• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Dampak FTA ASEAN Plus Three Terhadap Performa Ekonomi Makro dan Sektoral Indonesia: Aplikasi Global Trade Ekonomi Makro dan Sektoral Indonesia: Aplikasi Global Trade

TINJAUAN PUSTAKA

3.2. Metode Analisis

3.2.2. Analisis Dampak FTA ASEAN Plus Three Terhadap Performa Ekonomi Makro dan Sektoral Indonesia: Aplikasi Global Trade Ekonomi Makro dan Sektoral Indonesia: Aplikasi Global Trade

 

100 atau 1

X M

x100 M X x M X M X M X IIT

 

        dimana: X = ekspor; M = impor

Nilai Grubel Lloyd Index berkisar antara 0 sampai 100. Jika jumlah yang diekspor sama dengan jumlah yang diimpor untuk suatu produk, maka indeksnya akan bernilai 100. Sebaliknya apabila perdagangan suatu negara hanya melibatkan satu pihak saja (ekspor atau impor saja) maka nilai indeksnya adalah 0. Data ekspor dan impor berdasarkan kode atau klasifikasi GTAP tahun 2007-2009 yang berasal dari UN Statistic (COMTRADE) akan digunakan untuk menghitung IIT

index.

3.2.2. Analisis Dampak FTA ASEAN Plus Three Terhadap Performa Ekonomi Makro dan Sektoral Indonesia: Aplikasi Global Trade Analysis Project (GTAP)

Model GTAP dikembangkan di Purdue University’s, Departemen Ekonomi Pertanian yang berkembang sejak tahun 1993 dan dipimpin serta diprakarsai oleh Prof. Thomas Hertel dalam sebuah konsorsium. Sedikitnya sekali dalam setahun, para pengguna GTAP di seluruh dunia mengadakan pertemuaan untuk mempresentasikan makalah, mendiskusikan isu-isu global, dan data dasar. Model GTAP merupakan model komparatif statik sehingga perubahan persentase yang dihasilkan dalam model menggambarkan perubahan yang terjadi sebelum dan setelah kebijakan.

Model GTAP adalah model standar dengan banyak negara dan banyak komoditas dengan mengaplikasikan model ekonomi keseimbangan umum. Pada model GTAP secara eksplisit dilakukan permodelan pada margin transport internasional. Suatu global bank juga dibentuk dalam model sebagai intermediasi dari investasi dan tabungan dunia. Sistem permintaan konsumen diduga dengan menggunakan Constant Difference of elasticities (CDE) untuk menangkap kepekaan terhadap perbedaan harga dan pendapatan antar negara (Hertel, et al, 2000). Selain itu, aliran barang dalam perdagangan internasional mengikuti model … (3.5)

Armington (1969) dimana setiap produk dibedakan berdasarkan asal negara. Setiap barang diasumsikan substitusi yang tidak sempurna satu sama lainnya untuk komoditas yang diproduksi di dalam negeri. Dengan asumsi ini, model dapat menangkap aliran perdagangan antar dua negara. Kelemahan model ini adalah mengasumsikan sistem pasar persaingan sempurna dan skala usaha yang konstan pada aktivitas produksi. Hertel (1997) mengakui bahwa pada konteks negara kecil dan terbuka, asumsi pasar persaingan sempurna mengakibatkan simulasi dampak penurunan tarif menjadi lebih besar dari yang sesungguhnya.

Model GTAP dengan data basenya diolah dengan menggunakan software RunGTAP. Tahapan pengolahan data dijelaskan mengikuti Gambar 3.2. Proses agregasi sektor dan negara atau wilayah merupakan salah satu tahap pengolahan data di dalam model GTAP. Pada tahap tersebut juga dilakukan penyesuaian

closure dan shock sesuai dengan tujuan penelitian. Dengan menggunakan software RunGTAP akan dihasilkan keluaran (out) seperti file solusi (solution file), perubahan volume (volume changes) dan dekomposisi (decomposition).

Hubungan di dalam model GTAP dirangkum di dalam hubungan antara bermacam-macam nilai agregat. Persamaan-persamaan yang telah dirubah dalam perubahan persentase merupakan persamaan-persamaan yang akan ada di dalam model utama GTAP. Seluruh notasi, variabel, parameter, persamaan dan lain-lain dapat dibaca lebih rinci pada Hertel (1997).

