• Tidak ada hasil yang ditemukan

HARGA SAHAM (Y)

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Analisis Regresi

Hasil pengujian hipotesis dengan metode analisis regresi linear berganda dengan variabel independen Laba Akuntansi (X1), ROA (X2), dan EVA (X3) terhadap Harga Saham (Y) ditunjukkan oleh Tabel 4.5 berikut ini:

Tabel 4.5

Hasil Analisis Regresi Berganda

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 573.042 224.806 2.549 .012 LABA.AKUN .598 .000 .047 .329 .743 ROA 112.263 30.438 .439 3.688 .000 EVA .001 .001 .140 .853 .396

Tabel 4.5a

Hasil Analisis Regresi Berganda

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5.740 .161 35.553 .000 LABA.AKUN -1.830E-007 .000 -.116 -.874 .384 ROA .093 .022 .470 4.234 .000 EVA 3.033E-007 .000 .104 .678 .500

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (juni 2015)

Berdasarkan Tabel 4.5a dapat diketahui bahwa model regresi yang dihasilkan adalah:

Y = 5.740 – 0.000000183X1 + 0.093X2 + 0.000003033X3 + e Dari persamaan regresi di atas dapat disimpulkan bahwa:

1. Konstanta sebesar 5.740, yang berarti bahwa apabila nilai Laba Akuntansi, ROA, dan EVA adalah konstan, maka harga saham adalah sebesar 5.740. 2. Koefisien regresi Laba Akuntansi sebesar (0.000000183) menunjukkan

bahwa apabila Laba Akuntansi meningkat sebesar 1 satuan, maka harga saham akan menurun sebesar 0.000000183 satuan.

3. Koefisien regresi Return on Asset sebesar 0.093 menunjukkan bahwa apabila Return on Asset meningkat sebesar 1 satuan, maka harga saham akan meningkat sebesar 0.093 satuan.

4. Koefisien regresi Economic Value Added sebesar 0.000003033 menunjukkan bahwa apabila Economic Value Added meningkat sebesar 1 satuan, maka akan meningkatkan harga saham sebesar 0.000003033 satuan.

4.3.1 Uji signifikansi simultan (uji f)

Uji F dilakukan untuk mengetahui pengaruh seluruh variabel independen secara bersama-sama yakni Laba Akuntansi (X1), ROA (X2), dan EVA (X3) terhadap Harga saham (Y). Hasil pengujian signifikansi simultan ini ditunjukkan pada Tabel 4.6 berikut:

Tabel 4.6 Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 33081226.407 3 11027075.469 5.581 .001b

Residual 181790956.749 92 1975988.660

Total 214872183.156 95

a. Dependent Variable: STOCK.PRICE

b. Predictors: (Constant), EVA, ROA, LABA.AKUN

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (Juni 2015) Tabel 4.6a Hasil Uji F

ANOVAa

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1

Regression 33.400 3 11.133 10.922 .000b

Residual 93.778 92 1.019

Total 127.178 95

a. Dependent Variable: LN_S.PRICE

b. Predictors: (Constant), EVA, ROA, LABA.AKUN

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (Juni 2015)

Berdasarkan Tabel 4.6 diketahui bahwa secara bersama-sama bahwa Laba Akuntansi (X1), ROA (X2), dan EVA (X3) berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap Harga Saham (Y). Hal ini dibuktikan dengan nilai Fhitung sebesar 5.581 yang lebih besar dari F Tabel sebesar 10.922. Nilai signifikansi juga menunjukkan nilai 0.000< 0.05. Hasil ini menunjukkan bahwa apabila variabel Laba

Akuntansi (X1), ROA (X2), dan EVA (X3) ditingkatkan, maka harga saham akan meningkat.

