• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Hasil Penelitian

4.1.3 Analisis Statistik Deskriptif

4.1.3 Analisis Statistik Deskriptif

4.1.3.1 Analisis Statistik Deskriptif Variabel Kompetensi (X1)

Kompetensi diperlukan pegawai dalam pelaksanaan tugas dan jabatannya. Pengetahuan dapat diperoleh melalui proses belajar dari tingkat pendidikan, latar belakang

tertentu melalui pengetahuan kemampuan seseorang dapat dilihat apakah seseorang tersebut dapat melakukan pekerjaannya dengan baik berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya.

Tingkat kinerja pegawai sangat tergantung dari pada faktor keahlian pegawai untuk melaksanakan suatu tugas tertentu. Keahlian pegawai dapat dilihat dari kepemimpinan, komunikatif, pemecahan masalah dan menguasai teknologi dalam pekerjaannya sehari-hari.

Sikap merupakan sifat yang dapat membuat individu untuk berprilaku dan bagaimana merespon sesuatu dengan cara tertentu. Sifat jujur, mandiri, percaya diri dan mau belajar secara berkelanjutan sangat diperlukan untuk mencapai kinerja yang baik bagi individu maupun organisasi

Tabel 4.5 Deskripsi Variabel Kompetensi

No PERNYATAAN % jawaban

SS S KS TS STS TOTAL

jlh % jlh % jlh % jlh % jlh % jlh %

PENGETAHUAN

1 Kesesuaian penempatan pada bidang pekerjaan dengan tingkat pendidikan

1 2,78 19 52,78 16 44,44 0 0 0 0 36 100

2 Kesesuaian beban pekerjaan dengan tingkat pendidikan

0 0 19 52,78 17 47,22 0 0 0 0 36 100

3 Kesesuaian penempatan bidang pekerjaan dengan latar belakang pendidikan

0 0 16 44,44 15 41,67 5 13,89 0 0 36 100

4 Hambatan pekerjaan pada bidang yang berbeda dengan latar belakang pendidikan

0 0 10 27,78 18 50 8 22,22 0 0 36 100

5 Pengalaman kerja pada bidang yang ditempati

1 2,78 11 30,56 20 55,56 4 11,11 0 0 36 100 6 Kepemilikan informasi

dengan mencari informasi melalui media

0 0 12 33,33 23 63,89 1 2,78 0 0 36 100

Rata-rata 0,33 0,93 14,50 40,28 18,17 50,46 3 8,33 0 0 36 100

KEAHLIAN

7 Kepemimpinan mengarahkan rekan kerja

0 0 15 41,67 19 52,78 2 5,56 0 0 36 100

8 Komunikatif

menyampaikan pendapat pada saat rapat kerja

3 8,33 14 38,89 16 44,44 3 8,33 0 0 36 100

9 Komunikatif

mendiskusikan pekerjaan dengan rekan kerja

0 0 15 41,67 18 50 3 8,33 0 0 36 100

10 Pemecahan masalah dengan menganalisa dengan baik

4 11,11 15 41,67 14 38,89 3 8,33 0 0 36 100

11 Menguasai teknologi, dengan menguasai program komputer

Rata-rata 2,4 6,67 15 41,67 16 44,44 2.6 7.22 0 0 36 100 Tabel 4.5 Lanjutan No PERNYATAAN % jawaban SS S KS TS STS TOTAL Jlh % jlh % jlh % jlh % jlh % jlh % SIKAP

12 Kejujuran berterus terang jika melakukan kesalahan

0 0 6 16,67 18 50,00 12 33,33 0 0 36 100

13 Kejujuran membuat laporan kegiatan

0 0 20 55,56 16 44,44 0 0 0 0 36 100

14 Kemandirian menyelesaikan pekerjaan

0 0 21 58,33 14 38,89 1 2,78 0 0 36 100

15 Kepercayaan diri menggantikan tugas atasan

0 0 15 41,67 20 55,55 1 2,78 0 0 36 100

16 Kemauan belajar secara berkelanjutan mengikuti pelatihan

2 5,56 15 52,78 15 41,67 0 0 0 0 36 100

Rata-rata 0,4 1,11 15,4 45,00 16,6 46,11 2,8 7,78 0 0 36 100 Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Diolah)

1. Pengetahuan

Pendidikan merupakan salah satu hal yang dapat mendukung tingkat pengetahuan seseorang. Semakin tinggi pendidikan seseorang diharapkan tingkat pemahaman serta analisa dalam melakukan pekerjaan di bidangnya semakin baik

Berdasarkan Tabel 4.5 dapat dilihat penempatan pegawai di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan sebagian besar sudah sesuai dengan tingkat pendidikan yang dimiliki pegawai. Hal ini dilihat dari pernyataan responden yang mayoritas setuju (52,78%) yang merupakan jawaban tertinggi pada pernyataan kesesuaian penempatan pada bidang pekerjaan dengan tingkat pendidikan.