Struktur model GTAP terdiri dari persamaan-persamaan simultan yang dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, yaitu: (1) Persamaan yang menggambarkan hubungan antara penerimaan dan pengeluaran oleh setiap agen ekonomi di suatu region (accounting relationship), dan (2) persamaan yang menjelaskan suatu perilaku agen ekonomi (behavioral equations). Semua set, sub-set, parameter dan variabel bentuk nominal (value/levels form) dinotasikan dengan huruf kapital. Sedangkan variabel dalam bentuk persentase perubahan (percentage change) atau bentuk linier dinotasikan dengan huruf kecil. Sebagai contoh: adalah variabel bentuk level untuk harga pasar komoditi i di region r, dan = / adalah bentuk linier dari variabel harga tersebut. Set, sub-set, parameter dan variabel yang digunakan dalam model GTAP standar disajikan pada lampiran. Berikut ini diuraikan secara ringkas struktur model GTAP standar yang bersumber dari Hertel (1997).

 

i r PM ,

 

i r

Dalam model GTAP ekonomi sebuah region dipresentasikan oleh satu rumah tangga regional (regional household) yang memperoleh income dari hasil penjualan endowment, VOA (value of output at agents prices), dan penerimaan pajak, dan industri (TAXES). Selain itu, pajak juga diterima dari region lain (rest of the world) berupa pajak ekspor (XTAX) dan pajak impor (MTAX). Penghasilan rumah tangga region tersebut selanjutnya dialokasikan sebagai pengeluaran (expenditures) sektor rumah tangga swasta (PRIVEXP), rumah tangga pemerintah

(GOVEXP), dan sebagai tabungan ke global bank (SAVE).

Konsumsi rumah tangga swasta, VDPA (value of domestic purchases by private households at agent’s prices) diasumsikan mengikuti fungsi pengeluaran CDE (Constant Difference of Elasticity). Konsumsi rumah tangga pemerintah,

VDGA (value of domestic purchases by government households at agent’s prices)

dipresentasikan dengan fungsi utilitas Cobb Douglas sehingga porsi pengeluaran untuk seluruh komoditi adalah konstan. Dalam model GTAP diasumsikan bahwa tabungan seluruhnya digunakan sebagai investasi (NETINV) melalui bank global.

Sumber: Hertel, 1997

Gambar 3.2. Pemanfaatan GTAP dengan Alat RunGTAP dan Penyelesaiannya

Base Data (.HAR) Main Model File (.TAB) Experiment (.EXP) Closure (.CLS) Solution Method Parameter File (.PRM) Shocks (.SHK, .SHF) RunGTAP (Gempack executables) Solution Files (.SL4, SOL…) Volume Changes (.HAR) Decompo sitions (.HAR) Desain Simulasi

In

Out

Di sisi produsen (industri), penerimaan diperoleh dari hasil penjualan barang konsumsi ke rumah tangga swasta (VDPA) dan pemerintah (VDGA), penjualan barang input antara ke industri lain (VDFA), serta penjualan barang investasi ke sektor tabungan (NETINV). Disamping hasil penjualan di pasar domestik, produsen juga memperoleh penerimaan dari hasil ekspor barang ke region lain (Rest of the world). Nilai penerimaan ekspor tersebut dinyatakan sebagai value of exports at market prices by destination (VXMD). Oleh karena setiap industri diasumsikan beroperasi pada kondisi zero profit maka jumlah penerimaan produsen seluruhnya dibelanjakan untuk pembelian faktor primer (VOA), input antara yang diproduksi di dalam negeri (VDFA) dan input antara yang berasal dari impor (VIFA).

Sifat multi-regon dari model GTAP selain ditunjukkan dengan bank global juga oleh adanya sektor perdagangan internasional (ekpor dan impor) dari satu region lain (Rest of the world). Region lain tersebut memperoleh penerimaan impor dari rumah tangga swasta (VIPA), rumah tangga pemerintah (VIGA), dan industri (VIFA). Penerimaan tersebut selanjutnya dibelanjakan untuk barang impor (VXMD), pembayaran pajak ekspor (VTAX) dan pajak impor (MTAX) kepada rumah tangga regional.

