas.

Unsur yang dicakup neraca adalah aset, kewajiban dan ekuitas.

3. Paragraf 66

Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalam aset adalah potensi aset tersebut untuk memberikan sumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, bagi kegiatan operasional pemerintah, berupa aliran pendapatan atau

penghematan belanja bagi pemerintah.

Potensi aset dapat memberikan sumbangan di masa depan, baik langsung maupun tidak langsung, bagi kegiatan operasional pemerintah, berupa aliran pendapatan atau

penghematan belanja bagi pemerintah.

Dalam neraca

Puskesmas Magelang Selatan selain aset juga terdapat kewajiban dan ekuitas yang kemudian dapat dikalkulasikan untuk memenuhi potensi manfaat ekonomi tersebut. 4. Paragraf 67 Aset diklasifikasikan ke dalam aset lancar dan nonlancar. Aset lancar dimiliki untuk dipakai atau dijual dalam waktu 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan. Suatu aset diklasifikasikan

Pengklasifikasian aset ke dalam aset lancar dan aset nonlancar berikut dengan penjabaran tentang isi dari aset lancar adalah aset yang diharapkan segera dapat direalisasikan atau aset yang tidak dapat

Tabel V.4 Evaluasi Laporan Keuangan Puskesmas Magelang Selatan menurut Standar Akuntansi Pemerintahan PP No.71 Tahun 2010 (Lanjutan)

No. Kriteria No. Paragraf SAP PP No.71 tahun 2010 Puskesmas Magelang Selatan Penyajian Keterangan Sesuai Sesuai Sebagian Tidak Sesuai Tidak Relevan sebagai aset lancar jika

diharapkan segera untuk dapat direalisasikan atau Aset yang tidak dapat dimasukkan dalam kriteria tersebut diklasifikasikan sebagai aset nonlancar.

dimasukkan dalam kriteria tersebut akan masuk dalam aset tetap.

5. Paragraf 68

Aset lancar meliputi kas dan setara kas, investasi jangka pendek, piutang dan persediaan.

Aset lancar meliputi kas dan setara kas, piutang, investasi jangka pendek dan persediaan.

6. Paragraf 69

Aset nonlancar mencakup aset yang bersifat jangka panjang dan aset tak berwujud yang digunakan baik langsung maupun tidak langsung untuk kegiatan pemerintah atau yang digunakan masyarakat umum. Aset nonlancar diklasifikasikan menjadi investasi jangka panjang, aset tetap, dana cadangan dan aset lainnya.

Aset nonlancar berisi aset yang sifatnya jangka panjang dan aset tidak berwujud yang dapat digunakan baik langsung maupun tidak untuk kegiatan pemerintah atau yang digunakan oleh masyarakat. Aset nonlancar diklasifikasikan menjadi aset tetap, investasi jangka panjang, dana cadangan dan aset lainnya.

Tabel V.4 Evaluasi Laporan Keuangan Puskesmas Magelang Selatan menurut Standar Akuntansi Pemerintahan PP No.71 Tahun 2010 (Lanjutan)

No. Kriteria No. Paragraf SAP PP No.71 tahun 2010 Puskesmas Magelang Selatan Penyajian Keterangan Sesuai Sesuai Sebagian Tidak Sesuai Tidak Relevan 7. Paragraf 70

Investasi jangka panjang merupakan investasi yang diadakan dengan maksud untuk mendapatkan manfaat ekonomi dan manfaat sosial dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi. Investasi jangka panjang meliputi investasi

nonpermanen dan

permanen. Investasi nonpermanen antara lain investasi dalam Surat Utang Negara, penyertaan modal dalam proyek

pembangunan dan

investasi nonpermanen lainnya. Investasi permanen antara lain

penyertaan modal

pemerintah dan investasi permanen lainnya.

Investasi jangka panjang diklasifikasikan menjadi investasi non permanen dan investasi permanen, keduanya diadakan dengan maksud mendapatkan manfaat ekonomi dan manfaat sosial dalam jangka waktu lebih dari satu periode akuntansi.

Tabel V.4 Evaluasi Laporan Keuangan Puskesmas Magelang Selatan menurut Standar Akuntansi Pemerintahan PP No.71 Tahun 2010 (Lanjutan)

No. Kriteria No. Paragraf SAP PP No.71 tahun 2010 Puskesmas Magelang Selatan Penyajian Keterangan Sesuai Sesuai Sebagian Tidak Sesuai Tidak Relevan 8. Paragraf 71

Aset tetap meliputi tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, irigasi, dan jaringan, aset tetap lainnya, dan konstruksi dalam pengerjaan.

Aset tetap meliputi tanah, peralatan dan mesin, gedung dan bangunan, jalan, jaringan dan instalasi, aset tetap lainnya dan konstruksi dalam pengerjaan.

9. Paragraf 72

Aset nonlancar lainnya diklasifikasikan sebagai aset lainnya. Termasuk dalam aset lainnya adalah aset tak berwujud dan aset kerja sama (kemitraan).

