1. Deskripsi Data
Penelitian ini dilakukan di BRI Cabang Sleman dengan melibatkan 100 orang nasabah sebagai responden. Variabel yang diteliti dalam penelitian ini yaitu terkait Pengaruh Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga, Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Menabung Nasabah. Dalam deskripsi data ini akan disajikan data berupa Mean, Median, Modus, Standar Deviasi, Tabel Distribusi Frekuensi dan Tabel Kecenderungan untuk masing-masing variabel. a. Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga
Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai tertinggi sebesar 12 dan nilai terendah sebesar 3. Dengan menggunakan bantuan SPSS maka diperoleh hasil yaitu Mean sebesar 7,99; Median sebesar 8,00; Modus sebesar 7,00 dan Standar Deviasi sebesar 1,839. Berdasarkan hasil tersebut kemudian dilakukan perhitungan sebagai berikut:
1) Menentukan jumlah kelas interval
Untuk menentukan jumlah kelas interval digunakan rumus berikut: K= 1+ 3,3 log n
Keterangan: K= jumlah kelas interval n = jumlah sampel penelitian
Dari rumus di atas maka diperoleh jumlah kelas interval sebanyak: K= 1+3,3 log 100= 7,6 dibulatkan menjadi 7
2) Menentukan rentang data
Rentang kelas = skor maksimum-skor minimum = 12 – 3 = 9
3) Menentukan panjang kelas interval
𝑝𝑝𝑎𝑎𝑛𝑛𝑗𝑗𝑎𝑎𝑛𝑛𝑔𝑔 汬𝑒𝑒𝑙𝑙𝑎𝑎𝑎𝑎 𝑖𝑖𝑛𝑛𝑡𝑡𝑒𝑒𝑟𝑟𝑟𝑟𝑎𝑎𝑙𝑙 =jumlah kelas intervalrentang kelas
=97
= 1,285 dibulatkan menjadi 1,3 Tabel 6. Distribusi Frekuensi Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga
No. Kelas interval Frekuensi Persentase
1. 3,0-4,2 4 4% 2. 4,3-5,5 4 4% 3. 5,6-6,8 7 7% 4. 6,9-8,1 44 44% 5. 8,2-9,4 21 21% 6. 9,5-10,7 16 16% 7. 10,8-12,0 4 4% Jumlah 100 100%
Sumber: data primer
Untuk mengetahui kecenderungan variabel Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga maka menggunakan perhitungan Mean ideal (Mi) dan
Standar Deviasi ideal (SDi). Dari 3 butir pertanyaan yang ada maka diperoleh nilai (skor) tertinggi ideal sebesar 3x4= 12 dan nilai terendah ideal sebesar 3x1= 3. Dari data tersebut diperoleh hasil sebagai berikut:
Mi = ½ (Xmax + Xmin) = ½ (12+3) = 7,5
SDi = 1/6(Xmax – Xmin ) =1/6(12-3)
= 1,5
Berdasarkan perhitungan Mi dan SDi tersebut kemudian dilakukan pengelompokan untuk masing-masing variabel. Menurut Anas Sudijono (2009:176), pengelompokan kategori tersebut dikelompokkan ke dalam tiga kategori yaitu:
1) Kelompok atas
Semua responden yang mempunyai skor sebanyak rata-rata plus standar deviasi ke atas (>Mi+1SDi)
2) Kelompok sedang
Semua responden yang mempunyai skor antara skor rata-rata minus 1 standar deviasi dan skor rata-rata plus 1 standar deviasi (Mi – 1SDi sampai dengan Mi+1SDi)
3) Kelompok kurang
Semua responden yang mempunyai skor lebih rendah dari skor rata-rata minus 1 standar deviasi (<Mi-1SDi)
Pengelompokan kategori untuk variabel Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga sebagai berikut:
Kelompok atas/tinggi = >Mi+1SDi = >7,5+1(1,5) = >9,0
Kelompok sedang/cukup = Mi – 1SDi sampai dengan Mi+1SDi
= 7,5-1(1,5) sampai dengan 7,5+1(1,5) = 6,0 sampai dengan 9,0
Kelompok kurang/rendah = <Mi-1SDi = <7,5-1(1,5) = <6,0
Kategori di atas kemudian dibuat distribusi frekuensi kecenderungan sebagai berikut:
Tabel 7. Kategori Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga
No. Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori
1. >9,0 20 20% tinggi
2. 6,0-9,0 72 72% cukup
3. <6,0 8 8% rendah
Jumlah 100 100%
Sumber: data primer
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa frekuensi variabel Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga dalam kategori tinggi sebanyak 20 orang (20%), kategori cukup sebanyak 72 orang (72%) dan kategori rendah sebanyak 8 orang (8%). Jadi dapat disimpulkan bahwa kecenderungan variabel Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga dalam kategori cukup.
