BAB IV ANALISIS HASIL PENELITIAN
D. Analisis Regresi
Harga Jual 1.348E7 1.947E7 .143 .692 .494 .572 1.747
a. Dependent Variable: Volume Penjualan
Berdasarkan tabel 4.7 dapat disimpulkan bahwa penelitian ini bebas dari adanya multikolinieritas. Hal ini bisa dilihat dengan membandingkannya dengan nilai Tolerence dan VIF. Masing-masing variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini memiliki nilai Tolerence yang lebih besar dari 0,10 (Tolerance > 0,10) yaitu 0,572. Jika dilihat dari VIFnya, bahwa masing-masing variabel bebas lebih kecil dari 10 (VIF < 10) yaitu sebesar 1,747. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi gejala multikolinieritas dalam variabel bebasnya.
D. Analisis Regresi 1. Analisis Hasil Regresi
Berdasarkan hasil uji asumsi klasik yang telah dilakukan di atas, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang dipakai dalam penelitian ini telah memenuhi model estimasi yang Best Linear Unbiased Estimstor (BLUE) dan
layak untuk dilakukan analisis statistik selanjutnya, yaitu melakukan pengujian hipotesis. Adapun hasil pengolahan data dengan analisis regresi adalah sebagai berikut:
Tabel 4.8
Hasil Analisis Regresi
Coefficientsa Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF
(Constant) 2.293E10 1.111E11 .206 .838
Harga Pokok Produksi
6.633E7 4.096E7 .334 1.619 .115 .572 1.747
1
Harga Jual 1.348E7 1.947E7 .143 .692 .494 .572 1.747
a. Dependent Variable: Volume Penjualan
Berdasarkan tabel koefisien regresi di atas, pada kolom Unstandardized Coefficients bagian B diperoleh model persamaan regresi linier berganda sebagai berikut:
Y= 2,293 x 1010 + 6,633 x 107 (X1) + 1,348 x 107 (X2) + e
Dimana:
Y = Volume Penjualan X1 = Harga Pokok Produksi X2 = Harga Jual
e = Tingkat kesalahan pengganggu
Pada Unstandardized Coefficients, diperoleh nilai a, b1, b2 dan b3 sebagai berikut:
Nilai konstanta ini menunjukkan bahwa apabila tidak ada nilai variabel bebas yaitu harga pokok produksi dan harga jual, maka perubahan volume penjualan yang dilihat dari nilai Y tetap sebesar 2,293 x 1010 atau Rp 22.930.000.000.
Nilai b1 = 6,633 x 107 = harga pokok produksi
Koefisisen regresi ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga pokok produksi sebesar Rp 1, maka perubahan volume penjualan yang dilihat dari nilai Y akan bertambah sebesar 6.633 x 107 atau Rp 66.330.000 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.
Nilai b2 = 1,348 x 107= harga jual
Koefisisen regresi ini menunjukkan bahwa setiap kenaikan harga jual sebesar Rp 1, maka perubahan rentabilitas yang dilihat dari nilai Y akan bertambah sebesar 1,348 x 107 atau Rp 13.480.000 dengan asumsi variabel lain dianggap tetap.
2. Pengujian Hipotesis
Untuk menguji hipotesis, peneliti menggunakan analisis regresi berganda. Berdasarkan hasil pengolahan data dengan program statistik, maka diperoleh hasil sebagai berikut: Tabel 4.9 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .441a .195 .146 1.192E11 1.414 a. Predictors: (Constant), Harga Jual, Harga Pokok Produksi
Pada model summary di atas, dapat dilihat hasil analisa regresi secara keseluruhan menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0,441 menunjukkan bahwa korelasi atau hubungan antara volume penjualan (dependen) dengan harga pokok produksi dan harga jual (variabel independen) mempunyai hubungan yang tidak kuat yaitu sebesar 44,1%. Menurut Sugiyono (2006:250), jika angka R berada diantara 0,2 dan 0,399 maka hubungan antara variabel independen dengan variabel dependennya rendah.
Nilai Adjusted R Square (Adj R2) sebesar 0,146 atau 14,6% mengindikasikan bahwa variasi dari kedua variabel independennya hanya mampu menjelaskan variasi variabel dependen sebesar 14,6% dan sisanya 85,4% (100% - 14,6%) dijelaskan oleh faktor-faktor lain.
