HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN 4.1 Profil Perusahaan
2. Uji Glejser
4.4 Analisis Statistik (Analisis Regresi Linier Berganda)
Analisis regresi linier berganda ditujukan untuk menentukkan hubungan
linier antara beberapa variabel bebas dengan variabel terikat. Analisis regresi
berganda menggunakan aplikasi SPSS Statistics 17.00
4.4.1 Persamaan Analisis Statistik
Persamaan Regresi Berganda dapat dilihat sebagai berikut:
Y= a + b1X1 + b2X2 + b3X3 + b4X4 + b5X5 + e
Tabel 4.13
Analisis Regresi Berganda Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) .815 .368 2.215 .031 Pekerjaan .062 .057 .132 1.077 .286 keadaanekonomi .082 .083 .110 .990 .326 Gayahidup -.029 .092 -.043 -.316 .753 Kepribadian .053 .089 .083 .600 .551 Motivasi .319 .082 .491 3.895 .000
a. Dependent Variable: kepuasanpembelian
Berdasarkan hasil pengolahan data analisis regresi berganda yang
ditunjukkan dalam Tabel 4.13 maka diperoleh hasil regresi berganda sebagai
berikut:
Y = 0,815 – 0,062 X1 + 0,082 X2 + (-0,029) X3 +0,053 X4 +0,319 X5 + e
Berdasarkan persamaan tersebut dapat digambarkan sebagai berikut:
a. Konstanta (a) = 0,815 artinya bahwa jika variabel pekerjaan(X1), Keadaan
Ekonomi (X2), Gaya Hidup(X3), Kepribadian (X4), dan Motivasi (X5)
maka Keputusan Pembelian (Y) sebesar 0,815.
b. Koefisien X1 = 0,062 menunjukkan bahwa Pekerjaan (X1) berpengaruh
berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk pada konsumen
di Keude Kupie Ulee Kareng. Dengan kata lain, jika variable pekerjaan
(X2) meningkat sebesar satu satuan maka keputusan pembelian Produk
c. Koefisien X2 = 0,082 menunjukkan bahwa Keadaan Ekonomi (X2)
berpengaruh positif terhadap keputusan pembelian produk pada konsumen
di Keude Kupie Ulee Kareng. Dengan kata lain, jika variable keadaan
ekonomi (X2) meningkat sebesar satu satuan maka keputusan pembelian
Produk pada konsumen di Keude Kupie Ulee Kareng bertambah sebesar
0,082
d. Koefisien X3 = -0,029 menunjukkan bahwa Gaya Hidup (X3) tidak
berpengaruh terhadap keputusan pembelian produk di Keude Kupie Ulee
Kareng.
e. Koefisien X4 = 0,053 menunjukkan bahwa Kepribadian (X4) berpengaruh
positif terhadap keputusan pembelian produk pada konsumen di Keude
Kupie Ulee Kareng. Dengan kata lain, jika variable Kepribadian(X4) meningkat sebesar satu satuan maka keputusan pembelian Produk pada
konsumen di Keude Kupie Ulee Kareng bertambah sebesar 0,053
f. Koefisien X5 = 0,319 menunjukkan bahwa Motivasi (X5) berpengaruh
positif terhadap keputusan pembelian produk pada konsumen di Keude
Kupie Ulee Kareng. Dengan kata lain, jika variable Motivasi (X5) meningkat sebesar satu satuan maka keputusan pembelian Produk pada
konsumen di Keude Kupie Ulee Kareng bertambah sebesar 0,319
4.4.2 Uji Determinasi ( R² )
Koefisien determinasi ini digunakan untuk mengetahui seberapa besar
terikatnya (y). Range nilai dari R² adalah 0-1. Semakin mendekati nol berarti
model tidak baik atau variasi model dalam menjelaskan amat terbatas, sebaliknya
semakin mendekati satu model samakin baik.
