• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TOPIK PENELITIAN

F. Analisis Penggunaan Kas

Dari penjelasan-penjelasan yang telah diuraikan diatas, anggaran kas disusun dengan memperkirakan seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran uang tunai yang bertalian dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi lainnya yang menyebabkan perubahan-perubahan pada posisi kas atau menunjukkan aliran kas pada periode tersebut. Pada tabel akan terlihat bagaimana daftar penerimaan dan pengeluaran kas Fakultas Ekonomi USU pada periode tahun 2009.

Tabel. 3.1

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA LAPORAN ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA

TAHUN ANGGARAN 2009 Uraian Anggaran (Rp) i. Penerimaan Total Penerimaan 5.150.830.438 5.150.830.438 i. Penggunaan 1. Belanja Honorarium

1.1. Belanja Uang Honor Tetap 1.2. Belanja Uang Honor Tidak

Tetap

1.3. Belanja Lembur 1.4. Belanja Vakasi

Total Belanja Honorarium 2. Belanja Barang

2.1. Belanja Keperluan Kantor 2.2. Belanja Pengiriman Surat Pos

Pusat

2.3. Belanja Barang Operasional Lainnya

2.4. Belanja Bahan

2.5. Belanja Langganan Daya dan Jasa

2.6. Belanja Sewa 2.7. Belanja Jasa Profesi

2.8. Belanja Biaya Pemeliharaan Gedung dan Bangunan 2.9. Belanja Biaya Pemeliharaan

Peralatan dan Mesin 2.10. Belanja Perjalanan Biasa

(Dalam Negeri) Total Belanja Barang 3. Belanja Modal

3.1. Belanja Modal Peralatan dan Mesin

Total Belanja Modal

Total Penggunaan 709.505.468 734.602.000 51.000.000 1.565.667.360 ____________ 3.060.774.828 448.000.000 20.000.000 433.000.000 35.000.000 ____ 127.500.000 100.000.000 250.055.610 55.000.000 242.500.000 ___________ 1.751.055.610 339.000.000 ___________ 339.000.000 ___________ 5.150.830.438

Tabel. 3.2

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SUMATERA UTARA LAPORAN REALISASI PENDAPATAN DAN BELANJA

TAHUN ANGGARAN 2009 Uraian Realisasi (Rp) i. Penerimaan Total Penerimaan 4.938.931.083 4.938.931.083 i. Penggunaan 1. Belanja Honorarium

1.1. Belanja Uang Honor Tetap 1.2. Belanja Uang Honor Tidak

Tetap

1.3. Belanja Lembur 1.4. Belanja Vakasi

Total Belanja Honorarium 2. Belanja Barang

2.1. Belanja Keperluan Kantor 2.2. Belanja Pengiriman Surat Pos

Pusat

2.3. Belanja Barang Operasional Lainnya

2.4. Belanja Bahan

2.5. Belanja Langganan Daya dan Jasa

2.6. Belanja Sewa 2.7. Belanja Jasa Profesi

2.8. Belanja Biaya Pemeliharaan Gedung dan Bangunan 2.9. Belanja Biaya Pemeliharaan

Peralatan dan Mesin 2.10. Belanja Perjalanan Biasa

(Dalam Negeri) Total Belanja Barang 3. Belanja Modal

3.1. Belanja Modal Peralatan dan Mesin

Total Belanja Modal

Total Penggunaan 705.049.318 343.870.928 56.845.500 2.506.236.472 ____________ 3.612.002.218 382.914.800 3.386.000 20.400.000 38.550.600 7.389.989 --- --- 609.191.000 52.341.500 --- ___________ 1.114.173.889 202.151.000 ___________ 202.151.000 ___________ 4.928.327.107

Prosedur Penerimaan Kas Pada Fakultas Ekonomi USU

Penerimaan kas pada Fakultas Ekonomi USU bersumber dari setoran uang kuliah mahasiswa yang dibayar per semester. Prosedur penerimaan kas dalam fakultas perlu dirancang sedemikian rupa sehingga kemungkinan tidak tercatat dan tidak diterimanya uang yang seharusnya diterima dapat dikurangi menjadi sekecil mungkin.

Prosedur penerimaan kas pada Fakultas Ekonomi USU adalah sebagai berikut :

1. Biro Rektor mengirimkan transfer dana UP/TUP ke Fakultas Ekonomi yang bersumber dari setoran uang kuliah mahasiswa Fakultas Ekonomi. 2. Dana UP/TUP dipergunakan untuk pembayaran kegiatan-kegiatan fakultas

yaitu untuk membiayai kegiatan DIPA dana masyarakat, dan kegiatan operasional yang terdiri dari Reguler, Ekstensi, dan Diploma III.

