GAMBARAN UMUM DAN PEMBAHASAN
B. Diskripsi Hasil Penelitian
II. Analisis Ratio Aktivitas
Analisis ratio aktivitas yang digunakan adalah sebagai berikut : 2.1. Perputaran dan Periode rata-rata pengumpulan piutang
Tabel 13 : Analisis Perputaran dan Periode rata-rata pengumpulan piutang Tahun Pptr Ptg Prd Pgmpl Ptg Standar Kriteria
2004 0,60 kali 600 hari < 15 kali Kurang Efektif 2005 0,60 kali 600 hari < 15 kali Kurang Efektif
2006 0,60 kali 600 hari < 15 kali Kurang Efektif 2007 0,59 kali 610 hari < 15 kali Kurang Efektif 2008 0,59 kali 610 hari < 15 kali Kurang Efektif
Keterangan :
Pptr Ptg : Perputaran piutang
Prd Pgmpl Ptg : Periode rata-rata Pengumpulan piutang
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa perputaran dan periode rata-rata pengumpulan piutang KUD “ADIWERNA” Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal yang dicapai pada tahun 2004-2006 adalah 0,60 kali dan 600 hari. sedangkan untuk tahun 2007 dan 2008 adalah 0,59 kali dan 610 hari. Bila perputaran dan periode rata-rata pengumpulan piutang tersebut dibandingkan dengan standar pengukuran maka perputaran dan periode rata-rata pengumpulan piutang pada tahun 2004-2008 termasuk dalam kriteria kurang efektif.
2.2. Perputaran dan Periode rata-rata persediaan tersimpan di gudang
Tabel 14. Analisis Perputaran dan Periode rata-rata persediaan tersimpan di gudang Tahun Pptr Psdn Prd Prsdn Tsmp di gdg Standar Kriteria
2004 5,66 kali 64 hari 10 kali – 6 kali Efektif 2005 5,87 kali 61 hari 10 kali – 6 kali Efektif 2006 7,03 kali 51 hari 10 kali – 6 kali Efektif 2007 6,72 kali 54 hari 10 kali – 6 kali Efektif 2008 7,49 kali 48 hari 10 kali – 6 kali Efektif
Keterangan :
Pptr Prsdn : Perputaran Persediaan
Prd Tsmp di gdg : Periode rata-rata persediaan tersimpan di gudang
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa perputaran dan periode rata-rata persediaan tersimpan di gudang KUD “ADIWERNA” Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal yang dicapai pada tahun 2004 adalah 5,66 kali dan 64 hari. Tahun 2005 adalah 5,87 kali dan 61 hari. Tahun 2006 adalah 7,03 kali dan 51 hari. Dan tahun 2007 adalah 6,72 kali dan 54 hari. Sedangkan untuk tahun 2008 adalah 7,49 kali dan 48 hari. Bila perputaran dan periode rata-rata persediaan tersimpan di
gudang tersebut dibandingkan dengan standar pengukuran maka perputaran dan periode rata-rata persediaan tersimpan di gudang pada tahun 2004-2008 termasuk dalam kriteria efektif.
2.3. Perputaran modal kerja
Tabel 15. Analisis Perputaran modal kerja
Tahun Pptr MK Standar Kriteria
2004 0,98 kali 1 kali - 0 kali Cukup Efektif 2005 0,95 kali 1 kali - 0 kali Cukup Efektif 2006 0,91 kali 1 kali - 0 kali Cukup Efektif 2007 0,91 kali 1 kali - 0 kali Cukup Efektif 2008 0,90 kali 1 kali - 0 kali Cukup Efektif
Keterangan :
Pptr MK : Perputaran Modal Kerja
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa perputaran modal kerja KUD “ADIWERNA” Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal yang dicapai pada tahun 2004 adalah 0,98 kali. Tahun 2005 adalah 0,95 kali. Sedangkan untuk tahun 2006 dan 2007 adalah 0,91 kali. Dan tahun 2008 turun menjadi 0,90 kali. Bila tingkat perputaran modal kerja tersebut dibandingkan dengan standar pengukuran maka pada tahun 2004-2008 termasuk dalam kriteria cukup efektif.
