MENGEMBANGKAN KOMPETENSI ANAK USIA
D. ANALISIS PERKEMBANGAN KOMPETENSI PRIBADI DAN SOS I AL
Kesiapan anak untuk memiliki kompetensi pribadi don
kompetensi sosial anak terlihat dari beberapa pandangan don pengalaman orang tua terhadap anak misalnya kesiapan anak ketika
menjadi sibuk, selain mencari sekolah yang baik, juga biaya sekolah yang semakin mahal don anak juga harus disiapkan kemampuannya
agar dapat masuk pada Toman kanak-kanak yang melakukan tes
masuk untuk colon murid-murid baru. Menurutnya apa yang
dimaksud anak sudah siap sekolah tersebut ? orang-tua secara
konvensional memandang kesiapan bersekolah terlalu sempit, hanya
terbatas kesiapan akademik yang terstruktursedangkan berdasarkan
penelitian pada anak edukasi dini, ternyata batasan kesiapan
bersekolah anak lebih luos. bukan saja kesiapan materi don kesiapan
kongnitif yang di perlukan didalammya ado kesiapan sosial-emosional,
don kemandirian. Sehingga pada saat anak memasuki sekolah
terkesan anak itu takut dengan teman barunya, don menanggis
karena mainannya dipinjam temannya, anak yang masih belum
dapat membaur dengan teman-temanya tidak dapat bekerja soma,
pertanda bahwa anak belum matang sosial emosionalnya.
Sejalan dengan apa yang jelaskan Dockett don Bob
Perry, (2009:20)5, kesiapan aspek sosial don emosional merupakan kesiapan individual yang sangat memungkinkan adanya perbedaan
pencapaian dari setiap individu dalam masuk sekolah. Kondisidi atas
menjadi pertanda bahwa anak belum matang sosial-emosionalnya
atau dengan bahasa Golemen anak belum memiliki kompetensi
pribadi don kompetensi sosial.Keadaan seperti ini tidak hanya dialami
pada anak usia dini saja akan tetapi para remaja juga sering terlihat
kompetensi pribadi don sosialnya masih rendah, seperti munculnya
perasaan takut dengan orang lain, malu dengan lingkungan secara
berlebihan, pemarah, semua adalah bagian dari emosi yang
memperlihatkan rendahnya kompetensi pribadi don sosial seseorang.
Kompetensi pribadi don kompetensi sosial sangat penting, don harus
dapat dikenali don dikendalikan, anak yang tidak dapat
mengendalikan emosinya berarti kompetensi pribadi don sosialnya
rendah don akan sulit menyesuaikan diri pada kehidupan mereka
83
Menyikapi permasalahan kompetensi pribadi don kompetensi sosial anak usia dini diperlukan pendidikan anak usia dini yang terprogram agar dapat mengembangkan potensi-potensi yang ado pada anak. Pandangan paradigma baru tentang teori kecerdasan emosi yang mengatakan bahwa kompetensi pribadi don kompetensi sosiol yang dimiliki anak dinilai lebih berpengaruh pada kesuksesan seseorang dari pada kecerdasan kognitif. Teori kecerdasan emosi yang mengarahkan terbentuknya kompetensi pribadi don sosialtelah dikaitkan dalam proses pembelajaran hanya saja belum terintegrasi dalam kegiatan maupun kurikulum secara menyeluruh seperti;
1. Pada umumnya guru mengidentifikasi siswa don memberi label anak yang nakal don anak yang baik, melalui teori kecerdassan emosi ternyata tidak ado anak yang nckol. setiap anak yang sehat selalu bergerak, bertanya, mencoba sesuatu yang belum diketahuinya, untuk memenuhi kebutuhan tarap perkembangannya don bereksplorasi pada lingkungannya, guru memandang anak yang selalu bergerak tidak pernah diam sebagai ungkapan perilaku dalam melakukan eksplorassiuntuk mengembangan potensi yang dimilikinya. Guru membiasakan anak melakukan sesuatu atas inisiatifnya (membentuk kreatif), membiasakan anak untuk bercerita tentang perasaanya (menjadikan anak percaya diri) don mengenal emosi dirinya;
2. Dalam proses pembelajaran hampir semua guru merasa
