• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENYAJIAN DATA DAN ANALISIS DATA

B. Penyajian Data

4. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi berganda digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas yaitu kedisiplinan dan motivasi guru terhadap variabel dependent yaitu hasil belajar peserta didik (Y). Berdasarkan analisis menggunakan program Stastitical Product and Service Solution (SPSS) versi 23.0, diperoleh hasil (output) sebagai berikut:

a. Uji Parsial(Uji t)

Untuk menguji kedisiplinan dan motivasi guru secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah, maka digunakan uji Statistik t (Uji t), sedangkan untuk mengetahui hal tersebut maka dapat dilihat dalam

rumus berikut ini nilai df = n - k atau 15-2 = 13, sehingga nilai pada taraf signifikan 5% adalah 1.770 ( terlampir), apabila nilai > nilai maka Ho ditolak dan Ha diterima, sebaliknya < nilai maka Ho diterima dan Ha ditolak. Berdasarkan hal tersebut maka hasil uji hipotesis secara parsial dapat dilihat dalam tabel dibawah ini: Tabel 8 Coefficients Regresi Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 120.008 15.079 7.959 .000 Kedisiplinan 1.371 1.123 2.065 3.221 .046 Motivasi Guru .644 .727 1.498 1.886 .193

a. Dependent Variable: Hasil Belajar

Berdasarkan tabel di atas persamaan regresi linier berganda yang diperoleh menggunakan Stastitical Product and Service Solution (SPSS) versi 22.0 maka diperoleh hasil persamaan regresi sebagai berikut:

Hal ini berarti bahwa:

1) Nilai a = 120.008berarti hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI akan sebesar 120.008jika tanpa varabel kedisiplinan dan motivasi guru 2) Nilai = 1.371 berarti jika variabel kedisiplinan naik 1 point dan varibel

lain (motivasi guru) diasumsikan tetap maka hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAIakan naik sebasar 1.371

3) Nilai = 0.644berarti jika variabel motivasi guru naik 1 point dan varibel lain (kedisiplinan) diasumsikan tetap maka hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI akan naik sebasar 0.644.

Selanjutnya adalah proses pengujian t, uji t digunakan untuk menguji hipotesis secara parsial (masing-masing) variabel kedisiplinan dan motivasi guruterhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah.

1) Proses pengujian nilai t variabel kedisiplinan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah a) Hipotesis:

= Kedisiplinan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah

= Kedisiplinan secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah.

b) Ketentuan: (Berdasarkan nilai t)

Jik nilai 0.05 (dk = n-2), maka ditolak Jika nilai 0.05 (dk = n-2), maka diterima. c) Kesimpulan

Berdasarkan tabel di atas untuk kedisiplinanmemiliki nilai sebesar 3.221sedangkan sebesar 1.770, jadi 3.221

demikian dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah.

2) Proses pengujian nilai t variabel motivasi guru terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah

a) Hipotesis:

= Motivasi guru secara parsial berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah

= Motivasi guru secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah.

b) Ketentuan: (Berdasarkan nilai t)

Jik nilai 0.05 (dk = n-2), maka ditolak Jika nilai 0.05 (dk = n-2), maka diterima. c) Kesimpulan

Berdasarkan tabel di atas untuk motivasi guru memiliki nilai sebesar 1.886sedangkan adalah 1.770, jadi 1.886

1.770, sehingga dengan demikian ditolak diterima, dengan demikian dapat disimpulkan bahwa motivasi guru secara parsial berpengaruh positif signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah.

b. Uji Simultan (Uji F)

Untuk menguji pengaruh kedisiplinan dan motivasi guru secara simultan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah maka digunakan uji Statistik F (Uji F), apabila > nilai maka Ho ditolak dan Ha diterima begitu juga sebaliknya apabila < nilai maka Ho diterima dan Ha ditolak, untuk mengetahui hasil uji F tersebut maka dapat dilihat dalam tabel dibawah ini:

Tabel 9 Uji ANOVA

Model Sum of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 502.290 2 251.145 3.643 .058a

Residual 827.310 12 68.943

Total 1329.600 14

a. Predictors: (Constant), Motivasi Guru, Kedisiplinan b. Dependent Variable: Hasil Belajar

Berdasarkan tabel di atas maka dapat diketahui bahwa nilai

sebesar 3.643dengan mengunakan tingkat kepercayaan (confidence interval)

95% atau α = 0.05 maka dari tabel distribusi F (F tabel terlampir), diperoleh nilai 3.29, dengan membandingkan nilai dengan maka dapat diketahui bahwa nilai > nilai 3.29, maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima yang artinya variabel kedisiplinan dan motivasi guru secara simultan berpengaruh signifikanterhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah.

