IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.4. Analisis Persepsi
CBS lama maupun baru memiliki pengaruh terhadap kinerja karyawan baik dulu maupun sekarang. Tentunya dengan adanya CBS baru, karyawan diharapkan lebih produktif dalam bekerja. Namun mengetahui bagaimana pelaksanaan sistem lama maupun baru serta kinerja karyawan dulu dan sekarang secara lebih detail, perlu dilakukan analisis persepsi terhadap karyawan.
Persepsi karyawan BSM Cabang Bogor terhadap pelaksanaan sistem lama maupun baru serta tingkat kinerja baik dulu maupun sekarang, dapat diketahui dari tanggapan responden terhadap pertanyaan seputar pelaksanaan sistem lama maupun baru serta tingkat kinerja dulu maupun sekarang yang terdapat dalam kuesioner. Kemudian tanggapan-tanggapan seluruh responden yang ditanyakan dalam bentuk skala Likert (1= sangat tidak setuju, 2= tidak setuju, 3= sedikit setuju, 4= setuju dan 5= sangat setuju), dihitung total skor dari masing-masing pertanyaan dan dicari nilai rataannya untuk mengetahui dimana letak rataan nilai responden terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut. Nilai rataan dikategorikan ke dalam rentang skala dengan mempertimbangkan interval dari rentang skala tersebut sebagai berikut:
Nilai tertinggi – Nilai terendah = 5 - 1 Banyaknya kelas 5
Setelah banyaknya interval diketahui, kemudian dibuat rentang skala berdasarkan interval tersebut untuk mengetahui dimana nilai letak rataan responden terhadap pertanyaan yang diberikan. Rentang skala tersebut yaitu: 1,00 – 1,80 = sangat tidak setuju
1,80 – 2,60 = tidak setuju 2,60 – 3,40 = sedikit setuju 3,40 – 4,20 = setuju 4,20 –5,00 = sangat setuju
4.4.1 Persepsi Karyawan Terhadap Core Banking System Lama (Sigma Sharia)
Persepsi karyawan tehadap CBS lama menunjukkan bagaimana karyawan menerapkan pekerjaannya pada saat masih menggunakan CBS lama. Dari data kuesioner yang telah diolah, rata-rata karyawan menjawab setuju yang berarti bahwa persepsi karyawan terhadap sistem sigma sharia sudah cukup baik. Hal ini dapat dilihat dari jawaban responden yang merasa bahwa penggunaan sistem sigma sharia sudah cukup membantu karyawan dalam melakukan pekerjaan. Karyawan juga mempunyai persepsi bahwa sistem sigma sharia cukup mudah digunakan dan jika terjadi permasalahan maka dapat diselesaikan dengan segera. Dilihat dari segi kemudahan, sebagian besar karyawan mempunyai persepsi bahwa sistem sigma sharia cukup mudah digunakan. Tabel 4 di bawah ini menunjukkan rata-rata skor per pertanyaan dari 28 responden.
=0,8 Interval
Tabel 4.Rata-rata skor per pertanyaan CBS lama (sigma sharia)
No. Pertanyaan Rata-rata
skor per pertanyaan Kemudahan digunakan
1. Saya merasa penggunaan sistem sigma sharia membantu saya dalam melakukan transaksi/pekerjaan
4.00 2. Saya merasa sistem sigma sharia mudah digunakan dan
tidak banyak permasalahan
4.25 3. Saya merasa jika terjadi permasalahan dalam sistem
sigma sharia, maka dapat diselesaikan dengan segera
4.14
Fleksibel
4. Saya merasa sistem sigma sharia telah cocok dengan karakteristik karyawan
4.25 5. Saya merasa sistem sigma sharia telah cocok dengan
karakteristik nasabah
4.25
Pelatihan
6. Saya telah melaksanakan tahap pelatihan sebelum melakukan pekerjaan menggunakan sistem sigma sharia
4.21 7. Saya merasa kemampuan saya bertambah setelah
mendapatkan pelatihan sistem sigma sharia
4.18 8. Saya merasa pelatihan yang telah diberikan dapat
meningkatkan kinerja saya
4.11
Pengawasan atasan terhadap permasalahan
9. Saya selalu bertanya pada atasan tentang masalah- masalah yang ditemui dalam sistem sigma sharia
4.14 10. Saya merasa bahwa atasan saya selalu bisa menjadi
problem solver bagi permasalahan dalam sistem sigma sharia
4.43
Total rata-rata skor 4.20
Dilihat dari sisi fleksibilitas, maka karyawan mempunyai persepsi sistem sigma sharia sudah cukup sesuai dengan karakteristik karyawan yang ingin pekerjaannya lebih mudah dan terbantu dengan penggunaan sistem ini. Dari segi nasabah, karyawan yang berhubungan langung dengan nasabah juga merasa
bahwa sistem sigma sharia sudah cukup cocok dengan karakteristik nasabah yang selalu ingin cepat dilayani dan sistem tidak banyak permasalahan.
