• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PERSEPSI KONSUMEN DALAM EFISIENS

B. Analisis Persepsi Konsumen Dalam Pengurusan STNK Pada

Pelayanan merupakan setiap tindakan yang ditawarkan oleh satu pihak kepada pihak lain, pada dasarnya tidak berwujud dan tidak mengakibatkan kepemilikan apapun. Setiap tempat (lokasi) menyediakan sejumlah pelayanan untuk menarik konsumen. Excellent Service (kualitas layanan) adalah pelayanan yang sangat baik dan melampaui harapan pelanggan dan dengan standar kualitas yang tinggi serta selalu mengikuti perkembangan kebutuhan pelanggan setiap saat, secara konsisten dan akurat.

63

Oleh sebab itu, pelayanan yang baik merupakan hal yang penting di saat pertumbuhan ekonomi melambat dan banyak perusahaan bertahan dengan mempertahankan pelanggan yang mereka miliki. 2Dengan kata lain, kualitas pelayanan dapat dikatakan suatu penilaian konsumen tentang kesesuaian tingkat pelayanan yang diberikan dengan tingkat pelayanan yang diharapkan. Selain kualitas layanan, lokasi atau tempat merupakan sesuatu yang penting dalam membangun persepsi seseorang.

Pada umumnya konsumen akan memilih lokasi yang terdekat, dengan asumsi semua kondisi dalam penyeleksian tempat adalah sama (Peter dan Olson, 1999). Adanya perbedaan cara (transportasi yang digunakan) untuk mencapai lokasi akan mempengaruhi keputusan konsumen untuk berlangganan di suatu tempat. Hal ini dipengaruhi oleh pertimbangan konsumen akan waktu, uang, dan nilai barang yang akan dibeli di lokasi tersebut.

Dengan adanya lokasi BMT Surya Raharja yang dekat dengan lokasi masyarakat Desa Sidokumpul yang jaraknya sekitar 500 meter, maka mereka lebih memilih untuk mengurus STNK pada BMT Surya Raharja. Karena melihat tempat samsat yang jauh dan harus mengeluarkan biaya transportasi yang semakin mahal dan itu sangat memberatkan mereka. Biaya yang digunakan untuk transport bisa mereka gunakan untuk kebutuhan yang lain. Mereka tidak perlu membuang-buang waktu, biaya, dan tenaga untuk pergi ke samsat sehingga biaya dan waktu mereka lebih efisien. Efisiensi adalah

2 Sri Rahayu Tri Astuti, “Analisis Pengaruh Retail Marketing Mix Terhadap Loyalitas

64

tingkat kehematan dalam menggunakan sumber daya yang ada dalam rangka mencapai tujuan yang diinginkan

Dari hasil wawancara dapat diketahui bahwa faktor-faktor yang mendorong 5 informan dari masyarakat desa Sidokumpul dalam mengurus STNK pada BMT Surya Raharja adalah sebagaimana tabel berikut:

Tabel 4.1

Faktor pendorong 5 informan dari masyarakat desa Sidokumpul dalam mengurus STNK pada BMT Surya Raharja

No Nama Lokasi dekat dan terjangkau

Service Excellent

1 Amar Ma’ruf √ √

2 Mahmudah √ √

3 Arifin √ √

4 Mohammad Dzul Fikri √ √

5 Mufidah √ √

Berdasarkan tabel di atas, dapat diketahui bahwa faktor pendorong 5 informan dari masyarakat desa Sidokumpul dalam mengurus STNK di BMT Surya Raharja adalah lokasi yang dekat dan terjangkau serta kualitas pelayanannya.