4.3.2 Uji signifikansi parsial (uji t)

Uji t dilakukan untuk menguji pengaruh dari masing-masing variabel independen yakni Laba Akuntansi (X1), ROA (X2), dan EVA (X3) terhadap Harga saham (Y). Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4.7 berikut :

Tabel 4.7 Hasil Uji t

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 573.042 224.806 2.549 .012 LABA.AKUN .598 .000 .047 .329 .743 ROA 112.263 30.438 .439 3.688 .000 EVA .001 .001 .140 .853 .396

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (Juni 2015) Tabel 4.7

Hasil Uji t

Coefficientsa

Model Unstandardized Coefficients Standardized

Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 5.740 .161 35.553 .000 LABA.AKUN -1.830E-007 .000 -.116 -.874 .384 ROA .093 .022 .470 4.234 .000 EVA 3.033E-007 .000 .104 .678 .500

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (Juni 2015)

Berdasarkan Tabel 4.7a diketahui bahwa nilai t hitung variabel Laba Akuntansi (X1) adalah sebesar -0.874< t tabel sebesar 1.661, dengan nilai signifikansi 0.384> 0.05, yang berarti bahwa laba akuntansi berpengaruh negatif namun tidak signifikan terhadap harga

dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 < 0.05 menunjukkan bahwa ROA berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap harga saham. Nilai t hitung EVA sebesar 0.678< t tabel 1.661 dengan nilai signifikansi sebesar 0.500> 0.05 menunjukkan bahwa EVA berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap harga saham. 4.3.3 Uji koefisien determinasi (R2)

Uji koefisien determinasi(R2) ini digunakan untuk menggambarkan kemampuan model menjelaskan variasi yang terjadi dalam variabel dependen (Ghozali, 2005). Koefisien determinasi (R2) dinyatakan dalam persentase. Nilai yang mendeakati satu berarti variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Hasil pengujian koefisien determinasi dapat dilihat pada Tabel 4.8 berikut:

Tabel 4.8

Uji Koefisien Determinasi

Model Summaryb

Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-Watson

1 .512a .263 .239 1.00962 2.220

a. Predictors: (Constant), EVA, ROA, LABA.AKUN b. Dependent Variable: LN_S.PRICE

Sumber: Hasil Pengolahan Data SPSS (Juni 2015)

Berdasarkan Tabel 4.8 dapat diketahui bahwa nilai koefisien korelasi yang ditunjukkan oleh nilai R menunjukkan angka 0.512 yang berarti bahwa hubungan antara Laba Akuntansi, ROA, dan EVA dengan Harga saham adalah sebesar 51.2% atau cukup erat. Nilai Adjusted R Square menunjukkan nilai 0.239 yang berarti 23.9% harga

saham dapat dipengaruhi oleh Laba Akuntansi, ROA, dan EVA, sedangkan 76.1% sisanya dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak diteliti pada penelitian ini.

4.4 Pembahasan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dijelaskan sebelumnya, maka diketahui bahwa secara simultan, laba akuntansi, profitabilitas yang diukur dengan Return on Asset dan economic value added berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham perusahaan real estate dan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013. Hasil ini menunjukkan bahwa apabila laba akuntansi, return on asset, dan economic value added meningkat, maka harga saham perusahaan real estate dan properti juga akan meningkat. Hasil pengujian koefisien determinasi menunjukkan nilai Adjusted R Square sebesar 0.239 yang menunjukkan bahwa 23.9% harga saham perusahaan real estate dan properti dipengaruhi oleh laba akuntansi, return on asset, dan economic value added.