b. Persepsi Nasabah tentang Promosi
Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai tertinggi sebesar 16 dan nilai terendah sebesar 4. Dengan menggunakan bantuan SPSS maka diperoleh hasil yaitu Mean sebesar 9,9; Median sebesar 10,0; Modus sebesar 9,0 dan Standar Deviasi sebesar 2,427. Berdasarkan hasil tersebut kemudian dilakukan perhitungan sebagai berikut:
1) Jumlah Kelas Interval
K= 1+3,3 log 100= 7,6 dibulatkan menjadi 7 2) Menentukan rentang data
Rentang kelas = skor maksimum-skor minimum = 16 – 4 = 12
3) Menentukan panjang kelas interval
𝑝𝑝𝑎𝑎𝑛𝑛𝑗𝑗𝑎𝑎𝑛𝑛𝑔𝑔 𝑘𝑘𝑒𝑒𝑙𝑙𝑎𝑎𝑎𝑎 𝑖𝑖𝑛𝑛𝑡𝑡𝑒𝑒𝑟𝑟𝑟𝑟𝑎𝑎𝑙𝑙 =jumlah kelas intervalrentang kelas
=127
= 1,714 dibulatkan menjadi 1,7 Tabel 8. Distribusi Frekuensi Persepsi Nasabah tentang Promosi
No. Kelas interval Frekuensi Persentase
1. 4,0-5,6 5 5% 2. 5,7-7,3 4 4% 3. 7,4-9,0 36 36% 4. 9,1-10,7 18 18% 5. 10,8-12,4 25 25% 6. 12,5-14,1 8 8% 7. 14,2-15,8 4 4% Jumlah 100 100%
Untuk mengetahui kecenderungan variabel Persepsi Nasabah tentang Promosi maka menggunakan perhitungan Mean ideal (Mi) dan Standar Deviasi ideal (SDi). Dari 4 butir pertanyaan yang ada maka diperoleh nilai (skor) tertinggi ideal sebesar 4x4= 16 dan nilai terendah ideal sebesar 4x1= 4. Dari data tersebut diperoleh hasil sebagai berikut:
Mi = ½ (Xmax + Xmin) = ½ (16+4) = 10,0
SDi = 1/6(Xmax – Xmin ) =1/6(16-4)
= 3,33
Pengelompokan kategori untuk variabel Persepsi Nasabah tentang Promosi sebagai berikut:
Kelompok atas/tinggi = >Mi+1SDi = >10,0+1(3,33) = >13,33
Kelompok sedang/cukup = Mi – 1SDi sampai dengan Mi+1SDi
= 10,0-1(3,33) sampai dengan 10,0+1(3,33) = 6,67 sampai dengan 13,33
Kelompok kurang/rendah = <Mi-1SDi = <10,0-1(3,33) = <6,67
Hasil kategori tersebut selanjutnya dibuat distribusi frekuensi kecenderungan variabel Persepsi Nasabah tentang Promosi sebagai berikut: Tabel 9. Kategori Persepsi Nasabah tentang Promosi
No. Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori
1. >13,33 12 12% Tinggi
2. 6,67-13,33 83 83% Cukup
3. <6,67 5 5% Rendah
Jumlah 100 100%
Sumber: data primer
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa frekuensi terhadap variabel Persepsi Nasabah tentang Promosi dalam kategori tinggi sebanyak 12 orang (12%), kategori cukup sebanyak 83 orang (83%) dan kategori rendah sebanyak 5 orang (5%). Jadi dapat disimpulkan bahwa kecenderungan variabel Persepsi Nasabah tentang Promosi dalam kategori cukup.
c. Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan
Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai tertinggi sebesar 52 dan nilai terendah sebesar 15. Dengan menggunakan bantuan SPSS maka diperoleh hasil yaitu Mean sebesar 41,76; Median sebesar 41,0; Modus sebesar 39,0 dan Standar Deviasi sebesar 6,320. Berdasarkan hasil tersebut kemudian dilakukan perhitungan sebagai berikut:
1) Jumlah Kelas Interval
K= 1+3,3 log 100= 7,6 dibulatkan menjadi 7 2) Menentukan rentang data
Rentang kelas = skor maksimum-skor minimum = 52 - 15
3) Menentukan panjang kelas interval
𝑝𝑝𝑎𝑎𝑛𝑛𝑗𝑗𝑎𝑎𝑛𝑛𝑔𝑔 𝑘𝑘𝑒𝑒𝑙𝑙𝑎𝑎𝑎𝑎 𝑖𝑖𝑛𝑛𝑡𝑡𝑒𝑒𝑟𝑟𝑟𝑟𝑎𝑎𝑙𝑙 =jumlah kelas intervalrentang kelas
=377
= 5,285 dibulatkan menjadi 5,3 Tabel 10. Distribusi Frekuensi Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan
No. Kelas interval Frekuensi Persentase
1. 15,0-20,2 1 1% 2. 20,3-25,5 0 0% 3. 25,6-30,8 2 2% 4. 30,9-36,1 15 15% 5. 36,2-41,4 39 39% 6. 41,5-46,7 14 14% 7. 46,8-52,0 29 29% Jumlah 100 100%
Sumber: data primer
Untuk mengetahui kecenderungan variabel Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan menggunakan perhitungan Mean ideal (Mi) dan Standar Deviasi ideal (SDi). Dari 13 butir pertanyaan yang ada maka diperoleh nilai (skor) tertinggi ideal sebesar 13x4= 52 dan nilai terendah ideal sebesar 13x1= 13. Dari data tersebut diperoleh hasil sebagai berikut:
Mi = ½ (Xmax + Xmin) = ½ (52+13) = 32,5
SDi = 1/6(Xmax – Xmin ) =1/6(52-13) = 6,5
Untuk pengelompokan kategori variabel Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan sebagai berikut:
Kelompok atas/tinggi = >Mi+1SDi = >32,5+1(6,5) = >39,0
Kelompok sedang/cukup = Mi – 1SDi sampai dengan Mi+1SDi
= 32,5-1(6,5) sampai dengan 32,5+1(6,5) = 26,0 sampai dengan 39,0
Kelompok kurang/rendah = <Mi-1SDi = <32,5-1(6,5) = <26,0
Berdasarkan kategori tersebut dapat dibuat distribusi frekuensi kecenderungan variabel Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan sebagai berikut:
Tabel 11. Kategori Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan
No. Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori
1. >39,0 82 82% Tinggi
2. 26,0-39,0 17 17% Cukup
3. <26 1 1% rendah
Jumlah 100 100%
Sumber: data primer
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa frekuensi terhadap variabel Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan dalam kategori tinggi sebanyak 82 orang (82%), kategori cukup sebanyak 17 orang (17%) dan kategori rendah sebanyak 1 orang (1%). Jadi dapat disimpulkan bahwa kecenderungan variabel Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan dalam kategori tinggi.
