• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

B. Analisis Hasil Penelitian

1. Analisis Statistik Deskriptif

Data dalam penelitian ini diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Dari 60 kuesioner yang dikirim kepada responden hanya 52

kuesioner yang dikembalikan. Hal ini berarti respon rate 94,55% dan observasi penelitian berjumlah 52 sampel.

a. Partisipasi Penyusunan Anggaran (X)

Pemberlakuan Anggaran ini menggunakan kuisioner partisipasi anggaran dimana didalam penyajiannya, partisipasi anggaran mencakup item-item penting didalam anggaran berbasis kinerja seperti: efisiensi, efektifitas dan akuntabilitas. Berikut tabel 4.1 yang menyajikan deskripsi jawaban responden dalam kuisioner

Tabel 4.1

Statistik Deskriptif Variabel Partisipasi Penyusunan Anggaran (X)

Sumber : Hasil Olahan Data SPSS, 2010

Pertanyaan N Min Maks Mean Std Deviation Pertanyaan 1 52 3 6 4.33 0.94 Pertanyaan 2 52 2 6 3.73 1.01 Pertanyaan 3 52 2 7 4.00 1.10 Pertanyaan 4 52 2 6 4.04 0.98 Pertanyaan 5 52 2 6 3.50 1.07 Pertanyaan 6 52 2 6 4.35 0.96

Berdasarkan Tabel 4.1 dapat dideskripsikan enam jawaban responden.Sebagai berikut:

1.) terhadap pernyataan jawaban pertama, berkaitan dengan seberapa besar unsur keterlibatan pejabat SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam proses penyusunan anggaran. Rata – rata jawaban responden adalah 4,33. ini menyatakan bahwa pejabat SKPD memberi kontribusi tinggi terhadap penyususunan anggaran. Nilai standar deviasi sebesar 0,94 menujukan bahwa tidak ada jawaban yang bersifat ekstrim dan tidak outlier. Dikatakan outliner apabila data tersebut lebih besar dari standart deviasi,

2.) terhadap jawaban kedua, berkaitan dengan seberapa masuk akal alasan pejabat SKPD Pemerintah Kabupaten Daerah Toba Samosir melakukan revisi anggaran. Rata – rata jawaban responden adalah 3,73. Ini berarti bahwa para pejabat SKPD memberikan kontribusi yang tinggi terhadap penyusunan anggaran. Nilai standar deviasi sebesar 1,01 menunjukkan bahwa tidak terdapat jawaban yang outliner atau jawaban yag bersifat ekstrim,

3.) terhadap jawaban ketiga, berkaitan dengan seberapa sering pejabat SKPD Pemerintan Daerah Kabupaten Toba Samosir mengemukakan permintaan, pendapat, atau usulan kepada atasan tanpa diminta. Rata – rata jawaban responden adalah 4,00. ini menunjukan bahwa para pejabt SKPD memberikan kontribusi tinggi terhadap penyusunan anggaran. Nilai standar deviasi sebesar 1,10. ini berarti tidak terdapat jawaban yang

outliner atau jawaban yang bersifat ekstrim,

4.) terhadap jawaban keempat, berkaitan dengan seberapa besar pengaruh pejabat SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir yang tercermin dalam anggaran akhir. Rata – rata jawaban responden adalah sebesar 4,04 yang hasil ini menunjukan bahwa para pejabat SKPD dapat memberikan kontribusi yang tinggi terhadap penyusunan anggaran. Nilai standar deviasi sebesar 0,99 ini memberitahukan bahwa tidak terdapat jawaban yang ekstrim atau outliner,

5.) Tterhadap jawaban kelima, berkaitan dengan seberapa penting kontribusi pejabat SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam menyusun anggaran dan rata – rata jawaban responden atas pertanyaan ini sebesar 3,50 ini menyatakan bahwa para Kabag / Manajer memberikan kontribusi yang cukup tinggi terhadap penyusunan anggaran dengan nilai standart deviasi sebesar 1,08 yang dimana nilai ini menunjukkan bahwa tidak terdapat jawaban yang outliner atau jawaban yang bersifat ekstrim, 6.) terhadap jawaban keenam, berkaitan dengan seberapa sering pejabat

SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir diminta pendapat atau usulan ketika menyusun anggaran. Rata-rata jawaban responden sebesar 4,35. ini menunjukan bahwa para Kabag / Manajer memiliki kontribusi yang tinggi dalam penyusunan anggaran dengan nilai standar deviasi sebesar 0,97 dimana nilai ini menunjukan bahwa tidak terdapat jawaban yang ekstrim atau outliner,

b. Kinerja Manajerial Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir (Y)

Dalam penelitian ini memiliki batasan masalah pada kinerja keuangan dimana kinerja keuangan di nilai dari aspek non finansial yaitu melalui kinerja manajerial yang ada yakni, SKPD yang terdapat didalam Pemerintahan Daerah Kabupaten Toba Samosir.

