• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

REALISASI NASIONAL

2. ANALISIS PENYEBAB KEBERHASILAN/KEGAGALAN DAN SOLUSI

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa ada beberapa Indikator Kinerja yang mengalami keberhasilan ataupun kegagalan.

2.1 Indikator Persentase Tingkat Pertumbuhan Industri Kecil Menengah Formal dan Non Formal (%)

Indikator Persentase Tingkat Pertumbuhan Industri Kecil Menengah Formal dan Non Formal (%) masih dapat mencapai target yang ditetapkan namun masih perlu untuk ditingkatkan. Perkembangan Industri Kecil Menengah Formal dan Non Formal terutama terjadi pada skala industri kecil dan industri non formal.

Hal ini dikarenakan adanya pembinaan yang dilakukan oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang dengan menumbuhkembangkan industri non formal melalui berbagai kegiatan pelatihan ketrampilan, bimbingan teknis serta bantuan mesin/ peralatan industri. Sehingga industri non formal semakin berkembang dan mendaftarkan legalitas usahanya menjadi industry kecil formal. Sedangkan untuk industry besar formal, sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian NOMOR 41/M-IND/PER/6/2008 Tentang Ketentuan dan Tata Cara Perizinan Pemberi Perizinan Industri, dan Tanda Daftar Industri bahwa mulai Tanggal 25 Juni 2008 bahwa untuk Ijin Usaha Industri Besar ditangani oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur. Dan untuk industry menengah formal, sesuai dengan Peraturan Bupati Malang Nomor 20 Tahun 2014 Tentang Pelimpahan Sebagai Urusan yang Menjadi Wewenang Bupati di Bidang Pelayanan Administrasi Perijinan Kepada Badan Pelayanan Perijinan Terpadu, bahwa mulai Tanggal 19 Agustus 2014, untuk Ijin Usaha Industri Menengah ditangani oleh Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Malang. Sehingga untuk pencatatan register perijinan diperlukan adanya koordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dan Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BPPT) Kabupaten Malang.

Dalam rangka meminimalisir kegagalan tersebut dan sebagai langkah peningkatan capaian kinerja pada tahun yang akan datang, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang telah melakukan langkah yaitu pengembangan IKM yang sudah ada dengan memberikan berbagai pelatihan, pembinaan serta terusmenerus dan berkelanjutan dan pemberian peralatan serta fasilitasi permodalan dan

34 informasi pasar, menumbuhkan jumlah wirausahabaru, peningkatan keterkaitan IKM dengan industri besar dan sector ekonomi lainnya, fasilitasi permasalahan (klinik bisnis) serta mendukung terciptanya iklim usaha yang kondusif.

Dalam hal pencapaian kinerja terhadap indikator Persentase Tingkat Pertumbuhan Industri Kecil Menengah Formal dan Non Formal (%) tersebut, program/kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung adalah:

a. Program lingkungan sosial yang dijabarkan dalam Kegiatan Pembinaan Kemampuan dan ketrampilan kerja masyarakat di lingkungan IHT dan Kegatan Penguatan ekonomi masyarakat di Lingkungan IHT dalam rangka pengentasan kemiskinan, mengurangi pengangguran dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah

b. Program Pembinaan Industri Rokok dan Tembakau yang dijabarkan dalam Kegiatan Pendataan dan pengawasan kepemilikan atau penggunaan mesin pelinting rokok sigaret dan pemberian sertifikat/kode registrasi mesin pelinting rokok sigaret.;

c. Program Pengembangan Industri kecil dan menengah yang dijabarkan dalam kegiatan Fasilitasi bagi industri kecil dan menengah terhadap pemanfaatan sumber daya yang diaplikasikan melalui pelatihan di bidang industri kepada IKM;

d. Program pengembangan sentra-sentra industri formal yang dijabarkan dalam kegiatan Penyediaan sarana informasi yang dapat diakses masyarakatyang diaplikasikan dengan melaksanakan pendataan perusahaan industri di 10 Kecamatan dan terangkum dalam Buku database industri.