Sebelum mulai bekerja, karyawan akan diberikan pelatihan untuk persiapan pada saat akan melakukan pekerjaan. Karyawan BSM Bogor mempunyai persepsi bahwa mereka sudah cukup diberikan bekal pelatihan dalam menggunakan sistem sigma sharia dan karyawan merasa bahwa pelatihan telah cukup menambah kemampuan mereka dalam menggunaan sistem sigma sharia. Selebihnya karyawan merasa bahwa pelatihan yang diberikan cukup mampu meningkatkan kinerja mereka.
Dalam melakukan pekerjaan, jika menemui masalah terhadap sistem sigma sharia karyawan dapat menanyakannya kepada atasan dan karyawan merasa bahwa atasan mereka sudah cukup mampu memecahkan permasalahan sistem sigma sharia.
4.4.2 Persepsi Karyawan Terhadap Tingkat Kinerja Karyawan Dulu
Persepsi karyawan terhadap tingkat kinerja karyawan dulu menunjukkan bagaimana tingkat kinerja karyawan saat penerapan CBS lama. Berikut penjelasan mengenai jawaban hasil kuesioner yang telah disebarkan kepada 28 karyawan BSM Cabang Bogor. Persepsi karyawan tentang kinerja mereka dulu dibagi menjadi beberapa indikator sesuai dengan kriteria penilaian kinerja karyawan di BSM. Tabel 5 di bawah ini menunjukkan rata-rata skor per pertanyaan dari 28 responden.
Kriteria pertama dalam penilaian kinerja karyawan di BSM yaitu menyatakan secara spesifik hal yang akan dicapai. Karyawan mempunyai persepsi bahwa deskripsi pekerjaan mereka sudah tertuang dengan jelas dan spesifik pada kontrak kerja mereka. Deskripsi pekerjaan yang jelas akan mengatur karyawan bekerja sesuai keahlian dan bidangnya masing-masing. Namun, karyawan merasa pernah melakukan pekerjaan diluar deskripsi pekerjaan mereka. Hal ini biasanya terjadi pada saat ada salah satu karyawan yang tidak masuk sehingga harus digantikan dengan karyawan lain.
Tabel 5. Rata-rata skor per pertanyaan tingkat kinerja dulu
No. Pertanyaan Rata-rata
skor per pertanyaan Pencapaian spesifik
1. Job description saya sudah jelas dan tertuang dalam kontrak kerja
4.21 2. Saya tidak pernah melakukan pekerjaan diluar Job
description saya
4.14
Pencapaian dapat diukur
3. Saya selalu merasa puas dengan hasil kerja saya 4.07 4. Gaji yang saya terima dari perusahaan seimbang dengan
pekerjaan yang di bebankan
4.18 5. Saya puas dengan gaji yang saya terima sesuai dengan
hasil kerja saya
4.07 6. Saya merasa penilaian kinerja saya baik pada saat
menggunakan sistem sigma sharia
3.96
Pencapaian sesuai sasaran
7. Saya selalu melakukan check and recheck dalam pekerjaan saya
4.11 8. Saya selalu menyampaikan laporan sesuai dengan target
kerja saya
4.14 9. Saya selalu memastikan tidak terdapat kesalahan angka /
data dalam pekerjaaan saya
3.71 10. Saya merasa target kerja saya tercapai pada saat
menggunakan sistem sigma sharia
4.25
Pencapaian waktu
11. Saya selalu tepat waktu saat mulai kerja 4.11 12. Saya selalu tepat waktu dalam merespon permintaan /
keluhan nasabah
4.18 13. Saya selalu tepat waktu dalam menghadiri rapat /
pertemuan
4.14 14. Saya selalu menyelesaikan pekerjaan saya sesuai dengan
waktu yang diberikan
4.21
Konsistensi dalam mengimplementasikan strategi perusahaan dan sasaran unit kerja
15. Saya telah berkontribusi dalam pencapaian target kerja perusahaan
