• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.4. Analisis Regresi Berganda

Analisis regresi linier berganda digunakan untuk mengetahui arah hubungan antara variabel Return on Asset (ROA), Capital Adequecy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR) pada Bank Badan Umum Milik Negara. Beberapa tahapan yang dilakukan untuk mencari hubungan antara variabel independen dan variabel dependen, melalui pengaruh ROA (X1), CAR (X2), NPL (X3), NIM (X4), BOPO (X5) terhadap LDR (Y). Hasil regresi dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8 Hasil Analisis Regresi

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.544 .546 4.663 .000 LnROA -.320 .089 -.851 -3.607 .001 LnCAR .569 .161 .480 3.526 .002 LnNPL -.418 .064 -1.153 -6.554 .000 LnNIM .391 .133 .610 2.942 .007 LnBOPO .070 .055 .167 1.284 .210 a. Dependent Variable: LnLDR

Sumber: Hasil Pengujian, 2013 (Data Diolah)

Berdasarkan pengelolaan data pada Tabel 4.8 pada kolom Unstandardized Coefficients bagian B, diperoleh model persamaan regresi berganda berikut:

Y’= α + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + e Sehingga, persamaan regresinya menjadi sebagai berikut:

LDR= 2,544 – 0,320 X1 + 0,569 X2 – 0,418 X3 + 0,391 X4 + 0,070 X5 + e Berdasarkan persamaan regresi linier berganda, berikut interpretasi dari model persamaan regresi diatas:

a. Nilai konstanta sebesar 2,544, artinya tanpa mempertimbangkan variabel independen, maka nilai Loan to Deposit Ratio akan diperoleh sebesar 2,544%. b. Koefisien Return on Asset (X1) = -0,320, artinya setiap penambahan Return on

Asset sebesar 1%, jika variabel lain dianggap konstan, maka akan menurunkan Loan to Deposit Ratio sebesar 0,320%.

c. Koefisien Capital Adequacy Ratio (X2) = 0,569, artinya setiap penambahan Capital Adequacy Ratio sebesar 1%, jika variabel lain dianggap konstan, maka akan meningkatkan Loan to Deposit Ratio sebesar 0,569%.

d. Koefisien Non Performing Loan (X3) = -0,418, artinya setiap penambahan Non Performing Loan sebesar 1%, jika variabel lain dianggap konstan, maka akan menurunkan Loan to Deposit Ratio sebesar 0,418%.

e. Koefisien Net Intetest Margin (X4) = 0,391, artinya setiap penambahan Net Interest Margin sebesar 1%, jika variabel lain dianggap konstan, maka akan meningkatkan Loan to Deposit Ratio sebesar 0,391%.

f. Koefisien Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (X5) = 0,070, artinya setiap penambahan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional sebesar 1%, jika variabel lain dianggap konstan, maka akan meningkatkan Loan to Deposit Ratio sebesar 0,070%.

Dari persamaaan tersebut menunjukkan bahwa CAR, NIM dan BOPO merupakan variabel yang berpengaruh positif terhadap Loan to Deposit Ratio, sedangkan ROA dan NPL merupakan variabel yang berpengaruh negative terhadap Loan to Deposit Ratio.

4.5. Pengujian Hipotesis 4.5.1. Uji F (Uji Serempak)

Kemudian untuk menguji Return on Assets (ROA), Capital Adequecy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) secara bersama-sama (serempak) terhadap Loan to deposit Rasio (LDR), digunakan uji statistik F.

Langkah-langkah melakukan uji F adalah sebagai berikut: 1. Merumuskan Formulasi Hipotesisi

H0: b1 = b2 = b3 = b4 = b5 = 0

Artinya secara serempak Return on Asset (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh tidak signifikan terhadap Loan To Deposit Ratio (LDR).

H1: b1 = b2= b3 = b4 = b5 0

Artinya secara serempak Return on Asset (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) berpengaruh signifikan terhadap Loan To Deposit Ratio (LDR).

2. Merumuskan Kriteria Pengujian

Bila Fhitung > Ftabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak Bila Fhitung ≤ Ftabel, maka H0 diterima dan H1 ditolak 3. Analisis Data

Hasil uji statistik F dapat dilihat pada Tabel 4.9 berikut: Tabel 4.9

Uji Statistik F (secara serempak)

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 3457.385 5 691.477 4.168 .006a Residual 4313.735 26 165.913

Total 7771.121 31

a. Predictors: (Constant), BOPO, ROA, CAR, NPL, NIM b. Dependent Variable: LDR

Berdasarkan Tabel 4.9 diatas diperoleh nilai Fhitung sebesar 4,168 dengan tingkat signifikansi 0,006, jauh lebih kecil dari 0,05. Oleh karena itu, maka model regresi bisa dipakai untuk memprediksi Loan to Deposit Ratio. Dengan kata lain, variabel ROA, CAR, NPL, NIM dan BOPO secara simultan berpengaruh terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR).

