C. Metode Analisis Data: SPSS 1. Uji kualitas Instrumen Penelitian
2. Analisis Regresi Linier Berganda a. Uji Asumsi Klasik
Uji asumsi klasik adalah persyaratan statistik yang harus dipenuhi pada analisis regresi linear berganda yang berbasis ordinary least square (OLS). Jadi analisis regresi yang tidak berdasarkan OLS tidak memerlukan persyaratan asumsi klasik misalnya regresi logistik atau regresi ordinal. Demikian juga tidak semua uji asumsi klasik harus dilakukan pada analisis regresi linear, misalnya uji multikolinearitas tidak dilakukan pada analisis regresi linear sederhana dan uji autokorelasi tidak perlu diterapkan pada data cross sectional.
a) Hasil Uji Normalitas
Tabel 4.28 One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardized Residual
N 85
Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation 2,21835956 Most Extreme Differences Absolute ,097 Positive ,097 Negative -,059 Kolmogorov-Smirnov Z ,890
Asymp. Sig. (2-tailed) ,406
a. Test distribution is Normal. b. Calculated from data.
kolom residual dan asymp. Data tailed) = 0,406, karena nilai asymp. Sig(2-tailed) > 0,05 maka data residual dalam penelitian ini ternyata berdistribusi normal.
b) Hasil Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel independen. Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikolinearitas atau variabel-variabel independen tidak ortoginal. Variabel original adalah variabel independen yang nilai korelasi antar sesama variabel independen sama dengan nol. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel independen (Ghozali, 2006). Pedoman suatu model yang bebas multikolinearitas yaitu mempunyai nilai VIF ≤ 5, dan batas toleransi > 0,5%.
Tabel 4.29 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std.
Error Beta Tolerance VIF
1 (Constant) 13,804 2,622 5,264 ,000
WOMM ,014 ,123 ,016 ,114 ,909 ,477 2,098
a. devenden variabel: RO
Sumber : data diolah dari hasil Responden
Berdasarkan uji multikolinearitas yang telah dilakukan maka didapatkan hasil sesuai tabel 4.29 dan dapat disimpulkan bahwa model regresi yang diperoleh pada penelitian ini bebas dari gangguan multikolinearitas. Hal ini dibuktikan dengan uji multikolinearitas berdasarkan nilai VIF dan toleransi.
c) Hasil Uji Heteroskedastisitas
Gambar 4.1
Grafik Scatterplot
tidak membentuk pola tertentu atau tidak terjadi heteroskedastisitas karena lingkaran menyebar berada di atas-bawah dan kanan-kiri angka 0. Maka dapat disimpulkan terjadi homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas.
b. Persamaan Regresi
Analisis regresi linier digunakan untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada variabel dependent repeat order (RO), nilai variabel dependent berdasarkan nilai independent word of mouth marketing (WOMM) dan (brand image ) yang diketahui. Dengan menggunakan analisis regresi linier maka akan mengukur perubahan variabel terikat berdasarkan perubahan variabel bebas (Sugiyono, 2009:204). Variabel independen dalam penelitian ini adalah word of mouth marketing (WOMM) dan brand image (BI). Berdasarkan hasil pengolahan data dengan bantuan program IBMSPSS Ver. 20.0 untuk analisa regresi sederhana diperoleh hasil sebagai berikut :
Tabel 4.30 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardize d Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 13.804 2.622 5.264 .000 WOMM .014 .123 .016 114 .909 BI .421 .123 .478 3.431 .001
Sumber : data diolah dari hasil responden a. Dependent Variable: RO
Setelah nilai a dan b didapat, maka persamaan regresi linier sederhana dapat disusun. Persamaan regresi nilai idependen word of mouth marketing (WOMM) dan brand image (BI), dependen repeat order (RO) adalah sebagai berikut :
RO = 13.804 + 0.014 WOMM +0.421 BI + e Keterangan :
RO = Variabel repeat order tidak bebas (terikat)
WOMM = Variabel word of mouth marketing / bebas yang mempunyai nilai tertentu
BI = Variabel brand image / bebas yang mempunyai nilai tertentu
a = Bilangan konstanta regresi untuk WOMM dan BI = 0 (nilai RO pada saat WOMM , BI nol)
b = Koefisien arah regresi yang menunjukkan penurunan variabel RO bila bertambah atau berkurang 1 unit.