No Pertanyaan Rata-rata skor per pertanyaan Konsistensi dalam mengimplementasikan
strategi perusahaan dan sasaran unit kerja
16. Saya selalu menghindari peluang yang dapat
menimbulkan kerugian bagi diri saya dan perusahaan
4.21
17. Saya tidak pernah terbebani oleh beban kerja yang saya tanggung di perusahaan
4.04 18. Saya tidak pernah memutuskan untuk berhenti dari
pekerjaan saya
4.14 19. Saya tidak pernah menerima/meminta hadiah/imbalan
yang berkaitan dengan pekerjaan kepada nasabah
4.04 20. Saya selalu mengikuti upaya perusahaan dalam
meningkatkan tingkat kinerja karyawan, dengan baik. Misalnya, pelatihan, coaching, mentoring, dan lain-lain.
4.07
Total rata-rata skor 4.11
Kriteria penilaian kinerja yang kedua adalah hasil pencapaian dapat diukur. Kepuasan kerja karyawan dapat dilihat dari tingkat kepuasan gaji atau penilaian kerja. Dalam penelitian ini, karyawan BSM Cabang Bogor merasa cukup puas dengan gaji yang mereka terima. Karyawan juga merasa gaji yang mereka terima telah seimbang dengan pekerjaan yang dibebankan perusahaan. Pekerjaan karyawan di evaluasi setiap triwulan untuk mengetahui performa dari masing- masing karyawan, dalam hal ini karyawan merasa penilaian kinerja mereka sudah cukup baik pada saat menggunakan sistem sigma sharia.
Sasaran harus menantang namun dapat dicapai adalah kriteria penilaian kinerja yang ketiga. Sasaran dalam hal ini mempunyai arti target kerja yang telah dijelaskan dalam job description. Sasaran yang menantang adalah pada saat proses melakukan pekerjaan karyawan harus selalu teliti dan melakukan check and recheck untuk meminimalisir kesalahan. Persepi karyawan BSM Cabang Bogor bahwa mereka sudah cukup teliti dan memastikan tidak ada kesalahan angka atau data dalam laporan. Pada saat menggunakan sistem sigma sharia karyawan merasa target kerja mereka sudah cukup tercapai atau sesuai sasaran.
Kriteria penilaian kinerja selanjutnya adalah mempunyai batasan waktu. Evaluasi kinerja karyawan BSM sangat memperhatikan kedisiplinan waktu karyawan. Mulai dari waktu karyawan memulai pekerjaan, waktu karyawan merespon permintaan atau keluhan nasabah, ketepatan waktu dalam menghadiri rapat atau pertemuan serta waktu menyelesaikan pekerjaan sesuai target yang diberikan. Dari empat indikator tersebut, karyawan BSM Cabang Bogor merasa telah melakukannya dengan cukup baik.
Kriteria penilaian kinerja yang terakhir adalah konsistensi dalam mengimplementasikan strategi perusahaan dan sasaran unit kerja. Karyawan merasa cukup berkontribusi dalam pencapaian target kerja perusahaan. Karyawan selalu menghindari peluang yang dapat merugikan diri dan perusahaan. Karyawan tidak pernah merasa terbebani dalam melakukan pekerjaan dan tidak pernah memutuskan untuk berhenti dari pekerjaan. Karyawan merasa tidak pernah menerima imbalan atau hadiah terkait pekerjaan. Upaya perusahaan dalam meningkatkan kinerja seperti pelatihan sudah diikuti oleh karyawan dengan cukup baik.
Rata-rata hasil kuesioner tentang persepsi karyawan terhadap tingkat kinerja karyawan dulu menjawab setuju, yang artinya karyawan merasa kinerja mereka sudah cukup baik pada saat menggunakan CBS lama (sigma sharia).