Dengan adanya service excellent dan lokasi yang dekat tersebut, timbul persepsi 5 informan dari masyarakat Desa Sidokumpul yang mengurus STNK pada BMT Surya Raharja dalam memilih tempat untuk pengurusan STNK. Persepsi 5 informan dari masyarakat Desa Sidokumpul tidak hanya percaya pada lingkungannya saja, akan tetapi mereka melihat sendiri realita yang ada

65

dalam BMT Surya Raharja. Mereka memutuskan untuk memilih mengurus STNK pada BMT ini karena mereka tidak perlu mengeluarkan biaya transportasi. Sehingga mereka bisa menghemat uangnya untuk kebutuhan yang lainnya.

Memang persepsi seseorang berbeda-beda, akan tetapi 5 informan di atas setelah melihat dengan panca indranya sendiri bahwa BMT Surya Raharja melayani pengurusan STNK dimana lokasi BMT ini lebih dekat dari pada harus mengurus di samsat dan mereka mendapatkan suatu layanan yang baik, maka mereka lebih memilih untuk minta bantuan kepada BMT Surya Raharja dalam pengurusan STNK dan persepsi mereka positif dan baik terhadap BMT ini.

Persepsi adalah bagaimana seseorang menjadi termotivasi untuk berbuat sesuatu dipengaruhi oleh persepsinya terhadap situasi yang dihadapinya. Dua orang yang memiliki kebutuhan dan dorongan yang sama, mungkin akan berbuat sesuatu yang agak berbeda sesuai apa yang dipersepsikannya.3

Persepsi sebagai proses seorang individu memilih, mengorganisasikan dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran yang memiliki arti. Persepsi di sini tidak hanya tergantung pada hal fisik tetapi juga berhubungan dengan lingkungan sekitar dan keadaan

66

individu tersebut.4 Sedangkan dalam proses memperoleh atau menerima rangsangan tersebut juga berasal dari objek lingkungan.

Dengan melihat faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi konsumen yaitu: faktor pribadi, budaya, sosial, dan psikologis, maka persepsi 5 informan dari masyarakat desa Sidokumpul yang mengurus STNK pada BMT Surya Raharja dapat dideskripsikan sebagai berikut:

1. Faktor Pribadi

Dalam hal ini, kemampuan perseptual masing-masing individu akan berbeda-beda dan melibatkan banyak hal yang berpengaruh sebagai latar belakang persepsi yang keluar. Proses pengalaman atau pengenalan individu terhadap kondisi lingkungan yang dihadapi, pada umumnya mempunyai orientasi pada kondisi lingkungan lain yang telah dikenal sebelumnya dan secara otomatis akan menghasilkan proses pembandingan yang menjadi dasar persepsi yang dihasilkan.

Terkait faktor pribadi persepsi dari 5 informan masyarakat desa Sidokumpul terhadap BMT Surya Raharja adalah positif atau baik.

Mereka mendapat informasi dari lingkungan mereka, mereka mencari informasi dari yang lain kemudian membandingkan informasi tersebut.

Setelah menyeleksi informasi yang didapatkan, mereka melihat sendiri apa yang didengarnya dan kebanyakan dari lingkungannya yang mengurus STNK di BMT Surya Raharja sehingga mereka mempunyai

67

dorongan atau rangsangan untuk mengurus di BMT ini dari hasil proses belajar atau pengalaman dari lingkungannya.

2. Faktor Budaya

Persepsi 5 informan masyarakat desa Sidokumpul dilihat dari faktor budaya menunjukkan adanya persamaan persepsi antara ke lima informan yang mengurus STNK di BMT Surya Raharja. Melalui wawancara dapat disimpulkan bahwa persepsi mereka baik terhadap BMT Surya Raharja. Di mana BMT Surya Raharja mampu memberikan fasilitas tempat dalam pengurusan STNK yang dekat dengan Desa mereka dan dalam melayani masyarakat juga baik.