letih, binggung, suara habis, membosankan karena guru biasanya bekerja sendiri menyiapkan segala sesuatu sampai membereskan mainan, setelah menerapakan teori kecerdasan emosi guru memberikan kesempatan pada anak untuk turut menyiapkan mainan don merapikan mainan, don memberikan kesempatan anak untuk memainkan mainan yang mereka sukai sehingga dengan mudah memahami anak don merangsang motivasinya para guru sebaiknya membiasakan anak untuk menunda kesenangannya (pengendalian emosi diri), selanjutnya guru
~
membiasakan anak antri don bergantian ketika main,
makan, mengunakan bahan main (mengembangan
toleransi, kebersamaan don memiliki empati diri) guru dapat
menuntun anak untuk main sampai menuju suatu tujuan
(menjadikan anak ulet don memiliki motivasi diri);
3. Biasanya guru membiarkan anak bermain dengan teman•
temannya sendiri tanpa didampingi, guru mengerjakan
pekerjaan yang lain, setelah menerapakan teori
kecerdassan emosi. guru membiasakan diri untuk
berkomunikasi dengan anak don mendiskusikan apa yang
akan dimainkan, sehingga anak dapat mengingat apa
yang sudah mereka lakukan sebagaimana hal ini dapat
membangun keterampilan sosial anak, don guru sering
mendampingi anak bermain don menanyakan apa sedang
mereka mainkan, guru menjadikan anak-anak sebagai
teman dalam bermain sehingga guru ikut merasakan apa
yang dirasakan anak, dengan demikian proses kegiatan
pembelajaran yang ingin diwujudkan sesuai dengan
program kegiatan bermain atau kurikulum dapat tercapai.
Dimensi kompetensi pribadi don kompetensi sosial yang ado
pada kecerdasan emosi anak usia dini. Sedangkan perkembangan
emosi anak berdasarkan pada perkembangan kognitif, ernosi. sosial.
Untuk meningkatkan kompetensi pribadi don kompetensi sosial anak
Toman Kanak-kanak diperlukan kemampuan kognitif, sosialemosional
don fisik. FokusPerkembangankompetensipribadidon sosial
...
,
Anak Usia Dini .i ~ ~- .,, .... - I Aliak
Pengenalan Kognitif/bahasa
85
Kemompuon onok memahami konsep- konsep sederhana yang semokin meningkot
menjadikan anak semokin selolu terlibot
dalam aktivitas yang menghosilkon buoh pikiran.
Anok dopot mendeskripsikon emosi dirinya
• Anak dopot menceritokon
tentong keluorgonyo
• Anak dopot mengabungkon diri & onggoto keluorgo dalom kegioton
• Anok dopot menerongkon kultur keluorga dan tradisi Anok
kekuatan
mengetohui don
• Anok dopot mendeskripsikon ciri-ciri emosi dirinyo
kelemohon dirinyo. Anok memperoleh
kemompuon untuk
memecohkon masoloh
sederhana dalam kehidupon sehori-hori
Sosial-Emosional
Anak sudah mampu mengenol emosinyo
menyodari don
mengotur emosinyo. Mereka jugo lebih dopot menohon diri don lebih terkontrol
Anok sudoh mompu
menyodori don
mengotur emosinyo. Mereko jugo lebih dopot menahon diri don lebih terkontrol
-Anok dopot menerongkon perosaan emosinyo
•Anok dopot menjeloskon oloson munculnyo emosi diri
• Anak dapat memilih gombor
tentong priloku emosionol
don tidak emosionol
•Anok mengetohui rencono• rencana harian
• Anok dopot menerongkon peroturan kelas
•Anok dopat menerangkon olason bogi pengekspresian emosinyo
-Anok dapat
mengungkopkon
perasanya ketika meminta bontuon kepodo orang loin -Anck dapat
mengungkopkon emosinyo ketiko menuntut keadilan dori onok loin
-Anok mengungkapkon
keyokinonnyo okon
kemampuannya
•Anak dapat menjaga diri secora fisik don emosi
• Anak dapat menghormati diri
sendiri don orang loin
•Anak dopat me~aga
pekerjoanya
• Anok dopot menentukon pilihannyo
• Anok berbogi hosil koryonyo
Fisik
Dengan meningkatnya kemampuon
menggerakkan JOn
tongon untuk kelenturon, kekuotan otot don koordinosimotorik.
