• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

C. Analisis Penyetoran Pajak Penghasilan Pasal 21

Untuk menyelesaikan masalah terkait Penyetoran Pajak Penghasilan Pasal 21, penulis akan menjabarkan ketentuan yang berkaitan dengan tata cara pengisian formulir SSP menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor: Per 38/Pj./2009. Petunjuk pengisian formulir surat Setoran Pajak (SSP) dapat dilihat pada tabel 11.

Tabel 11

Petunjuk Pengisian Formulir Surat Setoran Pajak (SSP)

NPWP Diisi dengan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) yang dimiliki Wajib Pajak

Nama WP Diisi dengan Nama Wajib Pajak Alamat

WP

Diisi sesuai dengan alamat yang tercantum dalam Surat Keterangan Terdaftar (SKT).

Catatan: Bagi WP yang belum memiliki NPWP

1. Untuk WP berbentuk Badan Usaha NPWP diisi dengan 01.000.000.0-xxx.000

2. Untuk WP Orang Pribadi diisi dengan 04.000.000-xxx.000 xxx diisi dengan Nomor Kode KPP Domisili Pembayar Pajak

Nama dan Alamat diisi dengan lengkap sesuai dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) atau identitas lain yang sah.

NOP

Diisi sesuai dengan Nomor Objek Pajak berdasarkan Surat Pemberitahuan Pajak Terutang (SPPT) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Alamat Objek Pajak

Diisi sesuai dengan alamat tempat Objek Pajak berada berdasarkan SPPT.

Catatan: Diisi hanya apabila terdapat transaksi yang terkait dengan tanah dan/atau bangunan yaitu transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dan kegiatan membangun sendiri.

Kode Akun Pajak

Diisi dengan angka Akun Pajak sebagaimana dalam Lampiran II untuk setiap akun pajak yang akan dibayar atau disetor

Kode Jenis Setoran

Diisi dengan angka dalam kolom ”Kode Jenis Setoran” sebagaimana dalam Lampiran II untuk setiap jenis setoran pajak yang akan dibayar atau disetor.

Catatan: Kedua kode tersebut harus diisi dengan benar dan lengkap agar kewajiban perpajakan yang telah dibayar dapat diadministrasikan dengan tepat.

Tata cara pengisian SSP berdasarkan Peraturan

Uraian Pembayaran

Diisi sesuai dengan uraian dalam kolom ”Jenis Setoran” yang berkenaan dengan Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran.

Khusus PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas transaksi Pengalihan Hak atas Tanah dan Bangunan, dilengkapi dengan nama pembeli.

Khusus PPh Final Pasal 4 ayat (2) atas transaksi Persewaan Tanah dan Bangunan yang disetor oleh yang menyewakan, dilengkapi dengan nama penyewa.

Masa Pajak

Diisi dengan memberi tanda silang pada salah satu kolom Masa Pajak untuk masa pajak yang dibayar atau disetor. Pembayaran atau penyetoran untuk lebih dari satu masa pajak dilakukan dengan menggunakan satu SSP untuk setiap masa pajak.

Untuk Wajib Pajak dengan kriteria tertentu, dapat menyetorkan PPh Pasal 25 untuk beberapa Masa Pajak dalam satu SSP.

Tahun Pajak Diisi tahun terutangnya pajak. Nomor

Ketetapan

Diisi nomor ketetapan yang tercantum pada surat ketetapan pajak (SKPKB, SKPKBT) atau Surat Tagihan Pajak (STP) hanya apabila SSP digunakan untuk membayar atau menyetor pajak yang kurang dibayar/disetor berdasarkan surat ketetapan pajak, STP atau putusan lain.

Jumlah Pembayaran

Diisi dengan angka jumlah pajak yang dibayar atau disetor dalam rupiah penuh. Pembayaran pajak dengan menggunakan mata uang dollar Amerika Serikat (bagi WP yang diwajibkan melakukan pembayaran pajak dalam mata uang dollar Amerika Serikat), diisi secara lengkap sampai dengan sen.

Terbilang Diisi jumlah pajak yang dibayar atau disetor dengan huruf latin dan menggunakan bahasa Indonesia.

Diterima oleh Kantor Penerima Pembayaran

Diisi tanggal penerimaan pembayaran atau setoran oleh Kantor Penerima Pembayaran, tanda tangan, dan nama jelas petugas penerima pembayaran atau setoran, serta cap/stempel Kantor Penerima Pembayaran.

Wajib

Pajak/Penyetor

Diisi tempat dan tanggal pembayaran atau penyetoran, tanda tangan, dan nama jelas Wajib Pajak/Penyetor serta stempel usaha

Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran

Diisi Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi Bank (NTB) atau Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi Pos (NTP) oleh Kantor Penerima Pembayaran.

Sebagai contoh, penulis akan mengevaluasi sampel SSP untuk Masa Pajak Januari 2009. Tata cara pengisian SSP yang dilakukan oleh PT Madu Baru dapat dilihat pada tabel 12.

