• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PERANCANGAN SISTEM

3.2. Analisis Sistem

Perkembangan dunia telepon Selular sangatlah cepat dari waktu ke waktu, baik dari segi fasilitas pesawat telepon selular (dikembangkan oleh pihak vendor), maupun dari pihak operator selularnya.

Perkembangan dari pihak operator selular, pada awalnya telepon selular berbasis NMT (Nordic Mobile Telecom) seperti Mobisel, Telesera, dll, lalu baru muncul sistem AMPS ( Analog Modulation Power System) yang digunakan oleh operator Komselindo. Setelah beberapa sukses dengan AMPS, dunia selular di serbu dengan sistem baru yang lebih dikenal dengan GSM dengan frekuensi 900 seperti yang digunakan oleh Satelindo (Mentari dan Matrix Satelindo Abodemen), Telkomsel (Kartu Halo dan Simpati), Excelcom (Pro-Xl Abodemen dan Pro-Xl Prabayar), lalu setelah itu baru mulai berkembang GSM 1900 yang digunakan oleh Indosat (IM3 Bright dan IM3 Smart), dan sistem terakhir yang berkembang di Indonesia baru-baru ini adalah CDMA (Code Division Multiple Access) dimana juga dibagi menjadi 2 frekwensi yaitu frekuensi 800 (digunakan oleh Esia Telecom dan Mobile 8) dan frekuensi 1900 ( digunakan oleh Telkom Flexi).

Pada awalnya sistem AMPS hanya di gunakan untuk berbicara ( Voice ) , lalu pada GSM selain menggunakan voice juga mulai mengenal fasilitas Short Messages Services (SMS) dan Wireless Aplication Protocol (WAP) untuk media internet (Belum mampu mengakses Html www di pesawat telepon selularnya), setelah itu baru muncul media General Pocket Radio System (GPRS) untuk dapat mengakses Xhtml pada beberapa type telepon selular seperti pada nokia 3650 dan 6600, serta dengan adanya fasilitas GPRS, muncullah Multimedia Messages Services (MMS)

yang dapat mengirimkan foto, suara, gambar, serta video klip film. Dan sistem terakhir yang masuk ke Indonesia baru –baru ini adalah sistem CDMA, karena sistem ini yang paling baru dalam dunia pertelekomunikasian Indonesia, maka akan dibahas sedikit lebih mendalam.

CDMA merupakan teknologi yang berasal dari Amerika Serikat (AS), sebagai bagian dari perkembangan teknologi AMPS. Teknologi ini, merupakan teknologi pertama telepon selular. Militer AS merupakan pengguna pertama teknologi untuk komunikasi intelijen perang. Namun perkembangan CDMA kalah oleh GSM (teknologi Eropa) yang saat ini banyak diadopsi oleh sebagian besar operator di seluruh dunia.

GSM boleh dibilang teknologi yang terbuka , sedangkan CDMA yang berasal dari AS tergolong ekslusif karena Qualcomm merupakan satu-satunya perusahaan yang memiliki “rahasia” dapur teknologi CDMA.

Teknologi CDMA awalnya dapat ditemui AS, Korea Selatan, sebagian Jepang dan saat ini sudah dikembangkan di Cina dan Indonesia. Untuk urusan teknis, perkembangan CDMA di Asia lebih maju, khususnya di Korea Selatan dan sebagian Jepang. Berawal dari CDMA IS 95 yang lebih dikenal dengan CDMA-One ( dahulu dipakai oleh Komselindo) hanya bisa digunakan untuk suara dan SMS, namun perkembangannya saat ini sangat menakjubkan. CDMA IS 95 dalam waktu singkat CDMA IS 95 berkembang menjadi CDMA 2000 – 1X yakni generasi terbaru yang mampu di pergunakan untuk komunikasi data kecepatan tinggi.