Tabel 4.14
Uji Koefisien determinasi
Model Summaryb
Model R R Square Adjusted R Square
Std. Error of the Estimate
1 .623a
.388 .337 .46505
a. Predictors: (Constant), motivasi, gayahidup, keadaanekonomi, pekerjaan, kepribadian
b. Dependent Variable: kepuasanpembelian
Pada Tabel 4.14 diatas dapat dijelaskan R= 0,623 berarti hubungan antara
pekerjaan, Keadaan ekonomi,gaya hidup dan kepribadian terhadap keputusan
pembelian konsumen adalah sebesar 62,3 %. Artinya hubungan yang terjadi
cukup erat.
R square sebesar 0,388 berarti sebesar 38,8%, artinya faktor-faktor
keputusan konsumen dapat dijelaskan oleh pekerjaan,keadaan ekonomi,gaya
hidup, kepribadian, dan motivasi sedangkan sisanya sebesar 61,2% dapat
dijelaskan oleh faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
Adjusted R square sebesar 0,337 yakni sebesar 33,7% faktor-faktor keputusan konsumen dapat dijelaskan oleh pekerjaan,keadaan ekonomi,gaya hidup,
kepribadian,dan motivasi sedangkan sisanya sebesar 66,3% dapat dijelaskan oleh
faktor-faktor lain yang tidak termasuk dalam penelitian ini.
4.4.3 Uji Simultan (Uji-F)
Uji signifikansi simultan (Uji-F) dilakukan untuk menguji apakah variabel
bebas yang dimasukkan kedalam model mempunyai pengaruh secara
bersama-sama terhadap variabel terikat.
Pengujian ini dilakukan untuk melihat apakah variabel bebas yang terdiri
dari pekerjaan,keadaan ekonomi,gaya hidup, kepribadian, dan motivasi
mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel terikat yakni
Keputusan Pembelian. Kriteria pengujiannya adalah:
a. H0 : bi = 0, artinya secara serentak tidak terdapat pengaruh positif dan
sigifikan dari variabel bebas terhadap variabel terikat
b. Ha : bi ≠ 0, artinya secara simultan adalah signifikan dari variabel bebas
(X1,X2,X3,X4, X5) terhadap variabel terikat(Y).
Untuk menentukan nilai F, maka diperlukan adanya derajat bebas
pembilang dan derajat bebas penyabut, dengan rumus sebagai berikut:
df (pembilang) = k-1
df (penyebut) = n-k
Keterangan:
n = jumlah sampel penelitian
k = jumlah variabel bebas dan terikat
Pada penelitian ini diketahui jumlah sampel (n) adalah 65 orang dan
jumlah keseluruhan variabel (k) adalah 6, sehingga diperoleh:
2) df ( penyebut) = 65- 6 = 59
Nilai Fhitung akan diperoleh dengan menggunakan bantuan SPSS 17.00,
kemudian akan dibandingkan dengan nilai Ftabel pada tingkat signifkansi = 5%,
dengan kriteria uji sebagai berikut:
H0 diterima bila Fhitung< Ftabel pada α = 5% H1 diterima bila Fhitung> Ftabel pada α = 5%
Tabel 4.15 Uji f ANOVAb
Model
Sum of
Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 8.101 5 1.620 7.492 .000a
Residual 12.760 59 .216
Total 20.862 64
a. Predictors: (Constant), motivasi, gayahidup, keadaanekonomi, pekerjaan, kepribadian b. Dependent Variable: kepuasanpembelian
Dari Tabel 4.15 dapat dijelaskan bahwa nilai F hitung > F tabel. Nilai F
hitung adalah sebesar 7,492 sedangkan nilai F tabel adalah sebesar 2,88 dari
tingkat kepercayaan 95% (�=0,05). Dapat di jelaskan bahwa 7,492 > 2,88. Nilai signifikannya 0,000 < 0,05 menunjukkan bahwa secara simultan terdapat
pengaruh yang signifikan antara pekerjaan,keadaan ekonomi,gaya hidup,
kepribadian dan motivasi terhadap keputusan pembelian.