4.4.3 Persepsi Karyawan Terhadap Core Banking System Baru (iBSM)
Persepsi karyawan terhadap CBS baru menunjukkan bagaimana karyawan menerapkan pekerjaannya pada saat masih menggunakan CBS baru. Pertanyaan yang sama diajukan dalam kuesioner tentang persepsi karyawan terhadap CBS lama (sigma sharia) maupun CBS baru (iBSM). Hal ini bertujuan untuk dapat membandingkan pengaruh perubahan CBS terhadap kinerja karyawan BSM Cabang Bogor. Karyawan diminta menjawab sesuai dengan persepsi mereka pada saat CBS lama atau baru digunakan. Tabel 6 di bawah ini menunjukkan rata-rata skor per pertanyaan dari 28 responden.
Tabel 6. Rata-rata skor per pertanyaan CBS baru (iBSM)
No. Pertanyaan Rata-rata
skor per pertanyaan Kemudahan digunakan
1. Saya merasa penggunaan sistem iBSM membantu saya dalam melakukan transaksi/pekerjaan
4.00 2. Saya merasa sistem iBSM mudah digunakan dan tidak
banyak permasalahan
4.25 3. Saya merasa jika terjadi permasalahan dalam sistem
iBSM, maka dapat diselesaikan dengan segera
4.32
Fleksibel
4. Saya merasa sistem iBSM telah cocok dengan karakteristik karyawan
4.43 5. Saya merasa sistem iBSM telah cocok dengan
karakteristik nasabah
4.29
Pelatihan
6. Saya telah melaksanakan tahap pelatihan sebelum melakukan pekerjaan menggunakan sistem iBSM
4.50 7. Saya merasa kemampuan saya bertambah setelah
mendapatkan pelatihan sistem iBSM
4.39 8. Saya merasa pelatihan yang telah diberikan dapat
meningkatkan kinerja saya
4.43
Pengawasan atasan terhadap permasalahan
9. Saya selalu bertanya pada atasan tentang masalah- masalah yang ditemui dalam sistem iBSM
4.29 10. Saya merasa bahwa atasan saya selalu bisa menjadi
problem solver bagi permasalahan dalam sistem iBSM
4.36
Total rata-rata skor 4.33
Persepsi karyawan terhadap CBS baru menunjukkan bagaimana karyawan menerapkan pekerjaannya pada saat masih menggunakan CBS baru. Pertanyaan yang sama diajukan dalam kuesioner tentang persepsi karyawan terhadap CBS lama (sigma sharia) maupun CBS baru (iBSM). Hal ini bertujuan untuk dapat membandingkan pengaruh perubahan CBS terhadap kinerja karyawan BSM Cabang Bogor. Karyawan diminta menjawab sesuai dengan persepsi mereka pada saat CBS lama atau baru digunakan.
Indikator pertama adalah tentang kemudahan digunakan, karyawan merasa sistem iBSM mudah digunakan dan tidak terdapat banyak permasalahan. Jika ada
permasalahan yang terjadi maka dapat segera diselesaikan. Maka karyawan mempunyai persepsi bahwa sistem iBSM sudah cukup baik dan membantu karyawan dalam melaksanakan pekerjaan atau transaksi.
Dari segi fleksibilitas, karyawan merasa sistem iBSM telah cocok dengan karakteristik karyawan dan nasabah yang menginginkan sistem yang mudah digunakan dan tidak banyak permasalahan. Sistem yang tidak banyak permasalahan akan membantu mempercepat layanan atau transaksi sehingga dapat memberikan kepuasan pada nasabah.
Sebelum sistem iBSM diluncurkan pada Februari tahun 2012, BSM telah melakukan pelatihan kepada seluruh karyawan yang menjadi end user dari sistem ini. Pelatihan dilakukan terpusat di Jakarta, berbeda dengan pelatihan sistem sigma sharia yang dilakukan di unit kerja masing-masing. Oleh karena itu, karyawan mempunyai persepsi bahwa mereka sudah cukup mendapatkan pelatihan dan pelatihan terebut menambah kemampuan karyawan. Karyawan juga merasa dengan adanya pelatihan, cukup meningkatkan kinerja karyawan.