2.2 Indikator Persentase Tingkat Pertumbuhan Nilai Ekspor Bersih Non Migas (%)

Berdasarkan data tersebut, diketahui bahwa Indikator Persentase Tingkat Pertumbuhan Nilai Ekspor Bersih Non Migas (%) telah mampu mencapai target. Perkembangan nilai ekspor bersih pada tahun 2016 sebesar US$ 283.830.177,87, yang terdiri dari nilai ekspor sebesar US$ 377.153.816,14 dan nilai impor sebesar US$ 93.323.638,27. Dengan anggaran sebesar Rp. 988.395.001,00 untuk indikator Persentase Tingkat Pertumbuhan Nilai Ekspor Bersih Non Migas dapat terealisasi sebesar 4,62%.

35 Dari hasil capaian indikator kinerja pada prosentase peningkatan nilai ekspor bersih, dapat dijelaskan bahwa target indikator kinerja dapat tercapai karena adanya penyesuaian terhadap perubahan kebijakan ekspor impor yang masih kurang dipahami oleh pelaku usaha ekspor impor, pemberlakukan MEA yang menuntut perlunya terobosan pasar baru bagi para eksportir dan importir serta masih kurangnya promosi melalui kegiatan misi dagang dan pameran produk unggulan baik di dalam negeri maupun di luar negeri.

Pencapaian tersebut, telah didukung peningkatan perdagangan dalam negeri yang dapat dilihat melalui indikator jumlah Tanda Daftar Perusahaan (TDP) yang diterbitkan pada tahun 2016 secara akumulatif menjadi sebanyak 22.989 perusahaan.

Dalam rangka meminimalisir kegagalan dan meningkatkan capaian kinerja pada tahun yang akan datang, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Menjalin dan menjaga komunikasi baik secara vertikal dengan lembaga di tingkat propinsi maupun pusat, serta secara horizontal dengan pelaku usaha perdagangan dan pihak swasta lain sehingga dapat menangkap setiap informasi peluang pasar ekspor yang ada. b. Mengadakan sosialisasi secara berkala mengenai peraturan dan tata

cara ekspor impor kepada para pelaku usaha.

c. Melakukan pembinaan di bidang ekspor impor secara berkala

Dalam hal pencapaian indikator kinerja Persentase Tingkat

Pertumbuhan Nilai Ekspor Bersih Non Migas (%) tersebut,

program/kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung adalah: a. Program Peningkatan dan Pengembangan Ekspor yang dijabarkan

dalam Kegiatan Promosi Perdagangan;

b. Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri yang dijabarkan dalam Kegiatan Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang/Produk, Kegiatan pengembangan pasar lelang daerah, Kegiatan Peningkatan Sistem dan Jaringan Informasi Perdagangan. c. Program Resi Gudang yang dijabarkan dalam Kegiatan Resi Gudang

36 2.3 Peningkatan Jumlah Alat Ukur, Takar, Timbang dan perlengkapannya

(UTTP) bertanda tera sah (UTTP)

Perkembangan Jumlah Alat Ukur, Takar, Timbang dan

Perlengkapannya (UTTP)yang bertanda tera sah pada tahun 2016 sebesar 26.741 UTTP dari target 40.000 UTTP. Dengan anggaran sebesar Rp 546.445.000,00 dan terealisasi 66,78%. Belum tercapainya target tersebut dikarenakan bahwa UPTD Metrologi Legal pada Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang baru diresmikan 18 Nopember 2014 dengan dasar Peraturan Bupati Malang Nomor 32 Tahun 2011 tentang Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Metrologi Legal pada Dinas perindustrian, Perdagangan dan Pasar. Operasionalisasi UPTD Metrologi Legal pada tahun 2016 adalah 16 jenis ruang lingkup Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) dari 40 jenis ruang lingkup yang ada di wilayah Kabupaten Malang. Hal ini karena masih adanya keterbatasan peralatan tera/tera ulang, kendaraan operasional serta sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki. Sedangkan 24 jenis ruang lingkup Alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) masih menjadi kewenangan dari UPTD Kemetrologian Dinas perindustrian dan Perdagangan Propinsi Jawa Timur dengan bagi hasil dan disetorkan langsung kepada DPPKA.