Di Indonesia, operator CDMA dibagi terdapat dua teknologi, CDMA 2000 1X dan CDMA 2000 1X EV-DO. Perbedaannya adalah CDMA 2000 1X memiliki

28

kecepatan transfer data hingga 153,6 kbps sedangkan CDMA 2000 1X EV-DO memiliki kecepatan transfer data hingga 2,4 mbps sehingga mampu melayani kebutuhan komunikasi full multimedia seperti gambar-gambar hidup alias video streaming, seperti gambar TV dan kebutuhan lainnya.

Dengan kecepatan tersebut itulah, boleh dikatakan teknologi CDMA 2000 1X lebih unggul dari GSM, khususnya di Indonesia, sebab teknologi GSM di Indonesia baru mencapai tahap generasi 2,5 G dengan GPRS nya dan mampu mentransfer data 56 kbps sampai 115 kbps.

Perbedaan mendasar dari teknologi CDMA adalah sistem modulasinya. Modulasi CDMA merupakan kombinasi FDMA (Frekuensi Division Multiple Access) dan TDMA ( Time Division Multiple Access). Pada teknologi FDMA, 1 kanal frekuensi mampu melayani 1 sirkuit pada satu waktu, sedangkan pada TDMA, 1 kanal frekuensi dipakai oleh beberapa pengguna dengan cara slot waktu yang berbeda. Pada CDMA beberapa pengguna bisa dilayani pada waktu yang bersamaan dan frekuensi yang sama , dimana pembedaan satu sama lainnya ada pada sistem coding-nya, sehingga penggunaan spektrum frekuensinya teknologi CDMA sangat efisien beda dengan GSM yang memancarkan frekuensi dengan dipecah-pecah dan harus dilakukan manajemen penggunaan kembali (reuse) frekuensi agar banyak pelanggan bisa terlayani.

Dengan memancarkan sekaligus frekuensi 1,25 Mhz. Dibanding 20-30 Khz di AMPS dan GSM, daya pancar CDMA lebih kuat sehingga ponsel CDMA yang lemah pun tetap akan mendapat signal penuh.

Karena itu, kemungkinan ponsel mengalami drop call atau sambungan terputus ketika bergerak, hampir sama sekali tak terjadi pada CDMA dan reuse frekuensi di CDMA tetap dilakukan tanpa memecah –mecah frekuensinya.

Di Indonesia terdapat tiga operator berbasis CDMA, yaitu Esia, Fren Mobile 8 (CDMA frekuensi 800), dan Telkom Flexi (CDMA frekuensi 1900). Esia dan Telkom Flexi memperoleh lisensi sebagai fixed phone sedangkan Fren Mobile 8 memperoleh lisensi sebagai selular phone.

Perkembangan dari dunia telepon Selular selain dari pihak operator juga harus didukung oleh pihak vendor ponsel, seperti halnya Nokia, Siemmens, Sony Ericsson, Motorolla, Samsung, dsb. Salah satu pengembangan dari pesawat telepon selular adalah dari segi tampilan layar display nya. Sebagian besar ponsel yang beredar dipasaran sekarang ini udah punya layar warna. Ngak lagi monochrome atau layar warna abu-abu. Bahkan kalau melihat trend ponsel ke depan, layar warna dengan tingkat ketajaman tinggi akan menghiasi ponsel di dunia. Apalagi fitur-fitur baru membutuhkan display warna, kayak MMS, kamera digital, dan Video streaming.

Bila generasi layar warna pertama baru support 256 warna, kini udah banyak ponsel yang punya 65.000 warna. Bahkan ponsel-ponsel CDMA 2000 1X untuk Telkom Flexi sudah banyak yang support 262.000 warna, kayak Hitachi A5303H, Toshiba A5301Troeltsch dan Sanyo A3015SA, Casio A5302CA bahkan warnanya sudah support 1,5 juta warna.

Maksud 65.000 warna itu adalah layar LCD-nya punya 65.000 titik-titik yang merefleksikan cahaya kedalam bentuk tulisan dan atau gambar di ponsel. Jadi kalo

30

warnanya 1 juta, jumlah titik-titiknya juga sekitar 1 juta, lebih banyak dan tentu saja lebih halus. Tampilan di layar lebih terang dan jernih.

