HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.5 Analisis Regresi Linear Berganda
Metode analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui berapa besar pengaruh variabel bebas (harga dan inovasi) terhadap variabel terikat (keputusan pembelian). Data diolah secara statistik untuk keperluan analisis dan pengujian hipotesis dengan menggunakan alat bantu program SPSS.Adapun bentuk umum persamaan regresi yang digunakan adalah sebagai berikut :
Y = α + b1X1 + b2X2+e
Dimana :
Berdasarkan pengujian menggunakan SPSS, maka hasil persamaan regresi linear berganda dapat dilihat pada Tabel 4.10 berikut ini :
Tabel 4.10
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber :Hasil pengolahan SPSS (2016)
Berdasarkan Tabel 4.10 diketahui pada kolom kedua (unstandardized Coefficients) bagian B diperoleh nilai b1 variabel harga sebesar -0,510 nilai b2 variabel inovasi sebesar 0,809 dan nilai konstanta (a) adalah 13,534 maka diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :
Y = 13,534 – 0,510 X1 + 0,809 X2 + e Dari persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
1. Konstanta (a) = 13,534 ini menunjukkan bahwa jika variabel harga dan inovasi dianggap konstan maka tingkat variabel keputusan pembelian akan bernilai 13,534
2. Koefisien b1 (X1) = -0,510 menunjukkan bahwa harga meningkat satu satuan maka nilai keputusan pembelian menurun sebesar 0,510 satuan.
3. Koefisien b2 (X2) = 0,809 menunjukkan bahwa jika inovasi meningkat satu satuan maka nilai keputusan pembelian akan meningkat sebesar 0,409 satuan.
4.6 Pengujian Hipotesis
4.6.1 Uji Signifikansi Simultan (Uji F)
Untuk menguji apakah hipotesis yang diajukan diterima atau ditolak digunakann statistik F (Uji F). Jika F-hitung < F-tabel maka Ho diterima atau Ha ditolak, sedangkan jika F-hitung > F-tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika tingkat signifikansi dibawah 0,05 maka Ho ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan output dibawah ini terilhat bahwa :
Tabel 4.11
Hasil Uji F Signifikansi Simultan (UJI-F)
ANOVAb
Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.
1 Regression 875.939 2 437.969 44.368 .000a
Residual 927.896 94 9.871
Total 1803.835 96
a. Predictors: (Constant), Inovasi, Harga b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber :Hasil pengolahan SPSS (2016)
Tabel 4.11 diatas mengungkapkan bahwa nilai F-hitung adalah 44,368 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan F-tabel pada tingkat kepercayaan 95% (α = 0,05) adalah 3,09 . Oleh karena itu pada kedua perhitungan yaitu F-hitung > F-tabel dan tingkat signifikansinya (0,000) < 0,05 menunjukan bahwa pengaruh variabel bebas (harga dan inovasi) secara serempak adalah signifikan terhadap keputusan pembelian.
4.6.2 Uji Signifikansi Parsial (Uji-t)
Uji-t dilakukan untuk menguji secara parsial apakah harga dan inovasi secara parsial atau masing-masing berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Tabel 4.12
Uji Signifikansi Parsial (Uji t)
Coefficientsa
a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian Sumber :Hasil pengolahan SPSS (2016)
1. Variabel harga berpengaruh secara negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,002) lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung (3,247) lebih besar dibandingkan t-tabel (1,98552).
2. Variabel inovasi berpengaruh secara positif dan signifikan terhadap keberhasilan usaha hal ini terlihat dari nilai signifikan (0,000) lebih kecil dari 0,05 dan t-hitung (7,907) lebih besar dibandingkan t-tabel (1,98552).
4.6.3 Pengujian Koefisien Determinasi (R2)
Pengujian Koefisien determinan digunakan untuk mengukur seberapa besar kontribusi variabel bebas (harga dan inovasi) terhadap variabel terikat (keputusan pembelian). Koefisien determinasi berkisar antara nol sampai satu (0 ≤ R2 ≥ 1).
a. Predictors: (Constant), Inovasi, Harga Sumber :Hasil pengolahan SPSS (2016)
Berdasarkan Tabel 4.13 dapat diketahui bahwa :
1. Nilai R sebesar 0.697 sama dengan 69,7 % berarti hubungan antara variabel harga dan inovasi terhadap variabel keputusan pembelian sebesar 69,7 % artinya hubungannya erat.
2. Nilai Adjusted R Square 0,475 berarti 47,5% % keputusan pembelian dapat di jelaskan oleh variabel harga dan inovasi. Sedangkan sisanya 52,5 % dapat dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang diteliti dalam penelitian ini seperti selera, lokasi dan sebagainya.
