• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.8 Analisis Sensitivitas

Salah satu sifat dari analisis kualitatif Ordinary Differential Equation (ODE) adalah kemungkinan sensitifnya perubahan variabel terhadap perubahan parameter (Fauzi dan Anna, 2005). Dalam studi ini analisis sensitivitas (sensitivity analysis) terhadap model dinamik dilakukan terhadap perubahan parameter ekonomi. Analisis sensitivitas dilakukan untuk melihat akibat perubahan (kenaikan) parameter harga dan biaya terhadap dinamika biomass, hasil tangkap (catch) dan effort serta rente ekonomi.

Dengan menggunakan model Willen’s open access dynamic, dan diasumsikan harga ikan mengalami kenaikan sebesar 15 % (dari Rp. 6.500.000 menjadi Rp. 7.475.000) dan biaya operasional mengalami kenaikan sebesar 30 % (dari Rp. 526.240 menjadi Rp. 684.112), hasil simulasi kenaikan harga dan kenaikan biaya terhadap effort disajikan pada Gambar 23 dan sedangkan damapak kenaikan parameter ekonomi terhadap produksi disajikan Gambar 24.

Dari Gambar 23 terlihat bahwa kenaikan harga sebesar 30 % dari harga baseline menyebabkan terjadinya peningkatan yang signifikan terhadap effort. Dengan biaya operasional effort yang tetap, adanya peningkatan harga ikan akan memberikan insentif bagi nelayan untuk melakukan penangkapan ikan yang lebih banyak dengan cara menambah upaya (effort) penangkapan ikan. Penambahan effort ini dimaksud untuk meningkatkan produksi, yang pada akhirnya diharapkan akan mampu menambah rente ekonomi bagi para nelayan. Sedangkan dampak dari kenaikan biaya operasi penangkapan ikan meningkat, sementara harga ikan relatif tetap, maka jumlah effort justru menurun. Kenaikan biayta operasinal, akan mengurangi rente ekonomi yang diterima oleh nelaya. Hal ini disebabkan banyak nelayan yang tidak lagi mampu membiaya kapal untuk melaut, sehingga jumlah effort menjadi menurun.

Sedangkan apabila terjadi peningkatan biaya operasional yang diikuti kenaikan harga ikan (dimana prosentasi kenaikan biaya lebih besar 15 % dari kenaikan harga) menyebabkan terjadinya penurunan terhadap effort, tetapi penurunan effort masih lebih kecil jika dibandingkan dengan kondisi kenaikan biaya saja. Terjadi kenaikan biaya menyebabkan jumlah effort pada tahun ke-25 hanya sekitar 12.975 hari melaut.

Perbandingan Dampak

Kenaikan Harga dan Biaya Terhadap Jumlah Effort

0.00 5,000.00 10,000.00 15,000.00 20,000.00 25,000.00 1 9 17 25 33 41 49 57 65 73 81 89 97 Waktu E ffo rt (h a ri m ela u t)

Baseline Harga naik Biaya Naik harga dan Biaya Naik

Gambar 23. Dampak Perubahan Harga dan Biaya Terhadap Effort

Perbandingan Dampak

Kenaikan Harga dan Biaya Terhadap Produksi

0.00 200.00 400.00 600.00 800.00 1,000.00 1,200.00 1,400.00 1,600.00 1,800.00 2,000.00 1 8 15 22 29 36 43 50 57 64 71 78 85 92 99 Waktu P rodu k si ( ton )

bas eline Harga Naik Biaya Naik Harga dan Biaya Naik

Dari Gambar 24 menunjukkan bahwa dampak perubahan parameter ekonomi terhadap variabel jumlah produksi ikan mempunyai pola yang sama dengan pola perubahan terhadap varibael effort. Variabel produksi mengalami fluktuasi yang cukup tinggi/tajam akibat perubahan parameter harga (p). Meskipun perubahan harga direspon secara positif pada periode awal dengan peningkatan produksi, namun respon tersebut bersifat jangka pendek, dan akan mecapai steady state pada tahun ke-49 dengan produksi sebesar 1,328.30 ton. Sedangkan jika harga diasumsikan mengalami kenaikan setiap tahunnya, maka kemudian produksi mengalami penurunan. Hal ini sesuai dengan sifat sumberdaya perikanan itu sendiri yang mengalami ”backward bending” pada tingkat produksi tertentu.