Dalam rangka meminimalisir kegagalan tersebut dan sebagai langkah peningkatan capaian kinerja pada tahun yang akan datang, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. meningkatan dan mengoptimalkan peranan UPTD Metrologi Legal dalam rangka mewujudkan perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan melalui keakuratan pengukuran.

b. Meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM, perlu adanya penambahan jumlah SDM yang diikutkan dalam Diklat Penera Ahli yang diselenggarakan oleh Kementrian Perdagangan.

c. menambah jumlah peratan tera / tera ulang sehingga bisa menambah ruang lingkup pelayanan tera/tera ulang yang dapat dilakukan.

Dalam hal pencapaian indikator kinerja Peningkatan Jumlah Alat Ukur, Takar, Timbang dan perlengkapannya (UTTP) bertanda tera sah (Unit) tersebut, program/kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung bagi pencapaian kinerja organisasi adalah: Program Perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan yang dijabarkan dalam

37

Kegiatan peningkatan pengawasan barang dan jasa; serta

operasionalisasi dan pengembangan UPTD Kemetrologian Daerah

2.4 Persentase Pencapaian Target Pendapatan Asli Daerah Retribusi Pelayanan Pasar (%)

Dari hasil capaian indikator kinerja pada Prosentase Pencapaian Target Pendapatan Asli Daerah Retribusi Pelayanan Pasar (%), dapat dijelaskan bahwa target indikator dapat tercapai karena adanya peningkatan sistem manajemen pengolahan pasar dan disiplin pedagang,serta pemberdayaan PKL di dalam pasar.

Dimana Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar terus melakukan pembinaan kepada para pedagang dimana kesadaran untuk membayar retribusi pelayanan pasar yang dibagi atas retribusi pelayanan pasar. Lebih terinci lagi, Retribusi pelayanan pasar terdiri dari Retribusi pelayanan pasar pelataran, Retribusi pelayanan pasar Los, Retribusi pelayanan pasar kios, Retribusi pelayanan pasar pasar hewan, Retribusi pelayanan pasar bongkar muat, Retribusi pelayanan pasar hak penempatan dan Retribusi pelayanan pasar fasilitas umum.

Dalam rangka meminimalisir kegagalan meningkatkan capaian kinerja pada tahun yang akan datang, Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pasar Kabupaten Malang telah melakukan langkah-langkah sebagai berikut:

a. melakukansosialisasi di masing-masing pasar tentang ketertiban, kebersihan dan kerapian untuk mewujudkan pasar yang tertib, bersih, indah dan aman sehingga para pedagang yang beraktifitas di pasar memiliki budaya bersih,

b. mengadakan kegiatan pemeliharaan sarana dan prasarana pasar sehingga dapat mewujudkan kenyamanan bagi para pelaku pasar, c. mengadakan pelatihan untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia

dalam manajemen pengelolaan pasar agar dapat bekerja secara optimal.

d. Program Revitalisasi Pasar dapat membantu pengelolaan pasar menjadi pasar yang dapat bersaing dengan pasar modern (swalayan). Dalam hal pencapaian kinerja tersebut, program/kegiatan yang menunjukkan output paling mendukung bagi pencapaian kinerja organisasi adalah:

38 a. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan yang dijabarkan dalam Kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Pengelolaan Persampahan;

b. Program Pengelolaan Pasar dan Pembinaan Pedagang yang dijabarkan dalam Kegiatan Penataan tempat berusaha di pasar, Pembinaan disiplin pedagang, Intensifikasi dan ekstensifikasi pungutan retribusi pasar; serta

c. Program Pengembangan dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pasar yang dijabarkan dalam Kegiatan Pemeliharaan sarana dan prasarana pasar dan Pembuatan Sarana dan Prasarana Pasar (DAK)

3. ANALISIS PENGGUNAAN SUMBER DAYA ANGGARAN

Dokumen terkait