Jenis display yang dipakai ponsel-ponsel layar warna mutakhir. Kebanyakan sudah menggunakan teknologi Active Matrix display. Dengan teknologi ini, layar menjadi lebih terang dan beberapa aplikasi yang dijalankan di layar ponsel seperti game atau video, gerakannya ngak buram dan lambat.

Untuk ketajaman warna yang lebih baik, ada juga ponsel yang sudah pakai layar TFT. Tingkat ketajamannya juga lebih tinggi. Ponsel-ponsel kamera yang support 65.000 warna biasanya lebih terang, jernih dan lebih cepat pergerakannya bila pakai teknologi TFT ini, dibandingkan layar colour STN biasa yang juga sama support 65.000 warna.

Biasanya kita ngak terlalu jeli melihat berapa warna display yang di support oleh ponsel kita. Cara paling gampang adalah kita bisa set wallpaper warna sebagai back ground (umumnya ponsel layar warna sudah punya fitur ini). Tapi pilihan gambarnya jangan gambar kartun, tetapi gambar foto. Di situ kita bisa bandingkan antara ponsel yang satu dengan ponsel yang lain. Yang pakai TFT pasti kelihatan lebih jernih dan tajam.

Pada ponsel-ponsel generasi ketiga, yang punya layanan Video streaming dengan kecepatan tinggi, masalah ketajaman display ini menjadi semakin penting. Selain layar warna, masyarakat juga ingin memiliki ponsel yang punya fitur dan berlebih, termasuk didalamnya adalah:

- Memiliki dimensi yang kecil dan ringan - Memiliki konsumsi energi yang rendah

- Memiliki display berkualitas tinggi dan kaya warna

- Multi fungsi seperti untuk manajemen data, mengambil foto, bermain games, menonton TV / film.

- Berkecepatan tinggi untuk mengirim dan menerima data, email, dan - Memiliki kapasitas yang lebih untuk menyimpan data

Meningkatnya ketajaman warna display, menuntut adanya peningkatan frekuensi operasi dan waktu respon. Sebagai contoh teknologi TFT dan OLED (Organic Light Emitting Diode) kemunculannya sangat dibutuhkan untuk dapat memenuhi kebutuhan-kebutuhan diatas, meskipun kedua teknologi ini memakan biaya produksi tinggi dibanding teknologi STN dan CSTN.

Komparasi antara teknologi display STN, CSTN, TFT dan OLED

Teknologi Display

Ketajaman warna Waktu respon

Konsumsi Energi

Harga Aplikasi

STN Mono - 16 G/S Lambat *** * Gambar

Tetap

CSTN Hingga 64k Lambat ** ** Animasi

TFT Hingga 262k Cepat * *** Display Video

OLED Hingga 262k Paling cepat * ** Dispay Video

32

Satu dekade setelah ditemukan, OLED mulai di gunakan untuk kebutuhan komersial. Tiga peluncuran yang bisa dicatat seperti: peluncuran kamera kodak berdisplay OLED, ponsel jam tangan Samsung dan peluncuran TV OLED 20 inch oleh perusahaan gabungan IBM Japan dan Chi Mei Optoelectronics, IDTech, membuat OLED sebagai teknologi yang paling banyak memberikan keuntungan dan digunakan oleh bermacam-macam perangkat dalam 2-7 tahun kedepan.

Seperti Dioda cahaya yang menghasilkan cahaya yang digunakan saat ini, OLED merupakan sekumpulan kecilmaterial yang bersinar karena adanya voltase. Seperti display biasanya, OLED menghasilkan cahaya dengan warna yang bervariasi, tak banyak membuang panas dan dapat dibuat dalam ukuran yang sangat kecil. Sementara display tradisional dibuat dengan menggunakan elemen semikonduktor seperti silikon, gallium, dan lain-lain, OLED dibuat dari komponen plastik. Mengingat plastik lebih mudah dalam proses produksi display, OLED berpotensi di gunakan untuk berbagai keperluan dibandingkan dengan display jenis lainnya.