e = error
Karena Nilai koefisien antara Word of mouth marekrting dan brand image bernilai positif artinya terjadi hubungan positif antara Koefisien word of mouth marketing
c. Koefisien Determinasi (R2)
Pada bagian ini, akan dikemukakan hasil analisis korelasi antara variabel-variabel yang diteliti, yang menunjukkan hasilnya sebagai berikut:
Tabel 4.31 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Change Statistics R Square Change F Change 1 .490a ,240 ,222 2,24525 ,240 12,961
Sumber : data diolah dari hasil responden a. Predictors: (Constant),WOMM Dan BI b. Dependent Variable: RO
Dari tabel diatas tabel 4.31, dapat dilihat dari nilai R Square sebesar 0,240 artinya bahwa keseluruhan variabel bebas yang terdiri Word of mouth Marketing (WOMM) dan Brand Image (BI) dapat menjelaskan variabel terikat yaitu Repeat Order (RO) pada Konsumen Krim pemutih Wajah Sin Jung sebesar 24% sedangkan sisanya 76% dipengaruhi oleh variabel lain diluar model.
d. Uji Signifikansi simultan ( Uji Statistik F )
Uji-F dilakukan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh variabel-variabel bebas (X) secara keseluruhan terhadap variabel terikat (Y). Sehingga nantinya
dapat disimpulkan tentang ketepatan model yang digunakan Uji-F dilakukan menggunakan IBM SPSS Ver. 20, yang hasilnya sebagai berikut:
Tabel 4.32 ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 130,673 2 65,337 12,961 .000b Residual 413,374 82 5,041 Total 544,047 84
Sumber : data diolah dari hasil responden a. Dependent Variable: RO
b. Predictors: (Constant), WOMM, BI
Berdasarkan tabel 4.30 di atas, nilai Fhitung sebesar 12,961 dimana dari tabel Anova dapat dilihat signifikasi dapat mendapatkan angka 0,000 lebih kecil dari α 0,05, maka model analisis regresi adalah sudah mendapatkan model yang tepat. Hal ini berarti dapat disimpulkan bahwa Word of Mouth Marketing (WOMM) dan brand image (BI) berpengaruh secara bersama-sama atau simultan terhadap variabel terikat, yaitu Repeat Order (RO) Krim pemutih wajah Sin Jung, Sehingga Ha diterima dan Ho ditolak dengan demikian hipotesis ke satu (X1) menyatakan terdapat pengaruh yang signifikan antara Word of Mouth Marketing (WOMM) dan Brand Image (BI) secara bersama-sama atau simultan terhadap Repeat Order
dibuktikan
e. Uji Signifikansi Parameter Individual (Uji statistik t )
Uji t digunakan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel bebas secara parsial mempunyai pengaruh nyata atau tidak terhadap variabel dependen. Derajat signifikan yang digunakan adalah 0,05 apabila nilai signifikan lebih kecil dari derajat yang ditentukan maka hipotesis yang diterima mengunakan hipotesis alternatif. Uji t dilakukan menggunakan IBM SPSS Ver. 20. yang hasilnya sebagai berikut:
Tabel 4.33 Coefficientsa Model Unstandardize d Coefficients Standardized Coefficients T Sig. Collinearity Statistics B Std. Error Beta Toleran ce VIF 1 (Constan t) 13,80 4 2,622 5,264 ,000 WOMM ,014 ,123 ,016 ,114 ,909 ,477 2,098 BI ,421 ,123 ,478 3,431 ,001 ,477 2,098
Sumber : data diolah dari hasil responden a. Dependent Variable: RO
Berdasarkan tabel 4.31 diatas diperoleh hasil sebagai berikut:
Bahwa nilai signifikasi 0,909 nilai sig lebih besar dari 0,05 atau tingkat signifikansi (0,000 <0,05), maka Haditolak hasil keputusan hipotesis nol (Ho)
diterima, yang bearti secara parsial ( uji t), Word of mouth marketing (WOMM) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel repeat order (RO dan nilai signifikansi nilai sig 0,001 lebih kecil dari 0,05, atau (0,000 <0,05), maka Ha diterima hasil keputusan hipotesis nol (Ho) ditolak, yang secara parsial brand image (BI) berpengaruh positif dan signifikan terhadap variabel repeat order (RO).
D. Pembahasan
1. pengaruh Secara Simultan Word of mouth Marketing (WOMM) dan Brand