Karyawan yang berada di level officer/supervisor mendapatkan pelatihan iBSM secara lebih spesifik dari berbagai bidang keahlian dengan harapan sebagai atasan dapat membantu karyawan saat menemui permasalahan. Karyawan merasa bahwa atasan mereka sudah cukup mampu menjadi problem solver terhadap permasalahan sistem iBSM.
Dari jawaban responden didapatkan hasil rata-rata menjawab setuju terhadap pertanyaan yang diajukan. Persepsi karyawan terhadap core banking sistem baru (iBSM) meningkat beberapa poin dibandingkan dengan persepsi karyawan terhadap core banking sistem lama (sigma sharia).
4.4.4 Persepsi Karyawan Terhadap Tingkat Kinerja Karyawan Sekarang
Tabel 7.Rata-rata skor per pertanyaan tingkat kinerja sekarang
No. Pertanyaan Rata-rata
skor per pertanyaan Pencapaian spesifik
1. Job description saya sudah jelas dan tertuang dalam kontrak kerja
4.21 2. Saya tidak pernah melakukan pekerjaan diluar Job
description saya
4.29
Pencapaian dapat diukur
3. Saya selalu merasa puas dengan hasil kerja saya 4.29 4. Gaji yang saya terima dari perusahaan seimbang dengan
pekerjaan yang di bebankan
4.36 5. Saya puas dengan gaji yang saya terima sesuai dengan
hasil kerja saya
4.14 6. Saya merasa penilaian kinerja saya baik pada saat
menggunakan sistem sigma sharia
4.29
Pencapaian sesuai sasaran
7. Saya selalu melakukan check and recheck dalam pekerjaan saya
4.32 8. Saya selalu menyampaikan laporan sesuai dengan target
kerja saya
4.46 9. Saya selalu memastikan tidak terdapat kesalahan angka /
data dalam pekerjaaan saya
3.68 10. Saya merasa target kerja saya tercapai pada saat
menggunakan sistem iBSM
4.25
Pencapaian waktu
11. Saya selalu tepat waktu saat mulai kerja 4.14 12. Saya selalu tepat waktu dalam merespon permintaan /
keluhan nasabah
4.21 13. Saya selalu tepat waktu dalam menghadiri rapat /
pertemuan
4.25 14. Saya selalu menyelesaikan pekerjaan saya sesuai dengan
waktu yang diberikan
4.36
Konsistensi dalam mengimplementasikan strategi perusahaan dan sasaran unit kerja
15. Saya telah berkontribusi dalam pencapaian target kerja perusahaan
4.29 16. Saya selalu menghindari peluang yang dapat
menimbulkan kerugian bagi diri saya dan perusahaan
No Pertanyaan Rata-rata skor per pertanyaan Konsistensi dalam mengimplementasikan
strategi perusahaan dan sasaran unit kerja
17. Saya tidak pernah terbebani oleh beban kerja yang saya tanggung di perusahaan
4.21 18. Saya tidak pernah memutuskan untuk berhenti dari
pekerjaan saya 4.04
19. Saya tidak pernah menerima/meminta hadiah/imbalan yang berkaitan dengan pekerjaan kepada nasabah
4.07 20. Saya selalu mengikuti upaya perusahaan dalam
meningkatkan tingkat kinerja karyawan, dengan baik. Misalnya, pelatihan, coaching, mentoring, dan lain-lain.
4.29
Total rata-rata skor 4.23
Persepsi karyawan terhadap tingkat kinerja karyawan sekarang menunjukkan bagaimana tingkat kinerja karyawan saat penerapan CBS baru. Dari rata-rata skor pertanyaan dalam kuesioner, karyawan mempunyai persepsi bahwa kinerja mereka sudah cukup baik pada saat menggunakan CBS baru (iBSM). Persepsi karyawan terhadap kinerja sekarang meningkat beberapa poin dibandingkan dengan persepsi karyawan dulu. Tabel 7 di atas menunjukkan rata- rata skor per pertanyaan dari 28 responden.
Dari indikator pertama yaitu menyatakan secara spesifik hal yang akan dicapai, terkait dengan deskripsi pekerjaan karyawan merasa sudah jelas dan tertuang dalam kontrak kerja. Tetapi karyawan mempunyai persepsi bahwa mereka masih melakukan pekerjaan di luar deskripsi pekerjaan.