Jika pegawai sudah ditempatkan pada posisi yang sesuai dengan tingkat pendidikannya maka pegawai akan merasa bahwa beban pekerjaan yang ditugaskan

menguasai pekerjaannya. Pembagian tugas di Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan sebagian besar telah disesuaikan dengan tingkat pendidikan pegawai. Hal ini dapat dilihat dari pernyataan responden yang mayoritas memberikan jawaban setuju (52,78%) sebagai jawaban tertinggi bahwa beban pekerjaan yang diberikan sudah sesuai dengan tingkat pendidikannya.

Berdasarkan hasil jawaban responden dapat dilihat pernyataan setuju (44,44%) terhadap kesesuaian penempatan dengan latar belakang pendidikan sebagai jawaban tertinggi. Namun demikian jawaban tersebut belum menunjukkan bahwa penempatan pegawai sudah berdasarkan latar pendidikan. Berdasarkan hasil penelitian dari jawaban responden dapat dilihat masih terdapat pernyataan kurang setuju (41,67%) dan tidak setuju (13,89%) dari responden yang menunjukkan masih adanya pegawai yang ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya.

Mayoritas responden merasakan bahwa latar belakang pendidikan yang berbeda dengan bidang yang ditempati dapat menjadi hambatan dalam menyelesaikan pekerjaan. Minimnya pengetahuan pegawai akan bidang yang ditempati dapat meyebabkan pegawai mengalami kesulitan memahami dan menyelesaikan tugas yang diberikan. Hal tersebut dapat dilihat dari pernyataan responden yang mayoritas memberikan jawaban tertinggi kurang setuju (50%) dan 22,22% tidak setuju. Berdasarkan jawaban responden yang sebagian besar tidak setuju dapat diketahui bahwa pegawai merasa sangat penting kesesuaian penempatan dengan latar belakang pendidikan yang dimiliki pegawai agar pegawai dapat bekerja dengan baik.

Sebagian besar pegawai di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan tidak memiliki pengalaman kerja pada bidangnya. Hal ini ditandai dengan pernyataan tertinggi responden yang mayoritas kurang setuju yaitu sebesar 55,56% dan 11,11 % tidak setuju . Hampir sebagian besar pegawai di Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan adalah pegawai baru

dan fresh graduate. Pegawai yang memiliki pengalaman kerja adalah pegawai yang sebelumnya telah bekerja diinstansi lain atau pegawai yang lebih senior.

Mencari informasi terhadap hal-hal yang berhubungan dengan pekerjaan ditanggapi responden dengan memberikan jawaban tertinggi kurang setuju (63,89%) dan terendah tidak setuju 2,78% yang menunjukkan mayoritas responden enggan untuk melakukan hal tersebut. Adanya keterbatasan faslititas di kantor bisa menjadi salah satu kurangnya minat pegawai untuk mencari sendiri informasi. Saat ini akses internet hanya tersedia di ruang sekretaris dan hanya terdiri dari satu unit komputer. Dengan jumlah 36 pegawai jumlah tersebut masih belum mencukupi

Berdasarkan keenam pernyataan pengetahuan pernyataan yang paling tinggi adalah jawaban nomor 6 yaitu sebesar 63,89% kurang setuju untuk mencari informasi yang berhubungan dengan pekerjaan melalui media. Jika dilihat dari skor rata-rata dari keseluruhan pernyataan pengetahuan jawaban yang diberikan responden paling tinggi adalah kurang setuju yaitu 50,46%.

2. Keahlian

Jiwa kepemimpinan dalam diri seorang pegawai sangat diperlukan, karena setiap pegawai berhak dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan karirnya. Jiwa kepemimpinan dari diri seorang pegawai dapat memberikan pengaruh positif bagi pegawai lain dalam menyelesaikan pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian dari pernyataan responden diketahui bahwa sebagian besar dalam pelaksanaan pekerjaan masih kurang setuju atau belum mampu mengarahkan rekan-rekan kerja untuk menyelesaikan pekerjaan. Hal ini ditanggapi responden dengan memberikan jawaban tertinggi pada pernyataan ini yaitu 52,78% kurang setuju.

