• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. METODOLOGI PENELITIAN

V. HASIL DAN PEMBAHASAN

5.6. Analisis Persepsi Berdasarkan Karakteristik Karyawan

1. Analisis persepsi karyawan terhadap pelaksanaan pelatihan sistem manajemen kinerja berdasarkan karakteristik karyawan

Analisis persepsi karyawan terhadap pelaksanaan pelatihan SMK berbasis kompetensi dilakukan berdasarkan karakteristik karyawan, yang terdiri dari empat variabel yaitu jenis kelamin, usia, masa kerja dan tingkat pendidikan karyawan. Tujuannya adalah untuk melihat apakah ada perbedaan persepsi tentang efektivitas pelatihan berdasarkan karakteristik karyawan.

Tabel 17. Persepsi karyawan terhadap indikator pelatihan berdasarkan karakteristik jenis kelamin

No Indikator

Jenis Kelamain

Total

Pria Wanita

Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan

1 Program 3.81 Baik 3.83 Baik 3.82 Baik

2 Metode 3.75 Baik 3.94 Baik 3.85 Baik

3 Instruktur 3.86 Baik 3.75 Baik 3.81 Baik

4 Fasilitas 4.14 Baik 3.94 Baik 4.04 Baik

5 Kebutuhan 3.78 Baik 3.87 Baik 3.83 Baik

6 Materi 3.81 Baik 3.79 Baik 3.80 Baik

7 Waktu 3.81 Baik 3.79 Baik 3.80 Baik

8 Manfaat 4.25 Sangat Baik 4.05 Baik 4.15 Baik

Berdasarkan Tabel 17 ternyata tidak ada perbedaan persepsi antara karyawan berdasarkan jenis kelamin terhadap pelaksanaan pelatihan SMK. Hal ini terlihat dari persepsi karyawan yang baik terhadap semua indikator pelatihan. Karyawan dengan jenis kelamin laki-laki menilai bahwa program, metode, instruktur, fasilitas, kebutuhan akan pelatihan, materi dan waktu pelatihan sudah baik. Selain itu, mereka memiliki persepsi yang sangat baik terhadap manfaat pelatihan.

Tabel 18. Persepsi karyawan terhadap indikator pelatihan berdasarkan karakteristik usia

No. Indikator

Usia

Total 26-32 Tahun 33-39 Tahun 40-46 Tahun 47-53 Tahun

Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan 1. Program 3.92 Baik 3.88 Baik 3.75 Baik 3.85 Baik 3.85 Baik 2. Metode 4.00 Baik 4.00 Baik 3.75 Baik 3.95 Baik 3.93 Baik 3. Instruktur 4.04 Baik 3.88 Baik 3.77 Baik 3.63 Baik 3.83 Baik

Lanjutan Tabel 18.

No. Indikator

Usia

Total 26-32 Tahun 33-39 Tahun 40-46 Tahun 47-53 Tahun

Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan 4. Fasilitas 4.17 Baik 4.00 Baik 3.96 Baik 3.95 Baik 4.02 Baik 5. Kebutuhan 3.75 Baik 4.00 Baik 3.75 Baik 3.98 Baik 3.87 Baik 6. Materi 3.71 Baik 3.88 Baik 3.75 Baik 3.88 Baik 3.81 Baik 7. Waktu 3.72 Baik 3.67 Baik 3.81 Baik 3.87 Baik 3.77 Baik 8. Manfaat 4.17 Baik 4.00 Baik 4.10 Baik 4.10 Baik 4.09 Baik

Pada Tabel 18, diketahui bahwa tidak ada perbedaan persepsi antara karyawan berdasarkan karakteristik usia terhadap pelaksanaan pelatihan. Hal ini terlihat dari persepsi karyawan pada usia 26-32 tahun yang baik terhadap semua indikator-indikator pelatihan. Karyawan dengan usia 33-39 tahun juga memiliki persepsi yang baik terhadap indikator pelatihan. Selain itu, karyawan usia 40-46 tahun dan usia 47-53 tahun juga memiliki penilaian yang baik terhadap indikator pelatihan.