Anok dapat membantu menyediokon don mengatur keperluan sendiri
Pengendalian Kogniti/fbahasa
Diri
• Anok menikmoti berlotih keahlion-keahlian baru • Anak menunjukan rasa
percoyo diri
• Anak dapat mengunakan olot-olot di kelos
• Anak menunjukanketekunan untuk menguasoi sebuoh keahlian
• Anok dopot bekerjomondiri • Anak tidak melengket
kepodo guru
•Anak dapat berperan secara mondiri
Anok semokin terlibot dolom oktivitos yang menghasilkan buah pikiron. Anok-onok memperoleh kemompuon untuk merencanakan sesuatu terlebih dohulu Kemampuanmengamoti onok meningkot, don
mereka lebih mungkin
menghubungkon
informasi yang soling
• Anok dopot menerongkon
alasan bagi pengekspresian
emosinyo
• Anak dapat
mengekspresikan emosi
dengon berpindoh dori sotu kondisi emosional ke yang loinnyo
• Anak dapat mengetahui peroturon-peroturonkelos • Anak dapat menjalankan
peroturon-peroturon kelos -Anck dapat berkaitan mengekspresikon dengon kata-kata emosi Fisik
Anak dapat membantu don menyediokon keperluonyo sediri dolom batas-batas tertentu Anok jugo menikmoti
don dapat melakukan
berbogoi hol untuk dirinya sendiri.
• Anok do pot menjolonkon peraturan-peraturan kelas • Anok dopot mengikuti
hampir semua peraturan don kegioton rutin sekoloh • Anok dapat melakukan
perpindohon kegioton
tanpa keributan
• Anok dopot berportisiposi dalam kegiatan kerja soma • Anok dapat bekerjosama
dengon melokukon ojokon
bermain tidak secara lisan
87
Sosial- Emosional
Anak mampu menahan
emosinya, anak mampu
menjaga norma, anak
sudah memiliki rasa
tanggung jawab don
mapu menyesuaikan diri
-Anok dapat
mengungkapkan emosi
dengan mengalihkan
prilaku
-Anck dapat
mengungkapkan perasaan
untuk mematuhi peraturan
-Anok dapat meyelesaikan mainan sendiri
-Anok senang bermain
bersama anak lain tanpa
interaksi
-Anok dapat menerima anjuran guru untuk
melakukan permalnan yang
lebih rumit dengan teman
Motivasi Dlrl Emosional
Anak memiliki dorongan
berprestas don anak
sudah dapat berinisiatif sendiri
Anak memilikl
semangat
tinggi dalam
mengerjakan sesuatu
Fisik
Anak pada usia ini
dapat lebih berkelakuan baik dan sopan. Mereka
lebih dapat menahan diri don lebih terkonrol.
Anak mengambil tanggung jawab yang serius. Anak dapat melompat, berjalan
mundur dengan cepot.
berjalan seimbang diatas papan titian, melompat
beberapa langkah,
melompat dengan percaya diri dan
kematangan
Anak memiliki dorongan berprestasi dalam kegiatan
-Anok dapat
mengungkapkan
memecahkan masalah dengan anak lain
-Anok dapat megungkapkan
ide-ide kreatifnya
-Anck dapat
mengungkapkan
kepuasannya dengan apa
yang dicapainya
-Anok melakukan kegiatan
belajar demi menghindari
hukuman
• Anak belajar demi
mendapat pujian
• Anak menamal anggota tubuhnya
• Anak dapat berlomba
mencari warna yang
disenangi
• Anak dapat membedakan
macam-macam bau, rasa
don suara
• Anak dapat menaiki tangga cara orang dewasa
• Anak dapat melakukan oenoelornpokon antara
Empati Dlrl
keterompilan, melempar
dan menangkap.