Seluruh hubungan yang menggambarkan hubungan antara penerimaan dan pengeluaran oleh setiap agen ekonomi di suatu region (accounting relationship) tersebut di dalam model GTAP dituliskan dalam bentuk persamaan-persamaan. Persamaan-persamaan tersebut menjelaskan distribusi penjualan ke pasar wilayah di dalam model ekonomi terbuka dengan pajak, sumber pengeluaran rumah tangga dan pemerintah, sumber pengeluaran perusahaan dan pendapatan faktor rumah tangga, disposisi dan sumber pendapatan regional, sektor global, dan kondisi keseimbangan umum (market clearing). Berikut dijelaskan persamaan-persamaan tersebut.

Sumber Pengeluaran Rumah Tangga dan Pemerintah

Nilai pengeluaran rumahtangga swasta pada harga agen (Value of Private household purchases at Agents’ prices, VPA(i,s), suatu barang adalah pengeluaran agregatnya terhadap barang-barang yang diproduksi domestik (domestically produced good, VDPA(i,s), dan komposit dari impor barang-barang pada harga

agen (composite imports of this good at agents’ prices, VIPA(i,s). Nilai pengeluaran domestik oleh rumah tangga swasta pada harga pasar (Value of domestic purchases by the Private household at Market prices, VDPM(i,s), ditentukan setelah ditambahkan pajak komoditi domestik (domestic commodity taxes, DPTAX(i,s), dari pengeluaran barang-barang domestik (expenditure on domestic good, VDPA(i,s). Seperti juga pada pengeluaran barang-barang yang diproduksi domestik, untuk mendapatkan nilai impor dari rumah tangga swasta pada harga pasar (Value of Imports by the Private household at the Market prices, VIPM(i,s), pajak untuk komoditi rumah tangga swasta IPTAX(i,s), ditambahkan dari nilai komposit impor pada harga agen (value of composite imports at agents’ prices, VIPA(i,s). Hubungan nilai pengeluaran pemerintah mekanismenya juga sama seperti pada rumah tangga swasta.

Sumber Pengeluaran Perusahaan dan Pendapatan Faktor Rumah Tangga

Input perusahaaan terdiri dari faktor antara dan faktor primer. Aliran input antara dapat dijelaskan sebagai nilai pembelian perusahaan untuk komoditi i, sektor j, di region s pada harga agen (Value of Firms’ purchases of i, by sector j, in region s at Agents’ prices, VFA(i,j,s)), termasuk komponen domestik (the domestic components, VDFA(i,j,s)) dan komponen impor (imported components, VIFA(i,j,s)). Penambahan pajak domestik DFTAX(i,j,s) dari VDFA(i,j,s) menghasilkan nilai komponen domestik pada harga pasar (Value of Domestic components at Market prices, VDFM(i,j,s). Demikian pula jika ingin mendapatkan nilai pasar komponen impor (market value of imported components,

VIFM(i,j,s)), diperoleh dari VIFA(i,j,s) dikurangi pajak impor (imports taxes IFTAX(i,j,s)).

Disposisi dan Sumber Pendapatan Regional

Di dalam model GTAP, Hertel dan Tsigas (1997) mengasumsikan bahwa terdapat ”rumah tangga super” pada masing-masing ekonomi yang disebut rumah tangga regional. Keuntungan asumsi ini adalah kesejahteraan rumah tangga ini menawarkan penggunaan kesejahteraan regional yang diproksi, yang memfasilitasi analisis antar region jika ada intervensi kebijakan.

Sebagai model GDP nasional, pengeluaran permintaan akhir (pengeluaran rumah tangga super) harus seimbang atau sama dengan pendapatan rumah tangga.

Seluruh pendapatan di dalam suatu region diasumsikan ditambahkan pada rumah tangga di region tersebut. Pendapatan regional terdiri dari pembayaran faktor dikurangi depresiasi ditambah pajak yang dikumpulkan oleh pemerintah.

Sektor Transportasi dan Sektor Bank Global

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, terdapat dua sektor global di dalam model GTAP, yaitu sektor transportasi dan sektor bank global. Nilai jasa transportasi global untuk komoditi tertentu yang dikirim pada rute tertentu. Harga jasa transportasi diasumsikan sama untuk semua rute dan komoditi.

Sektor bank global berperan sebagai penghubung antara tabungan dan investasi. Investasi regional bersih (depresiasi) membentuk suatu komposit barang investasi (GLOBINV). Seluruh rumahtangga regional menunjukkan harga yang sama untuk tabungan (PSAVE) dan tabungan agregatnya harus sama dengan investasi global. Investasi regional bersih ditambah modal stok, VKB(r), memberikan periode akhir modal stok, VKE(r). Belakangan tidak tersedia penggunaan produksi selama periode sekarang, seperti perlakuan stok modal di dalam model nasional. Awalnya (tersedia untuk penggunaan dengan segera) stok modal dialokasikan kepada sektor-sektor berdasarkan fungsi CET (constant elasticity transformation) jika diperlakukan sebagai komoditi yang tidak mobile

atau sebagai permintaan pada harga yang seragam ke semua sektor jika diperlakukan sebagai komoditi yang mobile.