3. Standard Error of the Estimate artinya mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Nilai Standard Error of the Estimate 3,14185
4.7 Pembahasa
4.7.1 Pengaruh Harga Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil uji t parsial menunjukkan bahwa variabel pengaruh harga secara negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di rumah makan madukoro dan bakso mataram.yang artinya apabila Harga yang ditawarkan meliputi dengan kualitas makanan, dimana harga faktor terpenting dalam menentukan keputusan pembelian selain itu harga lebih terjangkau apabila produk yang ditawarkan sangat lah relatif murah, Dalam persaingan seperti sekarang ini, rumah makan dituntut untuk menawarkan produk yang berkualitas dan mempunyai nilai lebih, sehingga tampak berbeda dengan produk pesaing.
Dari distribusi jawaban responden tersebut dapat diperoleh bahwa Pada saat transaksi atau kunjungan calon konsumen, konsumen akan membandingkan harga produk dengan rumah makan lain yang ada, dan jika mendapatkan bahwa produk di lokasi tersebut dapat memberikan kesesuaian dengan dana yang dikehendaki konsumen dan spesifikasi produk yang diinginkan maka keputusan pembelian akan terjadi.
Hal ini sejalan dengan teori yang disampaikan oleh Kotler dan Amstrong (2012:345) harga dapat didefenisikan secara sempit sebagai jumlah uang yang ditagihkan untuk suatu produk atau jasa. Atau dapat didefenisikan secara luas harga sebagai jumlah nilai yang ditukarkan konsumen untuk keuntungan memiliki
mendapatkan laba yang wajar dengan cara dibayar untuk nilai pelanggan yang diciptakannya. Buchari Alma (2011:169) mendefinisikan bahwa : “Harga sebagai nilai suatu barang yang dinyatakan dengan uang”. Harga memiliki dua peranan utama dalam proses pengambilan keputusan para pembeli, yaitu peranan alokasi dan peranan informasi.
Hasil penelitian ini di dukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan Nurhayati (2011), Susanti, Tina (2012), Ansir Ali Rajput, Sabir Hussain Kalhoro, Raja Wasif, Mohammad Ali Jinnah University Islamabad (2012), seluruhnya menyatakan Harga pengaruh negatif dan signifikan terhadap keputusan pembelian
4.7.2 Pengaruh Inovasi Terhadap Keputusan Pembelian
Berdasarkan hasil uji t parsial menunjukkan bahwa variabel pengaruh inovasi secara positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian di rumah makan madukoro dan bakso mataram yang artinya, bahwa semakin ber inovasi yang diberikan semakin mampu menerapkan solusi kreatif untuk mengembangkan suatu usaha,dimana usaha tersebut dapat menciptakan makanan dan minuman dengan inovasi baru, menggunakan system yang lebih praktis daripada sebelumnya dan memiliki ciri khas budaya jawa pada baksonya, Inovasi yang di terapkan pada produk tidak merubah dasar metode produksi tetapi hanya melakukan pengembangan pada aspek tertentu dan dimana produk yang ditawarkan lebih bervariasi dibandingkan dengan usaha sejenis lain.
Dengan penelitian yang dilakukan oleh Jane Grace Poluan (2006) yang melakukan penelitian Analisis Pengaruh Inovasi Produk Dan Inovasi Yang Akan
Datang Terhadap Keputusan Pembelian Konsumen. Hasil dari penelitian Poluan ini menunjukan bahwa inovasi produk berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Hal ini dengan teori yang disampaikan oleh Zainal Hakim (2014) mengemukakan bahwa inovasi merupakan kemampuan untuk melakukan sesuatu yang baru dan berbeda. Sesuatu yang baru dan berbeda tersebut dapat dalam bentuk hasil seperti barang dan jasa, dan bisa dalam bentuk proses seperti ide, metode, dan cara. Sesuatu yang baru dan berbeda yang diciptakan melalui proses berpikir kreatif dan bertindak inovatif merupakan nilai tambah (value added) dan merupakan keunggulan yang berharga. Nilai tambah yang berharga adalah sumber peluang bagi wirausaha. Inovasi sebagai “proses” atau “hasil” pengembangan atau pemanfaatan mobiliasi pengetahuan, keterampilan dan pengalaman untuk menciptakan atau memperbaiki produk (barang/jasa) yang memberikan nilai yang berarti atau secara signifikan, dan inovasi dapat bersifat baru bagi perusahaan, bagi pasar, negara atau daerah, bahkan bagi dunia. Menurut Davis dalam Yamit (2004) definisi kualitas merupakan suatu kondisi dinamis yang berhubungan dengan produk, jasa, manusia, proses, dan lingkungan yang memenuhi atau melebihi harapan.
Hasil penelitian ini di dukung oleh penelitian terdahulu yang dilakukan, Vasanth Kiran, Mousumi Majumdar, Krishna Kishore Vanguard Business School, (2012), Tamamudin, 2012.
BAB V