METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Metode Penelitian
IV. 2. Analisis data
IV. 2.4 Analisis scene empat Axis “Internet untuk rakyat”
Gambar 15 Gambar 16
Gambar 17
Gambar 18 Gambar 19
Ilustrasi Scene empat
Adegan pembuka pada scene empat adalah muncul sebuah mangkuk yang berisikan mie instan berbentuk keriting dan berwarna kuning serta sayuran sawi
(ATK) seperti pena, pensil, penghapus, hekter, map, klip, penjepit dan kertas-kertas. Muncul pula tulisan IN yang berwarna ungu disamping mangkuk. Gambar selanjutnya masih tetap sama namun setelah tulisan IN bertambah menjadi INTER. Setelah itu tulisan INTER semakin lengkap dengan bertambahnya kata NET sehingga menjadi INTERNET. Selanjutnya setelah kata INTERNET muncul kata "Untuk" sehingga menjadi kalimat "INTERNET Untuk". Lalu pada gambar terakhir bertambah sebuah kata "Rakyat" di ujung kalimat sebelumnya sehingga pada akhirnya membentuk sebuah kalimat "INTERNET Untuk Rakyat".
Teknik pengambilan semua gambar pada scene ini adalah close up, menggunakan selective focus dan menggunakan sudut pengambilan gambar high
angle. Gambar 15 hingga gambar 19 menggunakan teknik pengambilan gambar
yang sama yaitu close up, fokus gambar memakai selective focus dan menggunakan sudut pengambilan gambar menggunakan high angle. Warna dominan yang terdapat pada scene empat adalah ungu, kuning dan putih. Pencahayaan dari gambar menggunakan Low Contrast yang menimbulkan kesan realistik.
Tataran denotatif
Di scene empat muncul sebuah mangkuk yang berisikan mie instan
berbentuk keriting dan berwarna kuning serta sayuran sawi yang berwarna hijau. Di sekeliling mangkuk berserakan alat-alat tulis perkantoran seperti pena, pensil, penghapus, hekter, map, klip, penjepit dan kertas-kertas. Kemudian muncul secara berurutan tulisan INTERNET , Untuk dan Rakyat yang selanjutnya membentuk sebuah kalimat yaitu INTERNET Untuk Rakyat.
Teknik pengambilan semua gambar pada scene ini adalah close up,dimana teknik pengambilan gambar seperti ini ingin memnuculkan kesan jelas dasn detail pada sebuah objek. Fokus gambar apada scene ini menggunakan selective focus dimana titik fokus pada objek tidak hanya satu melainkan objek-objek di sekitarnya juga ikut termasuk. Lalu sudut pengambilan gambarnya menggunakan high angle. Warna dominan yang terdapat pada scene ini adalah ungu, kuning dan
putih. Pencahayaan dari gambar menggunakan Low Contrast yang menimbulkan kesan realistik.
Tataran konotatif
Slogan utama dalam iklan ini, “ Internet Untuk Rakyat” yang divisualisasikan dengan mi instan yang merupakan Akronim dari INdomie TEluR korNET (INTERNET). Pada gambar pertama di scene ini, muncul sebuah mangkuk mie instan yang berisi sayuran sawi yang berwarna hijau. Di samping mangkuk terdapat tulisan IN yang merupkan kependekan dari Indomie, sebuah merek mie instan populer di Indonesia.
Indomie sendiri adalah produk dari PT. Indofood CBP Sukses Makmur, salah satu anak perusahaan Grup Salim. Indomie pertama kali mulai diluncurkan ke pasar sejak tanggal 9 September 1972, dahulu diproduksi oleh PT. Sanmaru Food Manufacturing Co. Ltd. Indomie adalah salah satu merek paling terkenal di Indonesia. Saking terkenalnya, orang Indonesia seringkali memanggil mi instan dengan sebutan "Indomie", kendati yang dikonsumsi tidak bermerek Indomie.