d. Minat Menabung Nasabah
Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai tertinggi sebesar 20 dan nilai terendah sebesar 8. Dengan menggunakan bantuan SPSS maka diperoleh hasil yaitu Mean sebesar 14,08; Median sebesar 14,0; Modus sebesar 4,0 dan Standar Deviasi sebesar 2,126. Berdasarkan hasil tersebut selanjutnya dilakukan perhitungan sebagai berikut:
1) Jumlah Kelas Interval
K= 1+3,3 log 100= 7,6 dibulatkan menjadi 7 2) Menentukan rentang data
Rentang kelas = skor maksimum-skor minimum = 20 – 8
= 12
3) Menentukan panjang kelas interval
𝑝𝑝𝑎𝑎𝑛𝑛𝑗𝑗𝑎𝑎𝑛𝑛𝑔𝑔 𝑘𝑘𝑒𝑒𝑙𝑙𝑎𝑎𝑎𝑎 𝑖𝑖𝑛𝑛𝑡𝑡𝑒𝑒𝑟𝑟𝑟𝑟𝑎𝑎𝑙𝑙 =jumlah kelas intervalrentang kelas
=127
= 1,714 dibulatkan menjadi 1,7 Tabel 12. Distribusi Frekuensi Minat Menabung Nasabah
No. Kelas interval Frekuensi Persentase
1. 8,0-9,6 3 3% 2. 9,7-11,3 6 6% 3. 11,4-13,0 11 11% 4. 13,1-14,7 19 19% 5. 14,8-16,4 40 40% 6. 16,5-18,1 18 18% 7. 18,2-19,8 3 3% Jumlah 100 100%
Dalam mengukur kecenderungan variabel Minat Menabung Nasabah maka menggunakan perhitungan Mean ideal (Mi) dan Standar Deviasi ideal (SDi). Dari 5 butir pertanyaan yang ada maka diperoleh nilai (skor) tertinggi ideal sebesar 5x4= 20 dan nilai terendah ideal sebesar 5x1= 5. Dari data tersebut diperoleh hasil sebgai berikut:
Mi = ½ (Xmax + Xmin) = ½ (20+5) = 12,5
SDi = 1/6(Xmax – Xmin ) =1/6(20-5)
= 2,5
Berdasarkan perhitungan Mi dan SDi tersebut maka kategori variabel Minat Menabung dapat dibagi menjadi empat kategori yaitu:
Kelompok atas/tinggi = >Mi+1SDi = >12,5+1(2,5) = >15,0
Kelompok sedang/cukup = Mi – 1SDi sampai dengan Mi+1SDi
= 12,5-1(2,5) sampai dengan 12,5+1(2,5) = 10,0 sampai dengan 15,0
Kelompok kurang/rendah = <Mi-1SDi
= <12,5-1(2,5) = <10,0
Dari hasil kategori tersebut dapat dibuat distribusi frekuensi kecenderungan variabel Minat Menabung Nasabah sebagai berikut:
Tabel 13. Kategori Minat Menabung Nasabah
No. Interval Skor Frekuensi Persentase Kategori
1. >15,0 61 61% tinggi
2. 10,0-15,0 36 36% cukup
3. <10,0 3 3% rendah
Jumlah 100 100%
Sumber: data primer
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa frekuensi variabel Minat Menabung Nasabah dalam kategori tinggi sebanyak 61 orang (61%), kategori cukup sebanyak 36 orang (36%) dan kategori rendah sebanyak 3 orang (3%). Jadi dapat disimpulkan bahwa kecenderungan variabel Minat Menabung Nasabah dalam kategori tinggi.
2. Hasil Uji Prasyarat Analisis Data a. Uji Validitas
Uji validitas ini digunakan untuk mengukur ketepatan instrumen penelitian dalam mengukur Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga, Promosi, Kualitas Pelayanan dan Minat Menabung Nasabah. Dalam uji validitas ini pengambilan keputusan dilakukan dengan membandingkan antara nilai r hitung dengan r tabel. Setiap butir pertanyaan dikatakan valid jika r hitung > r tabel.