Ada dua kelas utama dari OLED, yaitu OLED molekul kecil dan polymer. OLED molekul kecil tersusun dengan mendeposisikan gabungan molekul kedalam display dengan tekanan sangat rendah, secara analog ke layar dimana silikon teraplikasi. Semientara OLED polymer memiliki molekul aktif yang tertahan dalam sebuah cairan mirip pigmen pada cat. Dan dapat dicetak kedalam display dengan menggunakan ink jets, screen printing, dll.

Display OLED memiliki pixel yang tersusun sama dengan tiga elemen untuk warna merah, hijau, dan biru. Namun karena setiap elemennya menghasilkan cahaya sendiri pada frekuensi yang tepat, seluruh cahaya yang dihasilkannya memberikan

kontribusi kepada display. inIlah yang membuat OLED lebih efisien dalam mengkonsumsi energi.

Meskipun saat ini OLED sudah hadir pada sebagian perangkat ponsel, laptop dan TV, kehadirannya masih dianggap terlalu dini. Namun buat masa depan (display) yang lebih cerah, OLED adalah jawabannya.

Beberapa penjelasan yang berhubungan dengan LCD seperti:

LCD : Liquid Crystal Display. Display yang dibuat dari bahan cairan dan kristal.

Layar ini dibuat dengan menyatukan cairan di tengah-tengah dua bilah kaca atau filter. Layarnya punya ratusan atau ribuan titik-titik (dot) yang merefleksikan cahaya kebentuk tulisan /karakter /nomor. Layar LCD hanya membutuhkan sedikit energi dan biasanya gampang dibaca.

Resolusi : Ukuran grafik yang digunakan untuk menggambarkan apa yang mampu

dicetak oleh printer, yang bisa di scan oleh scanner, dan apa yang ditampilkan oleh layar monitor. Pada printer dan scanner, resolusi diukur sebagai titik per inch (dpi:dot per inch), banyaknya pixel yang dapat dimuat dalam 1 inch. Resolusi monitor mengacu pada banyaknya pixel dalam sebuah gambar, karena banyaknya titik perinci tergantung pada dimensi layar. Contohnya, resolusi 128x128 berarti adalah 128 garis digambar dari atas sampai dasar layar, dan masing-masing garis ini terbuat sampai 128 pixel terpisah, dan masing-masing titik terbuat dari kombinasi warna merah,hijau dan biru.

Pixel : Picture Element. Gambar yang ditampilkan dari display atau grafis dari

scanner atau program gambar, di buat dari banyaknya titik-titik yang disebut pixel. Jika dirangkum, banyaknya pixel yang ditampilkan disebut resolusi gambar.

34

DPI : Dots per inch. Ukuran resolusi pada perangkat digital, seperti printer atau

scanner, tingkatan dpi menggambarkan berapa banyak pixel yang dapat dimuat dalam 1 inch pada sebuah tempat. Misalnya 400 dpi printer menghasilkan cetakan yang lebih tajam daripada printer dengan 300 dpi.

Pengembangan lainnya dari ponsel-ponsel yang ada saat ini adalah dari segi bagus dan merdunya suara ringtone yang dihasilkan. Banyaknya jenis ponsel yang beredar saat ini memunculkan type ringtone dengan berbagai format. Dibawah ini adalah beberapa format ringtone yang ada beserta penjelasan singkatnya.

1. Ringtone MIDI

Adanya antarmuka Instrumen Musik Digital ( Musical Instrument Digital Interface) atau MIDI memungkinkan dibuatnya ringtone polifonik dengan beragam macam instrumen. Dalam format ini beberapa nada dapat dimainkan secara bersamaan dengan menggunakan instrumen musik seperti gitar, drum, piano, dan lain sebagainya.

Ringtone MIDI dapat digunakan baik sebagai ringtone, penanda pesan masuk, maupun sebagai efek suara pada game ponsel. Ponsel Nokia pertama yang menggunakan Ringtone MIDI adalah Nokia 3510. Beberapa ponsel terbaru dari Nokia, Motorolla, Siemens, Samsung juga dapat memainkan ringtone ini.

