• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V PENUTUP

B. Saran

1. Dalam proses produksi berita majalah Swaracinta yang meliputi komponen keredaksian, setiap bulannya hendaknya sesuai dengan deadline (batas waktu) yang ditetapkan korporasi, agar tidak terlambat ke tangan pembaca.

2. Agar mencapai target pencapaian yang diharapkan yakni menjadi media informasi yang informatif dan edukatif, Dompet Dhuafa dalam programnya hendaknya mengikuti isu yang berkembang di tengah masyarakat baik di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, maupun sosial.

Daftar Pustaka A. Buku

Ardianto, Elvinaro. Dasar-dasar Komunikasi Massa. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2007.

Barus, Sedia Willing. Jurnalistik Petunjuk Teknis Menulis Berita. Jakarta: Erlangga, 2010.

Bland, Michael, Alison Theaker dan David Wragg. Hubungan Media yang Efektif. Jakarta: Erlangga, 2001.

Bungin, Burhan. Sosiologi Komunikasi. Teori, Paradigma, dan Diskursus Teknologi Komunikasi Di Masyarakat. Jakarta: Kencana Media Group, 2007.

Djuroto, Totok. Manajemen Penerbitan Pers. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2000.

Jumroni dan Suhaimi. Metode-metode Penelitian Komunikasi. Ciputat: UIN Jakarta Press, 2006.

Lexy, J Moleong. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2002.

Mondry, M.Sos. Pemahaman Teori dan Praktik Jurnalistik. Bogor: Ghalia Indonesia, 2008.

Nurudin. Sistem Komunikasi Indonesia. Jakarta: Rajawali Pers, 2004

Rakhmat, Jalaluddin. Psikologi Komunikasi. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2005.

Santoso, Edi dan Setiansah, Mite. Teori Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu, 2010.

Siregar, Ashadi dan Pasaribu, Rondang. Bagaimana Mengelola Media Korporasi-Organisasi. Yogyakarta: Kanisius, 2000.

Siregar, Ashadi. dkk. Bagaimana Meliput dan Menulis Berita untuk Media Massa. Yogyakarta: Kanisius, 1998.

Sumadiria, Haris, AS. Jurnalistik Indonesia Menulis Berita dan Feature Panduan Praktis Jurnalis Profesional. Bandung: Simbiosa Rekatama Media, 2005. Tanjung, M. Azrul. Budaya Bisnis Menuju Kebangkitan Ekonomi Ummat. Jakarta:

Dewan Pimpinan MUI Pusat, 2012.

Wahyudi, J.B. Teknologi Informasi dan Produksi Citra Bergerak. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 1992.

B. Internet

www.dompetdhuafa.org (diakses 20 Februari 2013) Company profile Dompet Dhuafa (diakses 19 Juli 2013)

C. Hasil Wawancara

Wawancara pribadi dengan Redaktur Pelaksana majalah Swaracinta, SS Widodo, Kamis 18 Juli 2013.

Wawancara pribadi dengan Pemimpin Redaksi majalah Swaracinta, Ahmad Juwaini, Kamis 24 Juli 2013.

Wawancara pribadi dengan Staf Redaksi majalah Swaracinta, Amirul Hasan, Kamis 24 Juli 2013.

Wawancara pribadi dengan Redaktur Pelaksana Majalah Swaracinta Dompet Dhuafa, SS. Widodo, 15 Agustus 2013.

Wawancara pribadi dengan Staf Redaksi majalah Swaracinta, Amirul Hasan, Kamis 15 Agustus 2013.

Wawancara pribadi dengan redaktur pelaksana majalah Swaracinta, SS Widodo, Selasa 10 September 2013.

Wawancara pribadi dengan manager sirkulasi majalah Swaracinta, Shofa Q, Selasa 10 September 2013.

Lampiran

Transkip Wawancara

1. Awalnya, siapakah yang memiliki gagasan atau ide untuk memproduksi majalah Swaracinta (lahirnya majalah Swaracinta) dan menghadirkan rubrik Kabar Pemberdayaan?

Awal tahun 2011 merupakan tahun pertama majalah Swaracinta diterbitkan. Tepat pada 01 Januari 2011. Majalah Swaracinta dicetuskan oleh Parni Hadi selaku Dewan Pembina Dompet Dhuafa. Sebelum majalah Swaracinta muncul, Dompet dhuafa memiliki media dalam bentuk cetak lainnya bernama Masa Kini. Namun setelah 4 tahun berjalan, Parni Hadi yang kini juga menjabat pemimpin umum majalah Swaracinta, melakukan perombakan media untuk Dompet Dhuafa.selanjutnya mengenai rubrik Kabar Pemberdayaan yang hadir untuk melengkapi majalah Swaracinta. Rubrik Kabar Pemberdayaan sendiri menyajikan berita atau informasi mengenai kegiatan atau program-program apa saja yang dilaksanakan oleh Dompet Dhuafa.