Tabel 14. Hasil Uji Validitas Data Butir pertanyaan r hitung r tabel α = 0,05 keterangan X1-1 0,78492 0,198 valid X1-2 0,96431 0,198 valid X1-3 0,74278 0,198 valid X2-1 0,68145 0,198 valid X2-2 0,77385 0,198 valid X2-3 0,71116 0,198 valid X2-4 0,68145 0,198 valid X3-1 0,53067 0,198 valid X3-2 0,59209 0,198 valid X3-3 0,47946 0,198 valid X3-4 0,49827 0,198 valid X3-5 0,56832 0,198 valid X3-6 0,50742 0,198 valid X3-7 0,50401 0,198 valid X3-8 0,61495 0,198 valid X3-9 0,76489 0,198 valid X3-10 0,49827 0,198 valid X3-11 0,49013 0,198 valid X3-12 0,48423 0,198 valid X3-13 0,61026 0,198 valid Y1-1 0,48423 0,198 valid Y1-2 0,66089 0,198 valid Y1-3 0,72793 0,198 valid Y1-4 0,59209 0,198 valid Y1-5 0,79148 0,198 valid
Sumber: data primer diolah
Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa setiap butir pertanyaan dalam instrumen penelitian ini valid yaitu ditunjukkan dengan nilai r hitung lebih besar dari r tabel.
b. Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui indeks kepercayaan atas instrumen penelitian. Uji reliabilitas ini diukur
dengan menggunakan rumus Cronbach Alpha. Instrumen penelitian dikatakan reliabel jika nilai r Alpha > 0,198.
Berdasarkan analisis menggunakan program SPSS maka diperoleh hasil sebagai berikut:
Tabel 15. Hasil Uji Reliabilitas Data
Variabel r Alpha Keterangan
Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga
0,780 reliabel Persepsi Nasabah tentang
Promosi
0,823 reliabel Persepsi Nasabah tentang
Kualitas Pelayanan
0,900 reliabel
Minat Menabung 0,734 reliabel
Sumber: data primer diolah
Dari hasil uji reliabilitas diatas menunjukkan bahwa keempat variabel yang diteliti adalah reliabel. Hal ini ditunjukkan dengan nilai r Alpha > 0,198.
c. Uji Normalitas
Uji normalitas dilakukan untuk melihat apakah variabel independen maupun variabel dependen mempunyai distribusi normal atau tidak. Distribusi data dikatakan normal ketika nilai p-value>0,05. Dari hasil uji normalitas yang dilakukan terhadap penelitian ini diperoleh sebagai berikut:
Tabel 16. Hasil Uji Normalitas persepsi nasabah tentang tingkat suku bunga persepsi nasabah tentang promosi kualitas pelayanan tentang kualitas pelayanan minat menabung nasabah N 100 100 100 100
Normal Parametersa,,b Mean 2,66 2,48 3,21 2,82
Std. Deviation
0,613 0,607 0,487 0,425
Most Extreme Differences Absolute 0,144 0,127 0,121 0,123
Positive 0,098 0,114 0,121 0,123
Negative -0,144 -0,127 -0,089 -0,106
Kolmogorov-Smirnov Z 1,435 1,268 1,210 1,226
Asymp. Sig. (2-tailed) 0,032 0,080 0,107 0,099
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
Berdasarkan hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa data dari variabel yang diteliti bersifat normal.
d. Uji Multikolinearitas
Dalam uji multikolinearitas ini dapat dilihat dari nilai tolerance value dan variance inflation factor (VIF). Hasil uji multikolinearitas tersebut adalah sebagai berikut:
Tabel 17. Hasil Uji Multikolinearitas
Variabel Tolerance VIF Kesimpulan
Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga
0,677 1,476 Tidak ada masalah multikolinearitas Persepsi Nasabah
tentang Promosi
0,659 1,517 Tidak ada masalah multikolinearitas Persepsi Nasabah
tentang Kualitas Pelayanan
0,900 1,111 Tidak ada masalah multikolinearitas Sumber: data primer diolah
Dari hasil perhitungan uji multikolinearitas menunjukkan bahwa semua variabel independen memiliki nilai tolerance lebih dari 0.1 (10%), artinya tidak ada korelasi antar variabel bebas. Hasil perhitungan juga menunjukkan bahwa semua variabel bebas memiliki VIF kurang dari 10. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada gejala multikolinearitas dalam model regresi yang digunakan.