Sementara ini banyak orang yang beranggapan bahwa dengan berbagi pengetahuan dengan orang lain akan merugikan diri kita. Padahal anggapan ini salah. Karena dengan berbagi pengetahuan (knowledge sharing) merupakan salah satu metode dalam knowledge

management yang digunakan untuk memberikan kesempatan kepada anggota suatu

organisasi untuk berbagi ilmu pengetahuan, teknik, pengalaman dan ide yang mereka miliki kepada anggota lainnya. Berbagi pengetahuan dapat dilakukan bilamana setiap anggota memiliki kesempatan yang luas dalam menyampaikan pendapat, ide, kritikan, dan komentarnya kepada anggota lainnya. Berbagi pengetahuan perlu dikembangkan dengan baik karena akan menghasilkan inovasi dan potensi setiap individu akan berkembang dan berguna bagi orang lain (Mariana, 2011). Ide-ide dan masukan dari pegawai sangat diharapkan agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa pegawai Dinas Pertanian, Peternakan dan perikanan masih sedikit yang memiliki kemampuan komunikatif yang baik. Hal ini dapat dilihat dari jawaban tertinggi dimana mayoritas responden kurang setuju (44,44 %) dengan kemampuan mengungkapkan pendapatnya. Kemampuan mengungkapakan pendapat ini harus lebih dilatih dan dibiasakan karena masukan dari pegawai untuk kelancaran pekerjaan sangat diharapkan.

Komunikasi yang baik diantara sesama pegawai dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan. Jawaban tertinggi kemampuan komunikatif berdiskusi dengan rekan kerja ditanggapi responden dengan jawaban kurang setuju (50%) dan jawaban terendah tidak setuju (8,33%) jika harus mendiskusikan hal-hal penting mengenai pekerjaan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat dilihat bahwa sifat individualis pegawai Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan masih tinggi. Hal ini dapat menjadi hambatan dalam menyelesaikan pekerjaan terutama untuk pekerjaan-pekerjaan yang dilaksanakan dalam tim.

Kemampuan menganalisis dari diri seorang pegawai sangat diperlukan dalam menyelesaikan pekerjaan dan menyelesaikan masalah yang dihadapi. Dengan tingkat kemampuan menganalisa dengan baik kesalahan-kesalahan dalam bekerja dapat dikurangi, pengambilan keputusan yang baik dapat dilakukan, dan permasalahan dapat diatasi lebih baik. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar pegawai sudah memiliki kemampuan menganalisa dengan baik hal ini dapat disimpulkan dari pernyataan responden dengan jawaban tertinggi setuju sebesar 41,67%. Kemampuan menganalisa ini dapat diasah dengan banyak belajar dari pengalaman rekan kerja maupun dengan mengikuti pendidikan dan pelatihan.

Tidak dapat dipungkiri saat ini kemajuan teknologi sangat membantu penyeleseaian pekerjaan. Untuk mengikuti perkembangan tersebut diharapkan pegawai memiliki kemampuan menguasai teknologi seperti komputer. Dari 36 orang pegawai di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan hanya 16 orang yang memiliki kemampuan menguasai beberapa program komputer. Hal ini dapat dilihat dari jawaban tertinggi dimana mayoritas responden menjawab setuju (44,44%). Saat ini di Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan telah menggunakan komputer untuk membantu menyelesaikan pekerjaan. Dalam pelaksanaan pekerjaan Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan memiliki 2 orang pegawai yang berlatar belakang pendidikan komputer namun diharapkan semua pegawai dapat menguasai program yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan. Terdapat beberapa hal yang menyebabkan kurangnya minat pegawai untuk belajar yaitu masih terbatasnya jumlah unit komputer yang tersedia.

Berdasarkan pernyataan responden mengenai keahlian jawaban yang paling tertinggi adalah pernyataan nomor 1 yaitu kemampuan kepemimpinan mengarahkan rekan kerja.

jiwa kepemimpinan pegawai. Jika dilihat dari skor rata-rata ke lima pernyataan kemampuan jawaban yang tertinggi diberikan responden adalah kurang setuju yaitu sebesar 44,44%. 3. Sikap

Perilaku jujur dari pegawai merupakan hal yang dibutuhkan dalam bekerja. Menurut Prinsip Manajen Henry Fayol (Siswanto, 2005) kejujuran merupakan salah satu syarat untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Kejujuran terkait denga dapat dipisahkan. Kejujuran harus ditegakkan mulai dari atasan karena atasan memiliki wewenang yang paling besar.