3. Faktor Sosial

Suatu lingkungan akan mempengaruhi persepsi seseorang yang mengamati, mengenal, dan berada dalam lingkungan tersebut. Lingkungan dengan atribut dan elemen pembentuknya yang menghasilkan karakter atau tipikal tertentu akan menciptakan identitas bagi lingkungan tersebut.5

Terkait faktor sosial, 5 informan dari masyarakat desa Sidokumpul dipengaruhi oleh lingkungan mereka sendiri baik itu dari keluarga, tetangga, teman, maupun saudara. Mereka menangkap informasi dari

5Ali Mujib, “Persepsi dan Sikap Masyarakat Santri Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji

Kabupaten Lamongan Jawa Timur Tethadap Bank Syari’ah” (Tesis—IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2011).

68

lingkungannya kemudian mereka menafsirkan informasi tersebut. Setelah itu, mereka baru melakukan pengurusan STNK di BMT Surya Raharja.

Dilihat dari faktor sosial tersebut, persepsi dari kelima informan ini cenderung positif atau baik terhadap BMT Surya Raharja dalam pengurusan STNK.

4. Faktor psikologi

Tidak berbeda dengan ketiga faktor sebelumnya, pada faktor keempat yaitu faktor psikologi, persepsi 5 informan dari masyarakat desa Sidokumpul menunjukkan kecenderungan positif atau baik terhadap BMT Surya Raharja. Faktor psikologi ini diantaranya meliputi kepercayaan masyarakat desa Sidokumpul dalam mengurus STNK. Karena selain memudahkan masyarakat juga terdapat layanan yang baik yang diberikan.

Tabel 4.2

Persepsi 5 informan dari masyarakat desa Sidokumpul yang mengurus STNK pada BMT Surya Raharja dengan pendekatan faktor pribadi,

faktor budaya, faktor sosial, dan faktor psikologi.

No Nama Persepsi

1 Amar Ma’ruf Baik

2 Mahmudah Baik

3 Arifin Baik

4 Mohammad Dzul Fikri Baik

69

Berdasarkan tabel di atas, bahwa persepsi 5 informan dari masyarakat desa Sidokumpul yang mengurus STNK di BMT Surya Raharja dipengaruhi oleh lingkungan mereka baik dari keluarga, teman, maupun tetangga. Sedangkan dilihat dari pendekatan faktor pribadi, faktor budaya, faktor sosial, dan faktor psikologi persepsi mereka cenderung positif atau baik terhadap BMT Surya Raharja dan mereka lebih memilih untuk melakukan pengurusan STNK pada Surya Raharja.

Karena selain menyediakan tempat untuk pengurusan STNK, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya transport, dan mereka bisa menghemat uangnya untuk kebutuhan yang lainnya sehingga bisa membantu ekonominya, juga terdapat layanan yang baik yang diberikan sehingga menimbulkan kepercayaan mereka terhadap BMT ini.

BAB V

PENUTUP

A. Kesimpulan

Dari penelitian dan uraian yang telah dijelaskan di atas, penulis dapat memberikan beberapa kesimpulan, yaitu:

1. mekanisme pengurusan STNK pada BMT Surya Raharja adalah masyarakat Desa Sidokumpul yang mengurus STNK pada BMT Surya Raharja minta bantuan kepada BMT ini dalam menguruskan STNK dengan menyerahkan KTP dan BPKB. Kemudian ketua BMT yang melayani pengurusan tersebut dan setelah itu salah satu karyawan BMT yaitu Bapak Mahrus yang menguruskannya di samsat.

2. Persepsi masyarakat desa Sidokumpul dipengaruhi oleh lingkungan mereka sendiri seperti keluarga, teman, dan tetangga. Mereka mendapatkan informasi dari lingkungannya kemudian mereka menyeleksi atas informasi yang mereka tangkap. Setelah itu mereka mempunyai dorongan dalam melakukan pengurusan STNK pada BMT Surya Raharja. Sedangkan dilihat dari pendekatan faktor pribadi, faktor budaya, faktor sosial, dan faktor psikologi persepsi mereka cenderung positif atau baik terhadap BMT Surya Raharja dan mereka lebih memilih untuk melakukan pengurusan STNK pada Surya Raharja. Karena selain menyediakan tempat untuk pengurusan STNK, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya transport, dan mereka bisa menghemat uangnya untuk kebutuhan yang lainnya sehingga bisa membantu ekonominya, juga terdapat layanan yang

71

baik yang diberikan sehingga menimbulkan kepercayaan mereka terhadap BMT ini.

