• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian

4.1.3 Analisis Regresi Linier Berganda

Suatu model regresi layak digunakan untuk memprediksi variabel dependennya berdasarkan variabel independennya jika model regresi tersebut bebas dari uji asumsi klasik. Berdasarkan hasil uji asumsi klasik yang telah dijelaskan sebelumnya, model regresi yang digunakan pada penelitian ini telah memenuhi asumsi klasik. Menurut Ghozali (2005), asumsi klasik yang harus dipenuhi adalah sebagai berikut:

2. Non-Multikolinieritas, artinya antara variabel independen dalam model regresi tidak memiliki korelasi atau hubungan secara sempurna ataupun mendekati sempurna.

3. Non-Autokorelasi, artinya kesalahan pengganggu dalam model regresi tidak saling berkorelasi.

4. Non-Heterokedastisitas, artinya variance variabel independen dari satu pengamatan ke pengamatan lain adalah konstan atau sama.

Dengan demikian, analisis regresi linier berganda dapat dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh variabel independen (rasio leverage, profitabilitas, earning per share, dan ukuran perusahaan) terhadap variabel dependen (nilai perusahaan) pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tabel 4.7

Analisis Regresi Linier Berganda

Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 4.594 2.657 1.729 .088 DAR -4.400 3.092 -.161 -1.423 .159 ROI -.027 .204 -.017 -.132 .895 EPS .003 .001 .505 4.329 .000 SIZE .046 .037 .138 1.257 .213 a. Dependent Variable: PBV

Berdasarkan tabel dapat diperoleh persamaan regresi linier berganda sebagai berikut :

Y = 4.594 - 4.400X1 – 0.027X2 + 0.003X3 + 0.046X4 + e

dimana :

Y = Nilai Perusahaan (PBV) X1 = Rasio Leverage (DAR) X2 = Profitabilitas (ROI) X3 = Earning Per Share (EPS) X4 = Ukuran Perusahaan (SIZE)

e = kesalahan pengganggu (standard error)

Berdasarkan persamaan regresi di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut :

1. Konstanta (a) menunjukkan nilai sebesar sebesar 4.594. Hal ini menggambarkan bahwa jika tidak ada pengaruh dari variabel independen yaitu rasio leverage (X1), profitabilitas (X2), earning per share (X3), dan ukuran perusahaan (X4) terhadap nilai perusahaan, maka nilai perusahaan akan tetap sebesar 4.594

2. Variabel rasio leverage (DAR) mempunyai nilai koefisien regresi sebesar -4.400. Hal ini menggambarkan bahwa jika variabel rasio leverage

(DAR) mengalami kenaikan satu satuan, dengan asumsi variabel lain tetap (variabel lain sama dengan nol), maka akan menyebabkan penurunan nilai perusahaan (BPV) sebesar 4.400.

3. Variabel profitabilitas mempunyai nilai koefisien regresi sebesar -0.027. Hal ini menggambarkan bahwa jika variabel profitabilitas mengalami kenaikan satu satuan, dengan asumsi variabel lain tetap (variabel lain sama dengan nol), maka akan menyebabkan penurunan nilai perusahaan (PBV) sebesar 0.027

4. Variabel earning per share mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0.003. Hal ini menggambarkan bahwa jika variabel pertumbuhan perusahaan mengalami kenaikan satu satuan, dengan asumsi variabel lain tetap (variabel lain sama dengan nol), maka akan menyebabkan kenaikan nilai perusahaan (PBV) sebesar 0.003.

5. Variabel ukuran perusahaan mempunyai nilai koefisien regresi sebesar 0.046. Hal ini menggambarkan bahwa jika variabel ukuran perusahaan mengalami kenaikan satu satuan, dengan asumsi variabel lain tetap (variabel lain sama dengan nol), maka akan menyebabkan kenaikan nilai perusahaan (PBV) sebesar 0.046.

4.1.4 Pengujian Hipotesis

Uji hipotesis dilakukan untuk menguji hipotesis penelitian yang telah dirumuskan sebelumnya diterima atau ditolak. Uji hipotesis terbagi dua yaitu uji t (uji parsial) dan uji F (uji simultan/serempak).