Secara Quick Look, bila nilai F lebih besar dari 4, maka H0 dapat ditolak pada derajat kepercayaan 5%. Dengan kata lain H1 diterima, yang menyatakan bahwa semua variabel independen yaitu Return on Asset (ROA), Capital Aduquacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM) dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) secara simultan dan signifikan mempengaruhi variabel dependen yaitu Loan to Deposit Ratio (LDR).

4.5.2. Uji t (secara Parsial)

Uji t dulakukan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel independen, yaitu Return on Asset (ROA), Capital Adequacy Ratio (CAR), Non Performing Loan (NPL), Net Interest Margin (NIM), dan Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) secara parsial (individual) berpengaruh terhadap Loan to Depoit Ratio (LDR). Uji t juga dilakukan untuk mengetahui apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak menggunakan statistik t (uji t). jika thitung < ttabel,maka H1 ditolah dan H0 diterima, sedangkan jika thitung > ttabel, maka H1 diterima dan H0 ditolak. Jika tingkat signifikan dibawah 0,05 maka H1 diterima dan H0 ditolak. Secara parsial pengaruh dari keempat variabel independen tersebut terhadap LDR ditunjukkan pada Tabel 4.10 berikut:

Tabel 4.10 Uji Statistik t Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 2.544 .546 4.663 .000 LnROA -.320 .089 -.851 -3.607 .001 LnCAR .569 .161 .480 3.526 .002 LnNPL -.418 .064 -1.153 -6.554 .000 LnNIM .391 .133 .610 2.942 .007 LnBOPO .070 .055 .167 1.284 .210 a. Dependent Variable: LnLDR

Sumber: Hasil Pengujian, 2013 (Data Diolah)

Kesimpulan yang dapat diambil dari analisis tersebut adalah:

a. Return on Asset (X1) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,001) < α (0,05) dan thitung adalah -3,607 dimana thitung (-3,607) > ttabel (2,093), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Return on Asset terhadap Loan to Deposit Ratio.

b. Capital Adequecy Ratio (X2) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,002) < α (0,05) dan thitung adalah 3,526 dimana thitung (3,526) > ttabel (2,093), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Capital Adequecy Ratio terhadap Loan to Deposit Ratio.

c. Non Performing Loan (X3) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,000) < α (0,05) dan thitung adalah -6,554 dimana thitung (-6,554) > ttabel (2,093), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Non Performing Loan terhadap Loan to Deposit Ratio.

d. Net Interest Margin (X4) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,007) < α (0,05) dan thitung adalah 2,942 dimana thitung (2,942) > ttabel (2,093), maka H1 diterima dan H0 ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara Net Interest Margin terhadap Loan to Deposit Ratio.

e. Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (X5) terhadap Loan to Deposit Ratio (Y) menunjukkan sig. (0,210) > α (0,05) dan thitung adalah 1,284 dimana thitung (1,284) < ttabel (2,093), maka H0 diterima dan H1 ditolak. Artinya terdapat pengaruh yang tidak signifikan antara Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO)terhadap Loan to Deposit Ratio.

4.6. Pembahasan

4.6.1. Pengaruh Return on Asset (ROA) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)

Hasil pengujian parsial (uji t) antara ROA dengan variabel LDR menunjukkan nilai thitung, koefisien regresi dan probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi, hal ini berarti bahwa ROA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap LDR Bank Badan Umum Milik Negara (Persero), sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa rasio ROA berpengaruh signifikan terhadap LDR dapat diterima.

Menurut Dendawijaya (2005:119), semakin besar ROA suatu bank, maka semakin besar keuntungan yang dicapai bank tersebut dan semakin baik pula posisi bank tersebut dari segi penggunaan asset. Namun, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin kecil tingkat keuntungan suatu bank atau dapat dikatakan mengalami kerugian, maka suatu bank tidak berani menyalurkan kreditnya lebih banyak, karena akan menurunkan tingkat LDR itu sendiri. Hasil

Penelitian ini didukung dengan hasil penelitian Prayudi dan Nisa bahwa ROA berpengaruh negatif signifikan terhadap LDR. Sedangkan, menurut Granita yang menunjukkan bahwa ROA berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap LDR.