Kondisi Keseimbangan Umum

Penawaran dan permintaan pada setiap komoditi, termasuk faktor-faktor produksi, harus sama di dalam model keseimbangan umum. Demikian pula dengan nilai penawaran harus sama dengan nilai permintaan. Untuk komoditi yang diperdagangkan, nilai output dihubungkan dengan nilai penjualan. Kuantitas output pada gilirannya akan berhubungan dengan penggunaan input melalui fungsi produksi. Hubungan terakhir yang digambarkan juga dalam nilai. Untuk melengkapi keseimbangan umum, penawaran faktor harus sama dengan permintaan untuk faktor; atau ekuivalen, dimana nilai harus sama. Untuk faktor yang mobile, kondisinya seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Untuk faktor yang tidak mobile, permintaan pada industri harus sama dengan penawaran.

Permintaan spesifik menurut fungsi transformasi. Ini harus ditambahkan ke penawaran. Sehingga, QO = ฀QFE. Tapi QFE secara langsung proporsional dengan QO dan menambahkan 1 dengan asumsi fungsi produksi dan tingkah laku perusahaan. Dengan harga pasar untuk faktor, VOM = ฀VFE.

GTAP memasukkan seluruh persamaan yang diperlukan untuk keseimbangan umum, pada sebagian besar model CGE, variabel pengganti (slack) masuk didalam variasi persamaan yang membuat persamaan-persamaan tersebut menjadi model yang mudah diubah. Pada GTAP variabel slack dimasukkan ke dalam persamaan market clearing untuk komoditi yang diperdagangkan dan faktor-faktor yang mobile, diantara yang lain. Di pasar, variabel slack berarti bahwa harga dapat diset menjadi eksogen dengan penawaran dan permintaan dalam kondisi keseimbangan bisa berubah, merefleksikan kelebihan penawaran atau permintaan, dan memfasilitasi analisis keseimbangan parsial.

Behavioral Equations

Bagian kedua struktur model GTAP berisi persamaan-persamaan yang menjelaskan suatu perilaku agen ekonomi (behavioral equations). Berikut dijelaskan persamaan-persamaan terstruktur yang menjelaskan suatu perilaku agen ekonomi, yaitu struktur produksi, konsumsi, impor, kesejahteraan dan makroekonomi.

Struktur Produksi

Struktur produksi dari sebuah industri pada satu region diasumsikan mengikuti fungsi produksi secara berjenjang (nested), constant returns to scale

(CRS) dan dalam pasar persaingan sempurna. Sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 3.3, untuk menghasilkan sebuah output, qo(j,s), produsen/industri akan mengkombinasikan penggunaan nilai tambah faktor primer, qva(j,s), dengan input antara, qf(i,j,s), berdasarkan fungsi produksi Leontief.

Faktor produksi primer terdiri dari: land, skilled and un-skilled labor, capital, dan natural resources. Jumlah faktor produksi primer yang digunakan adalah sebesar qfe(i,j,s), dimana setiap faktor dapat saling bersubstitusi melalui fungsi constant elasticity of substitution (CES).

Output

Leontief

Keterangan:

: Bentuk Fungsional ; : Input / Output

Sumber: Hertel, 1997

Gambar 3.3. Struktur Produksi Model GTAP

Input antara (intermediate inputs) dibedakan menjadi yang berasal dari produksi dalam negeri qfd(i,j,s) dan barang impor, qfm(i,j,s) berdasarkan asumsi Armington. Barang impor tersebut merupakan gabungan impor dari beberapa region lain yang ada di dalam model yang diasumsikan dengan fungsi CES.

Fungsi CES secara umum dapat dirumuskan sebagai berikut:

dimana: y = Output x1 = Input 1 x2 = Input 2 A = Parameter efisiensi g = Parameter substitusi

= Parameter elastisitas, dimana ( ).