Ringtone MIDI terbagi atas:

- Ringtone MIDI level 4 adalah ringtone MIDI yang dapat memainkan 4 nada secara simultan. Diantara ponsel yang dapat memainkan adalah Nokia 3510I, 5100,6100,6800,7210,dan 7250

- Ringtone MIDI level 24 dapat memainkan 24 nada secara simultan. Ponsel Nokia yang mempunyai kemampuan ini adalah Nokia 3650, 6600, 7650, 3300, dan 6650. 2. SP-MIDI (Scalable Poltphonic MIDI)

Adalah standard MIDI untuk ringtone poifonik dan pesan multimedia. Nokia 3510, 3585, 3590, dan 7210 adalah ponsel yang mampu mensupport format tersebut. SP-MIDI merupakan pengembangan dari ringtone MIDI yang di disain untuk bisa di gunakan oleh banyak ponsel berbasis MIDI. Sebagai contoh, untuk pasar menengah kebawah biasanya menggunakan polifonik level 4 tingkat dan untuk pasar menengah keatas menggunakan polifonik 32 tingkat. SSP-MIDI dapat di gunakan baik untuk polifonik 32 nada maupun 4 nada.

3. Ringtone Polifonik

Ringtone polifonik berformat layaknya ringtone (monophonic) pada umumnya, akan tetapi suaranya lebih natural. Dengan format ringtone polifonik, kita dapat mendengarkan beberapa nada dimainkan secara bersamaan dengan lebih harmonis. Ringtone polifonik dapat di buat dengan menggunakan instrumen MIDI.

4. Nokia True Tones

Nokia 3300 adalah ponsel yang pertama menggunakan Nokia True Tones, dimana ringtone yang terdengar mendekati musik sesungguhnya. Selain itu penggunanya dapat memiliki lagu sendiri, suara-suara natural maupun efek-efek suara sebagai penanda pesan masuk atau panggilan telepon masuk. Nokia True Tones berbasis AMR-WB ( Adaptive Multi-Rate Wideband). Dibanding monophonic atau

36

ringtone MIDI, True Tones lebih mudah untuk dibuat. Selain itu lebih kecil ukuran filenya karena kompresi algoritmanya yang lebih baik.

5. RTTTL (RingTone Text Travel Language)

Adalah format ringtone untuk menerjemahkan urutan nada-nada ringtone ke dalam format yang universal. Dengan software konverter ringtone khusus seperti Nokring atau Logo Manager, RTTTL dapat dikonversi ke format ringtone lainnya dan di upload ke ponsel lain melalui kabel data atau koneksi infra merah. Jika kita memiliki ponsel dengan fasilitas ringtone composer, anda dapat menggunakannya untuk mentransfer RTTL ke format key press.

6. Ringtone Nokia Composer

Adalah ringtone yang dapat di buat dengan bantuan software composer yang terdapat di dalam ponsel Nokia 3210, 2100, 3310, 3330, dan 8250.

7. Key press format

Ringtone jenis ini dapat langsung dimasukkan ke dalam ponsel dengan cara mengetik langsung melalui keypad. Relatif lebih mudah daripada menggunakan ringtone composer milik Nokia.

8. Ringtone SMS

Umumnya SMS di gunakan untuk mengirimkan dan menerima pesan pendek. Akan tetapi teknik SMS ini juga dapat di gunakan untuk mengirimkan ringtone. Ringtone SMS berbentuk kode binary ( 0 dan 1 ), yang kemudian dikirimkan dalam format SMS.

9. Ringtone i melody

Serupa dengan ringtone monofonik, akan tetapi di gunakan untuk EMS (Enhanced Messaging Services). Selain jenis-jenis ringtone di atas, ada pula beberapa jenis ringtone yang lain seperti:

- XMF (Extensible Music Format), yaitu musik MIDI yang dikombinasikan dengan musik rekaman digital yang menghasilkan nada polifonik.