3. Hasil Uji Hipotesis Penelitian a. Analisis Regresi Berganda
Dalam analisis data, penelitian ini menggunakan analisis regresi berganda dengan menggunakan program SPSS. Adapun hasil analisis tersebut sebagai berikut:
1) Pengaruh Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga terhadap Minat Menabung Nasabah
Tabel 18. Model Summary (X1 terhadap Y)
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 0,406a 0,165 0,156 0,391 1,775 a. Predictors: (Constant), persepsi nasabah tentang tingkat suku bunga b. Dependent Variable: minat menabung nasabah
Tabel 19. Koefisien Regresi (X1 terhadap Y)
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2,067 0,175 11,813 0,000 persepsi nasabah tentang tingkat
suku bunga
0,281 0,064 0,406 4,394 0,000
a. Dependent Variable: minat menabung nasabah
Hasil perhitungan analisis di atas diketahui bahwa koefisien regresi determinan partial (B) sebesar 0,281 dan korelasi (rx1y) untuk variabel Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga (X1) adalah sebesar 0,406 dengan angka yang bertanda positif. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kedua variabel yaitu variabel Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga (X1) terhadap Minat Menabung Nasabah (Y) adalah searah yang berarti apabila variabel Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga meningkat maka Minat Menabung Nasabah juga akan naik. Sebaliknya jika variabel Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga turun maka Minat Menabung Nasabah juga akan mengalami penurunan.
Untuk nilai t-hitung variabel ini sebesar 4,394. Ini berarti bahwa nilai t-hitung (4,394) lebih besar dari t-tabel (1,980). Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh kedua variabel yaitu variabel Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga terhadap Minat Menabung Nasabah adalah signifikan yaitu terdapat pengaruh antar kedua variabel.
2) Pengaruh Persepsi Nasabah tentang Promosi terhadap Minat Menabung Nasabah
Tabel 20. Model Summary (X2 terhadapY)
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 0,571a 0,326 0,320 0,351 1,825 a. Predictors: (Constant), persepsi nasabah tentang promosi b. Dependent Variable: minat menabung nasabah
Tabel 21. Koefisien Regresi (X2 terhadap Y)
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,825 0,148 12,331 0,000 persepsi nasabah tentang promosi 0,400 0,058 0,571 6,892 0,000 a. Dependent Variable: minat menabung nasabah
Hasil perhitungan analisis regresi diketahui bahwa koefisien regresi determinan partial (B) sebesar 0,400 dan nilai korelasi (rx2y) sebesar 0,571 dengan angka yang bertanda positif. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kedua variabel yaitu variabel Persepsi Nasabah tentang Promosi (X2) terhadap Minat Menabung Nasabah (Y)
adalah searah yang berarti apabila variabel Persepsi Nasabah tentang Promosi ditingkatkan maka Minat Menabung Nasabah juga akan meningkat. Sebaliknya jika variabel Persepsi Nasabah tentang Promosi turun maka Minat Menabung Nasabah juga akan mengalami penurunan.
Untuk nilai t-hitung variabel ini sebesar 6,892. Ini berarti bahwa nilai t-hitung (6,892) lebih besar dari t-tabel (1,980). Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh kedua variabel yaitu variabel Persepsi Nasabah tentang Promosi terhadap Minat Menabung Nasabah adalah signifikan yaitu terdapat pengaruh antar kedua variabel.
3) Pengaruh Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan terhadap Minat Menabung Nasabah
Tabel 22. Model Summary (X3 terhadap Y)
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 0,503a 0,253 0,245 0,369 1,830 a. Predictors: (Constant), kualitas pelayanan tentang kualitas pelayanan
b. Dependent Variable: minat menabung nasabah
Tabel 23. Koefisien Regresi (X3 terhadap Y)
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 1,406 0,248 5,673 0,000 kualitas pelayanan tentang kualitas pelayanan 0,439 0,076 0,503 5,755 0,000
Hasil perhitungan analisis regresi di atas menghasilkan koefisien regresi determinan partial (B) sebesar 0,439 dan nilai korelasi (rx3y) sebesar 0,503 dengan angka yang bertanda positif. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh kedua variabel yaitu variabel Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan (X3) terhadap Minat Menabung Nasabah (Y) adalah searah yang berarti apabila variabel Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan ditingkatkan kualitasnya maka Minat Menabung nasabah juga akan meningkat. Sebaliknya jika variabel Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan diturunkan maka Minat Menabung nasabah juga akan turun.