Pencapaian yang dapat diukur seperti kepuasan kerja, gaji dan penilaian kinerja termasuk dalam indikator kedua dalam evaluasi kinerja karyawan BSM. Dalam masa penggunaan sistem iBSM, karyawan merasa sudah cukup puas dengan gaji dan penilaian kinerja mereka sudah cukup baik.
Karyawan selalu melakukan check and recheck dalam melakukan pekerjaan, terlebih lagi dalam melakukan input data yang berkaitan dengan angka. Ketelitian sangat penting dilakukan untuk meminimalisir kesalahan, dalam penggunaan sistem baru karyawan merasa perbaikan akan membutuhkan waktu lebih dan
dapat menghambat pekerjaan. Walaupun menggunakan sistem baru, karyawan merasa sasaran atau target kerja mereka tetap tercapai.
Persepsi karyawan pada saat menggunakan sistem iBSM terhadap pencapaian waktu tidak berbeda jauh dengan persepsi karyawan pada saat menggunakan sigma sharia. Karyawan merasa mereka tetap memulai pekerjaan dan menghadiri rapat atau pertemuan dengan tepat waktu. Karyawan juga sudah tepat waktu dalam merespon permintaan nasabah dan menyelesaikan pekerjaan.
Indikator kinerja yang terakhir yaitu konsistensi dalam mengimplementasikan strategi perusahaan dan sasaran unit kerja. Perubahan core banking system termasuk salah satu strategi perusahaan menuju perbaikan terutama dalam kualitas teknologi. Karyawan merasa telah berkontribusi dengan baik selama menggunakan sistem iBSM. Karyawan juga tidak pernah merasa terbebani dan tidak pernah memutuskan untuk berhenti bekerja. Karyawan juga tidak pernah menerima imbalan terkait pekerjaan dalam rangka menghindari peluang yang bisa merugikan diri maupun perusahaan. Persepsi karyawan tentang upaya perusahaan dalam meningkatkan kinerja sudah cukup baik.
4.5. Analisis Pengaruh
4.5.1 Pengaruh Core Banking System Lama Terhadap Tingkat Kinerja Karyawan Dulu
Pengaruh CBS lama terhadap tingkat kinerja karyawan BSM Cabang Bogor dulu dapat diketahui melalui uji regresi linear sederhana. Dalam uji regresi linear sederhana yang akan menjadi variabel Y atau variabel terikat adalah persepsi karyawan mengenai tingkat kinerja karyawan dulu sedangkan yang menjadi variabel X atau variabel bebas adalah persepsi karyawan terhadap penerapan CBS lama. Langkah pertama yang dilakukan dalam uji regresi linear sederhana adalah menghitung total skor variabel X dan variabel Y dari tiap responden dengan menggunakan software microsoft excel. Dua variabel interval tersebut digunakan untuk mengetahui koefisien korelasi pearson, koefisien dan persamaan regresi linear sederhana dengan bantuan software SPSS.
Koefisien korelasi sederhana adalah indeks atau bilangan yang digunakan untuk mengukur derajat hubungan dari dua variabel, meliputi kekuatan hubungan
dan bentuk/ arah hubungan. Untuk kekuatan hubungan, nilai koefisien korelasi dalam positif (+) dan negatif (-), atau (-1≤KK≤+1). Untuk menentukan keeratan hubungan/korelasi antar variabel tersebut, berikut nilai-nilai dari KK sebagai patokan:
KK = 0 (tidak ada kekuatan hubungan)
0,00 < KK≤ 0,20 (kekuatan hubungan sangat rendah atau lemah sekali) 0,20 < KK ≤ 0,40 (kekuatan hubungan rendah atau lemah tapi pasti) 0,40 < KK ≤ 0,70 (kekuatan hubungan cukup berarti atau sedang) 0,70 < KK ≤ 0,90 (kekuatan hubungan tinggi atau kuat)
0,90 < KK < 1,00 (kekuatan hubungan sangat tinggi atau kuat sekali, dapat diandalkan)
KK= 1,00 (kekuatan hubungan sempurna)
Koefisien korelasi pearson digunakan pada analisis korelasi sederhana untuk variabel interval dengan variabel interval. Sedangkan uji satistik koefisien korelasi pearson (uji hubungan) digunakan untuk menguji signifikan atau tidaknya hubungan antara variabel interval dengan variabel interval. Untuk koefisien korelasi pearson, uji statistiknya menggunakan uji t (Hasan, 2004).