4.1.4.1 Uji t (Uji Parsial)

Uji t adalah uji yang menunjukkan seberapa besar pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variasi

variabel dependen. Uji t dalam penelitian ini menggunakan kriteria sebagai berikut :

1) Penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan α = 5% ; df = n-k = 80-5 = 75 sehingga nilai ttabel diperoleh sebesar 1.665.

2) H0 diterima dan Ha ditolak jika thitung < ttabel, artinya variabel independen secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.

3) Ha diterima dan H0 ditolak jika thitung > ttabel, artinya variabel independen secara parsial berpengaruh siginifikan terhadap variabel dependen.

Hasil output yang diperoleh dari uji t dengan menggunakan aplikasi SPSS adalah sebagai berikut :

Tabel 4.8 Uji t Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 4.594 2.657 1.729 .088 DAR -4.400 3.092 -.161 -1.423 .159 ROI -.027 .204 -.017 -.132 .895 EPS .003 .001 .505 4.329 .000 SIZE .046 .037 .138 1.257 .213 a. Dependent Variable: PBV

Berdasarkan tabel, dapat diperoleh informasi sebagai berikut : 1) Pengaruh rasio leverage terhadap nilai perusahaan

Rasio leverage mempunyai nilai thitung diperoleh sebesar -1.423, sedangkan nilai ttabel sebesar 1.665. Dengan demikian H0

diterima dan Ha ditolak karena thitung (-1.423) < ttabel (1.665) yang artinya secara parsial rasio leverage tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%. 2) Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan.

Profitabilitas mempunyai nilai thitung diperoleh sebesar -0.132, sedangkan nilai ttabel sebesar 1.665. Dengan demikian H0

diterima dan Ha ditolak karena thitung (-0.132) < ttabel (1.665) yang artinya secara parsial profitabilitas tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%. 3) Pengaruh earning per share terhadap nilai perusahaan

Earning per share mempunyai nilai thitung sebesar 4.329, sedangkan nilai ttabel sebesar 1.665. Dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak karena thitung (4.329) > ttabel (1.665) yang artinya secara parsial earning per share berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%.

Ukuran perusahaan mempunyai nilai thitung sebesar 1.257, sedangkan nilai ttabel sebesar 1.665. Dengan demikian H0 diterima dan Ha ditolak karena thitung (1.257) < ttabel (1.665) yang artinya secara parsial ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%.

4.1.4.2 Uji F (Uji Simultan)

Uji F dilakukan untuk mengetahui apakah semua variabel independen yang terdapat dalam model regresi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel independen. Uji F dalam penelitian ini menggunakan kriteria sebagai berikut :

1) Penelitian ini menggunakan tingkat kepercayaan α = 5% ; df =(k-1),(n-k) = (5-1),(80-5) sehingga nilai Ftabel adalah sebesar

2.494.

2) H0 diterima dan Ha ditolak jika Fhitung < Ftabel, artinya variabel independen secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

3) Ha diterima dan H0 ditolak jika Fhitung > Ftabel, artinya variabel independen secara simultan berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen.

Tabel 4.9 Uji F

Model

Sum of

Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 30.588 4 7.647 8.060 .000a

Residual 71.157 75 .949 Total 101.745 79

a. Predictors: (Constant), SIZE, DAR, EPS, ROI b. Dependent Variable: PBV

Berdasarkan hasil pengolahan data, nilai Fhitung diperoleh sebesar 8.060 Nilai Fhitung (8.060) > Ftabel (2.494). Dengan demikian Ha diterima dan H0 ditolak, yang artinya rasio leverage, profitabilitas,

earning per share, dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan pada perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia pada tingkat kepercayaan 95%. Tabel 4.10 Uji F Model Summaryb Mod el R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .548a .301 .263 .97404 1.803

Tabel 4.10 Uji F Model Summaryb Mod el R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .548a .301 .263 .97404 1.803

a. Predictors: (Constant), SIZE, DAR, EPS, ROI b. Dependent Variable: PBV

Besarnya pengaruh keempat variabel independen tersebut dapat dilihat dari tabel di atas. Hasil pengolahan data yang tertera pada tabel menunjukkan bahwa :

1. Nilai R diperoleh sebesar 0.548 berarti hubungan antara rasio

leverage, profitabilitas, earning per share, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan sebesar 54.8%. Hal ini berarti hubungan antara rasio leverage, profitabilitas, earning per share, dan ukuran perusahaan tidak erat dengan nilai perusahaan.