3. Untuk kegiatan kerja pembayaran honorarium, fakultas mengajukan anggaran pembayaran honorarium tersebut ke Biro Rektor.

4. Verifikasi bagian keuangan.

5. Kemudian setelah anggaran tersebut disetujui, Biro rektor mentransfer dana pembayaran honor ke Fakultas Ekonomi.

6. Begitu seterusnya, untuk kegiatan-kegiatan lainnya fakultas mengajukan anggaran kerja ke Biro Rektor, termasuk pengajuan permintaan UP/TUP bulan berikutnya.

Prosedur Pengeluaran kas pada Fakultas Ekonomi USU

Pengeluaran kas pada Fakultas Ekonomi diawasi langsung oleh Pembantu Dekan II, dan Pembantu Dekan II bertanggung jawab kepada Biro Rektor. Setelah anggaran kerja fakultas disetujui Biro Rektor dan dana untuk anggaran tersebut ditransfer. Fakultas mempergunakan dana tersebut untuk pembayaran :

1. Honorarium dosen dan pegawai, seperti :

a. Honorarium pegawai honorer Fakultas Ekonomi, b. Honorarium tim teknis pengelola dana masyarakat,

c. Honorarium pembina manajemen dalam lingkungan perguruan tinggi, d. Honorarium rapat dewan pertimbangan fakultas (DPF),

e. Honorarium pembentukan tim pembedahan ruangan f. Honorarium persiapan pengibaran bendera merah putih, g. Honorarium panitia seleksi penerimaan beasiswa BKM, h. Honorarium panitia seleksi penerimaan beasiswa BBM, i. Honorarium panitia seleksi penerimaan beasiswa PPA, j. Honorarium panitia penerimaan mahasiswa baru,

k. Honorarium kelebihan jam kerja bidang pendidikan, keuangan, perlengkapan, mahasiswa,

l. Honorarium mengajar di kelas dosen S1 Reguler m. Honorarium penguji skripsi mahasiswa S1 Reguler,

2. Pembayaran LS (kontrak kerja) Fakultas Ekonomi dengan berbagai pihak. 3. Pembayaran biaya-biaya perlengkapan Fakultas Ekonomi, seperti :

b. Langganan surat kabar Harian Jakarta,

c. Pembayaran cetak kartu evaluasi hasil belajar mahasiswa, d. Pembayaran cetak absensi kehadiran mahasiswa,

e. Pembayaran nasi bungkus untuk panitia ospek,

f. Bantuan dana untuk kegiatan epydomin HMD Departemen, g. Bantuan dana untuk mengikuti Seminar Emposium nasional, h. Pembayaran fotokopi untuk keperluaan barang Fakultas Ekonomi, i. Pembayaran nasi kotak untuk rapat dosen,

j. Langganan jasa rekening telepon.

Adapun prosedur pengeluaran kas pada Fakultas Ekonomi USU adalah sebagai berikut :

1. Ka. Sub. Unit Administrasi Keuangan memeriksa kesesuaian prosedur dan menandatangani bukti pengeluaran kas tersebut pada kolom yang sudah ditentukan, dan menyerahkan kepada Ka. Sub. Unit Administrasi Keuangan untuk proses selanjutnya.

a. Menerima bukti pengeluaran kas yang telah disetujui Ka. Unit Keuangan, b. Memeriksa kebenaran pembayaran dan otoritas, bila sesuai

menandatangani bukti pengeluaran kas tersebut pada kolom yang sudah ditentukan,

c. Menyerahkan bukti pengeluaran kas tersebut kepada bendahara untuk proses pembayaran.

2. Bendahara

Tugas bendahara pada prosedur pembayaran kas adalah :

a. Menerima bukti pengeluaran kas yang sudah ditandatangani oleh Ka. Sub. Unit Adm. Keuangan,

b. Melakukan pembayaran kepada yang bersangkutan dan memberi nomor urut pengeluaran kas,

c. Membukukan mutasi harian kas pada buku bendahara,

d. Menyerahkan bukti pengeluaran kas yang sudah dilakukan pembayaran kepada petugas Sub. Unit Adm. Keuangan.