Tabel 19. Persepsi karyawan terhadap indikator pelatihan berdasarkan karakteristik tingkat pendidikan

No. Indikator

Tingkat Pendidikan

Total

SMA Diploma Strata Satu Strata Dua

Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan 1. Program 3.77 Baik 3.63 Baik 3.83 Baik 5.00 Sangat Baik 4.06 Baik 2. Metode 3.88 Baik 4.00 Baik 3.77 Baik 5.00 Sangat Baik 4.16 Baik 3. Instruktur 3.78 Baik 4.00 Baik 3.65 Baik 5.00 Sangat Baik 4.11 Baik 4. Fasilitas 3.95 Baik 4.00 Baik 3.98 Baik 5.00 Sangat Baik 4.23 Sangat Baik 5. Kebutuhan 3.92 Baik 4.00 Baik 3.63 Baik 5.00 Sangat Baik 4.14 Baik 6. Materi 3.87 Baik 4.00 Baik 3.56 Baik 5.00 Sangat Baik 4.11 Baik 7. Waktu 3.82 Baik 3.50 Baik 3.72 Baik 5.00 Sangat Baik 4.01 Baik 8. Manfaat 4.05 Baik 4.00 Baik 4.13 Baik 5.00 Sangat Baik 4.30 Sangat Baik

Tabel 19 menunjukan bahwa terdapat perbedaan persepsi antara karyawan berdasarkan tingkat pendidikan SMA, Diploma dan Strata satu dengan tingkat pendidikan Strata dua. Hal ini terlihat dari penilaian karyawan dengan tingkat pendidikan SMA, Diploma, dan Strata satu (S1) yang baik terhadap indikator-indikator pelatihan. Namun, karyawan dengan tingkat pendidikan Strata dua (S2) memiliki persepsi yang sangat baik terhadap indikator pelatihan.

Tabel 20. Persepsi karyawan terhadap indikator pelatihan berdasarkan karakteristik masa kerja

No. Indikator

Masa Kerja

Total 1-10 Tahun 11-20 Tahun 21-30 Tahun

Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan

1. Program 3.92 Baik 3.84 Baik 3.71 Baik 3.82 Baik 2. Metode 4.00 Baik 3.87 Baik 3.82 Baik 3.90 Baik 3. Instruktur 4.04 Baik 3.71 Baik 3.75 Baik 3.83 Baik 4. Fasilitas 4.17 Baik 3.96 Baik 3.96 Baik 4.03 Baik 5. Kebutuhan 3.75 Baik 3.87 Baik 3.86 Baik 3.83 Baik 6. Materi 3.71 Baik 3.82 Baik 3.79 Baik 3.77 Baik 7. Waktu 3.72 Baik 3.78 Baik 3.90 Baik 3.80 Baik 8. Manfaat 4.17 Baik 4.13 Baik 4.00 Baik 4.10 Baik

Berdasarkan Tabel 20, dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan persepsi antara karyawan berdasarkan karakeristik masa kerja terhadap pelaksanaan pelatihan SMK. Terlihat dari penilaian karyawan dengan masa kerja 1-10 tahun yang baik terhadap program, metode, instruktur, fasilitas, kebutuhan akan pelatihan, materi, waktu dan manfaat pelatihan. Selain itu, karyawan dengan masa kerja 11-20 tahun dan 21-30 tahun juga memiliki persepsi yang baik terhadap indikator-indikator pelatihan.

2. Analisis Persepsi Karyawan Terhadap Kinerja berdasarkan Karakteristik Karyawan.

Analisis persepsi karyawan terhadap kinerja dilakukan berdasarkan karakteristik karyawan yang terdiri dari empat variabel yaitu jenis kelamin, usia, masa kerja dan tingkat pendidikan karyawan. Persepsi karyawan tentang indikator kinerja dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 21. Persepsi karyawan terhadap indikator kinerja berdasarkan karakteristik jenis kelamin

No. Jenis Kelamin

Pengetahuan Sikap Keterampilan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan

1. Laki-laki 4.08 Baik 4.08 Baik 3.98 Baik 2. Perempuan 4.13 Baik 4.06 Baik 4.06 Baik

Total 4.11 Baik 4.07 Baik 4.02 Baik

Berdasarkan Tabel 21, dapat diketahui bahwa tidak ada perbedaan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan karyawan setelah mengikuti pelatihan SMK berdasarkan karakteristik jenis kelamin.