Untuk nilai t-hitung variabel ini sebesar 5,755. Ini berarti bahwa nilai t-hitung (5,755) lebih besar dari t-tabel (1,980). Hasil ini menunjukkan bahwa pengaruh kedua variabel yaitu variabel Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan terhadap Minat Menabung Nasabah adalah signifikan yaitu terdapat pengaruh antar kedua variabel.
4) Pengaruh Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga, Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Menabung Nasabah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga, Promosi dan Kualitas Pelayanan terhadap Minat Menabung Nasabah pada BRI Cabang Sleman. Selain itu, dari penelitian ini juga akan diperoleh variabel
yang dominan berpengaruh terhadap Minat Menabung nasabah BRI Cabang Sleman.
Untuk menganalisis data yang diperoleh dari hasil penelitian digunakan analisis kuantitatif. Analisis kuantitatif ini digunakan untuk membuktikan hipotesis yang diajukan dengan menggunakan model analisis regresi berganda. Pembuktian ini dimaksudkan untuk menguji variabel dari model regresi yang digunakan dalam menerangkan pengaruh variabel bebas (X) terhadap variabel terikat (Y) dengan menguji koefisien regresinya. Hasil perhitungan dengan regresi ini diperoleh dengan menilai koefisien regresi beberapa variabel yang mempengaruhi Minat Menabung Nasabah BRI Cabang Sleman.
Berikut ini tampilan model regresi dengan menggunakan bantuan SPSS 17,0:
Tabel 24. Koefisien Regresi (X1, X2 dan X3 terhadap Y)
Mo del R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics Durbin-Watson R Square Change F Change df1 df2 Sig. F Change 1 0,672a 0,452 0,435 0,320 0,452 26,374 3 96 0,000 1,879
a. Predictors: (Constant), kualitas pelayanan tentang kualitas pelayanan, persepsi nasabah tentang tingkat suku bunga, persepsi nasabah tentang promosi
Model Unstandardize d Coefficients Standardized Coefficients t Sig. Correlations Collinearity Statistics B Std. Error Beta
Zero-order Partial Part Tolera nce VIF 1 (Constant) 0,938 0,234 4,012 0,000 persepsi nasabah tentang tingkat suku bunga 0,055 0,064 0,080 0,871 0,386 0,406 .0089 0,066 0,677 1,476 persepsi nasabah tentang promosi 0,294 0,065 0,420 4,513 0,000 0,571 0,0418 0,341 0,659 1,517 persepsi nasabah tentang kualitas pelayanan 0,312 0,070 0,357 4,483 0,000 0,503 0,416 0,339 0,900 1,111
a. Dependent Variable: minat menabung nasabah
Berdasarkan analisis menggunakan SPSS seperti di atas maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut:
Y = 0,938 + 0,055X1 + 0,294X2 + 0,312X3 + e b. Uji F
Analisis uji F ini digunakan untuk membuktikan hipotesis keempat dari penelitian yaitu Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga, Promosi dan Kualitas Pelayanan berpengaruh terhadap Minat Menabung Nasabah di BRI Cabang Sleman.
Uji statistik F atau uji signifikansi simultan, pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen yang diteliti. Uji F ini dilakukan dengan membandingkan nilai F-hitung dengan nilai F-tabel pada taraf α = 0,05. Uji F mempunyai pengaruh signifikan apabila F-hitung lebih besar dari F-tabel atau probabilitas kesalahan kurang dari 10% (P< 0,1).
