• Tidak ada hasil yang ditemukan

4. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.3 Analisis Statistik Data Hasil Penelitian

Analisis statistik data hasil penelitian dalam penelitian ini yaitu hasil uji prasyarat analisis yang meliputi uji normalitas, homogenitas data. Selain itu juga dilaksanakan uji analisis akhir yaitu untuk menguji hipotesis yang meliputi uji perbedaan dan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe CIRC. Uraian selengkapnya dibahas berikut.

4.3.1 Uji Prasyarat Analisis

Uji prasyarat analisis dilaksanakan untuk menguji data yang sudah didapatkan. Uji prasayarat analisis terdiri dari uji kesamaan rata-rata, uji normalitas, dan uji homogenitas. Uraian lebih lengkapnya dibahas berikut.

4.3.1.1Uji Kesamaan Rata-Rata Nilai Pretest Siswa

Uji kesamaan rata-rata dilaksanakan dengan membandingkan nilai tes awal (pretest) pada kelas eksperimen dan kontrol. Jika nilai rata-rata kedua kelas relatif sama atau tidak berbeda jauh, maka bisa dikatakan kemampuan awal kedua kelas itu sama. Pengujian melalui penghitungan statistik dengan bantuan program SPSS versi 21 melalu uji independent samples t-test pada menu Analyze – Compare Means – Independent samples t test. Kriteria pengambilan keputusan uji kesamaan rata-rata nilai pretest yaitu jika -ttabel ≤ thitung ≤ ttabel, dan taraf signifikansi > 0,05, maka tidak ada perbedaan secara signifikan antara kemapuan awal siswa kelas eksperimen dan kontrol (Sugiyono, 2013: 260-1). Hasil uji kesamaaan rata-rata nilai pretest dapat dibaca pada Tabel 4.13.

Tabel 4.13 Hasil Uji Kesamaan Rata-Rata Nilai Pretest

t-test for Equality of Means

t df Sig. (2- tailed) Mean Differe nce Std. Error Differen ce 95% Confidence Interval of the Difference Lower Upper pretest Equal variances assumed -1,420 50 ,162 -4,563 3,213 -11,016 1,890 Equal variances not assumed -1,426 49,9 79 ,160 -4,563 3,200 -10,991 1,865

Berdasarkan hasil penghitungan statistik dari hasil nilai rata-rata kelas eksperimen dan kontrol didapatkan thitung sebesar -1,420 dengan signifikansi 0,162. Tabel distribusi t (uji 2 sisi) dengan derajat kebebasan (df) n – 2 atau 52 – 2 = 50. Dengan pengujian 2 sisi (signifikansi = 0,025) hasil yang diperoleh untuk ttabel sebesar 2,009. Nilai -ttabel ≤ thitung ≤ ttabel (-2,009 ≤ -1420 ≤ 2,009) dan taraf signifikansi ( 0,162 > 0,05) maka Ho diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa kemampuan awal siswa pada kelas eksperimen dan kontrol tersebut relatif sama. 4.3.1.2Uji Normalitas Data

Uji normalitas data dilaksanakan untuk mengetahui data aktivitas dan hasil belajar berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 21. Untuk mengetahui normal atau tidaknya data tersebut, dapat dibaca pada nilai signifikansi di kolom Kolmogorov-Smirnov.

Jika nilai signifikansi > 0,05 maka dapat dikatakan data tersebut berdistribusi normal. Uji normalitas data dilakukuan pada data aktivitas dan hasil belajar di kelas eksperimen dan kontrol. Uraian selengkapnya dibahas berikut.

4.3.1.2.1Uji Normalitas Aktivitas Belajar Siswa

Data aktivitas belajar siswa diketahui dari hasil pengamatan guru saat pembelajaran berangsung baik di kelas eksperimen maupun kontrol. Berdasarkan hasil pengamatan guru terhadap aktivitas siswa diperoleh rata-rata aktivitas belajar siswa pada pertemuan I dan II di kelas eksperimen sebesar 90,5 dan kelas kontrol sebesar 85,38. Setelah dilakukan uji normalitas data aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen dan kontrol didapatkan hasil yang dapat dibaca pada Tabel 4.14 dan 4.15 berikut.

Tabel 4.14 Uji Normalitas Data Aktivitas Belajar Siswa Kelas Eksperimen

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.

Eksperimen ,133 25 ,200* ,965 25 ,530

Tabel 4.15 Uji Normalitas Data Aktivitas Belajar Siswa Kelas Kontrol

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.