Mereka suka
menunjukan keberanian fisik
Sosial
Anak memiliki dorongan berprestas don anak sudah dapat berinisiatif
sendiri
Anak memiliki semangat
tinggi dalam mengerjakan sesutu
Emosional
Anak lebih menghargai
orang lain dan jarang
bersikap mengacukan
atau mencercah
Mereka dapat
memelihara persahabatan.
Mereka merindukan
persahabatan anak• anak terus meninkmati eksplorasi dan pembelajaran dengan tangan. Sosial
Anak mampu melayani orang lain
Kemampuan menqamati
yang besar dan kecil
-Anck dapat menyelesaikan
konflik dengan baik tanpa bantuan orang dewasa
-Anok dapat memulai
melakukan perbuatan baik
terhadap orang lain
• Anak dapat menyusun kubus
menjadi bangunan
• Anak dapat berjalan pada garis lurus dengan
membawa beban
• Anak dapat melompat dari
ketinggian
•Anak menyesuaikan diri soot
memanjat, bergantung dan
berayun
• Anak menunjukkan kesadaran akan perasaan anak lain
-Anck dapat memahami
perasaan temannya ketika
barang kesukaannya hilang
-Anok dapat memahami
perasaan temannya ketika
mendapat sesuatu hadiah
kesukaannya
-Anok dapat memahomi
perasoon temonnya ketiko
melihat seekor beruang
-Anok dopat memohomi
perasaan temannya ketika diejek teman
-Anck dapat megungkapkan
perasoonnya ketiko
bermain dengan seorang
anak dari lantar belakong
yang berbeda
-Anok dapot
mengungkapkan
ketertorikan pada orang
lain
• Anak dapat menolong anak
89
Keterampi Ian sosial
onok meningkot don mereka lebih mungkin menghubungan
informosi yang soling
berkaitan.
Sosial- emosional
Anok sudoh do pot membina hubungan dengon orang loin.
Anok selolu terlibot dalam aktivitas yang menghosilkon buoh pikiran. Anak -anak memperoleh
kemampuan umtuk merenconokon sesuotu
terlebih dahulu
Anok terus meninkmoti
eksplorasi don
pembelojoron dengon
tangan. Kemampuan mengamati anak meningkot don mereko
lebih mungkin
menghubungon
informaasi yang saliang berkoiton. Fisik Anok mompu mempengaruhi orang loin don membontu mengembangkan potensi orang loin.
bontuon
-Anck dapat membantu membersikan mainan orang
loin
• Anak dapat memberikan moinon kepodo onok loin
-Anck dapat memahami
perbedoon orang loin
-Anok mengunakan bahan•
bohon dengon coro benor • Anak dapat mempengaruhi
temon secoro berkeson • Anak dapat meyakini
temonnyo dengon coro
membujuk
• Anok dopot mempengoruhi
teman dengan cara memberikon pondongon
•Anak dapat mendorong
onok loin untuk ikut bermoin • Dapat mengadakan
semongot kerjosomo dengon temon- temon • Anak dapat melakukan
permoinon dengon siopo saja
• Anok dopot mendengorkon pandangan orang lain •Anok do pot bertonyo
dengan temannya
• Anok dopot bercerito tentang apagyang pernah
io lihot
• Anak dapat menyampaikan pesan dengan jelas
• Anok dopot memberilokn konstribusi don menerima
ide-ide dolom bermoin • Anak dapat membina
hubungon boik dengon siapa saja
-Anok do pot memuloi percakapan
• Anok dopot melokukon ajakan main bermain tidak
Dal am batas-batas -Anok dapat ikut bermain
tertentu anak-anak ketika diajak
rnondiri. kompeten, •Anak dapat mempunyai
dapat diandalkan dan seorang teman khusus dapat menilai •Anak dapat menukar satu kemampuannya dengan mainan dengan yang akurat. lainnva dari anak lain.
Tabel di atas menunjukan adanya hubungan antara
pengembangan kompetensi pribadi don kompetensi sosial dengan
pengembangan dasar anak.
1.1.1.1.1.1.1.1