VI HASIL DAN PEMBAHASAN
6.1 Analisis Persepsi Responden dari Pengunjung
Penelitian kali ini menggunakan wawancara kepada pengunjung yang menjadi responden dengan menggunakan teknik bertanya langsung kepada responden mengenai persepsi wisatawan terhadap keadaan secara umum maupun detail lokasi wisata yang akan diteliti. Hal-hal yang ditanyakan ada 6 aspek antara lain yang pertama, akses dan jalan menuju kawasan wisata. Kedua, tingkat kebersihan kawasan wisata. Ketiga, sarana dan prasarana. Keempat, keindahan kondisi alam sekitar. Kelima, polusi udara. Keenam, polusi suara. Kuesioner pertanyaan yang ditanyakan kepada responden sebagai sampel dapat dilihat pada lampiran 1 dan hasil estimasi persepsi sampel responden dapat dilihat pada lampiran 8.
6.1.1 Akses dan Jalan Menuju Kawasan Wisata
Kawasan TWA Gunung Pancar merupakan daerah konservasi di daerah Jawa Barat yang dibawahi oleh Kementerian Kehutanan RI. Namun, salah satu permasalahan terbesar yang berdampak pada kawasan ini adalah tempat ini dikelilingi oleh bangunan-bangunan komersil dan kawasan real estate.
31 Pembangunan yang pesat dari pihak kontraktor tidak mengelakkan jalan menjadi rusak karena keluar masuknya kendaraan berat yang melintasi sebelum kawasan wisata. Hasil penilaian responden yang berskala 1 sampai 5 menunjukkan rata-rata dari sampel sebesar 2,325 dari skala 1-5. Wisatawan mengeluhkan jalan atau akses yang rusak dan hampir tidak layak untuk dilewati oleh sepeda motor dan mobil. Jalan menuju kawasan dan sekitar kawasan pembangunan Sentul City perlu mendapatkan perhatian dari pihak Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor untuk perbaikan struktur jalan sehingga memberikan kenyamanan wisatawan dalam berwisata di TWA Gunung Pancar.
Tabel 13 Penilaian terhadap Akses dan Jalan Menuju Kawasan Wisata
Nomor Persepsi Responden Total Persentase
1 Sangat tidak baik 9 22.5
2 Tidak baik 14 35.0
3 Cukup 14 35.0
4 Baik 3 7.5
5 Sangat baik 0 0
Total 40 100.0
Sumber: Data Primer (2014)
6.1.2 Tingkat kebersihan daerah wisata
Nilai rata-rata dari sampel responden tentang persepsi tingkat kebersihan di kawasan ini adalah 3.35 dari skala 1-5. Kawasan ini terdapat tempat sampah, namun belum mencakup secara keseluruhan titik-titik wisata. Akibatnya di kawasan konservasi masih terlihat beberapa sampah berserakan. Di sisi lain, pedagang di kawasan wisata umumnya masih membakar sampah hasil dari sisa makanan berupa sampah kertas dan plastik. Sejauh ini, sampah untuk para pedagang masih belum dikoordinasikan oleh pihak wisata secara resmi.
Tabel 14 Penilaian terhadap tingkat kebersihan daerah wisata
Nomor Persepsi Responden Jumlah (Orang) Persentase
1 Sangat Tidak Baik 1 2.5
2 Tidak Baik 4 10.0
3 Sedang 18 45.0
4 Baik 14 35.0
5 Sangat Baik 3 7.5
Total 40 100.0
32
6.1.3 Sarana dan Prasarana
Nilai rata-rata dari sampel responden tentang sarana dan prasarana adalah 3.55 dari skala 1-5. Sarana dan Prasarana yang disediakan oleh tempat wisata ini adalah mushola, area jajanan atau warung, kamar mandi, toilet, jalan setapak, dan tempat parkir. Walaupun tidak semua titik tersedia toilet, namun masih bisa dijangkau dengan berjalan kaki. Kelengkapan sarana dan prasarana mampu memberikan kenyamanan dan kepuasan wisatawan dalam melakukan aktivitas wisata. Peningkatan sumberdaya manusia juga dapat dilakukan dengan cara merekrut anggota tim dari pihak TWA Gunung Pancar yang memliki kualifikasi dan standar pendidikan yang diinginkan.