2. Apa yang melatarbelakangi perombakan media untuk Dompet Dhuafa?

Yang melatarbelakangi diadakannya perubahan tersebut adalah content (isi) dari Masa Kini hanyalah untuk kalangan internal saja. semua yang dibahas 80% tentang Dompet Dhuafa. Kita menginginkan media internal Dompet Dhuafa tidak hanya bisa dinikmati oleh kalangan internal saja, tapi juga bisa dinikmati masyarakat umum.Nama

Swaracinta sudah terinspirasi pada tahun 2010, namun baru bisa diterbitkan pada awal 2011. Swaracinta berarti voice of love dan kita ingin media internal ini membawa pesan cinta yakni menebarkan pesan peduli, cinta kepada kaum dhuafa, cinta kepada sesama manusia dan hamba Allah dan tentunya bisa diterima masyarakat luas.

3. Apa tujuan diproduksinya majalah Swaracinta?

Tujuan diproduksinya majalah Swaracinta yakni akan mencoba berpartisipasi meniupkan energi positif lewat tulisan-tulisan yang akan memberikan inspirasi, motivasi, dan mencerahkan. Bukan hal yang mudah juga untuk menyajikan tulisan semacam itu, tapi kami akan berusaha untuk memberikan yang terbaik dalam menebarkan energi positif Harapannya, bisa memberikan manfaat yang lebih besar kepada para pembaca semuanya.

4. Termasuk kedalam jenis berita apakah semua informasi yang disajikan dalam rubrik Kabar Pemberdayaan?

Informasi yang disajikan dalam rubrik Kabar Pemberdayaan disajikan dalam bentuk berita berjenis feature (berita khas/kisah). Dalam setiap berita pada rubrik Kabar Pemberdayaan, kami mencoba menulis sesuai dengan kaidah ilmu jurnalistik dalam penulisan feature, meski hanya sekedar media internal dalam korporasi (Dompet Dhuafa), tapi kami mencoba untuk membuat berita-berita dalam rubrik Kabar Pemberdayaan menjadi media yang berkualitas, yang dapat diterima oleh seluruh kalangan baik di internal maupun eksternal.

5. Selama memproduksi majalah Swaracinta Dompet Dhuafa pada rubrik Kabar Pemberdayaan, apakah ada hambatan tersendiri? Baik dari segi pra produksi, proses produksi, dan pasca produksi?

Dalam proses produksi majalah Swaracinta dalam rubrik Kabar Pemberdayaan kami tidak mengalami banyak hambatan. Mungkin ada beberapa faktor saja yang menyebabkan adanya hambatan itu hadir, seperti keterlambatan reporter dalam menyerahkan hasil tulisan, perencanaan isi yang kurang maksimal perencanaannya, dan lain sebagainya yang kesemuanya itu jika dibiarkan akan benar-benar menjadi faktor penghambat dalam proses produksi tersebut. Dan ini harus dihindari, agar proses produksi berjalan lancar dan sempurna.

Ciputat, 23 Oktober 2013

(Amirul Hasan) Corsec Dompet Dhuafa

Lampiran

Transkip Wawancara

1. Bagaimana proses produksi majalah Swaracinta Dompet Dhuafa? Sama seperti proses produksi media cetak lainnya, namun dalam memproduksi media korporasi atau internal menurut kami memang lebih dipikirkan secara matang, untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Ada tahapan, pra produksi, proses produksi, dan pasca produksi. Penemuan ide Tahapan ini dimulai ketika seorang Pemimpin Redaksi menemukan ide atau gagasan, tema apa yang akan diangkat, untuk edisi selanjutnya. Biasanya dilakukan dalam rapat redaksi. Selanjutnya adalah perencanaan. Tahap ini juga dilaksanakan pada saat rapat redaksi berlangsung. Perencanaan tersebut meliputi penetapan jangka waktu kerja (time schedule), merumuskan pemerian kerja (job description) dan personel, mekanisme kerja organisasi, desain, biaya, sarana.

