• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS PERMASALAHAN ANALISIS PERMASALAHAN

Dalam dokumen Panduan Cara Configurasi Vlan (Virtual Lan) (Halaman 25-57)

D. ANALISIS PERMASALAHANANALISIS PERMASALAHAN

1.

1.

Konfigurasi Hyper TerminalKonfigurasi Hyper Terminal

D.1.a.

D.1.a.

Koneksi manageable switch menggunakan Hyper TerminalKoneksi manageable switch menggunakan Hyper Terminal

Untuk melakukan konfigurasi terhadap manageable switch dapat Untuk melakukan konfigurasi terhadap manageable switch dapat dila-kukan diladila-kukan dengan 2

kukan dilakukan dengan 2 cara, yaitu cara, yaitu melalui Hyper Tmelalui Hyper Terminal dan melalui weberminal dan melalui web browser. Pada percobaan ini konfigurasi dilakukan melalui Hyper Terminal. browser. Pada percobaan ini konfigurasi dilakukan melalui Hyper Terminal.

Pada gambar diatas, koneksi diberi nama dengan “Kelompok 123”. Pada gambar diatas, koneksi diberi nama dengan “Kelompok 123”. Kemudian menentukan port yang akan digunakan, pada praktikum ini port Kemudian menentukan port yang akan digunakan, pada praktikum ini port yang digunakan adalah RS232 (COM1).

yang digunakan adalah RS232 (COM1).

Gambar d.1 Koneksi

Pad

Pada a gamgambar bar didiataatas, s, terterlihlihat at bahbahwa wa poport rt yayang ng didigungunakaakan n adaadalahlah COM1. Selanjutnya adalah menentukan konfigurasi untuk koneksi yang baru, COM1. Selanjutnya adalah menentukan konfigurasi untuk koneksi yang baru, menggunakan konfigurasi default. Dan setelah semua selesai akan terbuka menggunakan konfigurasi default. Dan setelah semua selesai akan terbuka sebuah terminal, kemudian menekan enter, jika koneksi sudah berhasil akan sebuah terminal, kemudian menekan enter, jika koneksi sudah berhasil akan tampil seperti gambar dibawah ini :

tampil seperti gambar dibawah ini :

Pada gambar diatas terlihat bahwa Hyper Terminal sudah terkoneksi Pada gambar diatas terlihat bahwa Hyper Terminal sudah terkoneksi dengan switch, langkah selanjutnya yaitu melakukan reset

dengan switch, langkah selanjutnya yaitu melakukan reset terhadap switch. Initerhadap switch. Ini dimaksudkan untuk menghilangkan konfigurasi – konfigurasi yang telah dimaksudkan untuk menghilangkan konfigurasi – konfigurasi yang telah dila-kukan sebelumnya terhadap switch.

kukan sebelumnya terhadap switch.

Gambar d.2 Port yang digunakan

Gambar d.2 Port yang digunakan

Gambar d.3 Tampilan hyper terminal 

Pada gambar diatas terlihat bahwa reset switch dapat dilakukan Pada gambar diatas terlihat bahwa reset switch dapat dilakukan de-ngan menuliskan perintah reset pada terminal. Dan ada konfirmasi apakah ngan menuliskan perintah reset pada terminal. Dan ada konfirmasi apakah switch akan direset atau tidak, menekan enter kemudian akan tampil switch akan direset atau tidak, menekan enter kemudian akan tampil pemberi-tahuan berupa “Success”.

tahuan berupa “Success”.

Gambar d.4 Reset Switch

2.

2.

Buatlah 2 buah VLAN dengan masing – masing VLAN memiliki 2 buah client.Buatlah 2 buah VLAN dengan masing – masing VLAN memiliki 2 buah client. Semua client dalam network yang

Semua client dalam network yang sama.sama.

Untuk permasalahan diatas, dapat dibuat ilustrasi seperti gambar dibawah ini : Untuk permasalahan diatas, dapat dibuat ilustrasi seperti gambar dibawah ini :

Sebelum melakukan membuat VLAN, terlebih dahulu melihat spesifikasi Sebelum melakukan membuat VLAN, terlebih dahulu melihat spesifikasi mana-geable switch yang digunakan dengan menuliskan perintah show switch

geable switch yang digunakan dengan menuliskan perintah show switch ::

Pada gambar diatas dapat dilihat properti properti yang dimiliki oleh Pada gambar diatas dapat dilihat properti properti yang dimiliki oleh manageab-le switch yang digunakan dalam praktikum. Pada properti properti diatas le switch yang digunakan dalam praktikum. Pada properti properti diatas ditampil-kan Device Type, MAC Address, IP Adress, VLAN Name, dan lain lain. Kemudian kan Device Type, MAC Address, IP Adress, VLAN Name, dan lain lain. Kemudian menampilkan VLAN yang ada dalam switch :

menampilkan VLAN yang ada dalam switch :

