• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

E. Uji Hipotesis

1. Analisis Regresi Linier Berganda

Analisis regresi linier berganda ini digunakan untuk mengetahui pengaruh variabel independent (motivasi, persepsi dan sikap) terhadap variabel dependent (keputusan konsumen). Dengan bantuan program SPSS (Statistical Product and Service Solution) diperoleh hasil dari nilai a dan b1, b2 dan b3 dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

TABEL IV.12

REGRESI LINIER BERGANDA

Coefficientsa 1,294 2,507 ,516 ,607 ,296 ,062 ,334 4,788 ,000 ,890 1,123 ,277 ,062 ,306 4,494 ,000 ,931 1,074 ,315 ,060 ,380 5,289 ,000 ,837 1,194 (Constant) Motivasi Persepsi Sikap Model 1 B Std. Error Unstandardized Coeff icients Beta Standardized Coeff icients

t Sig. Tolerance VIF Collinearity Statistics

Dependent Variable: Kep_Kons a.

Sumber : data primer diolah (2010)

Berdasarkan pada persamaan regresi linier berganda tersebut, dapat diperoleh persamaan : Y = 1,294 + 0,296X1 + 0,277X2 + 0,315X3 + e Interpretasi persamaan tersebut :

a. Nilai konstanta (a), yaitu 1,294, artinya apabila motivasi, persepsi dan sikap sama dengan nol, maka keputusan konsumen dalam pembelian

sepeda motor merek “Yamaha” di daerah adalah positif.

b. Nilai koefisien regresi untuk variabel motivasi (X1), yaitu 0,296. Hal ini berarti bahwa motivasi berpengaruh positif sehingga dengan

commit to user

motivasi yang semakin meningkat maka dapat meningkatkan

keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merek “Yamaha”

dimana persepsi dan sikap diasumsikan tetap.

c. Nilai koefisien regresi untuk variabel persepsi (X2), yaitu sebesar 0,277. Hal ini berarti persepsi berpengaruh positif sehingga dengan persepsi yang semakin meningkat maka dapat meningkatkan keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merek “Yamaha” dimana

motivasi dan sikap diasumsikan tetap.

d. Nilai koefisien regresi untuk variabel sikap (X3), yaitu sebesar 0,315. Hal ini berarti sikap berpengaruh positif sehingga dengan sikap yang semakin meningkat maka dapat meningkatkan keputusan konsumen

dalam pembelian sepeda motor merek “Yamaha” dimana motivasi dan

persepsi diasumsikan tetap.

2. Uji t

Uji t digunakan untuk membuktikan signifikansi pengaruh variabel motivasi, persepsi dan sikap terhadap variabel keputusan konsumen

dalam pembelian sepeda motor merek “Yamaha” secara parsial. Langkah-langkah dalam pengujian nilai t hitung tersebut :

a. Uji t pengaruh motivasi terhadap keputusan konsumen

Variabel motivasi (X1) diperoleh nilai thitung 0,000 < 0,01 maka Ho ditolak artinya motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merek

“Yamaha” di Surakarta.

b. Uji t pengaruh persepsi terhadap keputusan konsumen

Variabel persepsi (X2) diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,01 maka Ho ditolak artinya persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merek

“Yamaha” di Surakarta.

c. Uji t pengaruh sikap terhadap keputusan konsumen

Variabel sikap (X3) diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,01 maka Ho ditolak artinya sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap

commit to user

keputusan konsumen dalam pembelian sepeda motor merek

“Yamaha” di Surakarta. 3. Uji F

Analisis ini digunakan untuk mengetahui signifikansi pengaruh variabel independen (motivasi, persepsi dan sikap) secara bersama-sama terhadap variabel dependen (keputusan konsumen). Hasil uji F adalah sebagai berikut : TABEL IV.13 HASIL UJI F ANOVAb 1219,347 3 406,449 39,681 ,000a 1147,205 112 10,243 2366,552 115 Regression Residual Total Model 1 Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Const ant), Sikap, Persepsi, Motiv asi a.

Dependent Variable: Kep_Kons b.

Sumber : data primer diolah

Dari hasil program SPSS diperoleh nilai F hitung adalah sebesar 39,681 dengan signifikansi adalah 0,000 < 0,05 maka Ho ditolak, artinya motivasi, persepsi dan sikap secara bersama-sama atau simultan berpengaruh positif terhadap keputusan konsumen dalam pembelian

sepeda motor merek “Yamaha”.