Tabel 8. Rekapitulasi hasil-hasil analisis
No Parameter CBS lama CBS baru Selisih (perbedaan)
1 Korelasi 0.135 0.173 0.038
2 Koefisien determinasi 58.80% 32.80% 26%
3 Nilai signifikan uji t 0 0.001 0.001
4 Persamaan regresi linear Y=96.64+0.341X Y= 72.43+0.275X Intersep sebesar 24.21 dan koef regresi sebesar
0.066 poin 5 Peringkat 2 negative rank 16 Positive rank
Positive rank lebih tinggi
14 peringkat dibandingkan negative rank Sumber : Data olahan (2014)
Setelah dilakukan penyebaran kuesioner dan didapatkan data dari hasil jawaban responden. Selanjutnya data tersebut diolah menggunakan software SPSS. Tabel 8 menunjukkan hasil pengolahan data kuesioner yang akan
menjelaskan tentang korelasi antar sistem, koefisien determinasi, signifikansi, persamaan regresi linear dan peringkat jawaban.
Hubungan CBS lama dengan tingkat kinerja karyawan dulu sebesar 0.135 artinya sangat rendah atau lemah sekali dan searah serta nilai signifikan sebesar 0.000 lebih kecil dari α (alpha) = 0.05, maka tolak H0 yang berarti ada hubungan CBS lama dengan tingkat kinerja karyawan BSM Cabang Bogor dulu. Koefisisen determinasi (R2) adalah angka atau indeks yang digunakan untuk mengetahui besarnya sumbangan sebuah variabel (variabel bebas, X) terhadap variasi (naik/turunnya) variabel yang lain (variabel terikat, Y). Nilai koefisien determinasi berada antara 0 sampai 1 (Hasan, 2004). Maka koefisien determinasi = 58.8% artinya 58.8% tingkat kinerja karyawan BSM Cabang Bogor dulu dipengaruhi oleh CBS lama sedangkan sisanya 41.2% dipengaruhi oleh faktor lain selain sistem lama.
Regresi yang berarti peramalan merupakan teknik statistik (alat analisis) hubungan yang digunakan untuk meramalkan atau memperkirakan nilai dari satu variabel dalam hubungan dengan variabel yang lain melalui persamaan garis regresi (Hasan, 2005). Regresi dalam penelitian ini termasuk regresi linear sederhana. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh persamaan regresi linear sederhananya sebagai berikut Y = 96.64+0.341X. Arti persamaan tersebut adalah sebagai berikut:
1. Intersep atau konstanta sebesar 96.64 point.
Tanpa adanya persepsi karyawan mengenai penerapan CBS lama, persepsi karyawan mengenai tingkat kinerja karyawan dulu sebesar 96.64 point.
2. Arah hubungan
Dari persamaan terlihat tanda “+” yang menggambarkan hubungan positif, ini berarti bahwa peningkatan persepsi karyawan mengenai penerapan CBS lama akan meningkatkan persepsi karyawan mengenai tingkat kinerja karyawan dulu.
3. Koefisien regresi
Setiap peningkatan persepsi karyawan mengenai penerapan CBS lama sebesar 1 point akan meningkatkan persepsi karyawan mengenai tingkat kinerja karyawan dulu sebesar 0.341 point.
Sedangkan berdasarkan uji statistik regresi linear sederhana (uji prediksi) diperoleh nilai signifikan sebesar 0,000 lebih kecil dari α (alpha) = 0,005, maka tolak H0 yang berarti CBS lama berpengaruh terhadap tingkat kinerja karyawan BSM Cabang Bogor dulu. Hasil analisis di atas dapat dilihat pada Lampiran 7.
4.5.2 Pengaruh Core Banking System Baru Terhadap Tingkat Kinerja Karyawan Sekarang
Pengaruh CBS baru terhadap tingkat kinerja karyawan BSM Cabang Bogor sekarang dapat diketahui melalui uji regresi linear sederhana. Dalam uji regresi