• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. Teknik Pengolahan dan Analisis Data

2. Analisis Peningkatan Membaca Pemahaman Siswa

Peningkatan membaca pemahaman siswa akan dianalisis dengan cara membandingkan hasil pretest dengan hasil postest, analisis dilakukan dengan mengguanakan perhitungan ideks gain yang digunakan untuk mengetahui peningkatan membaca pemahaman setelah dilakukan proses pembelajaran dengan model pembelajaran interaktif. Adapun rumus yang digunakan oleh Meltzer.

fre S maks S fre S post S Gain . . . .    Meltzer, 2002. (http//www.physics.edu/per/doc/AJP-Des-2002-Vo-70-1259-1268-pdf) Keterangan.

S.pascat = Skor hasil pascatest S.fre = Skor hasil pratest S.maksimal = Skor maksimal

Kriteria interpretatif indeks gain yang digunakan dalam penelitian ini adalah jika g > 0,70 maka tingkat gain dinyatakan dalam kategori tinggi, jika 0,30 < g < 0,70 maka tingkat gain dinyatakan dalam kategori sedang dan jika g < 0, 38 maka tingkat gain dinyatakan dalam kategori rendah.

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu 3. Uji Hipotesis (datanya normal)

Analisis digunakan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan model pembelajaran interaktif, dan untuk membuktikan diterima atau ditolaknya hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dengan cara membandingkan hasil postest antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol.

a). Uji Normalitas Distribusi Data

Bertujuan untuk mengetahui apakah sampel tersebut berdistribusi normal atau tidak, baik di kelas eksperimen ataupun di kelas kontrol. Rumus yang digunakan adalah Chi Kuadrat X2 yaitu.

i i i k i k E E O X 2 2

(  ) (Sudjana, 2006: 2 Keterangan:

Ei = frekuensi yang diharapkan Oi = frekuensi hasil pengamatan

b). Uji Homoginitas Dua Varian

Uji Homuginitas Dua Varian ini berguna untuk mengetahui kesamaan dua mean dan dua kelompok nilai yaitu nilai postest pada masing-masing sampel penelitian yaitu kelas eksperimen dan kelas kontrol sesuai desain penelitian yang telah ditentukan, uji tersebut dilakukan jika masing-masing kelompok berdistribusi normal. Dalam hal ini digunakan rumus sebagai berikut:

Vk Vb F

Keterangan:

F = nilai homogenitas varian

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Vk = varian kecil yang dikuadratkan (Sd22)

Pengujian hipotesis untuk uji homogenitas dua varian di atas dilakukan dengan kreteria sebagai berikut. Jika Fhitung < Ftabel maka kedua varian tersebut homogen tetatpi sebaliknya jika Jika Fhitung > Ftabel maka kedua varian tersebut tidak homogen, selanjutnya pengujian hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dilanjutkan dengan uji tes t.

c). Uji tes t

Uji tes t dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan penggunaan model pembelajaran interaktif untuk meningkatkan membaca pemahaman yaitu dengan cara membandingkan antara hasil postest pada kelas eksperimen dengan kelas kontrol, artinya uji t ini dilakukan untuk menguji hipotesis yang ada pada penelitian ini. Untuk menguji hal tersebut digunakan rumus sebagai berikut.

2 1 2 1 1 1 N N dsg X X t    (Sudjana, 2006: 239) Keterangan. 1

X = rata-rata nilai kelompok 1 2

X = rata-rata nilai kelompok 2 dsg = deviasi standar gabungan

Pengujian hipotesis terseebut dengan menggunakan statistik dengan dua perlakuan ini dilakukan dengan kreteria sebagai berikut. Jika thitung berada diluar interval -ttabel sampai dengan ttabel atau ttabel. < ttabel < thitung, maka hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini dapat diterima, hal ini dapat diartikan bahwa

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil postest pada masing-masing kelompok yaitu kelompok eksperimen dan kelompok kontrol dengan demikian maka model pembelajaran interaktif memiliki tingkat keberhasilan yang baik bila digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman pada siswa keals V SD Harapan KPAD Jl. Pak Gatot Bandung. Akan tetapi jika t hitung berada di dalam interval –ttabel sampai dengan ttabel, maka hipotesis dalam penelitian ini model pembelajaran interaktif memiliki tingkat keberhasilan yang rendah bila digunakan dalam pembelajaran membaca pemahaman pada siswa keals V SD Harapan KPAD Jl. Pak Gatot Bandung.