Selain dipasarkan di Indonesia, Indomie juga dipasarkan secara cukup luas di manca negara, antara lain di Amerika Serikat,Australia, berbagai negara Asia dan Afrika serta negara-negara Eropa, dan itu menjadikan Indomie sebagai salah satu dari segelintir produk asli Indonesia yang mampu menembus pasar internasional . Di Indonesia sendiri, sebutan "Indomie" sudah umum dijadikan istilah generik yang merujuk kepada mi instan.
Harga Indomie yang ekonomis dan cita rasanya yang telah disesuaikan dengan selera Indonesia membuat produk mi instan ini sangat digemari oleh masyarakat. Bahkan, tidak jarang warga Indonesia yang melakukan perjalanan ke luar negeri membawa Indomie untuk mengatasi masalah ketersediaan makanan yang praktis dan sesuai dengan selera Indonesia. Kepraktisan dalam penyajiannya dan mudahnya pendistribusian membuat Indomie menjadi andalan warga Indonesia saat terjadi tragedi bencana alam untuk mengatasi masalah keterbatasan dan kelangkaan bahan pangan di lokasi dengan segera.
Lalu gambar selanjutnya kata IN tersebut bertambah menjadi INTERNET yang menunjukkan akronim dari Indomie , Telur dan Kornet. Akronim ini sendiri bermakna jenis produk yang dijual oleh axis adalah sebuah kartu untuk mengakses internet. Internet merupakan jaringa dibentuk oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat di tahun 1969, melalui proyek ARPA yang disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware dan software komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak yang tidak terhingga melalui saluran telepon.
Proyek ARPANET merancang bentuk jaringan, kehandalan, seberapa besar informasi dapat dipindahkan, dan akhirnya semua standar yang mereka tentukan menjadi cikal bakal pembangunan protokol baru yang sekarang dikenal sebagai TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol).
Tujuan awal dibangunnya proyek itu adalah untuk keperluan militer. Pada saat itu Departemen Pertahanan Amerika Serikat (US Department of Defense) membuat sistem jaringan komputer yang tersebar dengan menghubungkan komputer di daerah-daerah vital untuk mengatasi masalah bila terjadi serangan nuklir dan untuk menghindari terjadinya informasi terpusat, yang apabila terjadi perang dapat mudah dihancurkan.
Pada mulanya ARPANET hanya menghubungkan 4 situs saja yaitu Stanford Research Institute, University of California, Santa Barbara, University of Utah, di mana mereka membentuk satu jaringan terpadu di tahun 1969, dan secara umum ARPANET diperkenalkan pada bulan Oktober 1972. Tidak lama kemudian proyek ini berkembang pesat di seluruh daerah, dan semua universitas di negara tersebut ingin bergabung, sehingga membuat ARPANET kesulitan untuk mengaturnya.
Oleh sebab itu ARPANET dipecah manjadi dua, yaitu "MILNET" untuk keperluan militer dan "ARPANET" baru yang lebih kecil untuk keperluan non-militer seperti, universitas-universitas. Gabungan kedua jaringan akhirnya dikenal dengan nama DARPA Internet, yang kemudian disederhanakan menjadi Internet.
Indomie telur kornet merupakan makanan yang digemari oleh masyarakat terutama masyarakat kelas menengah ke bawah di karenakan harganya yang murah dan praktis disajikan. Fakta tersebut sejalan dengan motto axis di iklan ini yaitu MURAH, FLEKSIBEL dan MUDAH. Axis ingin produknya berharga murah sehingga masyarakat kelas menengah ke bawah bisa membelinya. Selain harganya murah, axis juga ingin produknya mudah dipakai dan tidak berbelit-belit yang sesuai dengan sasaran produknya yaitu masyarakat menengah ke bawah yang tidak suka memakai barang-barang/produk yang bisa menyusahkan mereka.
