BAB III PEMBAHASAN
F. Analisis Rasio Keuangan PT. Perkebunan Nusantara IV
Analisis rasio keuangan merupakan teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui hubungan diantara pos tertentu dalam neraca maupun laporan laba rugi.
g. Analisis Titik Impas
Analisis titik impas merupakan teknik analisis yang digunakan untuk mengetahui tingkat penjualan yang harus dicapai agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
h. Analisis Kredit
Analisis kredit merupakan teknik analisis yang digunakan untuk menilai layak atau tidaknya suatu permohonan kredit debitur kepada kreditor, seperti bank. Banyaknya teknik yang dapat digunakan untuk menganalisa laporan keuangan, namun penulis membatasi pembahasan ini hanya pada analisis rasio-rasio keuangan.
D. Analisis Rasio Keuangan 1. Pengertian Rasio Keuangan
Rasio Keuangan merupakan alat Analisis Perusahaan untuk menilai kinerja suatu perusahaan berdasarkan perbandingan data keuangan yang terdapat pada laporan pos keuangan (neraca, laporan/laba rugi, laporan arus kas). Rasio
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
merupakan alat ukur yang digunakan perusahaan untuk mengenalisis laporan keuangan. Rasio menggambarkan suatu hubungan atau pertimbangan antara suatu jumlah tertentu dengan jumlah yang lain. Dengan menggunkan alat analisa berupa rasio keuangan dapat menjelaskan dan memberikan gambaran kepada penganalisa tentang baik atau buruknya keadaan atau posisi keuangan suatu perusahaan dari suatu periode ke periode berikutnya.
Analisis rasio keuangan adalah analisis yang menghubungkan perkiraan neraca dan laporan laba rugi terhadap satu dengan lainnya, yang memberikan gambaran tentang sejarah perusahaan serta penilaian terhadap keadaan suatu perusahaan tertentu. Analisis rasio keuangan memungkinkan manajer keuangan meramalkan reaksi para calon investor dan kreditur serta dapat ditempuh untuk memperoleh tambahan dana.
Menurut Kasmir (2013:93) Rasio keuangan merupakan kegiatan membandingkan angka-angka yang ada dalam laporan keuangan dengan cara membagi satu angka dengan angka lainnya. Perbandingan dapat dilakukan antara komponen-komponen dalam satu laporan keuangan atau antar komponen yang ada di antara laporan keuangan. Kemudian angka yang diperbandinkan dapat berupa angka-angka dalam satu periode maupun beberapa periode.
Analisis rasio memiliki keunggulan sebagai berikut :
a. Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistika yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
b. Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit.
c. Mengetahui posisi perusahaan ditengah industri lain.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
d. Sangat bermanfaat untuk bahan dalam mengisi model-model pengambilan keputusan dan model prediksi.
e. Manstandarisir size perusahaan.
f. Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik.
g. Lebih mudah melihat trend perusahaan serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.
Sebagai alat analisis keuangan, analisis rasio juga memiliki keterbatasan.
Berikut ini adalah keterbatasan dari analisis rasio keuangan :
a. Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat dapat digunakan untuk kepentingan pemakaiannya.
b. Kerterbatasan yang dimiliki akuntansi atau laporan keuangan.
c. Jika data untuk menghitung rasio tidak tersedia maka akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio.
d. Sulit jika dua perusahaan dibandingkan bisa saja teknik dan standar akuntansi yang dipakai tidak sama. Oleh karenanya jika dilakukan perbandingan bisa menimbulkan kesalahan.
2. Jenis-jenis Rasio Keuangan 2.1. Rasio Likuiditas
Rasio likuiditas merupakan yang menggambarkan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek. Rasio-rasio ini dapat dihitung melalui sumber informasi tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar dan hutang lancar.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Berikut adalah jenis-jenis ratio likuiditas yang dapat digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan.
a. Rasio Lancar (Current Ratio)
Rasio lancar menunjukkan sejauh mana aktiva lancar menutupi kewajiban-kewajiban lancar. Semakin besar perbandingan aktiva lancar dan hutang lancar semakin tinggi kemampuan perusahaan menutupi kewajiban jangka pendeknya.
Standar umum yang digunakan rasio lancar 200% atau 2:1. Besaran rasio ini sering kali dianggap sebagai ukuran yang baik atau memuaskan bagi tingkat likuiditas suatu perusahaan.