Tabel 12

Tata cara pengisian SSP oleh PT Madu Baru, Yogyakarta

NPWP Diisi dengan Nomor Pokok Wajib Pajak yang dimilki oleh PT Madu Baru, Yogyakarta yaitu 01.136.731.5.543.000

WP Diisi dengan Nama Wajib Pajak yaitu PT Madu Baru

Alamat WP Diisi dengan Alamat PT Madu Baru yaitu Padokan, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Jogjakarta.

NOP & Alamat Objek Pajak

PT Madu baru masih menggunakan formulir SSP yang lama, yang didalamnya tidak terdapat kolom NOP dan Alamat Objek Pajak. *

Kode Akun Pajak

Diisi dengan angka 411121 yaitu angka yang menunjukan Akun Pajak yang akan dibayar atau disetor. *

Kode Jenis Setoran

Diisi dengan angka 100, yaitu angka yang menunjukan jenis setoran pajak yang akan dibayar atau disetor. *

Uraian Pembayaran

Diisi dengan uraian pembayaran ”Pajak Penghasilan Pasal 21” yang berkenaan dengan Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran.

Masa Pajak Diisi dengan memberi tanda silang pada kolom Masa Pajak ”Januari”

Tahun Pajak Diisi dengan Tahun ”2009” yang merupakan Tahun terutangnya Pajak.

Nomor Ketetapan

Tidak diisi karena SSP yang diambil sebagai sampel tidak digunakan untuk membayar pajak yang kurang dibayar/disetor bardasarkan Surat Ketetapan Pajak, STP atau putusan lain.

Jumlah Pembayaran

Diisi dengan angka Rp21.860.069,- yang merupakan jumlah pajak yang dibayar atau disetor.

Terbilang Diisi dengan huruf latin ” Dua puluh satu juta delapan ratus enam puluh

ribu enam puluh sembilan rupiah”.

Diterima oleh Kantor

Penerima Pembayaran

Diisi dengan tanggal 6 Feb 2009 yang merupakan tanggal penerimaan pembayaran atau setoran oleh Kantor Penerima Pembayaran, ditandatangani oleh Anisa Nurrohmah yang merupakan petugas penerima pembayaran, dan cap Bank BPD DIY Cabang Bantul yang merupakan Kantor Penerima Pembayaran.

Wajib

Pajak/Penyetor

Diisi dengan tempat dan tanggal pembayaran, yaitu di Jogjakarta pada tanggal 5 Februari 2009 dan ditandatangani oleh Retna Isharsriyani, SE Kabag SDM & Umum dan dicap Stempel PT Madu Baru, Yogyakarta. Ruang Validasi

Kantor Penerima Pembayaran

Tidak diisi.*

Penulis akan menjelaskan lebih lanjut mengenai beberapa bagian yang telah diberi tanda. Berikut ini adalah penjelasannya:

1. NOP dan Alamat Objek Pajak

PT Madu Baru masih menggunakan formulir SSP yang lama, yang didalamnya tidak terdapat kolom NOP dan Alamat Objek Pajak. Kolom NOP dan Alamat Objek Pajak terdapat dalam SSP yang sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per 38/Pj./2009 yang mulai berlaku per 1 Juli 2009. Namun demikian sampai dengan 31 Desember 2009 masih diperbolehkan menggunakan SSP lama, yaitu berdasar Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per 102/Pj./2006 tentang Bentuk Surat Setoran Pajak.

Apabila PT Madu Baru menggunakan SSP baru, maka kolom NOP dan Alamat Objek Pajak tidak diisi karena kolom tersebut hanya diisi apabila terdapat transaksi yang terkait dengan tanah dan/atau bangunan yaitu transaksi pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan dan kegiatan membangun sendiri.

2. Kode Akun Pajak dan Kode Jenis Setoran

Kolom ini diisi dengan data yang terdapat pada tabel map/kode jenis pajak dan kode jenis setoran yang sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Pajak Nomor Per 102/Pj./2006. Dari data tersebut diketahui bahwa untuk jenis Pajak Penghasilan Pasal 21 kode akunnya adalah 411121. Untuk jenis Setoran Masa Pajak Penghasilan Pasal 21, kode jenis setorannya adalah 100.

3. Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran

Kolom ini seharusnya diisi dengan Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) dan Nomor Transaksi Bank (NTB) oleh Kantor Penerima Pembayaran. Berdasarkan sampel data yang diperoleh, maka didalam SSP untuk Masa Pajak Januari 2009, pada kolom Ruang Validasi Kantor Penerima Pembayaran diisi dengan Nomor Transaksi Bank yaitu: 0000040153 dan NTPN yaitu 10040105030313. Data ini dilihat dari Bukti Penerimaan Negara lembar ke-3 untuk Penyetor.

Dokumen terkait