Berdasarkan evaluasi dan analisi sistem apliasi Mediview Software di Unit Endoskopi didapatkan hasil penelitian yang dijadikan solusi dari masalah yang telah diidentifikasi sebelumnya yaitu perlunya dikembangkan Sistem Informasi Rekam Medis Elektronik Endoskopi (Endoscopic Electronic Medical Records Systems) yang mampu memberikan peningkatan layananan pada pasien endoskopi dan
endoskopi serta kinerja organisasi bagi pihak manajemen RS MH Thamrin Internasioanal Salemba.
4.5.1 Harapan Terhadap Pengembangan Prototipe
Hasil analisis sistem telah mendefinisikan persyaratan dan harapan sistem baru dengan cara dikembangkan sendiri (inhouse) dengan menggunakan teknologi komunikasi dan elektronik sebagai respon dari
driver bisnis.
Berdasarkan hasil wawancara dengan dokter endoskopi diperoleh hasil wawancara:
”...saat ini sangat dibutuhkan aplikasi dari Endoscopi
Electronic Medical Records System (EEMR) untuk mempermudah dokter dan tenaga perawat melakukan pengolahan data, akses data dan penyajian informasi di Unit Endoskopi ”. (wawancara dengan dokter spesialis unit
endoskopi, 17 Juni 2009).
Berdasarkan hasil wawancara dengan perawat endoskopi diperoleh hasil wawancara:
”...sistem aplikasi yang dibangun sebaiknya mudah dan
praktis digunakan oleh perawat dan dokter (user friendly) serta dapat menyajikan informasi dari unit lain yang terkait secara online”. ( wawancara dengan perawat endoskopi, 17
Juni 2009)
Dari beberapa hasil wawacara yang telah dilaksanakan terlihat antusias yang tinggi dari informan baik perawat, dokter dan praktisi IT untuk memberikan usul agar dilakukan pengembangan Endoscopi
Electronic Medical Records System (EEMR) RS MH Thamrin
Internasional Salemba. Hal ini juga diperkuat dengan adanya dukungan dari manajemen dan owner RS MH Thamrin Internasional Salemba. Harapan owner terhadap aplikasi EEMRs ini adalah lebih mengutamakan aplikasi ini dapat dintegrasikan dengan sistem informasi rumah sakit yang ada saat ini yaitu hospital inforamation system (HIS).
Berdasarkan identifikasi kebutuhan sistem dan hasil wawancara dari owner didapatkan informasi:
”...dimasa depan rumah sakit MH Thamrin Internasional Salemba diharapkan sudah paperless atau sistem sudah dapat online untuk seluruh unit bisnis sehingga kegiatan pelayanan semakin cepat dan bermutu” (wawancara tidak terstruktur
dengan owner RS, 18 Juni 2009)
4.5.2 Analisis Proses 4.5.2.1 Pengumpulan Data
Dari hasil observasi didapatkan bahwa data yang dikumpulkan perawat masih banyak berasal dari data manual terutama untuk data yang berasal dari unit lain seperti data obat yang digunakan, data transaksi pembayaran dan beberapa data lain dari unit penunjang seperti hasil laboratorium sehingga memperlambat proses pembuatan rekam medis pasien endoskopi dan pelaporan unit endoskopi.
Berdasarkan hasil wawancara dengan perawat endoskopi didapatkan hasil wawancara:
”...pengumpulan data sebagian masih dilakukan secara
manual...”(wawancara dengan perawat endoskopi, 17 Juni
2009).
4.5.2.2 Pengolahan Data
Dari hasil observasi diketahui bahwa aplikasi Mediview Software mempunyai data nomor rekam medik ganda dan data demografi pasien yang kurang lengkap serta nomor rekam medis tersebut tidak online dengan nomor rekam medik yang ada di unit pendaftaran pasien yang menggunakan HIS sehingga nomor rekam medis pasien endoskopi di masukan dengan cara manual. Hal ini menyulitkan perawat dan dokter endoskopi untuk mencari kembali riwayat penyakit pasien serta kesulitan untuk mengolah hasil pemeriksaan endoskopi menjadi informasi yang berguna dalam pengambilan keputusan.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Manager Teknologi Informasi diperoleh hasil wawancara:
”...data kegiatan pemeriksaan endoskopi masih diolah oleh
sistem yang ada di endoskopi dan beberapa data diolah dengan cara manual serta belum memanfaatkan database yang ada di server Hospital Information System sehingga data yang diolah di endoskopi masih kurang lengkap karena data tersebut hanya berasal dari data mediview software dan tidak online dengan database HIS”. (wawancara dengan
Manager IT, 15 Juni 2009).
4.5.2.3 Penyimpanan Data
Berdasarkan hasil observasi diketahui bahwa penyimpanan data belum terorganisir karena belum menggunakan basis data yang ada di server hospital information system (HIS) dan tidak online. Dengan tidak terintegrasinya sistem aplikasi di unit endoskopi dengan HIS maka seluruh data endoskopi terutama data tindakan endoskopi yang di capture baik photo maupun video tidak tersimpan dalam database yang ada di server sehingga saat pengolahan data rekam medis pasien endoskopi seringkali data menjadi kurang lengkap.
4.5.3 Analisis Masukan
Berdasarkan hasil observasi dilapangan diketahui bahwa seluruh data yang dimasukkan oleh perawat dan dokter endoskopi masih melalui modul aplikasi Mediview Software dengan cara melakukan login dengan mengisi nama user, password, dan melakukan input data melalui aplikasi. Setelah tahapan tersebut maka perawat dan dokter sebagai user yang menggunakan aplikasi tersebut melakukan entry data demografi pasien dengan cara manual karena tidak memanfaatkan data yang sudah tersedia di HIS serta melakukan capture data baik photo maupun vidio hasil pemeriksaan. Data hasil pemeriksaan ini dilengkapi dengan form yang tambahan untuk melakukan entry obat dan peralatan yang dipakai serta
melakukan entry hasil pemeriksaan dokter endoskopi. Dengan cara memasukkan data pasien secara manual dari aplikasi sistem endoskopi menyebabkan banyak data yang salah input dan dimasukkan secara berulang sehingga manajemen data pasien tidak terstruktur dengan baik.
4.5.4 Analisis Kelayakan Sistem
Kelayakan adalah ukuran akan seberapa menguntungkan atau seberapa praktis pengembangan sistem informasi terhadap manajemen rumah sakit. Analisis kelayakan adalah proses pengukuran kelayakan. Kelayakan diukur di sepanjang siklus hidup sistem
Berdasarkan permasalahan, gambaran sistem dan hasil analisis sistem yang ada saat ini maka Endoscopi Electronic Medical Records
System (EEMR), layak dipertimbangkan untuk dikembangkan karena:
1) kelayakan ekonomis.
Dengan peralatan hardware dan jaringan yang sudah ada saat ini di RS MH Thamrin Internasional Salemba maka tidak perlu melakukan penambahan alat yang mahal karena masih dapat menggunakan hardware yang tersedia.
2) kelayakan teknis.
Jaringan di lokasi RS MH Thamrin Internasional Salemba sudah ada dan juga peralatan hardware sudah dapat digunakan karena spesifikasinya sudah memenuhi standar. 3) kelayakan operasional organisasi.
Dengan adanya pusat endoskopi sebagai pusat gastro entero
hepatology yang merupakan cita-cita owner rumah sakit
MH Thamrin Internasional Salemba dan adanya dukungan dari owner tentang pengembangan EEMR di rumah sakit memberikan peluang pengembangan lebih lanjut dari sistem informasi rumah sakit yang terintegrasi dengan sistem EEMR .