Rumus untuk mencari rasio lancar adalah sebagai berikut :
Current Ratio = x100%
b. Rasio Cepat (Quick Ratio)
Rasio ini menunjukkan kemampuan aktiva lancar yang paling likuid mampu menutupi hutang lancar. Semakin besar rasio ini semakin baik. Rasio ini disebut juga disebut Acid Test Rasio.
Rumus untuk mencari rasio cepat adalah sebagai berikut :
Quick Ratio = x100%
c. Rasio Kas (Cash Ratio)
Rasio kas merupakan alat yang digunakan untuk mengukur seberapa besar uang kas yang tersedia untuk membayar hutang.
Rumus untuk mencari rasio kas adalah sebagai berikut :
Cash Ratio = x100%
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
d. Modal Kerja Bersih (Net Working Capital)
Rasio ini digunakan untuk menghitung berapa kelebihan aset lancar diatas hutang lancar.
Rumus untuk mencari modal kerja bersih adalah sebagai berikut :
Net working capital = x100%
2.2. Rasio Solvabilitas
Rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi seluruh kewajibannya, baik kewajiban jangka pendek maupun kewajiban jangka panjang. Perusahaan dengan rasio solvanilitas yang tinggi (memiliki hutang yang besar) dapat berdampak pada timbulnya resiko keuangan yang besar, tetapi juga memiliki peluang yang besar pula untuk manghasilkan laba yang tinggi.
Berikut ini adalah jenis-jenis rasio solvabilitas.
a. Rasio Hutang (Debt Ratio)
Rasio hutang merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total hutang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar utang perusahaan berpengaruh terhadap pengelolaan aktiva.
Dari hasil pengukuran, apabila rasionya tinggi artinya pendanaan dengan hutang semakin banyak, semakin sulit bagi perusahaan untuk memperoleh tambahan pinjaman karena dikhawatirkan tidak mampu menutupi hutang-hutangnya dengan aktiva yang dimilikinya.
Rumus untuk mencari rasio hutang adalah sebagai berikut :
Debt Ratio = x100%
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
b. Rasio Hutang terhadap Ekuitas (Debt to Equity Ratio)
Rasio hutang terhadap ekuitas merupakan rasio hutang yang digunakan untuk mengukur perbandingan antara total utang dengan total aktiva. Dengan kata lain, seberapa besar aktiva perusahaan berpengaruh tehadap pengeloaan aktiva.
Rumus untuk mencari rasio hutang terhadap ekuitas adalah sebagai berikut:
Debt to Equity Ratio = x100%
2.3. Rasio Aktivitas
Rasio aktivitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur tingkat efesiensi pemanfaatan sumber daya perusahaan (penjualan, sediaan, penagihan piutang, dan lainnya) atau rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari.
Berikut ini adalah jenis-jenis rasio aktivitas.
a. Perputaran Total Aset (Total Assets Turnover)
Rasio menunjukkan perputaran total aktiva diukur dari volume penjualan.
Dengan kata laim seberapa jauh kemampuan aktiva menciptakan penjualan.
Rumus untuk mencari perputaran total aset adalah sebagai berikut : Total Assets Turnover =
b. Perputaran Aset Tetap (Fixed Assets Turnover)
Perputaran aset tetap merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur seberapa kali dan ayang ditanamkan dalam aktiva tetap berputar dalam satu periode. Dengana kata lain, untuk mengukur apakah perusahaan sudah menggunakan kapasitas aktiva tetap sepenuhnya atau belum dengan membandingkan antara penjualan bersih dengan aktiva tetap dalam satu periode.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Rumus untuk mencari perputaran aset tetap adalah sebagai berikut : Fixed Assets Turnover =
2.4. Rasio Profitabilitas
Rasio profitabilitas merupakan rasio untuk menilai kemampuan perusahaan dalam mencari keuntungan. Rasio profitabilitas memberikan ukuran tingkat efektivitas manajemen suatu perusahaan. Hal ini ditunjukkan oleh laba yng dihasilkan dari penjualan dan pendapatan investasi. Rasio ini sering disebut sebagai salah satu alat ukur kinerja manajemen.
Berikut ini adalah jenis-jenis rasio aktivitas.
a. Hasil Pengembalian atas Aset (Return On Assets (ROA))
Hasil pengembalian atas aset adalah rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dengan menggunakan total aktiva yang ada dan setelah biaya-biaya modal (biaya yang dikeluarkan mendanai aktiva) dikeluarkan dari analisis.