P

PCC11 PPCC22 PPCC33 PPCC44

Gambar d.5 Ilustrasi permasalahan

Gambar d.5 Ilustrasi permasalahan

Gambar d.6 Perintah show switch

Pada gambar diatas terlihat bahwa secara default terdapat hanya ada 1 VLAN Pada gambar diatas terlihat bahwa secara default terdapat hanya ada 1 VLAN dengan nama degault dan memiliki memb

dengan nama degault dan memiliki member ports 1 – er ports 1 – 24 (untagged). Untagged arti-24 (untagged). Untagged arti-nya setiap port haarti-nya dapat menjadi member pada 1 VLAN.

nya setiap port hanya dapat menjadi member pada 1 VLAN.

Selanjutnya adalah menambah VLAN dengan membuat 2 buah VLAN sesuai Selanjutnya adalah menambah VLAN dengan membuat 2 buah VLAN sesuai dengan permasalahan, yaitu VLAN ganjil dengan member port 1 dan 3, dan VLAN dengan permasalahan, yaitu VLAN ganjil dengan member port 1 dan 3, dan VLAN genap dengan member port 2 dan 4. Sebelum menetapkan port 1 – 4 kedalam genap dengan member port 2 dan 4. Sebelum menetapkan port 1 – 4 kedalam VLAN masing – masing, maka perlu melakukan penghapusan member dari VLAN VLAN masing – masing, maka perlu melakukan penghapusan member dari VLAN default :

default :

Pada gambar diatas dilakukan penghapusa

Pada gambar diatas dilakukan penghapusan port pada n port pada VLAN default dari port 1VLAN default dari port 1 – 24. Jika penghapusan berhasil akan tampil pesan “Success”. Selanjutnya – 24. Jika penghapusan berhasil akan tampil pesan “Success”. Selanjutnya mem-buat VLAN ganjil dan genap.

buat VLAN ganjil dan genap.

Gambar d.7 Menampilkan VLAN

Gambar d.7 Menampilkan VLAN

Gambar d.8 Menghapus port default 

Gambar d.8 Menghapus port default 

Gambar d.9 Membuat VLAN ganjil dan genap

Pada gambar diatas terlihat bahwa saat membuat VLAN ganjil dan genap Pada gambar diatas terlihat bahwa saat membuat VLAN ganjil dan genap ber-hasil dilakukan ditandai dengan adanya pesan “Success”. Selanjutnya hasil dilakukan ditandai dengan adanya pesan “Success”. Selanjutnya menampil-kan VLAN yang sudah dibuat :

kan VLAN yang sudah dibuat :

T

Terlihat pada gambar diatas bahwa VLAN erlihat pada gambar diatas bahwa VLAN genap dan ganjil masih belum memi-genap dan ganjil masih belum memi-liki member. Untuk menambahkan member dilakukan dengan perintah berikut : liki member. Untuk menambahkan member dilakukan dengan perintah berikut :

Gambar d.10 Menampilkan VLAN

Gambar d.10 Menampilkan VLAN

Gambar d.11 Menambah member ke VLAN

Pada gambar diatas terlihat bahwa pada VLAN

Pada gambar diatas terlihat bahwa pada VLAN ganjil ditambahkan anggota yai-ganjil ditambahkan anggota yai-tu port 1 dan 3 (untagged) dan pada VLAN genap ditambahkan anggota yaiyai-tu port 2 tu port 1 dan 3 (untagged) dan pada VLAN genap ditambahkan anggota yaitu port 2 dan 4 (untagged). Selanjutnya yaitu menampilkan VLAN yang sudah ditambahkan dan 4 (untagged). Selanjutnya yaitu menampilkan VLAN yang sudah ditambahkan member nya :

member nya :

Pada gambar diatas terlihat bahwa member port pada VLAN

Pada gambar diatas terlihat bahwa member port pada VLAN genap adalah portgenap adalah port 2 dan 4,

2 dan 4, sedangkan pada VLAN ganjil adalah port 1 dan 3. sedangkan pada VLAN ganjil adalah port 1 dan 3. langkah perakhir adalahlangkah perakhir adalah dengan menyimpan konfigurasi pada switch dengan menuliskan perintah save : dengan menyimpan konfigurasi pada switch dengan menuliskan perintah save :

Gambar d.12 Menampilkan VLAN

Gambar d.12 Menampilkan VLAN

Gambar d.13 Menyimpan konfigurasi 

Selanjutnya adalah mencoba komunikasi antar port seperti yang sudah Selanjutnya adalah mencoba komunikasi antar port seperti yang sudah ditentu-kan dalam konfigurasi diatas. Yang pertama adalah port 1 mencoba melakuditentu-kan kan dalam konfigurasi diatas. Yang pertama adalah port 1 mencoba melakukan ping ke port 2.

ping ke port 2.