Tabel 15 Penilaian terhadap saran dan prasarana
Nomor Persepsi Responden Jumlah (Orang) Persentase
1 Sangat Tidak Baik 0 0
2 Tidak Baik 4 10.0
3 Sedang 15 27.5
4 Baik 16 40.0
5 Sangat Baik 5 12.5
Total 40 100.0
Sumber: Data Primer (2014)
6.1.4 Keindahan Kondisi Alam
Nilai rata-rata dari sampel responden tentang keindahan kondisi alam adalah mendekati sangat baik. Kawasan TWA Gunung Pancar adalah daerah konservasi yang tidak boleh diekspolitasi sesuai dengan UU no. 5 tahun 1990 baik tanah, batu, pohon, dan segala jenis sumberdaya alam yang terkandung di dalamnya. Kelestarian yang dijaga hingga sekarang membuat keindahan kondisi alam di kawasan wisata tetap terjaga. Total rata-rata sampel responden yang didapat adalah sebesar 4.15 dari skala 1-5. Mendekati milai sangat baik pada level atau tingkat tertinggi yaitu sebesar level 5. Larangan penebangan pohon di kawasan konservasi berpengaruh positif terhadap fungsi hidrologis kawasan tersebut sehingga kondisi udara dan air dapat terjaga. Walaupun di luar kawasan TWA Gunung Pancar, daerah Sentul City sedang giat-giatnya dalam membangun
33 kawasan real estate, pencakar langit (skyscraper), perkantoran, perumahan, dan kawasan komersil lainnya.
Tabel 16 Peniliaian terhadap keindahan kondisi alam
Nomor Persepsi Responden Jumlah (Orang) Persentase
1 Sangat Tidak Baik 0 0
2 Tidak Baik 1 2.5
3 Sedang 4 10.0
4 Baik 23 57.5
5 Sangat Baik 12 30.0
Total 40 100.0
Sumber: Data Primer (2014)
6.1.5 Polusi Udara
Tingkat polusi udara di kawasan ini dari hasil penilaian sampel yaitu sebesar 4.25 dari skala 1-5. Rating tertinggi diantara ketujuh aspek yang dinilai melalui persepsi responden wisatawan. Karena daerah ini merupakan kawasan konservasi, pedagang, pengunjung, petugas, dan warga sekitar dilarang untuk mengekspolitasi apapun yang terkandung di dalamnya. Penanaman pohon secara berkelanjutan juga dilakukan tahap demi tahap. Oleh karena itu, tingkat polusi udara dari persepsi responden wisatawan tergolong mendekati sangat baik yakni pada nilai 4.25. Strategi yang dilakukan untuk keberlanjutan kebersihan udara adalah memberikan penyewaan sepeda agar pengunjung dapat memarkirkan kendaraannya dan mengelilingi kawasan wisata ini dengan bersepeda untuk mereduksi kondisi udara. Warga sekitar juga perlu ditertibkan apabila melewati kawasan ini menggunakan kendaraan sepeda motor ini menghasilkan asap karbon dari knalpot yang dapat menganggu wisatawan.
Tabel 17 Penilaian terhadap polusi udara
Nomor Persepsi Responden Jumlah (Orang) Persentase
1 Sangat Tidak Baik 0 0
2 Tidak Baik 0 0
3 Sedang 5 12.5
4 Baik 20 50.0
5 Sangat Baik 15 37.5
Total 40 100.0
34
6.1.6 Polusi Suara
TWA Gunung Pancar memiliki luas lahan sebesar 447 ha. Sehingga kendaraan berat dan mesin alat berat di sekitar kawasan Sentul yang sedang dibangun tidak berpengaruh terhadap responden. Namun, hanya terganggu karena suara knalpot warga sekitar yang melintas di kawasan wisata. Regulasi mengenai kecepatan maksimum kawasan harus ditetapkan untuk keselamatan wisatawan dan untuk mereduksi suara kebisingan dari knalpot yang dihasilkan. Kondisi ketenangan dan kenyamanan wisatawan melalui sampel yang didapat yakni memliki rating sebesar 4.025 dari skala 1-5 atau melebihi standar baik untuk kawasan wisatawan. Tingkat polusi suara tidak diukur melalui satuan desibel namun hanya persepsi dari sampel responden wisatawan mengenai kondisi tingkat kebisingan di kawasan wisata.
Tabel 18 Penilaian terhadap polusi suara
Nomor Persepsi Responden Jumlah (Orang) Persentase
1 Sangat Tidak Baik 1 2.5
2 Tidak Baik 3 7.5
3 Sedang 4 10.0
4 Baik 18 45.0
5 Sangat Baik 14 35.0
Total 40 100.0
Sumber: Data Primer (2014)