Rumus untuk mencari hasil pengembalian atas aset adalah sebagai berikut:
Return on Assets = x100%
b. Hasil Pengembalian atas Ekuitas (Return On Equity (ROE))
Hasil pengembalian atas ekuitas merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. Rasio ini menunjukkan efisiensi penggunaan modal sendiri.
Rumus untuk mencari Return On Equity adalah sebagai berikut : Return on Equity = x100%
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
c. Margin laba Bersih (Net Profit Margin)
Margin laba bersih merupakan ration yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan pendapatan bersih dari kegiatan operasinya.
Rumus untuk mencari Net Profit Margin adalah sebagai berikut :
Net Profit Margin = x100%
d. Hasil Pengembalian atas Investasi (Return On Investment (ROI))
Hasil pengembalian investasi merupakan rasio yang menunjukkan hasil (retutn) atas jumlah aktiva yang digunakan dalam perusahaan. Rasio ini juga menunjukkan produktivitas dari seluruh dana perusahaan, baik modal pinjaman maupun modal sendiri.
Rumus untuk mencari hasil pengembalian atas investasi adalah sebagai berikut :
Return on Investment = x100%
e. Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin)
Margin laba kotor merupakan perbandingan antar penjualan dikurangi dengan harga pokok penjualan dengan tingkat penjualan. Rasio ini menggambarkan laba kotor yang dapat dicapai dari jumlah penjualan.
Rumus untuk mencari margin laba kotor adalah sebagai berikut : Gross Profit Margin= x100%
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
E. Penyajian Laporan Keuangan
E.1. Laporan neraca PT Perkebunan Nusantara IV per 31 Desember 2012 sampai dengan 2014. Berikut tabel laporan neraca PT Perkebunan Nusantara IV per 31 Desember 2012 sampai dengan 2014.
Tabel 3.1 Neraca
PT Perkebunan Nusantara IV Per 31 Desember 2012, 2013 dan 2014
(dalam miliyar rupiah)
Piutang PIR dan plasma
KETERANGAN 2012 2013 2014 Beban yang masih harus dibayar
KETERANGAN 2012 2013 2014 Sumber : PT Perkebunan Nusantara IV
Aset
Pada Tabel 3.1 terlihat bahwa aset PT Perkebunan Nusantara IV terus mengalami peningkatan dari tahun 2012-2014. Selama periode 2012-2014 PT Perkebunan Nusantara IV mengalami peningkatan aset dari Rp 9.199,385 pada tahun 2012 menjadi Rp 9.396,537 pada tahun 2013 dengan jumlah kenaikan sebesar Rp 197,152. Dan pada tahun 2013 jumlah aset sebesatr Rp 9.396,537 naik lagi menjadi Rp 10.903,036 dengan jumlah kenaikan sebesar Rp 696,499.
Peningkatan yang besar terjadi pada tahun 2014.
Passiva
Selama periode tahun 2012-2014 kewajiban PT Perkebunan Nusantara IV mengalami peningkatan terutama pada tahun 2014. Peningkatan kewajiban PT Perkebunan Nusantara IV dari Rp 4.996,094 pada tahun 2012 menjadi Rp 5.004,002 pada tahun 2013 dengan jumlah kenaikan sebesar Rp 7,908. Dan pada tahun 2013 jumlah kewajiban sebesar Rp 5.004,002 mengalami kenaikan menjadi Rp 5.082,474 pada tahun 2014 dengan jumlah kenaikan sebesar Rp 78,472.
Jumlah ekuitas pada tahun 2012 sebesar Rp 4.203,290 naik menjadi Rp 4.392,535 pada tahun 2013 dengan jumlah kenaikan sebesar Rp 189,245. Dan pada tahun 2013 jumlah ekuitas sebesar Rp 4.392,535 mengalami kenaikan
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
menjadi Rp 5.010,562 pada tahun 2014 dengan jumlah kenaikan sebesar Rp 618,027.
E.2. Laporan laba rugi PT Perkebunan Nusantara IV per 31 Desember 2012 sampai dengan 2014. Berikut tabel laporan laba rugi PT Perkebunan Nusantara IV per 31 Desember 2012 sampai dengan 2014.