Pada tahapan produksi, komponen keredaksian dan komponen produksi dan sirkulasi merupakan bagian dari tahapan ini. Namun pada komponen keredaksian yang mencakup hanya pengumpulan bahan baku informasi (Liputan), pengolahan dan penyiapan informasi serta penyuntingan. Sedangkan komponen produksi dan sirkulasi mencakup pracetak yakni mencakup setiap upaya mendesain tampilan visual media sehingga menarik dipandang. Tahap terakhir adalah pasca produksi, pada

bagian ini adalah tahap pencetakan majalah Swaracinta Dompet Dhuafa dan proses sirkulasinya.

Pada tahap ini, proses pencetakan majalah Swaracinta Dompet Dhuafa dipercayakan ke sebuah perusahaan percetakan terbesar yakni PT. Printer Indonesia. Ini menjadi pertimbangan yang sangat efisien, dikarenakan Dompet Dhuafa belum memiliki mesin percetakan sendiri sebanyak 20.000 eksemplar setiap bulannya.

Dalam proses sirkulasi majalah Swaracinta Dompet Dhuafa tidak yang ditujukan bagi publik internal, masalah sirkulasi tidak banyak menghadapi kendala. Media korporasi tersebut bisa diedarkan lewat berbagai cara. Staf administrasi dapat mendistribusikan edisi mutakhir media korporasi kepada seluruh karyawan. Dengan menaruhnya di tempat khusus, seperti di ruang utama, di ruang pertemuan karyawan, dan setiap staf bisa mengambil satu eksemplar. Untuk staf yang berada di luar kota, bisa dikirim melalui jasa pengiriman barang.

2. Bagaimana pencapaian target produksi majalah Swaracinta Dompet Dhuafa pada rubrik Kabar Pemberdayaan?

Majalah Swaracinta Dompet Dhuafa pada rubrik Kabar Pemberdayaan memiliki beberapa pencapaian target setiap bulannya. Khusus untuk rubrik Kabar Pemberdayaan, tentunya ada beberapa pencapaian target yang diharapkan. Pertama, menjadi media informasi komunitas yang informatife. Maksudnya, Materi publikasi (apakah dalam format tulisan, foto) disebut berfungsi informatif apabila materi itu

menambah pengetahuan baru bagi pembaca. Pengetahuan baru tersebut dengan demikian mengurangi ketidaktahuan atau ketidakjelasan mengenai suatu masalah yang telah, sedang, atau akan terjadi. Dengan hadirnya majalah Swaracinta Dompet Dhuafa serta informasi yang disampaikan dalam rubrik Kabar Pemberdayaan menjadikan media komunitas yang bersifat informatif yang dapat dinikmati tidak hanya dalam kalangan internal melainkan seluruh masyarakat. Kedua, menjadi media korporasi yang edukatif. Materi publikasi berfungsi edukatif apabila informasi itu memperkenalkan kepada pembaca tentang cara baru untuk melakukan suatu kegiatan atau cara baru untuk mengatasi suatu masalah. Cara baru yang dipaparkan bisa berupa konsep, bisa pula berupa petunjuk praktis. Cara baru yang diperkenalkan itu dengan demikian memperkaya khazanah keterampilan yang telah dimiliki pembaca dalam melakukan suatu kegiatan atau mengatasi suatu persoalan.

3. Harapan Anda untuk majalah Swaracinta Dompet Dhuafa kedepan? Dengan hadirnya majalah Swaracinta Dompet Dhuafa serta informasi yang disampaikan dalam rubrik Kabar Pemberdayaan menjadikan media komunitas yang bersifat informatif dan edukatif yang dapat dinikmati tidak hanya dalam kalangan internal melainkan seluruh masyarakat.

Kami ingin, majalah Swaracinta pada rubrik Kabar Pemberdayaan ini menghasilkan berita-berita yang bermanfaat dan membawa pesan edukatif juga bagi pembaca. Semisal, dalam rubrik Kabar Pemberdayaan

terdapat informasi mengenai simulasi tanggap bencana atau pemberdayaan masyarakat kurang mampu. Nah, dari berita tersebut para pembaca secara tidak langsung dapat menerima pembelajaran yang edukatif seperti mendapatkan cara dalam simulasi tanggap bencana dan juga solusi dan strategi dalam memberdayakan masyarakat dhuafa.

Ciputat, 23 Oktober 2013

Lampiran Foto

Penulis bersama Sugeng Sri Widodo (Redaktur Pelaksana) Majalah Swaracinta Dompet Dhuafa

Redaktur Pelaksana Majalah Swaracinta Dompet Dhuafa (Sugeng Sri Widodo) saat pengeditan naskah berita Rubrik Kabar Pemberdayaan

Seluruh jajaran Redaksi majalah Swaracinta Dompet Dhuafa saat menggelar rapat redaksi terkait berita pada Rubrik Kabar Pemberdayaan

Dokumen terkait