Penjelasan mengenai kejujuran untuk berterus terang kepada atasan jika melakukan kesalahan oleh pegawai Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan ditanggapi dengan jawaban tertinggi yang menyatakan kurang setuju 50 %. Rendahnya keberanian pegawai megakui kesalahan disebabkan oleh perasaan enggan dan takut untuk berhadapan langsung dengan atasan dan akibatnya pegawai lebih memilih menunggu respon dari atasan atas kesalahan yang diperbuat dari pada mengakuinya.

Terhadap pernyataan membuat laporan kegiatan sesuai dengan kondisi dilapangan dapat disimpulkan dari jawaban tertinggi mayoritas responden (55,56% ) setuju untuk membuat laporan kegiatan sesuai dengan kondisi dilapangan. Memberikan laporan yang akurat benar sesuai dengan kondisi di lapangan sangat penting sehingga dapat mempermudah untuk mengatasi masalah-masalah yang dapat menggangu kelancaran kegiatan. Sebagian jawaban terendah 44,44% pegawai kurang setuju membuat laporan sesuai dengan keadaan dilapangan yang berarti masih kurangnya sifat jujur dari pegawai.

Sifat mandiri pada diri pegawai sangat diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari. Mampu menyelesaikan pekerjaan tanpa menunggu bantuan orang lain akan

mempercepat penyelesain pekerjaan. Sebagian besar pegawai Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan memberikan jawab tertinggi setuju (58,33%) telah memiliki sifat mandiri dalam menyelesaikan tugasnya baik tugas yang diperintahkan atasan pada bidangnya maupun laporan-laporan perjalanan dinas yang diperintahkan. Sebagian besar pegawai yang mandiri merupakan pegawai senior atau pegawai angkatan pertama yang diterima . Pegawai senior sudah memiliki pengalaman dalam melaksanakan pekerjaan sehingga lebih mandiri dalam mengerjakan pekerjaan.

Angelis (2001) berpendapat bahwa kepercayaan diri berawal dari kemauan yang keras pada diri sendiri untuk melakukan segala hal yang diinginkan dan dibutuhkan dalam kehidupan. Percaya diri adalah seberapa besar pegawai yakin dengan kemampuan diri sendiri, kelebihan yang dimiliki dan juga tidak mempermasalahkan kekurangan. Tingkat kepercayaan diri pegawai dalam menerima perintah tugas dari atasan masih rendah. Kesediaan pegawai untuk menggantikan atasan untuk mengikuti pertemuan-pertemuan ditanggapi dengan pernyataan tertinggi responden yang mayoritas kurang setuju ( 55,56 %) dan jawaban terendah tidak setuju 2,78%. Kurangnya rasa percaya diri dari pegawai disebabkan karena adanya perasaan belum pantas menggantikan atasan, merasa belum memiliki pengalaman dan tidak menguasai bahan pertemuan. Pertemuan-pertemuan yang dilaksanakan atau kegiatan jika dihadiri akan memberikan informasi yang berguna bagi pelaksanaan tugas dan kegiatan di dinas. Keterbatasan waktu atasan seharusnya dapat diatasi oleh pegawai dengan menggantikan atasan menghadiri pertemuan tersebut sehingga informasi yang dibutuhkan tetap dapat diperoleh.

Salah satu bentuk kebijakan umum dilakukan oleh suatu Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan untuk meningkatkan kualitas sumber daya

pelatihan. Keinginan untuk mau belajar secara berkelanjutan dari pegawai Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan cukup baik. Kemauan belajar tersebut terlihat dari tanggapan responden dengan jawaban tertinggi yang mayoritas setuju sebesar 52,78% dan terendah sangat setuju 5,56%, ditugaskan mengikuti pelatihan lanjutan yang sebelumnya pernah diikuti. Keinginan pegawai untuk lebih menguasai pekerjaan di bidangnya cukup besar karena sebagian besar pegawai masih ada yang ditempatkan pada bidang yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Konsisten mengikuti pelatihan yang sebelumnya diikuti dapat menjadikan pegawai lebih memahami dan menguasai pekerjaannya.

Berdasarkan kelima pernyataan sikap, jawaban tertinggi yang paling dominan adalah pernyataan nomor 3 yaitu sangat setuju menyelesaikan pekerjaan tanpa menunggu bantuan orang lain (58,33%). Jika dilihat dari skor rata-rata dari kelima pernyataan sikap maka jawaban rata-rata yang paling dominan diberikan responden adalah kurang setuju (46,11%).