Setelah akronim kata INTERNET, muncul kata Untuk Rakyat. Untuk Rakyat disini maksudnya adalah produk-produk dari axis ditujukan kepada rakyat dimana rakyat tersebut adalah masyarakat kalangan menengah ke bawah. Dimana masyarakat kalangan menengah ke bawah memilki penadapatan yang tidak besar namun tetap ingin memliki akses terhadap telekomunikasi. Sehingga axis menawarkan solusi sebuah produk yang memilki harga yang bisa dijangkau oleh kalangan menemgah ke bawah dan muah dalam memakainnya/
Di sekeliling mangkok tersebut terdapat banyak alat-alat tulis perkantoran seperti pensil, pena, penghapus, map penjepi dan kertas-kertas. Ini menunjukkan produk axis tidak hanya ditujukan buat rakyat tetatpi juga para pekerja professional atau pekerja kantoran untuk memenuhi hasrat mereka akan internet yang murah.
Tipe huruf yang digunakan pada kalimat Internet Untuk Rakyat adalah tipe roman. Ciri dari huruf ini adalah memiliki sirip/kaki/serif yang berbentuk lancip pada ujungnya. Huruf Roman memiliki ketebalan dan ketipisan yang kontras pada garis-garis hurufnya. Kesan yang ditimbulkan adalah klasik dan anggun. Penggunaan tipe huruf roman ini untuk menegaskan produk Axispro akan dipilih oleh konsumen sebagai produk yang dipercaya dalam memakai akses internet.
Voice Over (VO) yang muncul pada scene ini yang membawakan narasi signature line Internet Untuk rakyat adalah suara seorang perempuan. Banyak iklan dan beberapa pengamatan menunjukkan radio-radio populer menggunakan bakat suara perempuan dalam pekerjaan mereka seperti siaran radio, pembuatan
Selain itu banyak perusahaan multinasional dan perusahaan lainnya menggunakan perempuan untuk menghadiri panggilan dan bahkan ketika merekam pesan telepon kecil bisa mendengar suara wanita yang memberitahu untuk merekam pesan . suara perempuan dapat menempatkan dampak yang lebih positif daripada suara laki-laki dan ini telah terbukti sekarang seperti dimana-mana bakat suara perempuan digunakan secara luas dalam setiap sektor usaha.. Produk AxisPro ingin menjadikan tagline tersebut menjadi sangat ikonik dan identik dengan produknya, pesan yang ingin disampaikan yaitu AxisPro dapat menjadi harapan dari berbagai ketidakpuasan manusia, melalui produknya yang sederhana tetapi dapat memberikan kesenangan bagi pemakainya
IV. 2. 4. Analisis scene kelima (scene penutup) Axis “Internet untuk rakyat
Ilustrasi pada scene penutup
Pada scene penutup ini hanya muncul tulisan beserta logo Axis. Scene ini mewakili keseluruhan cerita yang ada pada iklan tersebut. Dalam iklan ini muncullah logo dari Axis serta motto yang dijunjung Axis yaitu Axis sebagai “GSM YANG BAIK” beserta alamat situs Axis tepat dibawah motto Axis. Alamat situs tersebut bertuliskan: Twitter resmi dari Axis yang beralamat di facebook.com/AXISgsm dan @AXISgsm
• Warna dominan yang tampak dari scene kedelapan adalah warna putih, kuning,ungu, merah dan hitam.
Teknik penyuntingan pada scene penutup ini merupakan rekayasa dan kerja dari komputer, namun penempatan gambar pada scene penutup ini menggunakan sudut pandang pengambilan gambar menggunakan eye level yang menandakan gambar yang dihasilkan terlihat sejajar antara subjek dan pemandang. Gambar yang dihasilkan mempunyai efek-efek tertentu yang dapat menunjang kesempurnaan pesan yang ada didalamnya. Pesan utama dalam scene ini yang ingin ditunjukkan kepada semua orang adalah citra Axis sebagai operator seluler yang baik. Dalam artian operator yang memberi banyak bonus kepada pelanggan dan harga yang murah. Dan tulisan “AXIS GSM YANG BAIK” merupakan tagline dari GSM Axis.