4.4.1 Pengaruh laba akuntansi terhadap harga saham

Hasil pengujian signifikansi parsial (uji t) menunjukkan bahwa laba akuntansi berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap harga saham, hasil ini ditunjukkan oleh nilai t hitung 0.874< t tabel 1.661 dan signifikansi 0.384> 0.05. Hasil ini menunjukkan bahwa apabila laba akuntansi meningkat, tidak akan meningkatkan harga saham perusahaan real estate dan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil

penelitian yang dilakukan oleh Febrina (2005) yang meneliti Pengaruh Laba Akuntansi, Dividen, dan Penjualan terhadap Harga Saham di Bursa Efek Jakarta, yang menunjukkan bahwa laba akuntansi memiliki pengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian yang berbeda ini dikarenakan oleh objek penelitian yang berbeda. Penelitian kali ini meneliti mengenai saham perusahaan real estate dan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013. Dari hasil pengamatan terhadap laba akuntansi hampir semua laba akutansi perusahaan tersebut berada pada posisi positif, yang mana hal ini menunjukkan bahwa hampir semua perusahaan dalam melaksanakan aktivitas operasinya selalu berhasil meraup keuntungan (laba), walaupun ada perusahaan yang mendapat laba akuntansi besar dan kecil. Penelitian kali ini juga membuktikan bahwa tidak cukup hanya dengan melihat dari laba akuntansi maka harga saham suatu perusahaan akan terpengaruh.

4.4.2 Pengaruh return on asset terhadap harga saham

Hasil pengujian signifikansi parsial (uji t) menunjukkan bahwa return on asset berpengaruh positif dan signifikan terhadap harga saham, hasil ini ditunjukkan oleh nilai t hitung 4.234> t tabel 1.661 dan signifikansi 0.000 < 0.05. Hasil ini menunjukkan bahwa apabila return on asset atau profitabilitas perusahaan meningkat, maka harga saham juga akan meningkat. Hasil penelitian ini sesuai dengan penelitian yang dilakukan oleh Utami (2005) yang meneliti mengenai

Pengaruh Rasio Keuangan terhadap Harga saham yang menunjukkan bahwa ROA berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian ini menunjukkan ketika perusahaan mampu mencetak profit lebih besar apabila dibandingkan dengan aset yang mereka miliki, maka hal ini akan membuat investor lebih tertarik, yang mana akan menyebabkan harga saham perusahaan juga akan meningkat. Berdasarkan data penelitian yang peneliti analisis juga dapat diketahui bahwa perusahaan yang membukukan ROA dengan nilai negatif, harga saham mereka juga menurun atau kecil. Seperti yang terlihat pada tahun 2011 BIPP membukukan ROA sebesar -10.34, dengan harga saham hanya Rp. 58.00, kemudian pada tahun 2012 mereka berhasil menaikkan ROA menjadi -9.24, harga saham melonjak menjadi Rp 101.00. Hasil yang sama juga ditunjukkan oleh LPKR pada 2012 mencetak ROA sebesar 4.26, harga saham perusahaan menunjukkan angka Rp. 1,000.00, kemudian pada 2013 LPKR mencetak ROA sebesar 12.88, harga saham menjadi Rp. 9,500.00.

4.4.3 Pengaruh economic value added terhadap harga saham

Hasil pengujian signifikansi parsial (uji t) menunjukkan bahwa economic value added berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap harga saham, hasil ini ditunjukkan oleh nilai t hitung 0.678< t tabel 1.661 dan signifikansi 0.500> 0.05, hasil ini menunjukkan bahwa ketika economic value added suatu perusahaan meningkat, tidak akan memperngaruhi banyak terhadap harga saham suatu perusahaan real

estate dan properti yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2011-2013. Hasil penelitian ini berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sangsongko dan Wulandari (2006) yang meneliti Pengaruh EVA, Rasio Profitabilitas, dan EPS terhadap Harga Saham pada Perusahaan Asuransi yang terdaftar di BEI tahun 2006-2010 yang menunjukkan hasil bahwa EVA berpengaruh signifikan terhadap harga saham. Hasil penelitian yang berbeda ini dikarenakan pada penelitian kali ini, variabel Return on Assets yang menjadi variabel dominan yang mempengaruhi signifikan terhadap harga saham. Dapat disimpulkan bahwa sebagian besar investor yang membeli saham perusahaan real estate dan properti lebih condong memperhatikan rasio profitabilitas perusahaan.

BAB V

Dokumen terkait