• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian dan Pembahasan

4.2.2 Analisis Struktur Kedua

4.2.2.1 Analisis Regresi dan korelasi

1) Pengaruh pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur, luas lahan sawah beririgasi dan panjang jalan terhadap produktivitas padi sawah.

Tabel 4.5

Model Summary

Model R R Square Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,795a ,631 ,622 ,77299

a. Predictors: (Constant), Ln_panjang jalan, Ln_luas lahan sawah beririgasi, Ln_pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur

Sumber: Hasil olahan data spss. Lampiran 6

Besarnya angka R2 adalah 0.631. Angka tersebut dapat digunakan untuk melihat besarnya pengaruh pengeluaran pemerintah daerah di bidang

57

padi sawah dengan cara menghitung koefisien Determinasi (KD) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

KD = R2 x 100%

KD = 0.631 x 100%

KD = 63.1%

Angka tersebut memiliki maksud bahwa variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur, luas lahan sawah beririgasi dan panjang jalan menjelaskan produktivitas padi sawah dengan nilai R2 sebesar 63.1%, sementara sisanya 36.9% (100% - 63.1%) dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan kata lain, variabilitas produktivitas padi sawah yang dapat diterangkan dengan menggunakan variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur, luas lahan sawah beririgasi dan panjang jalan adalah 63.1%, sedangkan pengaruh sebesar 36.9% disebabkan oleh variabel-variabel lain di luar model ini.

Tabel 4.6

a. Predictors: (Constant), Ln_panjang jalan, Ln_luas lahan sawah beririgasi, Ln_pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur

b. Dependent Variable: Ln_produktivitas padi sawah

Sumber: Hasil olahan data spss. Lampiran 6

Hipotesis:

H0 : Tidak ada hubungan linear antara variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur, luas lahan sawah beririgasi dan panjang jalan terhadap produktivitas padi sawah

H1 : Ada hubungan linear antara variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur, luas lahan sawah beririgasi dan panjang jalan terhadap produktivitas padi sawah

a. Perbandingan besarnya angka F penelitian dengan F tabel

Dimana nilai F penelitian sebesar 69.089 dengan taraf signifikan sebesar 0.05 dan derajat kebebasan dengan ketentuan df pembilang (numerator) = banyak variabel bebas 3 dan df penyebut (denominator) = N-m-1 atau 125-3-1 = 121.

Dengan ketentuan tersebut, diperoleh angka F tabel sebesar 2.68.

Dimana : Jika F penelitian > F tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima Jika F penelitian < F tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak

Dari hasil perhitungan didapatkan angka F penelitian sebesar 69.089 > F tabel sebesar 2.68 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada hubungan linear antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur, luas lahan sawah beririgasi dan panjang jalan terhadap produktivitas padi sawah.

Kesimpulannya, pengeluaran pemerintah di bidang infrastruktur, luas lahan sawah beririgasi dan panjang jalan secara gabungan mempengaruhi produktivitas padi sawah.

b. Perbandingan besaran angka taraf signifikan (sig) penelitian dengan taraf signifikan sebesar 0.05

Dimana : Jika sig penelitian < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima Jika sig penelitian > 0.05 maka H0 diterima dan H1 ditolak Berdasarkan perhitungan angka signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 maka H0

59

pemerintah daerah di bidang infrastruktur, luas lahan sawah beririgasi dan panjang jalan terhadap produktivitas padi sawah.

Tabel 4.7

a. Dependent Variable: Ln_produktivitas padi sawah Sumber: Hasil olahan data spss. Lampiran 6

a. Hubungan antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap produktivitas padi sawah.

Hipotesis :

H0 : Tidak ada hubungan linear antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap produktivitas padi sawah

H1 : Ada hubungan linear antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap produktivitas padi sawah

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 2.833 dan taraf signifikansi 0.05, t = α/2 = 0.05/2 = 0.025. Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan DK = n - 2 atau 125-2 = 123. Dari ketentuan tersebut diperoleh angka t tabel sebesar 1.9794.

Dimana : Jika t penelitian > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima Jika t penelitian < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 2.833>

t tabel sebesar 1.9794, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada hubungan linear antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dengan produktivitas padi sawah. Besarnya pengaruh pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap produktivitas padi sawah sebesar 0.181 atau 18.1%.

b. Hubungan antara luas lahan sawah beririgasi terhadap produktivitas padi sawah

Hipotesis :

H0 : Tidak ada hubungan linear antara luas lahan sawah beririgasi terhadap produktivitas padi sawah

H1 : Ada hubungan linear antara luas lahan sawah beririgasi terhadap produktivitas padi sawah

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 10.032 dan taraf signifikansi 0.05, t = α/2 = 0.05/2 = 0.025. Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan DK = n - 2 atau 125-2 = 123. Dari ketentuan tersebut diperoleh angka t tabel sebesar 1.9794.