B. Saran

1. Kepada masyarakat Campurejo dan sekitarnya terutama masyarakat Sidokumpul hendaknya mengurus pembuatan maupun perpanjangan STNK di BMT Surya Raharja karena lokasinya lebih dekat dengan lingkungannya dan tidak perlu mengeluarkan biaya transport juga. Selain itu, BMT ini selalu mengedepankan kualitas layanannya dalam melayani masyarakat.

2. Kepada BMT Surya Raharja hendaknya lebih meningkatkan kualitas layanannya dalam melayani masyarakat yang mengurus pembuatan maupun perpanjangan STNK sehingga masyarakat akan selalu mengurus STNK di BMT Surya Raharja tanpa mengurus di samsat karena mereka akan memilih tempat yang lebih dekat dengan lingkungan mereka apalagi dengan adanya layanan yang baik akan meningkatkan pelanggan dan loyalitas konsumen. Dan persepsi masyarakat akan selalu baik dan positif terhadap BMT Surya Raharja.

3. Peneliti lain hendaknya ada penelitian lebih lanjut tentang persepsi konsumen, dengan objek penelitian yang berbeda, pembahasan yang lebih mendalam, metode yang berbeda dan cakupan wilayah yang lebih luas.

DAFTAR PUSTAKA

Ali Mujib. “Persepsi dan Sikap Masyarakat Santri Pondok Pesantren Tarbiyatut

Tholabah Kranji Kabupaten Lamongan Jawa Timur Terhadap Bank

Syari’ah”. Tesis—IAIN Sunan Ampel, Surabaya, 2011.

Alicia. “Pengaruh Sosialisasi BMT Terhadap Motivasi Siswa Untuk Menabung”,

dalamhttp://koleksi-skripsi.blogspot.com/Pengaruh-Sosialisasi-BMT Terhadap.html, diakses pada 04 April 2011.

Anam, Samsul, dkk. Manajemen Pemasaran. Surabaya: IAIN Sunan Ampel Press, 2013.

Angipora, Marius P. Dasar-Dasar Pemasaran. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1999.

Arikunto, Suharsimi. Prosedur Penelitihan Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta, 2002.

Assauri, Sofjan. Manajemen Pemasaran . Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 2004.

Assauri, Sofyan. Manajemen Produksi. Yogyakarta: BPFE, 1998.

Ataya. “Service Excellent”, dalam http://file/Service-Excellent.html, diakses pada 24 Januari 2014.

Atika Paramitha Wenda. “Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan dan

Loyalitas Pelanggan Garuda Indonesia di Denpasar”. Skripsi—Udayana, Bali, 2012.

Azwar, Saifuddin. Metode Penelitian . Yogyakarta: Pustaka Belajar, 2007.

Cannon, Perreault, McCarthy. Pemasaran Dasar Pendekatan Manajerial Global. Jakarta: Salemba Empat, 2008.

Departemen Agama Republik Indonesia. Al-Hikmah (Al-Qur’an dan

Terjemahnya). Bandung: Diponegoro, 2010.

Fakultas Syariah UIN Sunan Ampel Surabaya. Petunjuk Teknis Penulisan Skripsi. Edisi Revisi, Cetakan V, 2014.

Harul Huda. “Efisien dan Efektif”, dalam http://file/Efisien-dan-Efektif.html, diakses 04 Juni 2011.

Herdiansyah, Haris. Metodologi Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-ilmu social. Jakarta: Salemba Humanika, 2012.