Tabel 3.2
PT Perkebunan Nusantara IV Laporan Laba Rugi
Per 31 Desember 2012, 2013 dan 2014 (dalam miliyar rupiah)
Sumber: PT Perkebunan Nusantara IV
Pada Tabel 3.2 pendapatan PT Perkebunan Nusantara IV mengalami penurunan dan kenaikan dari tahun 2012-2014. Dimana penurunan pendapatan sebesar Rp 5.238,000 pada tahun 2013 dan kenaikan pendapatan sebesar Rp 6.213,940 pada tahun 2014. Hal ini dinilai cukup baik dimana pendapatan mempengaruhi laba bersih dan kinerja keuangan dinilai dari laba bersih karena pada tahun 2013 mengalami penurunan sebesar Rp 264,084 kemudian kenaikan yang cukup tinggi terjadi pada tahun 2014 sebesar Rp 319,019.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
281
F. Analisis Rasio Keuangan PT Perkebunan Nusantara IV
Berdasarkan pengertian dan jenis-jenis rasio keuangan, maka dapat dianalisis beberapa rasio keuangan tersebut untuk melihat perkembangan seluruh aktivitas perusahaan: 107,60,-. Nilai current ratio dari tahun 2013 ke tahun 2014 mengalami kenaikan sebesar 1,37%.
b. Quick Ratio
Quick Ratio = x100%
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Tahun 2012 =
Quick ratio tahun 2013 sebesar 84,89% dan tahun 2014 sebesar 90,39%. Hal tersebut berarti setiap Rp 100,- hutang lancar dijamin oleh aktiva lancar yang 82,43% berarti setiap Rp 100,- hutang lancar dijamin oleh kas sebesar Rp 82,43,-.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Dengan demikian perusahaan mengalami kenaikan sebesar 3,71% dari tahun 2013 ke tahun 2014.
d. Net Working Capital
Net working capital = x100%
Tahun 2012 = 2014 sebesar 1,46% artinya setiap Rp 100,- total aktiva dijamin dengan Rp 0,01,- untuk tahun 2013 dan Rp 0,014,- untuk tahun 2014 net working capital. Nilai net working capital menunjukkan total likuiditas dari total aktiva.
2. Rasio Solvabilitas
Debt ratio tahun 2013 sebesar 53,25% dan tahun 2014 sebesar 50,35%. Hal ini berarti setiap Rp 100,- hutang dijamin oleh aktiva sebesar Rp 53,25,- untuk tahun 2013 dan Rp 50,35,- untuk tahun 2014. Penurunan nilai debt ratio menunjukkan semakin kecil jumlah hutang yang digunakan dibanding aktiva yang yang dimiliki.
Debt equity pada tahun 2013 sebesar 113,92% dan pada tahun 2014 sebesar 101,44% . Nilai debt equity mengalami penurunan sebesar 12,48%. Penurunan nilai debt equity tersebut menunjukkan semakin kecil penggunaan hutang yang ditutupi oleh jumlah modal pemilik yang lebih besar.
3. Rasio Aktivitas a. Total Assets Turnover
Total Assets Turnover =
Tahun 2012 =
Tahun 2014 =
10.093,036 6.213,940
= 0,61 kali
Total assets turnover pada tahun 20143 sebesar 0,55 kali, artinya dana yang tertanam dari keseluruhan aset berputar rata-rata 0,55 kali dalam setahun.
Sementara itu pada tahun 2014 total assets turnover sebesar 0,61 kali, artinya dana yang tertanam dari keseluruhan aset berputar rata-rata 0,61 kali dalam setahun. Nilai total assets turnover mengalami kenaikan sebesar 0,06 kali.
b. Fixed Assets Turnover
Fixed Assets Turnover = tertanam dalam aktiva tetap berputar rata-rata 2,33 kali dalam setahun, sedangkan untuk tahn 2014 nilai fixed assets turnover sebesar 2,65 kali yang artinya dana yang tertanam dalam aktiva tetap berputar rata-rata 2,65 kali dalam setahun. Nilai fixed assets turnover mengalami kenaikan dari tahun 2013 ke tahun 2014 yaitu
Tahun 2012 =
Return on assets pada tahun 2013 sebesar 4,61% artinya, setiap Rp 100,- total aset turut memberikan kontribusi sebesar Rp 4,61,- laba bersih. Sedangkan pada tahun 2014 sebesar 7,45% artinya, setiap Rp 100,- total aset turut memberikan kontribusi sebesar Rp 7,45,- laba bersih. Dalam hal ini terjadi peningkatan kinerja manajemen dalam menghasilkan laba bagi perusahaan sebesar 2,84%.