Aset nonlancar lain diklasifikasikan sebagai aset lainnya, termasuk di dalamnya adalah aset tidak berwujud dan kemitraan dengan pihak ketiga.

10. Paragraf 73

Karakteristik esensial kewajiban adalah bahwa pemerintah mempunyai kewajiban masa kini yang dalam penyelesaiannya mengakibatkan

pengorbanan sumber daya ekonomi di masa yang akan datang.

Karakteristik kewajiban adalah bahwa pemerintah mempunyai kewajiban saat ini yang penyelesaiannya mengakibatkan

pengorbanan sumber daya ekonomi di masa yang akan datang, misal membayar utang pajak.

Tabel V.4 Evaluasi Laporan Keuangan Puskesmas Magelang Selatan menurut Standar Akuntansi Pemerintahan PP No.71 Tahun 2010 (Lanjutan)

No. Kriteria No. Paragraf SAP PP No.71 tahun 2010 Puskesmas Magelang Selatan Penyajian Keterangan Sesuai Sesuai Sebagian Tidak Sesuai Tidak Relevan 11. Paragraf 74 Kewajiban umumnya timbul karena konsekuensi pelaksanaan tugas atau tanggungjawab untuk bertindak di masa

lalu. Dalam konteks pemerintahan, kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan pinjaman dari masyarakat, lembaga keuangan, entitas pemerintah lain, atau lembaga internasional. Kewajiban pemerintah juga terjadi karena perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah atau dengan pemberi jasa lain.

Timbulnya kewajiban dikarenakan konsekuensi atas pelaksanaan tugas atau tanggungjawab untuk tindakan dimasa lalu. Dalam konteks pemerinahan, kewajiban muncul antara lain karena penggunaan sumber pembiayaan dari masyarakat, lembaga keuangan seperti bank, entitas pemerintah lain seperti Pemerintah Pusat, atau lembaga internasional seperti utang luar negeri, perikatan dengan pegawai yang bekerja pada pemerintah atau pemberi jasa lain.

Tabel V.4 Evaluasi Laporan Keuangan Puskesmas Magelang Selatan menurut Standar Akuntansi Pemerintahan PP No.71 Tahun 2010 (Lanjutan)

No. Kriteria No. Paragraf SAP PP No.71 tahun 2010 Puskesmas Magelang Selatan Penyajian Keterangan Sesuai Sesuai Sebagian Tidak Sesuai Tidak Relevan 12. Paragraf 75

Setiap kewajiban dapat dipaksakan menurut hukum sebagai

konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau peraturan perundang-undangan.

Kewajiban dapat

dipaksakan menurut hukum sebagai konsekuensi dari kontrak yang mengikat atau perundang-undangan. 13. Paragraf 76 Kewajiban dikelompokkan kedalam kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang. Kewajiban jangka pendek merupakan kelompok kewajiban yang diselesaikan dalam waktu kurang dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan. Kewajiban jangka panjang adalah kelompok kewajiban yang penyelesaiannya

dilakukan setelah 12 (dua belas) bulan sejak tanggal pelaporan.

Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu kewajiban jangka panjang dan kewajiban jangka pendek. Kewajiban jangka pendek adalah kelompok kewajiban yang diselesaikan atau dilunasi dalam waktu kurang dari 12 (dua belas) bulan setelah tanggal pelaporan, sedangkan kewajiban jangka panjang diselesaikan atau dilunasi setelah 12 (dua belas) bulas setelah tanggal pelaporan.

Tabel V.4 Evaluasi Laporan Keuangan Puskesmas Magelang Selatan menurut Standar Akuntansi Pemerintahan PP No.71 Tahun 2010 (Lanjutan)

No. Kriteria No. Paragraf SAP PP No.71 tahun 2010 Puskesmas Magelang Selatan Penyajian Keterangan Sesuai Sesuai Sebagian Tidak Sesuai Tidak Relevan 14. Paragraf 77

Ekuitas adalah kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah pada tanggal laporan. Saldo ekuitas di Neraca berasal dari saldo akhir ekuitas pada Laporan Perubahan Ekuitas.

Ekuitas merupakan kekayaan bersih pemerintah yang merupakan selisih antara aset dan kewajiban pemerintah pada tanggal pelaporan. Tidak relevan karena Puskesmas Magelang Selatan tidak mencantumkan Laporan Perubahan Ekuitas ke dalam laporan keuangan. 3. Laporan Operasional 1. Paragraf 78 Laporan Operasional menyajikan ikhtisar sumber daya ekonomi yang menambah ekuitas dan penggunaannya yang dikelola oleh pemerintah dalam satu periode pelaporan.

Laporan Operasional hanya menyajikan biaya yang harus dikeluarkan Puskesms Magelang Sealatan dalam satu periode tertentu.

2. Paragraf 79

Unsur yang dicakup secara langsung oleh Laporan Oprasional terdiri dari pendapatan-LO, beban, transfer, dan pos-pos luar biasa.

Unsur yang dicakup biaya operasional, biaya non operasional dan biaya investasi.

Dokumen terkait