Respon yang sebaliknya terjadi pada perubahan biaya. Akibat kenaikan biaya, respon jangka pendek dari produksi adalah mengalami penurunan. Hal ini disebabkan terjadinya peningkatan biaya dalam jangka pendek akan sangat mempengaruhi komponen biaya variabel, sehingga akan menurunkan effort dan pada akhirnya menurunkan (produksi). Namun dalam jangka panjang perubahan biaya tersebut akan terinternalisasi dalam proses produksi. Kemudian karena proses kontraksi dari effort pada periode sebelumnya, maka produksi dapat meningkat kembali sebelum mencapai tingkat steady state. Selanjutnya hasil simulasi kenaikan harga disertai kenaikan biaya terhadap rente disajikan pada Gambar 25. Sedangkan dampak kenaikan harga dan kenaikan biaya terhadap biomass disajikan pada Gambar 26.

Pola yang sama juga terjadi pada variabel rente ekonomi akibat perubahan harga (Gambar 25), yang mengalami fluktuasi tajam pada awal periode yakni meningkat pada periode awal, kemudian menurun pada waktu yang lebih cepat sebelum mencapai steady state. Hal ini disebabkan terdapat hubungan satu-satu (one to one) antar rente dan produksi, maka tidaklah mengherankan jika pola perubahan rente akibat perubahan harga mengikuti pola perubahan produksi akibat perubahan harga.

Perbandingan DampakKenaikan Harga dan Biaya Terhadap Rente Ekonomi

-550.00 450.00 1,450.00 2,450.00 3,450.00 4,450.00 5,450.00 6,450.00 1 9 17 25 33 41 49 57 65 73 81 89 97 Waktu R e n t (x j u ta R p .)

Baseline Harga Naik Biaya Naik Harga dan Biaya Naik

Gambar 25. Dampak Perubahan Harga dan Biaya Terhadap Rente

Perbandingan Dampak

Kenaikan Harga dan Biaya Terhadap Biomass

1,000.00 1,500.00 2,000.00 2,500.00 3,000.00 3,500.00 1 8 15 22 29 36 43 50 57 64 71 78 85 92 99 Waktu B iom ass ( ton)

Baseline Harga Naik Biaya Naik Harga dan Biaya Naik

Dampak kenaikan biaya, seperti telah dijelas diatas akan menyebabkan jumlah effort menurun, yang pada akhirnya menyebabkan jumlah produksi juga menurun. Dengan adanya penurunan jumlah produksi yang sangat tajam dibanding kondisi baseline, maka menyebabkan nelayan tidak pernah menerima rente ekonomi, sebab rente ekonomi yang peroleh negatif. Dengan rente ekonomi yang negatif, maka insentif yang seharusnya dialokasi untuk menjaga kelestarian sumberdaya ikan tidak lagi diperoleh. Dengan demikian pemerintah atau nelayan harus mengalokasikan sebagian keuntungan yang diperolehnya untuk dialokasi sebagai rente sumberdaya. Sedangkan kondisi kenaikan biaya yang juga diikuti kenaikan harga masih memungkinkan nelayan untuk mendapat rente ekonomi sebelum akhirnya tidak lagi mendapat rente ekonomi.

Dari Gambar 25 terlihat bahwa peningkatan harga yang lebih besar dari baseline menyebabkan terjadinya penurunan yang signifikan terhadap biomass. Dampak perubahan parameter ekonomi terhadap ketersedian biomass berbanding terbalik dengan variabel effort ataupun variabel produksi. Peningkatan harga menyebabkan jumlah effort yang tercurah semakin meningkat. Penambahan effort tersebut, menyebabkan peningkatan produksi ikan. Peningkatan produksi ini, sama artinya dengan terjadinya pengurasan (pengambilan) terhadap biomass yang lebih besar lagi. Dengan demikian jumlah biomass yang tersedia akan semakin menurun.

Respon yang sebaliknya terjadi pada perubahan biaya. Akibat perubahan biaya (kenaikan biaya) respon jangka pendek dari produksi adalah mengalami penurunan. Penurunan produksi ini, akan menyebabkan jumlah biomass di perairan semakin meningkat.

Dokumen terkait