Kontrol ,102 27 ,200* ,973 27 ,669

Untuk mengetahui data berdistribusi normal atau tidak dapat dilakukan dengan melihat nilai signifikansi (Sign.) di kedua kelas tersebut pada kolom

Kolmogorov-Smirnov. Apabila nilai signifikansinya > 0,05, maka data dinyatakan berdistribusi normal. (Priyatno, 2010: 71 – 3). Pada Tabel 4.13 dan 4.14 dapat dibaca bahwa taraf signifikansi data kelas eskperimen sebesar 0,200 > 0,05 dan data kelas kontrol sebesar 0,200 > 0,05. Jadi dapat disimpulkan kedua data aktivitas belajar kelas tersebut berdistribusi normal.

4.3.1.2.2Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa

Setelah pemberian perlakuan yang berbeda pada kelas eksperimen dan kontrol, dilakukan tes akhir (posttest). Berdasarkan hasil posstest, diperoleh data

bahwa rata-rata nilai posttest kelas eksperimen sebesar 82,40 dan kelas kontrol sebesar 78,15. Setelah dilakukan uji normalitas data hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kontrol didapatkan hasil yang dapat dibaca pada Tabel 4.16 dan 4.17 berikut.

Tabel 4.16 Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa Kelas Eksperimen

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.

eksperimen ,141 25 ,200* ,937 25 ,123

Tabel 4.17 Uji Normalitas Data Hasil Belajar Siswa Kelas Kontrol

Tests of Normality

Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk

Statistic Df Sig. Statistic Df Sig.

Kontrol ,163 27 ,064 ,895 27 ,011

Pada tabel 4.16 dan 4.17 dapat dibaca bahwa taraf signifikansi data kelas eksperimen sebesar 0,200 > 0,05, dan data kelas kontrol sebesar 0,064 > 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa kedua data hasil belajar siswa kelas tersebut berdistribusi normal.

4.3.1.3Uji Homogenitas

Jika data aktivitas dan hasil belajar siswa berdistribusi normal, maka selanjutnya dilakukan uji homogenitas data. Uji homogenitas dilakukan untuk mengetahui terpenuhi atau tidaknya sifat homogen pada varians antarkelas.

Pengujian homogenitas data dilakukan dengan menggunakan program SPSS versi 21, yaitu dengan rumus Independent Samples t Test, kemudian membandingkan nilai signifikansi Levene’s test yang terdapat pada Tabel 4.17 dengan taraf signifikansi 0,05. Kriteria yang digunakan untuk pengambilan keputusan berdasarkan hipotesis uji tersebut, yaitu Ho diterima jika nilai signifikansi > 0,05, sedangkan Ho ditolak jika nilai signifikansi ≤ 0,05. Uji homogenitas data dilakukan pada aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kontrol. Uraian selengkapnya dibahas berikut.

4.3.1.3.1Uji Homogenitas Data Aktivitas Belajar

Uji Homogenitas data aktivitas belajar siswa dilakukan di kelas eksperimen dan kontrol. Setelah dilakukan uji homogenitas data aktivitas belajar siswa di kedua kelas didapatkan hasil yang dapat dibaca pada Tabel 4.18 berikut.

Tabel 4.18 Uji Homogenitas Data Aktivitas Belajar

Levene's Test for Equality of Variances

F Sig.

Nilai Equal variances assumed

,032 ,860

Equal variances not assumed

Berdasarkan Tabel 4.18, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,860 > 0,05. Jadi, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan varians pada aktivitas belajar siswa di kelas eksperimen dan kontrol atau dapat dinyatakan kedua kelas homogen.

4.3.1.3.2Uji Homogenitas Data Hasil Belajar

Uji homogenitas data hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kontrol. Setelah dilakukan uji homogenitas data hasil belajar siswa di kedua kelas didapatkan hasil yang dapat dibaca pada Tabel 4.19 berikut.

Tabel 4.19 Uji Homogenitas Data Hasil Belajar

Levene's Test for Equality of Variances

F Sig.

Nilai

Equal variances assumed ,700 ,407

Equal variances not assumed

Berdasarkan Tabel 4.19, dapat diketahui bahwa nilai signifikansi sebesar 0,407 > 0,05. Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan varians pada hasil belajar siswa di kelas eksperimen dan kontrol atau dapat dinyatakan kedua kelas homogen.

Dokumen terkait