Tabel 25. Hasil Uji F (X1, X2 dan X3 terhadap Y)
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 8.,085 3 2,695 26,374 0,000a
Residual 9,809 96 0,102
Total 17,894 99
a. Predictors: (Constant), kualitas pelayanan tentang kualitas pelayanan, persepsi nasabah tentang tingkat suku bunga, persepsi nasabah tentang promosi
b. Dependent Variable: minat menabung nasabah
Dari hasil perhitungan regresi berganda dengan bantuan SPSS di atas diperoleh F-hitung sebesar 26,374 dan F tabel sebesar 2,70 sehingga F-hitung > F-tabel (26,374>2,70). Hal ini berarti Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga, Promosi dan Kualitas Pelayanan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Minat Menabung Nasabah di BRI Cabang Sleman. Dengan demikian hipotesis keempat dari penelitian ini dapat diterima.
Besarnya pengaruh (kontribusi) variabel bebas (X) secara bersama-sama terhadap variabel terikat (Y) dapat dilihat dari besarnya koefisien determinasi ganda (R2). Nilai koefisien determinasi adalah di antara nol dan satu. Jika nilai R2 semakin besar (mendekati 1) maka dapat dikatakan pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat semakin besar atau dengan kata lain jika nilai mendekati 1 berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Sebaliknya jika R2 semakin kecil (mendekati 0) berarti variabel independen dalam memberikan informasi yang dibutuhkan sangat terbatas.
Dari hasil perhitungan di atas diperoleh R2=0,452 yang berarti seluruh variabel (X1, X2 dan X3) secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap Minat Menabung Nasabah sebesar 0,452 atau 45,2% sedangkan sisanya dijelaskan oleh sebab-sebab lain di luar penelitian. Adapun untuk mengetahui hubungan variabel bebas secara bersama-sama dengan variabel terikat dapat dilihat dari besarnya koefisien regresi multiple ( R ) yaitu sebesar 0,672 yang berarti adanya indikasi hubungan yang kuat antara keseluruhan variabel bebas dengan variabel terikat. c. Uji t
Uji ini digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh dari masing-masing variabel independen secara parsial terhadap variabel dependen. Uji t berpengaruh signifikan apabila hasil perhitungan t hitung lebih besar dari t tabel (t-hitung > t-tabel) atau probabilitas kesalahan lebih kecil dari 10% (P<0,1). Selanjutnya akan dicari nilai koefisien determinasi partial (r2) untuk mengetahui pengaruh variabel bebas (X) secara parsial terhadap variabel terikat (Y).
Dari hasil perhitungan di atas terlihat bahwa keseluruhan variabel signifikan, artinya t-hitung > t-tabel dengan nilai masing-masing t-hitung untuk variabel X2 dan X3 adalah 4,513 dan 4,483 >1,980, sedangkan untuk X1 sebesar 0,871 < 1,980 sehingga nilai X1 mempunyai pengaruh positif tidak signifikan. Berdasarkan hasil perhitungan di atas juga menunjukkan bahwa koefisien parsial ganda (r2) yang tertinggi adalah variabel Persepsi Nasabah tentang Promosi (X2) yaitu sebesar 0,341 selanjutnya variabel
Persepsi Nasabah tentang Kualitas Pelayanan (X3) yaitu sebesar 0,339 dan yang terakhir adalah variabel Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga (X1) sebesar 0,066. Hal ini menunjukkan bahwa Persepsi Nasabah tentang Promosi memiliki pengaruh terbesar terhadap Minat Menabung Nasabah di BRI Cabang Sleman.
d. Koefisien Determinasi
Analisis koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh kemampuan variabel-variabel independen secara bersama-sama dalam menjelaskan variabel dependen. Dari hasil analisis dengan menggunakan program SPSS diketahui bahwa besarnya nilai R2(koefisien determinasi) = 0,452 atau 45,2% berarti kemampuan variabel-variabel bebas secara bersama-sama yaitu Persepsi Nasabah tentang Tingkat Suku Bunga, Promosi dan Kualitas Pelayanan dalam menjelaskan Minat Menabung Nasabah sebesar 45,2% sedangkan sisanya sebesar 54,8% dijelaskan oleh variabel lain diluar model regresi.