III. Analisis Ratio Rentabilitas
Analisis ratio rentabilitas yang digunakan adalah sebagai berikut :
3.1. Rasio laba bersih sebelum pajak dengan total aktiva
Tabel 16. Analisis Rasio laba bersih sebelum pajak dengan total aktiva Tahun Rasio laba bersih sblm
pajak dengan total aktiva
Standar Kriteria 2004 1,33 % 0 % - 5 % Cukup Efektif 2005 1,20 % 0 % - 5 % Cukup Efektif 2006 2,18 % 0 % - 5 % Cukup Efektif
2007 2,24 % 0 % - 5 % Cukup Efektif 2008 2,04 % 0 % - 5 % Cukup Efektif
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa rasio laba bersih sebelum pajak dengan total aktiva KUD “ADIWERNA” Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal yang dicapai sejak tahun 2004-2008 adalah 1,33 %; 1,20 %; 2,18 %; 2,24 % dan 2,04 %. Bila angka-angka tersebut dibandingkan dengan standar pengukuran maka rasio laba bersih sebelum pajak dengan total aktiva pada tahun 2004-2008 termasuk dalam kriteria cukup efektif.
3.2. Rentabilitas modal sendiri
Tabel 17. Analisis Rentabilitas modal sendiri
Tahun Rentabilitas modal sendiri Standar Kriteria 2004 1,29 % 1 % - 9 % Cukup Efektif 2005 2,35 % 1 % - 9 % Cukup Efektif 2006 2,76 % 1 % - 9 % Cukup Efektif 2007 2,89 % 1 % - 9 % Cukup Efektif 2008 2,40 % 1 % - 9 % Cukup Efektif
Berdasarkan tabel diatas menunjukkan bahwa rentabilitas modal sendiri KUD “ADIWERNA” Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal yang dicapai sejak tahun 2004-2008 adalah 1,29 %; 2,35 %; 2,76 %; 2,89 % dan 2,40 %. Bila angka-angka tersebut dibandingkan dengan standar pengukuran maka rentabilitas modal sendiri pada tahun 2004-2008 termasuk dalam kriteria cukup efektif.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Hasil penelitian laporan keuangan dan analisis data tentang efektivitas modal kerja pada KUD “ADIWERNA” Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal tahun 2004- 2008 dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Berdasarkan analisis rasio likuiditas KUD “ADIWERNA” Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa rasio lancar tahun 2004-2008 bila dibandingkan dengan standar pengukuran maka rasio lancar pada tahun 2004 adalah sangat baik, sedangkan untuk tahun 2005-2008 adalah baik. Dan untuk rasio cepat tahun 2004-2008 bila dibandingkan dengan standar pengukuran maka rasio cepat pada tahun 2004-2008 adalah kurang baik. 2. Berdasarkan analisis rasio aktivitas KUD “ADIWERNA” Kecamatan
Adiwerna Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa perputaran piutang tahun 2004-2008 bila dibandingkan dengan standar pengukuran maka perputaran piutang pada tahun 2004-2008 kurang efektif. Perputaran persediaan tahun 2004-2008 bila dibandingkan dengan standar maka perputaran persediaan pada tahun 2008 adalah efektif. Dan untuk perputaran modal kerja tahun 2004-2008 bila dibandingan dengan standar pengukuran adalah cukup efektif.
3. Berdasarkan analisis rasio rentabilitas KUD “ADIWERNA” Kecamatan Adiwerna Kabupaten Tegal menunjukkan bahwa rasio laba bersih sebelum pajak dengan total aktiva tahun 2004-2008 bila dibandingkan dengan standar pengukuran adalah cukup efektif. Dan bila dilihat dari rentabilitas modal sendiri tahun 2004-2008 yang dibandingkan dengan standar pengukuran maka rentabilitas modal sendiri pada tahun 2004-2008 adalah cukup efektif.
B. Saran
Saran yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1. Perputaran piutang yang rendah dapat diantisipasi dengan cara menetapkan kebijaksanaan baru mengenai ketentuan pembatasan maksimal kredit yang diberikan kepada anggota dan meningkatkan efektivitas dalam penagihan piutang terutama piutang yang sudah menunggak atau telah jatuh tempo. 2. Perputaran persediaan yang rendah dapat diantisipasi dengan menetapkan
dengan cara memberikan cash discount (potongan tunai) baik untuk penjualan tunai maupun kredit dan jangan terlalu banyak mengadakan pembelian. Pembelian dilakukan setelah persediaaan benar-benar dalam keadaan safety
stock yaitu jumlah minimal dari dana yang diinvestasikan dalam persediaan
untuk mempertahankan kontinuitas usahanya.
3. Rasio rentabilitas yang rendah dapat diantisipasi dengan cara mengurangi biaya operasional yang kurang perlu dan koperasi perlu memperhatikan kebijaksanaan dalam manajemen modal kerja yaitu dalam penentuan besarnya dana yang diinvestasikan dalam unsur-unsur modal kerja sesuai dengan kebutuhan usaha untuk mendapatkan sisa hasil usaha yang lebih maksimal. 4. Pembuatan akun-akun dalam pembukuan yang tepat klasifikasinya sesuai