4.4.4 Uji Parsial ( Uji-t)
Uji t bertujuan untuk melihat secara parsial apakah ada pengaruh yang
positif dan signifikan dari variabel bebas yaitu pekerjaan (X1), keadaan ekonomi
variabel terikatnya yaitu keputusan pembelian (Y) produk pada konsumen di
Keude Kupie Ulee Kareng Dr Mansyur Medan. Kriteria Pengambilan Keputusan:
1. Berdasarkan uji patsial (uji t)
Ho di terima atau Ha ditolak jika t hitung < t tabel pada ��=0,05 Ho ditolak atau Ha diterima jika t hitung > t tabel pada ��=0,05 2. Berdasarkan Probabilitas (sig)
Jika sig > 0,05 maka Ho diterima, artinya tidak ada pengaruh antara x dan y
Jika sig < 0,05 maka Ho ditolak, artinya terdapat pengaruh antara x dan y
3. T tabel sebesar 2,00
Derajat penyebut n-k = 65-6=59
Dari Tabel 4.13 diatas diketahui Unstandardized Coefficients pada bagian B
diperoleh nilai pekerjaan sebesar 0,062, nilai keadaan ekonomi sebesar 0,082 nilai
gaya hidup sebesar -0,029, nilai kepribadian sebesar 0,057 dan nilai motivasi
sebesar 0,319 sedangkan nilai konstanta sebesar 0,815. Tabel 4.13 dapat
dijelaskan:
a. variabel pekerjaan: H0 diterima yang artinya tidak ada pengaruh variabel
pekerjaan terhadap keputusan pembelian terlihat dari signifikannya sebesar
0,286 > 0,05. Ha ditolak terlihat dari nilai t hitung 1,077 < t tabel 2,00.
b. variabel keadaan ekonomi: H0 diterima yang artinya tidak ada pengaruh
variabel keadaan ekonomi terhadap keputusan pembelian terlihat dari nilai
signifikannya sebesar 0,326 > 0,05. Ha ditolak terlihat dari t hitung 0,990
c. variabel gaya hidup: H0 ditolak yang artinya tidak ada pengaruh signifikan
variabel gaya hidup terhadap keputusan pembelian terlihat signifikannya
sebesar 0,753> 0,05. Ha ditolak terlihat dari t hitung -0,316 < t tabel 2,00.
d. variabel kepribadian: H0 ditolak yang artinya tidak ada pengaruh
signifikan variabel kepribadian terhadap keputusan pembelian terlihat
signifikannya sebesar 0,551 lebih besar dari 0,05 (0,551 > 0,05). Ha
ditolak terlihat dari t hitung 0,600 <t tabel 2,00.
e. Variabel moivasi: H0 diterima yang artinya ada pengaruh signifikan
variabel motivasi terhadap keputusan pembelian terlihat signifikannya
sebesar 0,000 lebih kecil Dari 0,05 (0,000 < 0,05). Ha diterima terlihat dari
t hitung 3,895 > t tabel 2,00.
4.5 Pembahasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh
pekerajan, keadaan ekonomi, gaya hidup, kepribadian, dan motivasi terhadap
keputusan pembelian di Keude Kpie Ulee Kareng Medan. Penelitian ini dilakukan
dengan meggunakan metode analisis deskriptif dan metode statistik, pada metode
deskriptif diperoleh informasi dari responden melalui kuesioner yang berisikan
tentang karateristik responden yaitu usia dan pengeluaran setiap bulan atas
pernyataan dalam kuesioner. Sedangkan pada metode statistik pengolahan data
dilakukan dengan program SPSS.
4.5.1 Pengaruh Pekerjaan Terhadap Keputusan Pembelian
Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan pengaruh pekerjaan
terhadap pengambilan keputusan pembelian produk pada konsumen di Keude
menunjukkan negatif dan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian . Hal ini
dibuktikan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai 0,062 dan nilai thitung
(1,077) yang lebih kecil dari nilai ttabel (2,00) dengan signifikansi 0,286 Artinya
jika pengaruh pekerjaan terhadap keputusan sebesar satu satuan, maka keputusan
konsumen akan berkurang sebesar 0,062.