Kelompok Eksperimen Kelompok Kontrol

Prates Pascates

Normal Uji Normalitas

Uji Homogenitas Normal Tidak Homogen Normal Homogen Tidak Normal Pascates Prates

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Gambar 3.2

Alur Pengolahan Data (Uji Statistik) Parametrik

Uji Hipotesis

Man Whiteney Uji Hipotesis Analisis Gain

Uji Student (t) Uji Student’ (t’)

Non Parametrik

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu DAFTAR PUSTAKA

Abidin, Y. (2012). Pembelajaran membaca berbasis pendidikan karakter. Bandung; Refika Aditama.

Adler, M.J, dan Charles Van Doren (2007). How to read a book. Cara mencapai puncak tujuan membaca. Terjemahan Edisi bahasa Indonesia. Jakarta: ipublising.

Ahmad S. Harjasujana. et al. (1985). Membaca. Jakarta: Universitas Terbuka. Arikunto, S. (2003). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Edisi revisi. Jakarta: Bumi

Aksara.

Brown, H.D. (2001). Teaching by principle: An interactive approach to langguage pedagogy. San Francisco: longman.

Anderson, J.(1981). Effcient reading a partical guide. Sydney: McGraw Hill Book Co.

Damaianti, Vismaia. S. (2009). Metode penelitian pendidikan bahasa. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Dubin, Fraida. (1988). What EFL teacher should know about readingdalam A forum anthology: selected articles from the english teaching forum 1979-1983. Washinton DC: English Language Programs Division.

Dupuis, M.M. (1997). Content area reading. New Jersey. Engliwood Cliffs: prince Hall, Inc.

Dryden, G., & Vos, Jeannette. (1999). Learning revolution: to change the way the world learns. Auckland, New Zealand: The Learning Webb.

Harris, Tl. & Hodges, E.R (1981). A dictionary of reading and related terms. Washington.: International Reading Association.

Hernowo. (2009) Mengikat makna update membaca dan menulis yang memberdayakan. Bandung: Mizan Pustaka.

Hardjono, S. (1988). Prinsip-prinsip Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Ditjen Dikti.

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Jazir Burhan (1971). Problematika bahasa dan pengajaran Bahasa Indonesia. Bandung: Ganesa.

Joice, B., Weil., & Calhoun, E. (2009) Models of teaching. New Jersey. Prentice Hall, Inc.

Kridalaksana, H. (2005). Kamus linguistik. Jakarta: Gramedia.

Meltzer. (2002). The relationship betwen mathematicst preparation and conceptual learning gains in physics. A possible “Hidden Variable” in diagnostic Pretes. Score. Amarican Journal Phyisics. 70 (12), 1259-1268. Nunan, D. (2003. Practical english language teaching. Firs editor, international

edition. America: USA.

Nurhadi (2008: 55). Bagaimana meningkatkan kemampuan membaca. Bandung: Sinar Baru.

Nurgiantoro, B. (2008). Penilaian dengan pengajaran bahasa dan sastra. Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

Pardo, Laura S. (2004). What every teacher needs to know about comprehension: In the reading teacher. pp. 272-281.

Rahim, F. (2008). Pengajaran membaca di sekolah dasar. Jakarta: Bumi Aksara. Riduwan, (2010). Metode dan teknik menyusun tesis. Bandung: Alfebeta.

Rizkya (2011) http://blog.um.ac.id/12/20/tahapan-dan-implementasi-pembelajaran-interactif/.

Razak, A. (2005). Membaca pemahaman teori dan aplikasi pengajaran. Pekanbaru: Autobiograf.

Rubin, D. (1997) A practical approach to teaching reading. Bostom. Allyn and Bacon.

Suprijono, (2012) Cooperative learning, teori dan aplikasi paikem. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan r&d. Bandung: Alfabeta.

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Sindonews (2014) (http://nasional.com/read01/21/15/828729/kompetensi-baca-siswa-sd-di-indonesia-lemah.

Suparman, A. (1997). Model-model pembelajaran interaktif. Jakarta: STIA-Lan Pres.

Sudjana, N. (2006). Penilaian hasil prosedur belajar mengajar. Bandung: Rdemaja rosda Karya.