Dimana : Jika t penelitian > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima Jika t penelitian < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 10.032

> t tabel sebesar 1.9794, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada hubungan linear antara luas lahan sawah beririgasi dengan produktivitas padi sawah.

61

Besarnya pengaruh luas lahan sawah beririgasi terhadap produktivitas padi sawah sebesar 0.638 atau 63.8%.

c. Hubungan antara panjang jalan terhadap produktivitas padi sawah Hipotesis :

H0 : Tidak ada hubungan linear antara panjang jalan terhadap produktivitas padi sawah

H1 : Ada hubungan linear antara panjang jalan terhadap produktivitas padi sawah

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 2.129 dan taraf signifikansi 0.05, t = α/2 = 0.05/2 = 0.025. Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan DK = n - 2 atau 125-2 = 123. Dari ketentuan tersebut diperoleh angka t tabel sebesar 1.9794.

Dimana : Jika t penelitian > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima Jika t penelitian < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 2.129>

t tabel sebesar 1.9794, maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada hubungan linear antara panjang jalan dengan produktivitas padi sawah. Besarnya pengaruh panjang jalan terhadap produktivitas pertanian sebesar 0.153 atau 15.3%.

2) Pengaruh pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan produktivitas padi sawah terhadap penurunan penduduk miskin.

Tabel 4.8

Model Summary

Model R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,829a ,688 ,683 14,76531

a. Predictors: (Constant), produktivitas padi sawah, pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur

Sumber: Hasil olahan data spss. Lampiran 6

Besarnya angka R2 adalah 0.688. Angka tersebut dapat digunakan untuk melihat besarnya pengaruh pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan produktivitas padi sawah terhadap variabel penduduk miskin dengan cara menghitung Koefisien Determinasi (KD) dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

KD = R2 x 100%

KD = 0.688 x 100%

KD = 68.8%

Angka tersebut memiliki maksud bahwa variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan produktivitas padi sawah menjelaskan variabel penduduk miskin dengan nilai R2 sebesar 68.8%, sementara sisanya 31.2%

(100% - 68.8%) dipengaruhi oleh faktor lain. Dengan kata lain, variabilitas penduduk miskin yang dapat diterangkan dengan menggunakan variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan produktivitas padi sawah 68.8%, sedangkan pengaruh sebesar 31.2% disebabkan oleh variabel-variabel lain di luar model ini.

63

Tabel 4.9

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 58587,930 2 29293,965 134,367 ,000a

Residual 26597,755 122 218,014

Total 85185,685 124

a. Predictors: (Constant), produktivitas padi sawah, pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur

b. Dependent Variable: penduduk miskin

Sumber: Hasil olahan data spss. Lampiran 6

Hipotesis:

H0 : Tidak ada hubungan linear antara variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan produktivitas padi sawah terhadap penurunan penduduk miskin

H1 : Ada hubungan linear antara variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan produktivitas padi sawah terhadap penurunan penduduk miskin

a. Perbandingan besarnya angka F penelitian dengan F tabel

Dimana nilai F penelitian sebesar 134.367dengan taraf signifikan sebesar 0.05 dan derajat kebebasan dengan ketentuan df pembilang (numerator) = banyak variabel bebas 2 dan df penyebut (denominator) = N-m-1 atau 125-2-1 = 122.

Dengan ketentuan tersebut, diperoleh angka F tabel sebesar 3.07.

Dimana : Jika F penelitian > F tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Jika F penelitian < F tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak.

Dari hasil perhitungan didapatkan angka F penelitian sebesar 134.367> F tabel sebesar 3.07 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada hubungan linear antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan produktivitas padi sawah terhadap penurunan penduduk miskin. Kesimpulannya, pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan produktivitas padi sawah secara gabungan mempengaruhi penurunan penduduk miskin.

b. Perbandingan besaran angka taraf signifikan (sig) penelitian dengan taraf signifikan sebesar 0.05

Dimana : Jika sig penelitian < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima Jika sig penelitian > 0.05 maka H0 diterima dan H1 ditolak

Berdasarkan perhitungan angka signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya, ada hubungan linear yang signifikan antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan produktivitas padi sawah terhadap penurunan penduduk miskin.

65

a. Hubungan antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap penurunan penduduk miskin

Hipotesis :

H0 : Tidak ada hubungan linear antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap penurunan penduduk miskin

H1 : Ada hubungan linear antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap penurunan penduduk miskin

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 5.747 dan taraf signifikan 0.05, t = α/2 = 0.05/2 = 0.025. Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan DK = n - 2 atau 125-2 = 123. Dari ketentuan tersebut diperoleh angka t tabel sebesar 1.9794.