Hal ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh
sabrina (2009) tentang pengaruh faktor pribadi terhadap keputusan pembelian
pada Starbuck coffee shop Sun plaza Medan yang menyimpulkan bahwa
pekerjaan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen.
Menurut Setiadi (2008) Pekerjaan seseorang memengaruhi barang dan jasa
yang mereka beli. Pemasar berusaha mengidentifikasi kelompok pekerjaan yang
mempunyai minat di atas rata-rata pada produk dan jasa mereka. Perusahaan
bahkan dapat mengkhususkan diri membuat produk yang diperlukan oleh
kelompok tertentu.
Tetapi yang terjadi bahwa konsumen yang datang berkunjung pada Keude
Kupie Ulee Kareng Dr Mansyur Medan memiliki motif lain pada saat berkunjung ke keude kupiee ulee kareng tersebut. Ini memang jelas terlihat pada saat peneliti
melakukan observasi langsung di lokasi. Salah satu indikator penyebab tidak
berpengaruhnya pekerjaan terhadap keputusan pembelian adalah kebanyakan
responden yang peneliti jumpai di lokasi mayoritas mahasiswa yang kebanyakan
mengahabiskan waktu hanya untuk nyantai di Keude Kupie Ulee Kareng Dr
4.5.2 Pengaruh Keadaan Ekonomi Terhadap Keputusan Pembelian
Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh keadaan ekonomi
terhadap pengambilan keputusan pembelian produk pada konsumen di Keude
Kupiee Ulee Kareng Dr. Mansyur Medan pada saat ini kurang baik dan menunjukkan tidak signifikan terhadap keputusan pembelian . Hal ini dibuktikan
dengan nilai koefisien regresi yang bernilai 0,082 dan nilai thitung (0,990) yang
lebih kecil dari nilai tabel (2,00) dengan signifikansi 0,326 Artinya jika pengaruh
keadaan ekonomi terhadap keputusan pembelian sebesar satu satuan, maka
keputusan konsumen akan berkurang sebesar 0,082.
Hal ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh
sabrina (2009) tentang pengaruh faktor pribadi terhadap keputusan pembelian
pada Starbuck coffee shopSun plaza Medan yang menyimpulkan bahwa keadaan
ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen.
Setiadi (2008) Situasi ekonomi seseorang akan mempengaruhi pilihan
produk. Pemasar barang-barang yang sensitif terhadap pendapatan mengamati
gejala pendapatan pribadi, tabungan, dan suku bunga. Jika indikator ekonomi
menunjukan resesi, pemasar dapat mengambil langkah-langkah untuk merancang
ulang, mereposisi, dan menetapkan harga kembali untuk produk mereka secara
bersama.
Tetapi yang terjadi dalam penelitian ini berbanding terbalik dengan teori
dan penelitian terdahulu yang menyatakan bahwa keputusan pembelian akan di
pengaruhi oleh keadaan ekonomi. Hal ini disebabkan karena yang datang
berbagai kelas ekonomi. Kemudian harga yang ditawarkan oleh Keude Kupie Ulee
Kareng sendiri cukup kompetitif dibandingkan dengan coffee shop yang berada di sekitaran Jl Dr Mansyur.
4.5.3 Pengaruh Gaya Hidup Terhadap Keputusan Pembelian
Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Gaya Hidup
yang ada pada konsumen yang mengambil keputusan membeli produk pada
Keude Kupie Ule Kareng Jl Dr Mansyur Medan .pada saat ini tidak baik dan menunjukkan negatif dan tidak signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Hal ini
dibuktikan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai negatif -0,029 dan nilai t
hitung (-0,316) yang lebih kecil dari nilai ttabel (2,00) dengan signifikansi 0,753.
Artinya jika komitmen ditingkatkan sebesar satu satuan, maka prestasi kerja akan
meningkat sebesar -0,029.