Konsumsi

g g

v g x b bx A y1 (1 ) 2 / g   1 1

Rumah tangga regional akan mengalokasikan pendapatannya untuk konsumsi rumah tangga swasta, rumah tangga pemerintah, dan investasi (Gambar 3.4). Konsumsi rumah tangga swasta dispesifikasikan dalam fungsi constant difference of elasticity (CDE). Fungsi CDE digunakan karena preferensi rumah tangga tidak bersifat homothetic. Fungsi CDE yang non-homothetic secara konsisten dapat menjelaskan perubahan konsumsi akibat perubahan tingkat pendapatan rumah tangga.

Konsumsi rumah tangga pemerintah dispesifikasikan mengikuti fungsi preferensi Cobb-Douglas dan bersifat eksogen. Permintaan investasi juga bersifat eksogen. Kapital dihasilkan dengan cara yang sama dengan komoditi yang diperdagangkan tetapi tidak menggunakan input faktor primer. Dalam model GTAP permintaan antar-industri dispesifikasikan berdasarkan matrik Input-Output

Keterangan:

: Bentuk Fungsional ; : Input / Output Sumber: Hertel, 1997

Gambar 3.4. Struktur Konsumsi dalam Model GTAP

Impor

Rumah Tangga Swasta CDE CES CES Barang Impor C Barang Domestik C Barang Impor 1 Barang Domestik 1 Pemerintah Cobb-Douglas CES CES Barang Impor C Barang Domestik C Barang Impor 1 Barang Domestik 1 Up to Barang 1 Barang C Barang Up Barang C to Konsumsi Investasi

Di dalam model GTAP, terdapat tiga sumber permintaan input antara, yaitu: sektor industri (produsen), sektor pemerintah, dan sektor rumah tangga. Selanjutnya diasumsikan bahwa bagian impor dari ketiga sektor tersebut memiliki komposisi regional yang sama, meskipun secara agregat bagian impor tersebut dapat berasal dari sumber yang berbeda. Impor dibedakan menurut negara asal, sehingga menimbulkan biaya transportasi yang nilainya proporsional terhadap nilai perdagangan. Harga domestik dari barang impor yang masuk ke region r dari region s adalah sama dengan jumlah harga fob ekspor dari region s, pajak ekspor di region s, biaya transportasi, dan tarif impor yang berlaku di region r. Gambar 3.5 menunjukkan agregasi impor dan biaya transportasi yang dari model GTAP.

Sumber: Hertel, 1997

Gambar 3.5. Struktur Impor Model GTAP

Kesejahteraan Impor Jasa Transportasi σ = 1 Impor Industri (Produsen) Dari Region r (gross biaya transportasi)

σ = 0

Dari Region s (gross biaya transportasi)

σ = 0

Dari Region s (net biaya transportasi)

Dari Region r Dari Region s

Impor Rumah Tangga

Dari Region s Dari Region r

Jasa Transportasi Dari Region r σ = 1 (net biaya transportasi)

Perubahan kesejahteraan di sebuah region dalam model GTAP dinyatakan dalam equivalent variation, EV(r), yang dihitung dengan persamaan:

EV(r) = u(r) * INC(r)/100,

dimana u(r) adalah persentase perubahan kesejahteraan per kapita dan INC(r)

adalah pendapatan (income) sebuah region. Dalam database GTAP, nilai EV(r)

dihitung berdasarkan nilai US$ tahun versi GTAP terbaru dalam satuan juta (million). Selanjutnya, kesejahteraan dunia (WEV) dihitung dengan menjumlahkan seluruh kesejahteraan region.

Penutup Makroekonomi

Sebagai penutup makroekonomi, model GTAP menggunakan persamaan identitas, sebagai berikut:

S – I = X + R – M

Persamaan tersebut menyatakan bahwa tabungan (S) dikurangi investasi (I) adalah sama dengan surplus neraca transaksi berjalan, dimana R adalah penerimaan transfer luar negeri. Oleh karena nilai R tidak terdapat dalam data base GTAP maka dalam simulasi model nilai R tersebut dianggap nol. Tingkat tabungan, investasi dan neraca transaksi berjalan ditetapkan secara eksogen.

Simulasi Kebijakan

Simulasi kebijakan yang dianalisis untuk menjawab tujuan penelitian ini adalah penurunan tarif impor sampai 0 persen secara serentak. Pada setiap simulasi dilakukan penurunan tarif impor untuk semua komoditas yang terpilih di negara yang terlibat kemudian akan dilihat dampaknya secara makro ekonomi dan sektoral dari FTA ASEAN Plus Three tersebut.