Pengujian hipotesis secara statistik dilakukan dengan menggunakan: a. Uji Signifikansi Parsial (uji t)
Uji t dilakukan untuk mengetahui hubungan antara variabel-variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial (individu). Dalam uji t digunakan hipotesis sebagai berikut:
H0: b1,b2, = 0, artinya harga pokok produksi dan harga jual CPO dan PKO secara parsial tidak mempunyai pengaruh terhadap volume penjualan PTPN IV (Persero) Medan
Ha: b1,b2, 0, artinya harga pokok produksi dan harga jual CPO dan PKO secara parsial mempunyai pengaruh terhadap volume penjualan PTPN IV (Persero) Medan.
H0 diterima jika t hitung < t tabel untuk α = 5% Ha diterima jika t hitung > t tabel untuk α = 5%
Tabel 4.10 Uji Statistik t
Coefficientsa Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients Collinearity Statistics
Model B Std. Error Beta T Sig. Tolerance VIF
(Constant) 2.293E10 1.111E11 .206 .838
Harga Pokok Produksi
6.633E7 4.096E7 .334 1.619 .115 .572 1.747
1
Harga Jual 1.348E7 1.947E7 .143 .692 .494 .572 1.747
a. Dependent Variable: Volume Penjualan
Berdasarkan hasil pengujian statistik t pada Tabel 4.10 dapat dijelaskan sebagai berikut:
1) pengaruh harga pokok produksi terhadap volume penjualan
a) Nilai signifikansi = 0,115 menunjukkan bahwa nilai Sig. untuk uji t individual (parsial) lebih besar dari (>) 0,05. Hal ini sesuai dengan hasil pengujian statistik yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel yaitu harga pokok produksi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan pada tingkat kepercayaan 95%.
b) variabel pengaruh harga pokok produksi memiliki t hitung 1,619 dengan nilai signifikansi 0,115 ( > 0,05). Dengan menggunakan tabel t, diperoleh ttabel sebesar 2,028. Hal ini menunjukkan bahwa thitung 1,619 lebih kecil
dari ttabel sebesar2,028. Sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, artinya harga pokok produksi CPO dan PKO tidak berpengaruh secara signifikan terhadap volume penjualan pada PTPN IV (Persero) Medan.
2) pengaruh harga jual terhadap volume penjualan
a) Nilai signifikansi = 0,494 menunjukkan bahwa nilai Sig. untuk uji t individual (parsial) lebih besar dari (>) 0,05. Hal ini sesuai dengan hasil pengujian statistik yang membandingkan antara t hitung dengan t tabel yaitu harga jual CPO dan PKO secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap volume penjualan pada tingkat kepercayaan 95%.
b) Variabel harga jual memiliki t hitung 0,692 dengan nilai signifikansi 0,494 > (0,05). Dengan menggunakan tabel t, diperoleh ttabel sebesar 2,028. Hal ini menunjukkan bahwa thitung 0,692 lebih kecil dari ttabel sebesar2,028. Sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, artinya harga jual rata-rata CPO dan PKO tidak berpengaruh secara signifikan terhadap volume penjualan pada PTPN IV (Persero) Medan
b. Uji Signifikansi Simultan (uji f)
Uji F ini dilakukan untuk melihat seberapa besar pengaruh variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen.
Dalam uji F digunakan hipotesis sebagai berikut:
H0: b1,b2 = 0, artinya harga pokok produksi dan harga jual CPO dan PKO secara bersama-sama (simultan) tidak mempunyai pengaruh terhadap volume penjualan PTPN IV (Persero) Medan.
Ha: b1,b2 0, artinya harga pokok produksi dan harga jual CPO dan PKO secara bersama-sama (simultan) mempunyai pengaruh terhadap volume penjualan pada PTPN IV (Persero) Medan.
Kriteria:
H0 diterima jika F hitung < F tabel untuk α = 5% Ha diterima jika F hitung > F tabel untuk α = 5%
Tabel 4.11 Uji Statistik F
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig. Regression 1.134E23 2 5.669E22 3.990 .028a Residual 4.689E23 33 1.421E22
1
Total 5.823E23 35 a. Predictors: (Constant), Harga Jual, Harga Pokok Produksi b. Dependent Variable: Volume Penjualan
Hasil uji F yang ditampilkan dalam tabel 4.11 menunjukkan bahwa nilai F hitung adalah 3,990 dengan tingkat signifikansi 0,028 yang lebih kecil dari 0,05. Dengan menggunakan tabel F diperoleh nilai F tabel sebesar 3,28. Hal tersebut menunjukkan bahwa F hitung sebesar 3,990 lebih besar dari F tabel sebesar 3,28 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, artinya variabel bebas yaitu harga pokok produksi dan harga jual CPO dan PKO secara simultan berpengaruh terhadap volume penjualan pada PTPN IV (Persero) Medan.