Sedangkan melalui pengujian probabilitas pengujian F diketahui bahwa:

1) Hipotesis:

Ho = Kedisiplinan dan motivasi guru secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah

Ha = Kedisiplinan dan motivasi guru secara simultan berpengaruh signifikan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah.

2) Kriteria pengambilan keputusan

Jika probabilitas , maka Ho ditolak Jika probabilitas , maka Ha diterima 3) Kesimpulan

Nilai sebesar 3.643dan diperoleh nilai sebesar 3.29 dengan membandingkan nilai dengan maka dapat diketahui bahwa > nilai 3.29, maka keputusannya adalah Ho ditolak dan Ha diterima.

Sehingga dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa variabel kedisiplinan dan motivasi guru secara simultan berpengaruh positif signifikan serta dapat menjelaskan peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah oleh karena itu kedua variabel tersebut dapat digunakan untuk memprediksi variabel peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI SMP IT Nurul Fattah.

c. Uji Koefesien Determinasi

Uji determinasi digunakan untuk mengetahui seberap jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terikat (peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI) sehingga dapat dilihat Koefisien Determinasi ( pada tabel di bawah ini:

Tabel 10 Model Summary Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .615a .378 .274 8.30316

a. Predictors: (Constant), Motivasi Guru, Kedisiplinan b. Dependent Variable: Hasil Belajar

Berdasarkan tabel di atas menjelaskan besarnya peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI yang dipengaruhi oleh kedua variabel bebasnya, pada hasil di atas Koefesien Determinasi (R Square) sebesar 0.378artinya kedisiplinan dan motivasi guru memiliki pengaruhsebesar 37.8%terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAI. Sedangkan sisanya sebesar 62.2% peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAISMP IT Nurul Fattah dipengaruhi oleh faktor-faktor lain selain variabel bebas yang sedang dilakukan penelitian.

Berdasarkan hasil penelitian di atas maka dapat diketahui bahwakedisiplinan dan motivasi guru berpengaruh positif terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAISMP IT Nurul Fattah. Variabel kedisiplinan merupakan variabel yang berpengaruh dominan terhadap

peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAISMP IT Nurul Fattah sehingga pihak sekolah atau yayasan sebaiknya memperhatikan kedisiplinan yang di implementasikan oleh semua guru karena variabel yang dominan terhadap peningkatan hasil belajar peserta didik pada pelajaran PAISMP IT Nurul Fattah. Jika pegawai sering melanggar kedisiplinan milsanya datang dan pulang tidak tepat waktu, tidak membuat program tahunan dan program semester dengan tepat waktu serta tidak mampu menyelesaikan materi pembelajaran dengan tepat waktu maka hal ini akan menghambat atau berdampak pada hasil belajar yang diperoleh peserta didik.

Diperlukannya konsistensi bagi tenaga pendidik atau guru untuk selalu meningkatkan kualitas kedisiplinan untuk mengatur tingkatturnover dan menangani berbagai masalah pada ruang lingkup pembelajaran sehingga kegiatan pembelajaran dapat dilaksanakan dengan efektif, efesien serta mendapatkan hasil belajar yang memuaskan. Kedisiplinan kerja merupakan fungsi operatif keenam dari manajemen sumber daya manusia dan mempunyai peranan penting semakin baik disiplin kerja guru semakin tinggi hasil belejar siswa yang dicapainya tanpa disiplin kerja yang baik, sulit bagi organisasimencapai hasil yang optimal dalamdisiplin kerja dituntut kesanggupan untuk mengahayati aturan, hukum dan tata tertib yang tinggi. Sehingga secara sadar akan melaksanakannya dan mentaatinya, disiplin dan motivasi kerja guru yang baik mencerminkan besarnya rasatanggung jawab seseorang terhadap tugas-tugas yang diberikan kepadannya, hal ini mendorong

gairah kerja dan semangat kerja yang mendukung terwujudnya tujuan organisasi, guru dan masyarakat.