4.6.2. Pengaruh Capital Adequecy Ratio (CAR) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)

Hasil pengujian parsial (uji t) antara variabel CAR dengan variabel LDR menunjukkan nilai thitung, koefisien regresi dan probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi, hal ini berarti bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap LDR Bank Badan Umum Milik Negara (Persero). Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa rasio CAR berpengaruh signifikan terhadap LDR dapat diterima.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin besar CAR maka akan menunjukkan bahwa bank telah mempunyai modal yang cukup baik dalam memenuhi kebutuhannya serta menanggung risiko-risiko yang ditimbulkan termasuk di dalamnya risiko kredit. Menurut Siamat (2005:291), dengan modal yang besar maka suatu bank dapat menyalurkan kredit lebih banyak, sejalan dengan kredit yang meningkat maka akan meningkatkan LDR itu sendiri. Tingkat kecukupan modal suatu bank sangat penting dalam menyalurkan kredit pada masyarakat. Hasil penelitian ini didukung dengan hasil penelitian Nasiruddin (2005) dan Granita (2011) bahwa CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap LDR.. Sedangkan menurut Utari dan Anisa menunjukkan bahwa CAR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap LDR.

4.6.3. Pengaruh Non Performing Loan (NPL) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)

Hasil pengujian parsial (uji t) antara variabel NPL dengan variabel LDR menunjukkan nilai thitung sebesar, koefisien regresi, dan probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi, hal ini berarti bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap LDR Bank Badan Umum Milik Negara (Persero). Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa rasio NPL berpengaruh signifikan terhadap LDR dapat diterima.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin banyaknya kredit bermasalah akan membuat bank tidak berani meningkatkan penyaluran kreditnya, apalagi bila dana pihak ketiga tidak dapat dicapai secara optimal maka dapat mengganggu likuiditas suatu bank. Oleh karena itu, semakin besar kredit bermasalah yang dicerminkan dengan nilai NPL, semakin kecil kredit yang dapat disalurkan bank pada masyarakat mengingat risiko kredit yang timbul. NPL merupakan hilangnya kesempatan memperoleh kesempatan pendapatan (income) dari kredit yang diberikan, sehingga mengurangi laba dan mengurangi kemampuan untuk memberikan kredit. Hasil penelitian ini juga didukung oleh hasil penelitian dari Utari (2011), Granita (2011), Anisah (2010), dan Nasiruddin (2005) yang menunjukkan bahwa NPL berpengaruh negatif dan signifikan terhadap LDR. Sedangkan pada penelitian Prayudi, bahwa NPL tidak berpengaruh terhadap NPL.

4.6.4. Pengaruh Net Interest Margin (NIM) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)

Hasil pengujian parsial (uji t) antara variabel NIM dengan variabel LDR menunjukkan nilai thitung, koefisien regresi, dan probabilitas lebih kecil dari tingkat signifikansi, hal ini berarti bahwa NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap LDR Bank Badan Umum Milik Negara (Persero). Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa rasio NIM berpengaruh signifikan terhadap LDR dapat diterima.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi NIM menunjukkan semakin efektif bank dalam penempatan aktiva produktif dalam bentuk kredit. Menurut Rivai (2007:721) Net Interest Margin (NIM) memiliki pengaruh terhadap intermediasi bank, karena baik buruknya intermediasi bank akan berdampak pada pendapatan bunga yang akan diperoleh bank. semakin tinggi Net Interest Margin (NIM) menunjukkan semakin efektif bank dalam penempatan aktiva produktif dalam bentuk kredit. Sehingga nilai LDR juga akan meningkat dengan meningkatnya nilai NIM. Hasil penelitian ini didukung oleh hasil penelitian Granita (2011), dan Prayudi yang mengatakan bahwa NIM berpengaruh positif dan signifikan terhadap LDR.

4.6.5. Pengaruh Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) terhadap Loan to Deposit Ratio (LDR)

Hasil pengujian parsial (uji t) antara variabel BOPO dengan variabel LDR menunjukkan nilai thitung, koefisien regresi, dan probabilitas lebih besar dari tingkat signifikansi, hal ini berarti bahwa BOPO memiliki pengaruh tidak signifikan dan positif terhadap LDR pada Bank Badan Umum Milik Negara

(Persero). Sehingga hipotesis yang menyatakan bahwa rasio BOPO berpengaruh tidak signifikan terhadap LDR dan tidak dapat diterima.

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa bank yang nilai rasio BOPO-nya tinggi mencerminkan bahwa bank tersebut tidak beropeasi dengan efisien karena tingginya nilai dari rasio ini memperlihatkan besarnya jumlah biaya operasional yang harus dikeluarkan oleh pihak bank untuk memperoleh pendapatan operasional (Rivai, et al, 2007:722). Semakin rendah BOPO, berarti semakin efisien biaya operasional yang dikeluarkan bank yang bersangkutan sehingga kemungkinan suatu bank dalam kondisi bermasalah semakin kecil dan semakin banyak kredit yang dapat disalurkan. Penelitian ini didukung oleh penelitian Prayudi yang mengatakan bahwa BOPO berpengaruh tidak signifikan terhadap LDR karena nilai probabilitasnya lebih besar dari tingkat signifikansi. Sedangkan pada penelitian Utari, bahwa BOPO berpengaruh positif signifikan terhadap LDR.

BAB V

Dokumen terkait