PERIODE 2016-2019 3.1 Laporan Keuangan
3.3 Analisis Rasio Keuangan
3.3.1 Pengertian Analisis Rasio Keuangan
“Rasio keuangan ialah angka-angka yang didapatkan melalui hasil membandingankan antara satu item laporan keuangan dengan item lainnya yang hubungannya relevan dan bermakna” (Harahap, 2018:297). Seperti antara kewajiban dan ekuitas, antara kas dan total aktiva, antara harga pokok produksi dengan total penjualan dan seterusnya. Rasio keuangan adalah yang terutama dalam menganalisis kondisi keuangan perusahaan.
Munawir (2012:37) menjelaskan, “Salah satu metode analisa untuk menemukan kaitan beberapa pos tertentu didalam neraca atau laporan laba-rugi individu atau gabungan dua laporan itu ialah pengertian analisis rasio.”
Dari uraian tersebut, penulis mengambil kesimpulan bahwa analisis rasio keuangan merupakan suatu metode dengan melakukan perbandingan kaitan antar pos di laporan keuangan untuk melihat perkembangan dan keadaan suatu perusahaan.
3.3.2 Kenggulan Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio ini memiliki keunggulan daripada teknik analisis lainnya.
Keunggulan tersebut adalah :
a) Rasio adalah angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih gampang diartikan dan ditafsirkan.
b) Merupakan pengganti yang lebih mudah untuk informasi yang ditunjukkan dalam laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
c) Mengetahui posisi perusahaan diantara industri lainnya.
d) Sangat berguna sebagai bahan dalam melengkapi model pengambilan keputusan dan model prediksi (Z-score).
e) Standarisasi ukuran perusahaan.
f) Menjadi gampang membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau mengetahui perkembangan perusahaan secara berkala atau “time series”.
g) Mempermudah mengetahui tren perusahaan dan membuat prediksi di masa depan. (Harahap, 2018:298)
3.3.3 Keterbatasan Analisis Rasio
Dalam analisis rasio juga terdapat ketebatasan yang perlu diperhatikan agar tidak salah dalam menggunakannya. Keterbatasan analisis rasio itu sebagaimana dikutip dari Harahap (2018:298) adalah :
1. Kesukaran dalam pemilihan rasio yang tepat yang bisa dipakai untuk kepentingan penggunanya.
2. Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan juga merupakan keterbatasan dari teknik ini seperti :
a. Materi perhitungan rasio atau laporan keuangan berisi banyak estimasi dan judgement yang mungkin dianggap bias atau subjektif.
b. Nilai yang termasuk dalam laporan keuangan dan rasio adalah nilai perolehan (cost) bukan harga pasar.
c. Klasifikasi dalam laporan keuangan dapat berpengaruh pada angka rasio.
d. Penerapan metode pencatatan yang dijelaskan dalam standar akuntansi bisa saja berbeda pada masing-masing perusahaan.
3. Apabila data perhitungan rasio tidak lengkap, maka akan sulit untuk menghitung rasio.
4. Sulit jika data yang tersedia tidak disinkronkan.
5. Dua perusahaan yang diperbandingkan bisa saja menggunakan teknik dan standar akuntansi yang berbeda. Oleh karena itu dapat menyebabkan kesalahan apabila melakukan perbandingan.
3.3.4 Jenis Analisis Rasio Keuangan
Analisis rasio dapat digolongkan kedalam delapan jenis kategori Harahap (2018:301) yaitu:
1. Rasio Likuiditas, ialah kemampuan perusahaan dalam membayar kembali kewajiban lancarnya. Rasio ini dapat diestimasi dengan modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar dan utang lancar. Sebagian jenis rasio likuiditas ini adalah seperti berikut :
a. Rasio Lancar (Current Ratio)
Menggambarkan sejauh mana aktiva lancar dapat menutupi kewajiban-kewajiban (liabilitas) lancarnya. Kemampuan perusahaan dalam menutupi kewajiban lancarnya dapat dilihat jika semakin tingginya rasio aktiva lancar berbanding utang lancar. Rasio lancar ditunjukkan dengan rumus:
Rasio lancar (Current Ratio) =
b. Rasio Cepat (Quick Ratio)
Menggambarkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid untuk melunasi utang lancar perusahaan. Rumusnya adalah :
Rasio Cepat (Quick Ratio) =
c. Rasio Kas (Cash Ratio)
Menggambarkan porsi kas perusahaan yang dapat melunasi utang lancar.