- RMF, di gunakan untuk menghasilkan output audio dengan fidelitas tinggi, rekaman digital, audio untuk game interaktif dan nada dering.

- SMAF, merupakan format ringtone polifonik yang di gunakan oleh banyak ponsel keluaran Siemens, Sharp dan beberapa ponsel Samsung.

- DLS (Downloadable Sound), merupakan format ringtone berbasis instrumen MIDI

- Ringtone WAV, terdapat pada Nokia 3650, 7650, 9210i, dan Sony Ericsson P800, P900.

- Ringtone MP3

Analisa sistem cara kerja Ponsel sehingga bisa di gunakan untuk berbicara (voice) memerlukan bermacam-macam komponen, baik dari segi perangkat keras maupun perangkat lunak. Yang di mulai dari proses penerimaan signal.

Penerimaan signal adalah proses perubahan dari signal menjadi suara. Signal dari BTS (Base Transceiver Station) masuk melalui antena kemudian menuju switch antena. Setelah itu signal tersebut disaring oleh filter untuk kemudian di proses oleh RF signal dan masuk ke IC audio.

38

Sedangkan proses pengiriman atau proses perubahan suara menjadi signal merupakan proses penerimaan suara pada mic masuk ke IC audio di lanjutkan ke RF signal kemudian di perkuat dengan PA (Power Amplifier), masuk ke switch antena dan keluar melalui antena.

Beberapa bagian dari ponsel yang berperan untuk menghasilkan hubungan (connection) antara lain:

- Antena berfungsi sebagai perantara untuk menerima atau mengirim signal. - Switch antena berfungsi sebagai penghubung antena ke RX (penerima) dan Tx (pengirim) signal.

- IC RF signal/ Hagar berfungsi untuk mengolah atau memproses frekuensi yang diterima.

- IC Audio berfungsi untuk merubah frekuensi menjadi audio.

Dewasa ini, melihat cuplikan siaran TV lewat ponsel sudah bukan menjadi impian lagi, mengingat operator selular anda mungkin sudah menyediakan layanan video streaming yang memungkinkan anda mendownload nya. Sayangnya, memang masih sulit untuk menyaksikan seluruh tayangan acara TV atau memilih sesuka hati acara TV mana yang hendak kita tonton. Dari namanya saja sudah klip, jadi paling-paling cuma beberapa menit saja. Belum lagi biaya yang harus anda keluarkan untuk satu kali mendownload klip berdurasi pendek itu.

Untuk menyiasati ini, sudah saatnya ponsel sebaiknya di lengkapi dengan TV tunner untuk bisa menangkap langsung siaran TV. Ukuran TV tunner ini sangat kecil, hanya seukuran perangko.

TV tunner keluaran Sony ini muncul dalam dua model. Chip yang terkecil, BTF-ZJ-401 hanya bervolume 1,5 ml (25x20x3 mm ; 3,5 gram). Ini berarti hanya 1/25 dari ukuran chip yang saat ini beredar di pasaran. Chip model kedua, BTF-ZJ411 berukuran sedikit lebih besar dengan volume 2,5 ml (40x22,5x2,8 mm ; 4,8 gram). Perbedaan utama kedua chip adalah kemampuan BTF-ZJ411 untuk mengekstrak suara stereo yang berasal dari signal radio.

Kedua chip ini mampu menerima input sinyal radio untuk VHF (1-12 channel) dan UHF (13-62 channel), dengan noise ratio 47 dB. Model BTF-ZJ401 mampu mencapai kondisi ini dengan konsumsi energi sebesar 0,8 watt saja. Seperti diketahui, besarnya konsumsi energi yang dibutuhkan TV tunner, selama ini menjadi halangan terbesar untuk mengimplementasikan teknologi ini pada sebuah ponsel. Harga TV tunner ini akan berkisar 50.000 yen ( sekitar $299), chip TV tunner ini di rancang untuk bisa di implementasikan pada semua merk ponsel.

Dokumen terkait