BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.4 ANALISIS REGRESI LINEAR BERGANDA
Analisis data dengan menggunakan regresi berganda dilakukan untuk mengetahui hubungan atau pengaruh antara variabel independen yaitu cash position (posisi kas), sales growth (pertumbuhan penjualan), dan firm size (ukuran perusahaan) terhadap variabel dependen yaitu dividend payout ratio. Hasil uji regresi linier berganda adalah sebagai berikut:
Tabel 4.8
Hasil Uji Regresi Linear Berganda
Sumber: Output data sekunder yang diolah SPSS, 2019.
Dari table 4.8 diatas dapat disusun model persamaan regresi linier berganda berdasarkan kolom B. Model persamaan regresi linier berganda hasil penelitian adalah sebagai berikut:
Y = −0,336 − 0,101X1− 0,802X2+ 0,037X3+ e
Model persamaan regresi linier berganda hasil analisis tersebut dapat diartikan sebagai berikut:
1. Diketahui bahwa nilai konstanta adalah sebesar -0,336 yang dapat diartikan apabila tidak terdapat variabel independen seperti cash position (posisi kas), sales growth (pertumbuhan penjualan), firm size (ukuran perusahaan), maka besarnya dividend payout ratio adalah sebesar -0,336.
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients t Sig.
Collinearity Statistics
B Std. Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) -,336 ,638 -,526 ,601
CP -,101 ,029 -,417 -3,440 ,001 ,973 1,028
SG -,802 ,569 -,169 -1,409 ,165 ,991 1,009
FZ ,037 ,021 ,214 1,754 ,086 ,964 1,037
a. Dependent Variable: DPR
2. Variable cash position (posisi kas) memiliki koefisien regresi sebesar -0,101. Jika nilai cash position (posisi kas) meningkat satu satuan maka nilai dividend payout ratio akan menurun sebesar -0,101 dengan asumsi besarnya variabel-variabel yang lain tidak berubah.
3. Variable sales growth (pertumbuhan penjualan) memiliki koefisien regresi sebesar -0,802. Jika nilai sales growth (pertumbuhan penjualan) meningkat satu satuan maka nilai dividend payout ratio akan menurun sebesar -0,802 dengan asumsi besarnya variabel-variabel yang lain tidak berubah.
4. Variable firm size (ukuran perusahaan) memiliki koefisien regresi sebesar 0,037. Jika nilai firm size (ukuran perusahaan) meningkat satu satuan maka nilai dividend payout ratio akan meningkat sebesar 0,037 dengan asumsi besarnya variabel-variabel yang lain tidak berubah.
4.4.1 Uji Koefisien Determinasi (R2)
Menurut Imam Ghozali (2018) koefisien determinasi R2 pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variable dependen. Nilai R2 yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menerangkan variabel-variabel dependen, terbatas.
Sebaliknya, nilai R2 yang mendekati satu menandakan variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan oleh variabel dependen. Nilai yang digunakan adalah Adjusted R Square karena variabel independen yang digunakan dalam penelitian lebih dari dua variabel. Hasil uji koefisien determinasi (R2) dapat dilihat dari tabel berikut:
Tabel 4.9
Hasil uji koefisien determinasi (R2)
Model Summaryb
a. Predictors: (Constant), FZ, SG, CP b. Dependent Variable: DPR
Sumber: Output data sekunder yang diolah SPSS, 2019
Hasil analisis regresi berganda dapat diketahui koefisien determinasi (Adjusted R Square) adalah sebesar 0,242. Nilai Adjusted R Square = 0,242 menunjukkan bahwa cash position (posisi kas), sales growth (pertumbuhan penjualan), dan firm size (ukuran perusahaan) dalam model secara bersama-sama mampu menjelaskan 24,2% variasi Y sedangkan sisanya 75,8% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.
4.4.2 Uji Simultan (Uji F)
Uji ini digunakan untuk mengetahui variabel-variabel independen secara bersama-sama berpengaruh terhadap variabel dependen. Hasil Uji Statistik F dapat dilihat dari Tabel 4.10 berikut ini:
Tabel 4.10
Hasil Uji Simultan (Uji F)
Sumber: Output data sekunder yang diolah SPSS, 2019.
Hasil uji statistik F pada tabel 4.10 diatas mempunyai F hitung sebesar 6,653 jika dibandingkan F tabel pada tingkat signifikansi 5% yaitu sebesar 2,790 maka nilai F hitung lebih besar dari F tabel (6,653 > 2,790) nilai signifikansi 0,001. Maka secara simultan atau bersama-sama variabel cash position (posisi kas), sales growth (pertumbuhan penjualan), dan fim size (ukuran perusahaan) berpengaruh signifikan
ANOVAa Model
Sum of
Squares df
Mean
Square F Sig.