Berikut tabel 4.2 yang memberikan deskripsi mengenai jawaban responden terhadap kuisioner Kinerja SKPD.

Tabel 4.2

Statistik Deskriptif Variabel Kinerja Manajerial (Y)

Pertanyaan N Min Maks Mean

Std. Deviation Pertanyaan 1 52 2.7 7 5.60 1.06 Pertanyaan 2 52 2 7 5.39 1.25 Pertanyaan 3 52 2.5 7 5.53 1.23 Pertanyaan 4 52 3 7 5.35 0.90 Pertanyaan 5 52 1.7 7 5.70 1.41 Pertanyaan 6 52 1.3 7 4.34 1.70 Pertanyaan 7 52 1 6.5 2.05 1.56 Pertanyaan 8 52 1 7 5.26 1.63 Pertanyaan 9 52 3 7 5.52 1.04

Sumber : Hasil Olahan Data SPSS, 2010

1.) Pertanyaan pertama menunjukkan seberapa tinggi kemampuan pejabat SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam melakukan tugas perencanaan . Rata – rata jawaban responden adalah 5,60. Nilai ini

menunjukan bahwa responden memiliki kinerja tinggi dalam hal perencanaan. Nilai standar deviasi sebesar 1.06 menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang bersifat ekstrim dan tidak terdapat data yang outliner. 2.) Pertanyaan kedua berkaitan dengan pengukuran tinggi kemampuan

pejabat SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam melakukan tugas investigasi. Rata – rata jawaban responden adalah 5,39. Nilai ini menunjukan bahwa responden memiliki kinerja tinggi dalam hal investigasi. Nilai standar deviasi 1,25 menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang bersifat ekstrim dan outliner.

3.) Pertanyaan ketiga berkaitan dengan seberapa tinggi kemampuan pejabat SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam melakukan tugas koordinasi. Rata – rata jawaban responden adalah 5,53. Nilai ini menunjukkan bahwa responden memiliki kinerja yang tinggi dalam hal koordinasi. Nilai standar deviasi sebesar 1,23 menunjukan bahwa tidak ada jawaban yang bersifat ekstrim dan outliner.

4.) Pertanyaaan keempat berhubungan dengan seberapa besar peranan pejabat SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam melakukan tugas evaluasi. Rata – rata jawaban responden adalah 5,35. Nilai ini menunjukan bahwa responden memiliki kinerja yang baik dalam hal evaluasi. Nilai standar deviasi sebesar 0.90 menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang bersifat ekstrim dan tidak terdapat data yang outliner.

5.) Pertanyaan kelima menunjukkan pengukuran seberapa besar kemampuan pejabat SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam

melakukan tugas pengawasan. Rata – rata responden menjawab 5,70 dimana nilai ini menunjukkan bahwa responden memiliki kinerja tinggi dalam hal pengawasan. Nilai standar deviasi sebesar 1,40. menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang bersifat ekstrim, dan tidak terdapat data yang outliner.

6.) Pertanyaan keenam berkaitan dengan seberapa besar peranan SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam melakukan tugasnya dalam pemilihan staf. Rata – rata jawaban responden 4,34 dimana nilai ini menunjukan bahwa responden memiliki kinerja yang tinggi dalam hal pemilihan staf. Nilai standar deviasi sebesar 1,70 menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang bersifat ekstrim, dan tidak ada data yang outliner. 7.) Pertanyaan ketujuh berkaitan dengan seberapa besar peranan SKPD

Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam melakukan tugasnya dalam negosiasi. Rata – rata jawaban responden 2,05 dimana nilai ini menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat kinerja yang tinggi dalam hal negosiasi. Nilai standar deviasi sebesar 1.56 menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang bersifat ekstrim, dan tidak terdapat data yang outliner. 8.) Pertanyaan kedelapan berkaitan dengan seberapa besar peranan SKPD

Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam melakukan tugasnya untuk menjadi seorang perwakilan. Rata – rata jawaban responden sebesar 5,26 dimana nilai ini menunjukkan tingkat kinerja responden yang tinggi terhadap menjalankan tugasnya melakukan perwakilan. Nilai standar deviasi 1,63 menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang ekstrim, dan

tidak terdapat data yang outliner.

9.) Pertanyaan kesembilan berkaitan dengan seberapa besarnya SKPD Pemerintah Daerah Kabupaten Toba Samosir dalam melakukan tugas secara keseluruhan dan nilai rata – rata sebesar 5,52 yang mana nilai ini menunjukkan bahwa responden memiliki tingkat kinerja yang tinggi dan nilai standar deviasi sebesar 1,04 dimana nilai ini menunjukkan bahwa tidak ada jawaban yang ekstrim dan data yang outliner.

Dokumen terkait