Dari gambar diatas terlihat bahwa port 1 tidak bisa terhubung dengan port 2, Dari gambar diatas terlihat bahwa port 1 tidak bisa terhubung dengan port 2, sesuai dengan konfigurasi karena port 1 masuk dalam anggota VLAN ganjil, sesuai dengan konfigurasi karena port 1 masuk dalam anggota VLAN ganjil, se-dangkan port 2 masuk sebagai anggota dalam VLAN genap.

dangkan port 2 masuk sebagai anggota dalam VLAN genap. Kemudian selanjutn

Kemudian selanjutnya melakukan ping dari port 1 ya melakukan ping dari port 1 ke port 3 ke port 3 ::

Pada gambar diatas terlihat bahwa port 1 dapat terhubung dengan port 3,

Pada gambar diatas terlihat bahwa port 1 dapat terhubung dengan port 3, sesu- sesu-ai dengan konfigurasi karena port 1 dan port 3 masuk sebagsesu-ai anggota dalam ai dengan konfigurasi karena port 1 dan port 3 masuk sebagai anggota dalam VLAN yang sama, yaitu VLAN ganjil.

VLAN yang sama, yaitu VLAN ganjil.

Gambar d.14 Ping ke dari port 1 ke port 2

Gambar d.14 Ping ke dari port 1 ke port 2

Gambar d.15 Ping ke dari port 1 ke port 3

Kemudian melakukan ping dari port 1 ke port 4 : Kemudian melakukan ping dari port 1 ke port 4 :

Dari gambar diatas terlihat bahwa port 1 tidak bisa terhubung dengan port 4, Dari gambar diatas terlihat bahwa port 1 tidak bisa terhubung dengan port 4, sesuai dengan konfigurasi karena port 1 masuk dalam anggota VLAN ganjil, sesuai dengan konfigurasi karena port 1 masuk dalam anggota VLAN ganjil, se-dangkan port 4 masuk sebagai anggota dalam VLAN genap.

dangkan port 4 masuk sebagai anggota dalam VLAN genap. Kemudian melakukan ping dari port 2 ke port 3 :

Kemudian melakukan ping dari port 2 ke port 3 :

Gambar d.16 Ping ke dari port 1 ke port 4

Dari gambar diatas terlihat bahwa port 2 tidak bisa terhubung dengan port 3, Dari gambar diatas terlihat bahwa port 2 tidak bisa terhubung dengan port 3, sesuai dengan konfigurasi karena port 2 masuk dalam anggota VLAN genap, sesuai dengan konfigurasi karena port 2 masuk dalam anggota VLAN genap, se-dangkan port 3 masuk sebagai anggota dalam VLAN ganjil.

dangkan port 3 masuk sebagai anggota dalam VLAN ganjil.

Gambar d.17 Ping ke dari port 2 ke port 3

Kemudian melakukan ping dari port 2 ke port 4 : Kemudian melakukan ping dari port 2 ke port 4 :

Pada gambar diatas terlihat bahwa port 2 dapat terhubung dengan port 4,

Pada gambar diatas terlihat bahwa port 2 dapat terhubung dengan port 4, sesu- sesu-ai dengan konfigurasi karena port 2 dan port 4 masuk sebagsesu-ai anggota dalam ai dengan konfigurasi karena port 2 dan port 4 masuk sebagai anggota dalam VLAN yang sama, yaitu VLAN genap.

VLAN yang sama, yaitu VLAN genap.

Yang terakhir adalah melakukan ping dari port 3 ke port 4 : Yang terakhir adalah melakukan ping dari port 3 ke port 4 :

Dari gambar diatas terlihat bahwa port 3 tidak bisa terhubung dengan port 4, Dari gambar diatas terlihat bahwa port 3 tidak bisa terhubung dengan port 4, sesuai dengan konfigurasi karena port 3 masuk dalam anggota VLAN ganjil, sesuai dengan konfigurasi karena port 3 masuk dalam anggota VLAN ganjil, se-dangkan port 4 masuk sebagai anggota dalam VLAN genap.

dangkan port 4 masuk sebagai anggota dalam VLAN genap.

Gambar d.18 Ping ke dari port 2 ke port 4

Gambar d.18 Ping ke dari port 2 ke port 4

Gambar d.19 Ping ke dari port 3 ke port 4

3.

3.

Buatlah trunking antar VLAN pada manageable switch 1 dengan switch 2 di-Buatlah trunking antar VLAN pada manageable switch 1 dengan switch 2 di-mana sebuah VLAN pada switch 1 hanya dapat mengakses VLAN pada switch mana sebuah VLAN pada switch 1 hanya dapat mengakses VLAN pada switch 2, tiap VLAN memiliki 2 client.

2, tiap VLAN memiliki 2 client.