Somadayo (2011). Strategi dan teknik pembelajaran membaca. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Schummacher, S. & McMilan, J. H. (2001). Research in education a conceptual instroduction (fiften edition). New York & London: Addison Wesley longman, Inc.

Smith, F. (1975) Psycolinguistic and reading. New York: Rinehart dan Winston. Inc.

Saepurohkman, A. (2012). Peningkatan kompetensi membaca pemahaman siswa sekolah dasar melalui model pembelajaran genartatif. [disertasi]. SPs. UPI. Bandung. tidak dipulikasikan.

Sri Utari Nababan. (1993). Metodologi pengajaran bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sartinah, Hardjono. (1988). Prinsip-prinsip Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Ditjen Dikti.

Syafi’ie, I. (1993). Terampil Berbahasa Indonesia 1. Jakarta: Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan.

Soejarwo. (1985). Di Sekitar Sastra Indonesia, Kumpulan Karangan. Semarang: Effhar Publishing.

Soedarso (2006: 58). Speed reading, sistem membaca cepat dan efektif. Jakarta: Gramedya Pustaka Utama.

Tarigan, H.G. (1986). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Bandung: Angkasa.

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu http://karn~ohiolink.edu/~sg-ysu/critread.htm). (http://www.history.uiuc.edu/mlove/eps312h315/critical/htm http//bailyra.com/ 2014-01 (http://nasional.sindonews.com/read/2014/01/21/15/828729/kompetensi-baca-siswa-sd-di-indonesia-lemah http://wordpress.com/20140501/budaya-membaca-cabut-rasa-takut-kebebasan. http://www.history.uiuc.edu/mlove/eps312h315/critical/htm) http://karn~ohiolink.edu/~sg-ysu/critread.htm). http://blog.um.ac.id/rizkya/2011/12/20/tahapan-dan-implementasi-pembelajaran-interactif/

Dick Hartoko dan B. Rahmanto. 1984. Pemandu di Dunia Sastra. Yogyakarta: Kanisius.

Dick Hartoko. 1986. Pengantar Ilmu Sastra. Jakarta: Gramedia.

Djaali, Pudji Muljono, dan Ramly. 2000. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta : Program Pascasarjana, UNJ.

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

Dubin, Fraida. 1988. “ What EFL Teacher Should Knowabout Reading” dalam A

Forum Anthology: Selected Articles from the English Teaching Forum 1979-1983. Washinton DC: English Language Programs Division. EPS.312/History315. Critical Reading Strategies II

(http://www.hystory.edu/mlove/eps312h315/criticall.ht).

Fashold, Ralph. 1984. The Sociolinguistics of Society. England: Basil Blcakwell. Gagne, Robert M. 1989. Kondisi Belajar dan Teori Pembelajaran. Diterjemahkan oleh Munandar. Jakarta: Depdikbud.

Goodman, Yetta M. 1980. Reading Strategies Focus on Comprehension. Singapore: B& J Enterpries PTE.Ltd.

Grellet, Francoise. 1986. Developing Reading Skills A Practical Guide to Reading Comprehension Exercises. New York: Cambridge University Press.

Greenwald and Banaji. 1999. Attitude (http://www.gettysburg.edu/~s319334/ attitude.html)

Henry Guntur Tarigan. 1986. Membaca Sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Tarsito.

__________. 1987. Menulis Sebagai suatu Keterampilan Berbahasa. Bandung: Tarsito.

___________. 1998. Prinsip-prinsip Dasar Sastra. Bandung: Angkasa. ___________. 1991. Metodologi Pengajaran Bahasa 2. Bandung: Angkasa. Herman J. Waluyo. 2002. Pengkajian Cerita Fiksi. Surakarta: Sebelas Maret University Press.

Imam Syafi’ie. 1993. Terampil Berbahasa Indonesia 1. Jakarta: Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan. 125

Jazir Burhan. 1971. Problematika Bahasa dan Pengajaran Bahasa Indonesia. Bandung: Ganaco.

Kennedy, X.J. 1983. An Introduction to Fiction. Third Edition. Boston: Little, Brown and Company

Kerlinger, Fred N. 1992. Foundations of Behavioral Research. Forth Worth : Harcourt College Publisers.

Krech, David., Richard S. Crutchfield, dan Egerton L. Ballachey. 1962. Individual in Society: A Textbook of Social Psychology. New York: McGraw-Hill

Book Company, Inc.