Rumusnya adalah :
Rasio Kas (cash ratio) =
2. Rasio Solvabilitas, menggambarkan kemampuan perusahaan untuk melunasi kewajiban jangka panjangnya atau kewajiban-kewajibannya apabila perusahaan dibubarkan. Rasio Solvabilitas antara lain :
a. Rasio Utang atas Modal
Menunjukkan sampai seberapa jauh modal pemilik mampu membayar utang-utang kepada pihak luar. Rumusnya adalah :
Rasio Utang atas Modal =
b. Rasio Utang atas Aktiva
Menggambarkan seberapa jauh aktiva dapat menutupi utang. Jika rasio semakin besar akan lebih aman (solvable). Rumusnya adalah :
Rasio Utang atas Aktiva =
3. Rasio Profitabilitas, menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memperoleh keuntungan (laba) dengan seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki seperti aktivitas penjualan, kas, modal, jumlah karyawan, jumlah cabang dan lainnya. Sebagian jenis rasio profitabilitas ialah sebagai berikut :
a. Margin Laba (Net Profit margin)
Menggambarkan seberapa besar persentase laba bersih yang dihasilkan dari setiap penjualan. Rumus margin laba adalah :
Margin laba (Net Profit margin) =
b. Return on Asset (ROA)
Return on Assets menunjukkan seberapa besar berputarnya aktiva diukur dengan volume penjualan. Rumus ROA adalah :
ROA =
c. Return on Equity (ROE)
Menggambarkan persentase laba bersih yang didapat jika diukur dari modal pemilik. Rumus ROE adalah :
ROE =
4. Rasio Leverage, menunjukkan kaitan antara utang perusahaan terhadap modal ataupun aset. Adapun rumus rasio ini adalah sebagai berikut:
Leverage =
5. Rasio Aktivitas, menunjukkan kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam melakukan operasinya baik dalam aktivitas penjualan, pembelian dan sebagainya. Beberapa diantara jenis rasio ini yaitu :
a. Inventory Turn Over
Menggambarkan seberapa cepat berputarnya persediaan dalam siklus produksi normal. Rumus rasio ini adalah :
Inventory Turn Over =
b. Total Aset Turn Over
Menunjukkan sejauh mana kemampuan seluruh aktiva untuk menghasilkan penjualan atau kata lainnya perputaran total aktiva diukur dari volume penjualan.
Rumus rasio ini adalah :
Total Aset Turn Over =
6. Rasio Pertumbuhan, menunjukkan persentasi kenaikan pos-pos perusahaan dari tahun ke tahun. Ada beberapa jenis rasio ini, yaitu :
a. Kenaikan Penjualan
Menggambarkan persentasi peningkatan penjualan ditahun ini daripada tahun yang lalu. Rumus rasio ini adalah :
Kenaikan Penjualan =
b. Kenaikan Laba Bersih
Menggambarkan kemampuan perusahaan untuk menaikkan laba bersih dibandingkan tahun sebelumnya. Rumusnya ialah :
Kenaikan Laba Bersih =
7. Rasio Penilaian Pasar (Market Based Ratio), adalah rasio yang biasanya dipakai di pasar modal yang menunjukkan kondisi kinerja perusahaan di pasar modal. Adapun jenis rasio ini adalah sebagai berikut :
a. Price Earning Ratio (PER)
Menggambarkan perbedaan antara harga saham di pasar atau harga awal yang ditawarkan dibanding dengan pendapatan yang diterima. Rumusnya yaitu:
Price Earning ratio (PER) =
b. Market to Book Value Ratio
Menggambarkan perbandingan harga saham dipasar berdasarkan nilai buku saham tersebut yang tergambar pada neraca. Rumusnya adalah :
Market to Book Value ratio =
8. Rasio Produktivitas, menggambarkan tingkat produktivitas dari unit atau aktivitas yang dievaluasi, misalnya :
a. Rasio Karyawan atas Penjualan
Menggambarkan seberapa jauh kemampuan karyawan untuk memperoleh laba. Semakin besar akan semakin bagus karena karyawan dinilai semakin bermanfaat. Rumusnya adalah :
Rasio Karyawan atas Penjualan = =
b. Rasio Laba terhadap Cabang
Menggambarkan partisipasi rata-rata dari cabang terhadap perolehan laba.
Rumusnya adalah :
Rasio Laba terhadap Cabang =
3.4 Perhitungan Rasio Profitabilitas dan Likuiditas PT HM Sampoerna Tbk