b. Return on Equity (ROE)
Return on equity pada tahun 2013 sebesar 9,86% artinya, setiap Rp 100,- total ekuitas turut memberikan kontribusi sebesar Rp 0,09,- laba bersih. Sedangkan pada tahun 2014 sebesar 15,01% artinya, setiap Rp 100,- total ekuitas memberikan kontribusi sebesar Rp 0,15,- laba bersih. Hal ini berarti return on equity pada tahun pada tahun 2014 lebih baik jika dibandingkan dengan tahun
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2013. Nilai return on equity mengalami kenaikan sebesar 5,15% dari tahun 2013
Net profit margin tahun 2013 sebesar 8,27% dan tahun 2014 sebesar 12,10%.
Hal tersebut berarti setiap Rp 100,- dari pendapatan menghasilkan laba bersih sebesar Rp 8,27,- untuk tahun 2013 dan Rp 12,10,- untuk tahun 2014. Nilai net profit margin mengalami kenaikan sebesar 3,83%.
d. Return on Investment (ROI)
Return on Investment = x100%
Return on investment tahun 2013 sebesar 4,61% dan tahun 2014 sebesar 7,45%. Hal tersebut berarti setiap Rp 100,- dari seluruh dana yang tertanam dalam aktiva perusahaan mampu mengembalikan investasi sebesar Rp 4,61,- untuk tahun 2013 dan 7,45,- untuk tahun 2014. Nilai return on investment mengalami kenaikan dari tahun 2013 ke tahun 2014 yaitu sebesar 2,84%
e. Gross Profit Margin Gross Profit Margin=
Tahun 2012 =
5.319,117 2.418,003
x 100% = 45,45%
Tahun 2013 =
5.238,000 2.097,740
x 100% = 40,04%
Tahun 2014 =
6.213,940 2.595,112
x 100% = 41,76%
Grosss profit margin pada tahun 2013 sebesar 40,04% artinya, setiap Rp 100,- pendapatan perusahaan menghasilkan laba kotor sebesar Rp 0,40,-.
Sedangkan pada tahun 2014 sebesar 41,76% artinya, setiap Rp 100,- pendapatan perusahaan menghasilkan laba kotor sebesar Rp 0,41,-. Nilai gross profit margin kenaikan sebesar 1,72%. Keadaan ini menunjukkan kinerja penjulan bersih dalam menghasilkan laba kotor naik sebesar 1,72%.
F.1. Rasio PT Perkebunan Nusantara IV per 31 Desember 2012 sampai dengan 2014. Berikut tabel rasio keuangan PT Perkebunan Nusantara IV per 31 Desember 2012 sampai dengan 2014.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Tabel 3.3
Rasio Keuangan PT Perkebunan Nusantara IV Periode 2012-2014
Rasio Keuangan Tahun
2012 2013 2014
Rasio Likuiditas
Current ratio 122,93% 106,23% 107,60%
Quick ratio 95,43% 84,89% 90,39%
Berdasarkan hasil perhitungan rasio likuiditas yang terdiri dari Current ratio, Quick ratio dan Cash ratio PT Perkebunan Nusantara IV dari tahun 2012-2014 berada dalam kondisi yang cukup baik. Nilai rasio likuiditas dibawah nilai ideal.
Dimana nilai ideal ratio adalah minimum adalah 150%.
Ratio solvabilitas PT Perkebunan Nusantara IV pada Debt ratio dan Debt to equity ratio dari tahun 2012-2014 berada dalam kondisi baik. Nilai maksimal dari rasio ini adalah 200%.
Rasio aktivitas yang terdiri dari Total assets turnover dan Fixed assets turnover dari tahun 2012-2014 berada dalam cukup baik. Nilai masing-masing perputaran mengalami penurunan dan peningkatan dari tahun 2012-2014.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
Rasio profitabilitas PT Perkebunan Nusantara IV yang terdiri dari Return on assets, Return on equity, Net profit margin, Return on investment, dan Gross profit margin pada tahun 2013-2015 memiliki nilai presentase yang tidak stabil.
Dimana pada tahun 2013 cenderung mengalami penurunan dan pada tahun 2014 meningkat.
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
Pada bab ini peneliti akan memaparkan beberapa kesimpulan dan saran dari