Huda, Nurul dan Heykal, Mohamad. Lembaga Keuangan Islam. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2010.

Ibrahim, Adam. Prilaku Organisasi. Bandung: Sinar Baru, 1989. Kotler, Philip. Manajemen Pemasaran. Jakarta: Erlangga, 1997. ---. Marketing. Jakarta: Erlangga, 1994.

Margono S. Metode Penelitian Pendidikan Komponen MKDK. Jakarta: PT. Rineka Cipta, 2000.

Nur Lita Madyaningsih. “Pengaruh Persepsi dan Sikap Konsumen Terhadap

Keputusan Pembelian Mie Sedap di Surabaya”. Skripsi—UPN, Veteran, 2012.

Nurudin. “BMT Surya Raharja”, dalam http://Nurudin.blogspot.com/BMT-

Surya-Raharja.html. diakses 14 Februari 2012.

Oppung Doli. “Pengertian Efisiensi dan Efektivitas”, dalam

http://file/Pengertian-Efisiensi-dan-Efektivitas.html, diakses 08 Juni 2015.

Pareek, Udai. Perilaku Organisasi. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo, 1991. Partanto, Pius A dan Al-Barry, Dahlan. Kamus Ilmiah Populer. Surabaya:

Arkola, 1994.

Raja Presentasi. “Strategi Pemasaran dan Bauran Pemasaran”, dalam

http://rajapresentasi.com/Strategi-Pemasaran-dan-Bauran- Pemasaran.html, diakses pada 02 April 2009.

Rino Desanto. “Pengaruh Kualitas Pelayanan dan Kepuasan Konsumen Terhadap

Intensi Hunian Ulang Hotel Merdeka Madiun”. Skripsi—Politeknik Madiun, Madiun, 2008.

Robbins, Stephen P. Perilaku Organisasi. Jakarta: Salemba Empat, 2007.

Setiadi, Nugroho J. Perilaku Konsumen. Jakarta: Kencana Prenada Media Group, 2013.

Sri Rahayu Tri Astuti, “Analisis Pengaruh Retail Marketing Mix Terhadap Loyalitas Konsumen” (Skripsi—UNDIP, Semarang, 2006).

Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif Kuantitatif dan R&D. Bandung: Alfa Beta, 2008.

Sukmana, Oman. Dasar-Dasar Psikologi Lingkungan . Malang: UMM Press, 2003.

Sumarwan, Ujang. Perilaku Konsumen dan Penerapannya dalam Pemasaran. Bogor: Ghalia Indonesia, 2011.

Sutisna. Perilaku Konsumen dan Komunikasi Pemasaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2002.

Thoha, Miftah. Perilaku organisasi. Jakarta: CV. Rajawali, 1983. ---. Perilaku Organisasi. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada, 1998.

Tim Wikipedia. “Konsumen”, dalam http://id.m.wikipedia.org/wiki/Konsumen.

diakses pada 6 Juli 2014.

Tjiptono, Fandy. Prinsip-Prinsip Total Quality Service . Yogyakarta: Andi Offset, 2005.

Vania Rianti. “Persepsi Konsumen”, dalam

http://Vaniarianti.blogspot.com/Persepsi-Konsumen.html. diakses pada 04 Mei 2012.

Yan Januar Akbar. “Analisis Pengaruh Motivasi Konsumen, Persepsi Kualitas, dan Sikap Konsumen Terhadap Keputusan Pembelian Sepeda Motor Honda (Studi pada Konsumen Sepeda Motor Honda di Semarang)”.

Skripsi—Universitas Diponegoro, Semarang, 2010.

Zulganef. Metode penelitian sosial dan bisnis. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2008.

Zuni Nur Rahmah. “Pengaruh Kualitas Pelayanan, Lokasi, dan Citra Perusahaan

Terhadap Minat Beli Nasabah dalam Memilih Jasa UJKS Tursina”.

Dokumen terkait