• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4. Analisis Regresi Berganda

Persamaan regresi dapat dilihat dari tabel hasil uji coefficients berdasarkan output SPSS versi 21 terhadap ketiga variabel independen yaitu keahlian, independensi, dan etika terhadap kualitas audit ditunjukkan pada tabel berikut :

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 43,166 6,442 6,701 ,000 INDEPENDENSI -,011 ,162 -,011 -,070 ,945 PK ,339 ,127 ,415 2,667 ,011 ETIKA ,064 ,210 ,047 ,303 ,763

a. Dependent Variable: ETIKA Sumber: output SPSS

Untuk mempermudah pembacaan hasil dan interprestasi analisis regresi maka digunakan bentuk persamaan. Persamaan atau model tersebut berisi konstanta dan koefisien-koefisien regresi yang didapat dari hasil pengolahan data yang telah dilakukan sebelumnya. Persamaan regresi yang telah dirumuskan kemudian dengan bantuan program SPSS dilakukan pengolahan data sehingga didapat persamaan akhir sebagai berikut :

Y = 43,166 + -0,011X1 + 0,339X2 + 0,064X3

Pada model regresi ini, nilai konstanta yang tercantum sebesar 43,166 dapat diartikan jika variabel bebas dalam model diasumsikan sama dengan nol, secara rata-rata variabel diluar model tetap akan meningkatkan kualitas auditor sebesar 43,166 satuan Nilai besaran koefisien regresi β1 sebesar -0,011 pada penelitian ini dapat diartikan bahwa variabel Independensi (X1) berpengaruh negatif terhadap kualitas auditor (Y). Hal ini menunjukan bahwa ketika independensi mengalami peningkatan sebesar satu satuan, kualitas auditor juga akan mengalami peningkatan sebesar -0,011 satuan. Nilai besaran koefisien regresi β2 sebesar 0,339 pada penelitian ini dapat diartikan bahwa variabel pengalaman kerja (X2) berpengaruh positif terhadap kualitas

auditor (Y). Hal ini menunjukan bahwa ketika pengalaman kerja mengalami peningkatan sebesar satu satuan, kualitas auditor juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,339 satuan. Nilai besaran koefisien regresi β3 sebesar 0,038 pada penelitian ini dapat diartikan bahwa variabel etika (X3) berpengaruh positif terhadap kualitas auditor (Y). Hal ini menunjukan bahwa ketika etika mengalami peningkatan sebesar satu satuan, kualitas auditor juga akan mengalami peningkatan sebesar 0,064 satuan.

a) Uji Simultan (Uji F)

Pengaruh variabel independen secara simultan terhadap variabel dependen dianalisis dengan menggunakan uji F, yaitu dengan memperhatikan signifikansi nilai F pada output perhitungan dengan tingkat alpha 5%. Jika nilai signifikansi uji F lebih kecil dari 5% maka terdapat pengaruh antara semua variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil pengujian uji F pada penelitian ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 40,123 3 13,374 2,444 ,080b

Residual 196,977 36 5,472

Total 237,100 39

a. Dependent Variable: KA

b. Predictors: (Constant), ETIKA, PK, INDEPENDENSI

Sumber: 0utput SPSS

Pada hasil uji regresi dalam penelitian ini diketahui nilai uji F sebesar 2,444 dengan signifikansi 0,080. Dimana disyaratkan nilai signifikansi F lebih besar dari 0,05 atau 5%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa

semua variabel independen dalam penelitian ini secara bersama-sama (simultan) berpengaruh positif yang tidak signifikan terhadap Kualitas Auditor (Y). Hal tersebut berarti jika Independensi (X1), pengalaman kerja (X2) dan Etika (X3) secara bersama-sama mengalami kenaikan maka akan berdampak pada kenaikan Kualitas Auditor (Y), sebaliknya jika Independensi (X1), pengalaman kerja (X2) dan Etika (X3) secara bersama-sama mengalami penurunan maka akan berdampak pada penurunan Kualitas Auditor (Y).