4. Koefisien Determinasi

Analisis ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar sumbangan yang diberikan variabel independent (motivasi, persepsi dan sikap) terhadap variabel dependent (keputusan konsumen) yang ditunjukkan dengan persentase. Langkah-langkah pengujian dengan menggunakan SPSS. Hasil koefisien determinasi dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

TABEL IV.14

commit to user Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,718(a) ,515 ,502 3,20045

Sumber : data primer diolah

Berdasarkan pada hasil koefisien determinasi maka diperoleh nilai yang positif dari R2 (adjusted R square), yaitu 0,502 yang artinya bahwa pengaruh yang diberikan variabel independent yang berupa motivasi (X1), persepsi (X2) dan sikap (X3) terhadap variabel terikat yaitu keputusan

konsumen dalam pembelian sepeda motor merek “Yamaha” sebesar 0,502

atau 50,2%, berarti 49,8% merupakan variabel lain di luar model penelitian.

F. Pembahasan

4. Pengaruh motivasi terhadap keputusan pembelian

Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,01 sehingga motivasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian ini mendukung penelitian tentang motivasi yang telah dilakukan oleh Wahyuni (2008) yang menyatakan hasil motivasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil analisis ini dapat menjawab hipotesis yang dikemukakan bahwa motivasi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, terbukti kebenarannya. Motivasi di dalam pembelian sepeda motor merk Yamaha di Surakarta bersifat positif, di mana dengan peningkatan motivasi dalam diri seseorang maka dapat meningkatkan keputusan konsumen dalam

pembelian sepeda motor merek “Yamaha”

Hasil ini juga mendukung pernyataan dari Swastha (2000 : 127) yang menyatakan bahwa faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen ada dua hal yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Salah satu faktor internal yang mempengaruhi adalah motivasi. Motivasi merupakan kekuatan penggerak dalam diri seseorang untuk bertindak ataupun untuk melakukan pengambilan keputusan.

commit to user

Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,01 sehingga persepsi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian ini mendukung penelitian tentang persepsi yang telah dilakukan oleh Wahyuni (2008) yang menyatakan hasil persepsi berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil analisis ini dapat menjawab hipotesis yang dikemukakan bahwa persepsi berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, terbukti kebenarannya.

Persepsi di dalam pembelian sepeda motor merk Yamaha di Surakarta bersifat positif, di mana dengan peningkatan persepsi dalam diri seseorang maka dapat meningkatkan keputusan konsumen dalam

pembelian sepeda motor merek “Yamaha”

Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi konsumen ada dua hal yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang mempengaruhi adalah motivasi dan persepsi (Swastha, 2000 : 132). Pada hakekatnya persepsi akan berhubungan dengan perilaku seseorang dalam mengambil keputusan terhadap apa yang dikehendaki. Salah satu cara untuk mengetahui perilaku konsumen adalah dengan menganalisis persepsi konsumen terhadap suatu produk, dengan persepsi maka konsumen dapat mengetahui kekuatan, kelemahan, kesempatan ataupun ancaman suatu produk.

6. Pengaruh sikap terhadap keputusan pembelian

Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai signifikansi 0,000 < 0,001 sehingga sikap berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hasil penelitian ini mendukung penelitian tentang sikap yang telah dilakukan oleh Wahyuni (2008) yang menyatakan hasil sikap berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Hasil analisis ini dapat menjawab hipotesis yang dikemukakan bahwa sikap berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian, terbukti kebenarannya.

Sikap di dalam pembelian sepeda motor merk Yamaha di Surakarta bersifat positif, di mana dengan peningkatan sikap dalam diri

commit to user

seseorang maka dapat meningkatkan keputusan konsumen dalam

pembelian sepeda motor merek “Yamaha”

Sikap memainkan peranan utama dalam membentuk perilaku, yaitu sikap berguna untuk menilai keefektifan kegiatan pemasaran, membantu mengevaluasi tindakan pemasaran sebelum dilaksanakan di dalam pasar, berhasil dalam membentuk pangsa pasar dan memilih pangsa target. (Swastha, 2000 : 133). Sikap terdiri dari tiga komponen yaitu komponen kognitif yaitu kepercayaan terhadap merek, komponen afektif merupakan evaluasi merek dan komponen konatif yang menyangkut maksud ataupun niatan untuk membeli (Loudan dan Delabitta dalam Wahyuni, 2008).

commit to user BAB V

Dokumen terkait