Semua pengeluaran kas pada Fakultas Ekonomi akan disusun dalam surat pertanggungjawaban fakultas / unit kerja. Pengendalian pengeluaran kas pada Fakultas Ekonomi akan dipertanggungjawabkan pada surat pertanggungjawaban dan dikirimkan ke Badan Pusat Akreditasi (BPA), dan kelebihan anggaran kerja akan dikembalikan sehingga tidak ada kas yang disimpan di fakultas yang dapat disalahgunakan atau diselewengkan.

Berdasarkan penjelasan yang telah diuraikan diatas, prosedur penerimaan dan pengeluaran kas pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara telah dilakukan dengan baik, sehingga tidak terdapat penyimpangan dan penyelewengan dalam pengelolaan kas. Meskipun dalam realisasinya ada mata anggaran yang lebih besar dari yang dianggarkan semula. Namun, karena Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara bukan perusahaan yang berorientasi pada laba, maka tidak ada istilah laba-rugi. Karena akan ditutupi dari mata anggaran lain.

BAB IV PENUTUP

Setelah melakukan pembahasan mengenai fungsi anggaran kas sebagai alat perencanaan dan pengawasan yang ada pada bab-bab sebelumnya, maka penulis mengambil beberapa kesimpulan yang disertai dengan saran yang mungkin bermanfaat demi kemajuan fakultas.

A. KESIMPULAN

Adapun beberapa kesimpulan yang dapat diambil berdasarkan pembahasan yang telah dilakukan, yaitu sebagai berikut :

1. Fakultas Ekonomi USU telah melakukan proses atau prosedur penerimaan kas, hal ini terbukti dari Sub. Bagian Keuangan yang menerima pembayaran berupa uang tunai dan cek.

2. Fakultas Ekonomi USU telah melakukan pemisahan antara fungsi penagihan dan fungsi pencatatan, fungsi penyimpanan dengan fungsi akuntansi, dan setiap penerimaan dan pembayaran kas telah diotorisasi oleh Pembantu Dekan II.

3. Sistem pengawasan kas pada Fakultas Ekonomi USU diawasi langsung oleh

Pembantu Dekan II, dan Pembantu Dekan II bertanggung jawab kepada Biro Rektor. Kelebihan kas akan dikembalikan ke Biro Rektor agar tidak ada kas berlebih di fakultas yang nantinya dapat disalahgunakan dan diselewengkan. 4. Dalam menyusun anggaran kas, terlebih dahulu dilakukan pembandingan antara

anggaran kas dengan realisasinya dan kemudian akan didapatkan penyimpangan- penyimpangan, baik yang merugikan maupun yang menguntungkan.

5. Fungsi pengawasan pada anggaran kas bukan untuk mencari-cari kesalahan tetapi melihat penyimpangan yang terjadi dan berusaha mencari solusi-solusi dari penyimpangan tersebut.

B. SARAN

1. Fakultas Ekonomi USU sebaiknya tidak hanya mempercayakan pada satu bagian keuangan, tetapi dua atau tiga petugas. Hal ini agar kas lebih terjamin keamanannya.

2. Untuk membuat laporan realisasi anggaran kas diperlukan laporan yang akurat dan tepat waktu, sehingga apabila terjadi penyimpangan yang merugikan dapat segera diatasi dan diantisipasi dengan baik.

3. Perbedaan antara anggaran kas dengan realisasi harus diawasi dan setiap penyimpangan yang terjadi dianalisis guna memahami penyebabnya dan dapat mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan untuk memperbaikinya.

DAFTAR PUSTAKA

Adisaputro, Gunawan. 2003. Anggaran Perusahaan. Edisi Pertama. Buku dua. BPFE Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi. 2004. Buku Petunjuk Teknis Penulisan Proposal Penelitian dan Penulisan Skripsi Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomi USU. Medan.

Munandar, M. 2001. Budgeting, Perencanaan Kerja Pengkoodinasian Kerja Pengawasan Kerja. Edisi Pertama. BPFE Universitas Gajah Mada. Yogyakarta.

Nasehatun, Apandi. 1999. Budget dan Control sistem Perencanaan dan Pengendalian Terpadu Konsep dan Penerapannya. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta.

P, Darsono, Ari Purwanti. 2008. Penganggaran Perusahaan. Mitra Wacana Media. Edisi Pertama. Jakarta.

Supriyono, A. R. 2001. Sistem Pengendalian Manajemen. Edisi Revisi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Welsch, Glenn A. 1981. Budgeting Profit Planning and Control. Fourth Edition. Prentice hall of India Private Limited. New Delhi.

Welsch, Hilton, Gordon. 2000. Anggaran Perencanaan dan Pengendalian Laba. Buku dua. Salemba Empat. Jakarta.

Dokumen terkait