b) Uji Parsial (Uji t) Uji

Setelah dilakukan pengujian asumsi klasik, pembahasan akan dilanjutkan dengan pengujian hipotesis dengan memperhatikan nilai t hitung dari hasil regresi tersebut untuk mengetahui pengaruh variabel independen secara parsial terhadap variabel independen dengan tingkat kepercayaan 95% atau pada alpha 5%. Dengan syarat apabila nilai variabel independen signifikan terhadap variabel dependen maka terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen, sedangkan apabila tidak signifikan maka tidak terdapat pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Pada penelitian ini uji t digunakan untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini diterima atau tidak dengan mengetahui apakah variabel independen secara individual mempengaruhi variabel dependen.

Adapun metode dalam penentuan t tabel menggunakan ketentuan tingkat signifikan 5% dengan df=n-k-1 (dalam penelitian ini df=40-1-1=38),

sehingga didapat nilai t tabel sebesar 1,686 disajikan dalam tabel sebagai berikut : Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 43,166 6,442 6,701 ,000 INDEPENDENSI -,011 ,162 -,011 -,070 ,945 PK ,339 ,127 ,415 2,667 ,011 ETIKA ,064 ,210 ,047 ,303 ,763

a. Dependent Variable: ETIKA Sumber: output SPSS

Dari tabel di atas diketahui nilai t hitung dari masing-masing variabel

independen. Dari nilai tersebut yang kemudian dibandingkan dengan nilai t

tabel. Karena nilai t hitung dalam penelitian ini lebih kecil dari t tabel, maka

H0 diterima dengan kata lain independensi berpengaruh negatif yang tidak

signifikan terhadap kualitas audit, sedangkan pengalaman kerja sementara

variabel etika berpengaruh positif yang tidak signifikan terhadap kualitas

auditor.

Selain itu pengujian hipotesis secara parsial juga dapat dianalisis nilai

signifikansi berada di atas 0,05 atau 5% yakni variabel independensi dan

variabel etika dengan tingkat signifikansi 0,945% dan 0,763% sehingga dapat

dikatakan bahwa secara parsial untuk masing-masing variabel bebas yakni

pada tingkat alpha. sedangkan variabel pengalaman kerja dengan tingkat

signifikansi 0,011% sehingga dapat dikatakan bahwa secara parsial untuk

variabel bebas yakni pengalaman kerja berpengaruh positif yang signifikan

pada tingkat alpha.

c) Koefisien Determinasi (R2)

Kekuatan pengaruh variabel independen terhadap variasi variabel dependen dapat diketahui dari besarnya nilai koefisien determinan (R2), yang berbeda antara nol dan satu.

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 ,411a ,169 ,100 2,33914

a. Predictors: (Constant), ETIKA, PK, INDEPENDENSI b. Dependent Variable: KA

Pada tabel di atas menunjukkan koefisien korelasi (R) dan koefisien determinasi (R square). Nilai R menerangkan tingkat hubungan antar variabel-variabel independen (X) dengan variabel dependen (Y). Dari hasil olah data diperoleh nilai koefisien korelasi sebesar 0,411 atau 41.1% yang artinya hubungan antara variabel X (independensi, pengalaman kerja, dan etika) terhadap variabel Y (kualitas audit) dalam kategori sedang.

R square menjelaskan seberapa besar variasi Y yang disebabkan oleh X, dari hasil perhitungan diperoleh nilai R2 sebesar 0,169 atau 16,9%. Adjusted R Square merupakan nilai R2 yang disesuaikan sehingga gambarannya lebih mendekati mutu penjajakan model, dari hasil perhitungan nilai adjusted R square sebesar 10%. Artinya 10% Kualitas Audit dipengaruhi oleh ketiga

variabel independen (independensi, pengalaman kerja, dan etika). Sedangkan sisanya 90% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model.

Dokumen terkait