1 Regression 1,092 3 ,364 6,653 ,001b
Residual 2,735 50 ,055
Total 3,826 53
a. Dependent Variable: DPR
b. Predictors: (Constant), FZ, SG, CP
4.4.3 Uji Parsial (Uji T)
Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen. Hasil dari uji parsial data dilihat pada tabel 4.11 berikut ini :
Tabel 4.11 Hasil Uji Parsial (Uji T)
Sumber: Output data sekunder yang diolah SPSS, 2019.
Berdasarkan tabel uji t di atas didapatkan hasil hipotesis adalah sebagai berikut:
1. Variabel cash position (posisi kas) (X1) terhadap dividend payout ratio (Y)
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh t hitung variabel X1 sebesar -3,440 dan t tabel sebesar -2,009 dengan nilai signifikan 0,001. Jadi diperoleh -t hitung < -t tabel (-3,440 < -2,009) dan sig > alpha (0,001 <
0,05) H1 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa variabel cash position berpengaruh negatif signifikan terhadap dividend payout ratio.
2. Variabel sales growth (pertumbuhan penjualan) (X2) terhadap dividend payout ratio (Y)
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh t hitung variabel X2 sebesar -1,409 dan t tabel sebesar -2,009 dengan nilai signifikan 0,165. Jadi diperoleh -t hitung > -t tabel (-1,409 > -2,009) dan sig > alpha (0,165 >
Coefficientsa
Model
Unstandardized Coefficients
Standardized
Coefficients T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) -,336 ,638 -,526 ,601
CP -,101 ,029 -,417 -3,440 ,001
SG -,802 ,569 -,169 -1,409 ,165
FZ ,037 ,021 ,214 1,754 ,086
a. Dependent Variable: DPR
0,05) H2 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sales growth (pertumbuhan penjualan) tidak berpengaruh tehadap dividend payout ratio.
3. Variabel firm size (ukuran perusahaan) (X2) terhadap dividend payout ratio (Y)
Berdasarkan hasil pengujian diperoleh t hitung variabel X3 sebesar 1,754 dan t tabel sebesar 2,009 dengan nilai signifikan 0,086. Jadi diperoleh t hitung < t tabel (1,754 < 2,009) dan sig > alpha (0,086 > 0,05) H3 ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa firm size (ukuran perusahaan) tidak berpengaruh tehadap dividend payout ratio (Y).
4.4.4 Pengujian Hipotesis
4.4.4.1 Uji Hipotesis Pertama (H1)
Hipotesis pertama (H1) menyatakan bahwa cash position (posisi kas) secara parsial berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Pada hasil tabel 4.11 menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,001 yang lebih kecil dari 0,05 (sig<0,05) dan nilai koefisien sebesar -0,417 yang artinya arah hubungan cash position (posisi kas) terhadap dividend payout ratio adalah negatif. Hal tersebut menunjukan bahwa cash position (posisi kas) berpengaruh negatif signifikan terhadap dividend payout ratio, sehingga H1 ditolak.
4.4.4.2 Uji Hipotesis Kedua (H2)
Hipotesis kedua (H2) menyatakan bahwa sales growth (pertumbuhan penjualan) secara parsial berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Pada hasil tabel 4.11 menunjukan
growth (pertumbuhan penjualan) terhadap dividend payout ratio adalah negatif. Hal tersebut menunjukan bahwa sales growth (pertumbuhan penjualan) tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio, sehingga H2 ditolak.
4.4.4.3 Uji Hipotesis Ketiga (H3)
Hipotesis ketiga (H3) menyatakan bahwa firm size (ukuran perusahaan) secara parsial berpengaruh positif terhadap dividend payout ratio. Pada hasil tabel 4.11 menunjukan nilai signifikansi sebesar 0,086 yang lebih besar dari 0,05 (sig>0,05) dan nilai koefisien sebesar 0,214 yang artinya arah hubungan firm size (ukuran peruahaan) terhadap dividend payout ratio adalah positif. Hal tersebut menunjukan bahwa firm size (ukuran peruahaan) tidak berpengaruh terhadap dividend payout ratio, sehingga H3 ditolak.
Tabel 4.12
Hasil Pengujian Hipotesis Keseluruhan
Hipotesis Pernyataan Hasil
H1 Cash position (posisi kas) berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio.
H1 ditolak
H2 Sales growth (pertumbuhan penjualan) berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio.
H2 ditolak
H3 Firm size (ukuran peruahaan)
berpengaruh positif signifikan terhadap dividend payout ratio.
H3 ditolak
Sumber: Data yang diolah, 2019.