Hal ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh sabrina (2009) tentang pengaruh faktor pribadi terhadap keputusan pembelian pada Starbuck
coffee shopSun plaza Medan yang menyimpulkan bahwa keadaan ekonomi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen.
Setiadi (2008) Gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang diekspresikan dalam kegiatan, minat, dan pendapatnya. Orang-orang yang datang dari subbudaya, kelas sosial dan pekerjaan yang sama mungkin saja mempunyai gaya hidup yang berbeda.
4.5.4 Pengaruh Kepribadian Terhadap Keputusan Pembelian
Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Kepribadian
menunjukkan positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Hal ini
dibuktikan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai positif 0,057 dan nilai
thitung (0,600) yang lebih kecil dari nilai ttabel (2,00) dengan signifikansi 0,551.
Artinya jika komitmen ditingkatkan sebesar satu satuan, maka prestasi kerja akan
meningkat sebesar 0,215.
Hal ini tidak sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh
sabrina (2009) tentang pengaruh faktor pribadi terhadap keputusan pembelian
pada Starbuck coffee shopSun plaza Medan yang menyimpulkan bahwa keadaan
ekonomi berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen.
Setiadi (2008) Kepribadian adalah karakteristik psikologi unik seseorang
yang menyebabakan respons yang relatif konsisten dan bertahan lama terhadap
lingkungan orang itu sendiri. Kepribadian biasanya digambarkan dalam
karakteristik perilaku seperti kepercayaan diri, dominasi, suka bersosialisasi,
otonomi, cara mempertahankan diri, kemampuan beradaptasi dan sifat agresif.
Pada Keude Kupie Ulee Kareng Dr Mansyur Medan jelas terlihat bahwa
kepribadian berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian. Dimana
pada saat peneliti melakukan observasi di lokasi peneltian tampak terlihat dari
beberapa pengunjung berbaur dengan pengunjung lainnya dari sinilah pengunjung
mendapatkan teman baru pada saat berkunjung ke Keude Kupie Ulee Kareng.
fasilitas dan suasana yang nyaman juga mempengaruhi keputusan pembelian pada
konsumen yang berkunjung jelas terlihat dari beberapa konsumen yang
4.5.4 Pengaruh Motivasi Terhadap Keputusan Pembelian
Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa Motivasi yang
ada pada diri kosumen dalam pengambilan keputusan membeli produk pada
Keude Kupie Ulee Kareng Jl Dr Mansyur Medan .pada saat ini baik dan menunjukkan positif dan signifikansi terhadap keputusan pembelian. Hal ini
dibuktikan dengan nilai koefisien regresi yang bernilai positif 0,319 dan nilai
thitung (3,895) yang lebih besar dari nilai ttabel (2,00) dengan signifikansi 0,000.
Artinya jika komitmen ditingkatkan sebesar satu satuan, maka prestasi kerja akan
meningkat sebesar 0,319.
Hal ini sejalan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh berdiab
(2008) bahwa faktor pribadi dan faktor psikologis secara bersama – sama berpengaruh terhadap proses keputusan konsumen pada Gamestation di Jamin
Ginting Padang Bulan Medan. Hasil ini dapat dilihat pada analisis Regresi
Berganda dengan koefisien determinasi (R2) sebesar 34,7% yang berarti bahwa
pengaruh faktor pribadi dan faktor psikologis terhadap proses keputusan
konsumen sebesar 34,7% sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya yang
tidak dimasukkan dalam penelitian ini.
Setiadi (2008) Motivasi adalah kebutuhan dengan tekanan kuat yang
mendorong seseorang untuk mencari kepuasan atas kebutuhan tersebut. Seseorang
senantiasa mempunyai banyak kebutuhan. Salah satunya kebutuhan biologis,
timbul dari dorongan tertentu seperti rasa lapar, haus dan ketidaknyamanan.
pengakuan, penghargaan atau rasa memiliki. Kebutuhan menjadi motif ketika
BAB V