Karyawan dengan jenis kelamin laki-laki menilai memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang baik setelah mengikuti pelatihan SMK. Begitu juga dengan karyawan berjenis kelamin perempuan yang menilai memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan setelah mengikuti pelatihan SMK.

Tabel 22. Persepsi karyawan terhadap indikator kinerja berdasarkan karakteristik usia

No. Usia Pegetahuan Sikap Keterampilan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan

1. 26-32Tahun 4.17 Baik 4.17 Baik 4.17 Baik 2. 33-39 Tahun 4.00 Baik 4.00 Baik 4.00 Baik 3. 40-46Tahun 4.15 Baik 4.13 Baik 4.03 Baik 4. 47-53 Tahun 4.08 Baik 3.95 Baik 3.96 Baik

Total 4.10 Baik 4.06 Baik 4.04 Baik

Pada Tabel 22, terlihat bahwa tidak ada perbedaan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan karyawan setelah mengikuti pelatihan berdasarkan karakteristik usia. Karyawan dengan usia 26-32 tahun memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang baik setelah mengikuti pelatihan SMK. Begitu juga dengan usia karyawan 33-39 tahun yang memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang baik setelah mengikuti pelatihan. Selain itu, karyawan dengan usia 40-46 tahun dan usia 47-53 tahun juga memiliki pengetahuan, sikap dan keterampilan yang baik setelah mengikuti pelatihan.

Tabel 23. Persepsi karyawan terhadap indikator kinerja berdasarkan karakteristik tingkat pendidikan

No. Tingkat Pendidikan

Pegetahuan Sikap Keterampilan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan

1. SMA 4.15 Baik 4.03 Baik 4.00 Baik

2. Diploma 4.00 Baik 4.00 Baik 4.00 Baik 3. Strata Satu 4.02 Baik 4.04 Baik 4.00 Baik 4. Strata Dua 5.00 Sangat Baik 5.00 Sangat Baik 5.00 Sangat Baik

Total 4.29 Sangat Baik 4.27 Sangat Baik 4.25 Sangat Baik

Tabel 23 menunjukan bahwa karyawan dengan tingkat pendidikan strata dua (S2) menilai memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang sangat baik setelah mengikuti pelatihan SMK. Karyawan dengan tingkat pendidikan SMA, Diploma, dan Strata Satu (S1) memiliki

pengetahuan yang baik setelah mengikuti pelatihan tersebut. Sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan karyawan setelah mengikuti pelatihan berdasarkan tingkat pendidikan karyawan.

Tabel 24. Persepsi karyawan terhadap indikator kinerja berdasarkan karakteristik masa kerja

No Masa Kerja Pegetahuan Sikap Keterampilan Rataan Keterangan Rataan Keterangan Rataan Keterangan

1. 1-10 Tahun 4.17 Baik 4.17 Baik 4.17 Baik 2. 11-20 Tahun 4.09 Baik 3.96 Baik 3.96 Baik 3. 21-30 Tahun 4.14 Baik 4.25 Sangat Baik 4.09 Baik

Total 4.13 Baik 4.13 Baik 4.07 Baik

Berdasarkan Tabel 24 dapat diketahui bahwa secara keseluruhan tidak ada perbedaan peningkatan pengetahuan, sikap dan keterampilan karyawa setelah mengikuti pelatihan SMK. Terlihat dari pengetahuan, sikap dan keterampilan karyawan yang baik setelah mengikuti pelatihan SMK pada karyawan dengan masa kerja 1-10 tahun dan masa kerja 11-20 tahun. Namun, karyawan dengan masa kerja 21-30 tahun memiliki pengetahuan dan keterampilan yang baik, sedangkan sikap karyawan menjadi lebih baik setelah mengikuti pelatihan tersebut.

5.7. Analisis Hubungan Efektivitas Pelatihan Sistem Manajemen Kinerja

Dokumen terkait