Lado, Robert. 1977. Language Testing. London: Long Man.

Mackey, William Francis. 1969. Language Teaching Analysis. London: Long Man.

Mansoer Pateda. 1987. Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa.

Mar’at. 1981. Sikap Manusia: Perubahan serta Pengukurannya. Bandung :

Ghalia Indonesia.

Masri Singarimbun dan Sofian Effendi. 1989. Metode Penelitian Survei. Jakarta: LP3ES.

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu Sandra Lee and Nancy H. Hornberger. 1996. Sociolingistics and Language Teaching. USA: Cambridge University Press.

Moh. Nasir. 1988. Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Natawidjaja, S. Parman. 1982. Apresiasi Sastra dan Budaya. Jakarta: Intermasa. Ngalim Purwanto, 1997. Psikologi Pendidikan. Bandung : Remaja Rosda Karya. Nunan, David. 1989. Designing Tasks for the Communicative Classroom.

Cambridge : Cambridge University Press.

Robins, R.H. 1992. Linguistik Umum Sebuah Pengantar. Yogyakarta: Kanisius. Sartinah Hardjono. 1988. Prinsip-prinsip Pengajaran Bahasa dan Sastra. Jakarta: Ditjen Dikti.

Soejarwo. 1985. Di Sekitar Sastra Indonesia, Kumpulan Karangan. Semarang: Effhar Publishing.

126

Soenardi Djiwandono. 1996. Tes Bahasa dalam Pengajaran. Bandung: Penerbit ITB.

Sri Utari Subyakto Nababan. 1993. Metodologi Pengajaran Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Sudjana. 1996. Metode Statistika . Bandung : Tarsito.

Sumadi Suryabrata. 1983. Metodologi Penelitian. Jakarta : Rajawali.

Sumadiyono. 2002. “Hubungan antara Kebiasaan Membaca dan Pemahaman

terhadap Sastra dengan Kemampuan Mengapresiasi Cerita Pendek Siswa kelas III SLTP Negeri 1 Klaten dan SLTP Negeri 1 Karangdowo”. Tesis. Surakarta: Program Pascasarjana UNS.

Suwito. 1983. Pengantar Awal Sosiolinguistik. Surakarta: Henary Offset.

Syaifuddin Anzar. 1998. Sikap Manusia : Teori dan Pengukurannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Taufiq Ismail. 1997. “Keterbacaan Karya Sastra di Berbagai Negara dan

Indonesia”. Laporan Hasil Observasi Taufiq Ismail ke Berbagai Negara

(draf disampaikan dalam Ceramah dalam PILNAS XI HISKI di Jakarta. Tuckman, Bruce W.1978. Conducting Educational Research. San Diego : Harcourt Brace Jovanovich, Publisers.

Wellek, Rene dan Austin Warren. 1990. Teori Kesusastraan (edisi terjemahan oleh Melani Budianta). Jakarta: Gramedia.

Yakob Sumardjo. 1984. Masyarakat dan Sastra Indonesia. Yogyakarta: Nur Cahaya.

Yus Rusyana, et al. 1982. Metode Pengajaran Sastra. Bandung: Gunung Larang. Zaidan, Abdul Rozak, A.K. Rustapa, Haniah. 1996. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Balai Pustaka

Zainuddin Fananie. 2000. Telaah Sastra. Surakarta: Muhammadiyah University Press.

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

dalam kemampuan murid 'membaca antara kelompok yang dihasilkan dari. SAS dan yang dihasilkan dari ... dan Sintesis" dalam pemahaman bacaan lebih efektif daripada "Kata. Global". IQ dapat ... Jurnal Saung Guru: Vol. I No. 2 (2010).

Kata Kunci: ETR method, Reading Comprehension ... terbukti dari hasil ujian

komprehensive dimana ...Jurnal Bahas, Volume 7, Nomoi; 2, Oktober 2012 text

(Dilihat dari Disertasi DINDING HAERUDIN NO. 50/01

Margaretha

Sukri, 2014

PENINGKATAN MEMBACA PEMAHAMAN DENGAN MODEL MEMBACA INTERAKTIF MELALUI MODEL PEMBELAJARAN INTERAKTIF SISWA SEKOLAH DASAR

Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu BAB I

PENDAHULUAN

Dokumen terkait