Dimana : Jika t penelitian > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima Jika t penelitian < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 5.747>

t tabel sebesar 1.9794 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada hubungan linear antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dengan penurunan penduduk miskin. Besarnya pengaruh pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap penurunan penduduk miskin sebesar 0.346 atau 34.6%.

b. Hubungan antara produktivitas padi sawah terhadap penurunan penduduk miskin

Hipotesis :

H0 : Tidak ada hubungan linear antara produktivitas padi sawah terhadap penurunan penduduk miskin

H1 : Ada hubungan linear antara produktivitas padi sawah terhadap penurunan penduduk miskin

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 9.762 dan taraf signifikan 0.05, t = α/2 = 0.05/2 = 0.025. Derajat Kebebasan (DK) dengan ketentuan DK = n - 2 atau 125-2 = 123. Dari ketentuan tersebut diperoleh angka t tabel sebesar 1.9794.

Dimana : Jika t penelitian > t tabel maka H0 ditolak dan H1 diterima Jika t penelitian < t tabel maka H0 diterima dan H1 ditolak

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh angka t penelitian sebesar 9.762>

t tabel sebesar 1.9794 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya ada hubungan linear antara produktivitas padi sawah dengan penurunan penduduk miskin.

Besarnya pengaruh produktivitas padi sawah terhadap penurunan penduduk miskin sebesar 0.588atau 58.8%.

B. Analisis Korelasi

1) Pengaruh pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur, luas lahan sawah beririgasi dan panjang jalan terhadap produktivitas padi sawah.

67

Panjang jalan Pearson Correlation ,625** ,583** 1

Sig. (2-tailed) ,000 ,000

N 125 125 125

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber: Hasil olahan data spss. Lampiran 6

a. Korelasi antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap luas lahan sawah beririgasi

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap luas lahan sawah beririgasi sebesar 0.193. Untuk menafsir angka tersebut digunakan kriteria sebagai berikut :

- 0 – 0.25 : Korelasi lemah - > 0.25 - 0.5 : Korelasi cukup

- > 0.5 – 0.75 : Korelasi kuat

- > 0.75 – 1 : Korelasi sangat kuat

Korelasi sebesar 0.193 mempunyai maksud hubungan antara variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap luas lahan sawah beririgasi lemah, akan tetapi hasilnya searah (karena hasilnya positif). Searah artinya jika pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur naik, maka luas lahan sawah beririgasi juga naik. Korelasi dua variabel bersifat signifikan karena angka signifikansi sebesar 0.031 < 0.05. Jika angka signifikansi (sig) < 0.05 maka hubungan kedua variabel signifikan.

b. Korelasi antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap panjang jalan

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap panjang jalan sebesar 0.625. Korelasi sebesar 0.625 mempunyai maksud hubungan antara variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap panjang jalan kuat dan searah (karena hasilnya positif). Searah artinya jika pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur naik, maka panjang jalan juga naik.

Korelasi dua variabel bersifat signifikan karena angka signifikansi sebesar 0.000 <

0.05. Jika angka signifikansi (sig) < 0.05 maka hubungan kedua variabel signifikan.

c. Korelasi antara luas lahan sawah beririgasi terhadap panjang jalan

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara variabel luas

69

0.583 mempunyai maksud hubungan antara variabel luas lahan sawah beririgasi terhadap panjang jalan kuat dan searah (karena hasilnya positif). Searah artinya luas lahan sawah beririgasi naik, maka panjang jalan juga naik. Korelasi dua variabel bersifat signifikan karena angka signifikansi sebesar 0.000 < 0.05. Jika angka signifikansi (sig) < 0.05 maka hubungan kedua variabel signifikan.

2) Pengaruh pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur dan produktivitas padi sawah terhadap penurunan penduduk miskin.

Tabel 4.12

Pearson Correlation 1 ,544**

Sig. (2-tailed) ,000

N 125 125

Penduduk miskin Pearson Correlation ,544** 1

Sig. (2-tailed) ,000

N 125 125

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Sumber: Hasil olahan data spss. Lampiran 6

a. Korelasi antara pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap produktivitas padi sawah

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara variabel pengeluaran pemerintah daerah di bidang infrastruktur terhadap produktivitas padi sawah sebesar 0.544. Untuk menafsir angka tersebut digunakan kriteria sebagai berikut :

- 0 – 0.25 : Korelasi lemah - > 0.25 - 0.5 : Korelasi cukup - > 0.5 – 0.75 : Korelasi kuat

- > 0.75 – 1 : Korelasi sangat kuat

Korelasi sebesar 0.544 mempunyai maksud hubungan antara variabel pengeluaran pemerintah dibidang infrastruktur terhadap produktivitas padi sawah kuat dan searah (karena hasilnya positif). Searah artinya jika pengeluaran pemerintah di bidang infrastruktur naik, maka produktivitas padi sawah juga naik. Korelasi dua variabel bersifat signifikan karena angka signifikansi sebesar 0.000 < 0.05. Jika angka signifikansi (sig) < 0.05 maka hubungan kedua variabel signifikan.

Gambar 4.2

Diagram dan Koefisien Jalur Hasil Penelitian 0.193 0.638

71

Dokumen terkait