2. Nilai Adjusted R2 diperoleh sebesar 0.263 berarti 26.3% faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh rasio leverage, profitabilitas, earning per share, dan ukuran perusahaan. Sedangkan sisanya 73.7% dapat dijelaskan oleh faktor- faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian. N ilai standar deviasi diperoleh sebesar 1.803. Standar deviasi digunakan untuk

mengukur variasi dari nilai yang diprediksi. Semakin kecil nilai standar deviasi berarti model regresi semakin baik.

4.2 Pembahasan

Hasil pengujian secara parsial (uji t) menunjukkan bahwa tidak ada variabel yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap ukuran perusahaan pada perusahaan perbankan. Rasio leverage, profitabilitas, earning per share, dan ukuran perusahaan tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan sehingga hipotesis pertama, hipotesis kedua, hipotesis ketiga dan hipotesis keempat ditolak.

1) Pengaruh rasio leverage terhadap nilai perusahaan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel rasio leverage secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang ditunjukkan dari nilai thitung ((-1.423) < ttabel (1.665). Hal ini berarti bahwa kenaikan atau penurunan variabel rasio leverage dalam nilai perusahaan tidak akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Darmis (2011) yang menyatakan bahwa secara parsial leverage keuangan tidak berpengaruh terhadap nilai perusahaan (PBV). Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Andri dan Hanung (2007) menyatakan bahwa leverage

secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan. 2) Pengaruh profitabilitas terhadap nilai perusahaan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan yang ditunjukkan

dari nilai thitung ((-0.132) < ttabel (1.665). Hal ini berarti bahwa kenaikan atau penurunan profitabilitas tidak akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan yang dilakukan oleh Nova (2010) melihat bahwa profitabilitas secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sementara Prapaska (2012) menyatakan bahwa profitabilitas berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

3) Pengaruh earning per share terhadap nilai perusahaan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variable earning per share secara parsial tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap profitabilitas yang ditunjukkan dari nilai thitung (4.329) > ttabel (1.665). Hal ini berarti bahwa jika variabel earning per share mengalami kenaikan satu satuan tidak akan mempengaruhi nilai perusahaan.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan dilakukan oleh Putra (2006) mengungkapkan bahwa Earning Per Share (EPS) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, sedangkan Ana (2010) menyatakan sebaliknya, bahwa EPS tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan (PBV)

4) Pengaruh ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variabel ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap profitabilitas yang ditunjukkan dari nilai thitung (1.257) < ttabel (1.665). Hal ini berarti bahwa kenaikan atau penurunan ukuran perusahaan tidak akan berpengaruh terhadap nilai perusahaan.

Hasil yang sama dikemukakan oleh Utami (2009) yang menyatakan bahwa ukuran perusahaan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan, semantara berbeda dengan Sebtika (2013) menyatakan bahwa ukuran perusahaan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan.

Hasil pengujian secara simultan (uji F) menunjukkan bahwa rasio leverage, profitabilitas, earning per share, dan ukuran perusahaan secara simultan berpengaruh signifikan terhadap nilai perusahaan yang ditunjukkan dari nilai Fhitung (8.060) > Ftabel (2.494). Hasil ini mendukung hipotesis kelima pada penelitian ini. Nilai R diperoleh sebesar 0.548 berarti hubungan antara rasio

leverage, profitabilitas, earning per share, dan ukuran perusahaan terhadap nilai perusahaan sebesar 54.8%. Hal ini berarti hubungan antara rasio leverage, profitabilitas, earning per share, dan ukuran perusahaan tidak erat terhadap nilai perusahaan . N ilai Adjusted R2 diperoleh sebesar 0.301 berarti 30.1% faktor-faktor yang mempengaruhi nilai perusahaan dapat dijelaskan oleh rasio leverage, profitabilitas, earning per share, dan ukuran perusahaan. Sedangkan sisanya 69.9% dapat dijelaskan oleh faktor- faktor nilai perusahaan lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

BAB V

Dokumen terkait