Trunking adalah salah satu teknik untuk menghubungkan VLAN pada Trunking adalah salah satu teknik untuk menghubungkan VLAN pada manage-able switch yang satu dengan VLAN pada managemanage-able switch yang lain dengan able switch yang satu dengan VLAN pada manageable switch yang lain dengan menggunakan sebuah port untuk menghubungkan kedua switch.

menggunakan sebuah port untuk menghubungkan kedua switch.

Pada percobaan ini port yang digunakan adalah port 24, adapun langkah Pada percobaan ini port yang digunakan adalah port 24, adapun langkah ma yang dilakukan adalah menambahkan port 24 ke tiap VLAN pada switch ma yang dilakukan adalah menambahkan port 24 ke tiap VLAN pada switch perta-ma dengan jenis tagged. Fungsi tagged disini adalah agar port 24 dapat menjadi ma dengan jenis tagged. Fungsi tagged disini adalah agar port 24 dapat menjadi member dari VLAN ganjil dan genap, sehingga VLAN ganjil dan genap pada member dari VLAN ganjil dan genap, sehingga VLAN ganjil dan genap pada mana-geable switch yang satu dapat berkomunikasi dengan VLAN ganjil dan genap pada geable switch yang satu dapat berkomunikasi dengan VLAN ganjil dan genap pada manageabl

manageable switch e switch yang lain.yang lain.

Dari gambar diatas terlihat bahwa port 24 dikonfigurasi menjadi member dari Dari gambar diatas terlihat bahwa port 24 dikonfigurasi menjadi member dari VLAN ganjil dan VLAN

VLAN ganjil dan VLAN genap. Selanjutnya adalah menampilkan VLAN yang sudahgenap. Selanjutnya adalah menampilkan VLAN yang sudah dibuat :

dibuat :

Gambar d.20 Menambah member port 24 ke VLAN

Gambar d.20 Menambah member port 24 ke VLAN

ganjil dan genap

Pada gambar diatas terlihat bahwa VLAN ganjil memiliki 3 buah member, yaitu Pada gambar diatas terlihat bahwa VLAN ganjil memiliki 3 buah member, yaitu port 1, 3,

port 1, 3, dan 24. kemudian VLAN genap memiliki 3 buah member juga yaitu port 2,dan 24. kemudian VLAN genap memiliki 3 buah member juga yaitu port 2, 4, dan 24.

4, dan 24.

Selanjutnya adalah melakkan percobaan koneksi untuk

Selanjutnya adalah melakkan percobaan koneksi untuk mengetahui konfigurasimengetahui konfigurasi sudah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak, dimulai dari port 1 pada sudah sesuai dengan yang diharapkan atau tidak, dimulai dari port 1 pada manage-able switch 1 melakukan ping ke port 1 pada managemanage-able switch 2 :

able switch 1 melakukan ping ke port 1 pada manageable switch 2 :

Dari gambar diatas terlihat bahwa port 1 pada manageable switch 1 dapat Dari gambar diatas terlihat bahwa port 1 pada manageable switch 1 dapat ter-hubung dengan port 1 pada manageable switch 2, sesuai dengan konfigurasi hubung dengan port 1 pada manageable switch 2, sesuai dengan konfigurasi kare-na port 1 pada MS 1

na port 1 pada MS 1 dan port 1 pada MS 2 termasuk dalam VLAN yang sama, yaitudan port 1 pada MS 2 termasuk dalam VLAN yang sama, yaitu VLAN ganjil.

VLAN ganjil.

Gambar d.21 Menampilkan VLAN

Gambar d.21 Menampilkan VLAN

Gambar d.22 Ping dari port 1 MS 1 ke port 1 MS 2

Selanjutnya adalah melakukan ping dari port 2 pada manageable switch 1 ke Selanjutnya adalah melakukan ping dari port 2 pada manageable switch 1 ke port 1 pada manageable switch 2 :

port 1 pada manageable switch 2 :

Dari gambar diatas terlihat bahwa port 2 pada manageable switch 1 tidak

Dari gambar diatas terlihat bahwa port 2 pada manageable switch 1 tidak dapatdapat terhubung dengan port 1 pada manageable switch 2, sesuai dengan konfigurasi terhubung dengan port 1 pada manageable switch 2, sesuai dengan konfigurasi ka-rena port 2 pada M

rena port 2 pada MS 1 S 1 termasuk dalam termasuk dalam VLAN genap dan pVLAN genap dan port 1 pada MS 2 termort 1 pada MS 2 terma- a-suk dalam VLAN ganjil.

suk dalam VLAN ganjil.

Gambar d.23 Ping dari port 2 MS 1 ke port 1 MS 2

E.

E. KEKESISIMPMPULULANAN

Dalam dokumen Panduan Cara Configurasi Vlan (Virtual Lan) (Halaman 25-57)

Dokumen terkait