Berdasarkan skor rata-rata jawaban setuju tertinggi dari pernyataan ke 3 indikator kompetensi dapat diketahui bahwa sikap (setuju 45%) lebih dominan berpengaruh terhadap kompetensi pegawai dibandingkan keahlian (setuju 41,67%) dan pengetahuan (setuju 40,28%)

4.1.3.2 Analisis Statistik Deskriptif Variabel Disiplin (X2)

Disiplin merupakan cerminan dari kesanggupan dan ketaatan seseorang dalam berperilaku mentaati segala norma-norma peraturan yang berlaku. Disiplin juga mencerminakan kemampuan mengatur diri sendiri agar sesuai dengan aturan organisasi dalam rangka mencapai tujuan, tanggung jawab dalam melaksanakan tugas-tugas yang diberikan yang mendorong semangat kerja dan gairah seseorang. Disiplin ini berhubungan erat dengan wewenang. Apabila wewenang tidak berjalan dengan semestinya, maka disiplin

akan hilang. Oleh karena ini, pemegang wewenang harus dapat menanamkan disiplin terhadap dirinya sendiri dan bawahannya sehingga mempunyai tanggung jawab terhadap pekerajaan sesuai dengan wewenang yang ada.

Tabel 4.6 Deskripsi Variabel Disiplin

No Pernyataan % jawaban SS S KS TS STS TOTAL jlh % Jlh % jlh % jlh % Jlh % jlh % KESANGGUPAN 1 Kesanggupan mengerjakan

tugas kedinasan yang diberikan 21 58,33 13 36,11 2 5,56 0 0 0 0 36 100 2 Kesanggupan melakukan perjalanan dinas 26 72,22 6 16,67 4 11,11 0 0 0 0 36 100 3 Mengutamakan kepentingan

dinas dengan kerja di luar jam kerja

21 58,33 10 27,78 5 13,89 0 0 0 0 36 100

4 Mengutamakan kepentingan dinas, menyelesaikan tugas kantor

21 58,33 9 25 5 13,89 1 2,78 0 0 36 100

5 Menerima hukumanULP dikurangi

19 52,78 13 36,11 3 8,33 0 0 0 0 36 100 6 Menerima hukuman melepas

jabatan

20 55,56 11 30,56 5 13,89 0 0 0 0 36 100 Rata-rata 21,33 59,26 10,33 28,70 4 11,11 0,17 0,46 0 0 36 100

KETAATAN 1 Sumpah jabatan menjaga

rahasi a jabatan yang dimiliki

19 52,78 12 33,33 4 11,11 1 2,78 0 0 36 100

2 Sumpah jabatan

melaksanakan semua aturan jabatan yang ditetapkan

13 36,11 17 47,22 5 13,89 1 2,78 0 0 36 100

3 Taat peraturan yang berlaku dengan hadir tepat waktu sesuai jam kerja

17 47,22 14 38,89 3 8,33 2 5,56 0 0 36 100

4 Taat pada peraturan yang berlaku dengan tidak meninggalkan pekerjaan

13 36,11 14 38,89 9 25 0 0 0 0 36 100

5 Mengerjakan tugas yang diperintahka atasan yang berwenang

13 36,11 18 50 5 13,89 0 0 0 0 36 100

6 Membantu pekerjaan bidang lain jika diperintahkan atasan yang berwenang

17 47,22 14 38,89 4 11,11 1 2,78 0 0 36 100

Rata-rata 15,33 42,60 14,83 33,70 5 13,89 0,84 2,32 0 0 36 100

Sumber: Hasil Penelitian, 2012 (Diolah)

Kesanggupan pegawai dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan menjalankan tugas kedinasan dengan baik, mengutamakan kepentingan dinas diatas kepentingan pribadi, serta menerima hukuman. Sebagai unsur aparatur Negara dan abdi masyarakat PNS memiliki akhlak dan budi pekerti yang tidak tercela, yang berkemampuan melaksanakan tugas secara profesional dan bertanggung jawab dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan. Kesanggupan PNS dalam sumpah janji jabatan adalah pernyataan kesanggupan untuk melakukan suatu keharusan atau tidak melakukan larangan.

Secara keseluruhan pegawai dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Labuhanbatu Selatan dalam melaksanakan tugas kedinasan dengan baik sudah baik. Hal ini dapat dilihat dari mayoritas jawaban responden 58,33% sangat setuju sebagai jawaban tertinggi sanggup mengerjakan tugas kedinasan yang diberikan sesuai jadwal. Mayoritas responden 72,22% menyatakan sangat setuju sanggup melakukan perjalanan dinas yang ditugaskan. Hal ini dikarenakan sebagian besar pegawai telah menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya pada bidangnya masing-masing. Bersedia untuk melakukan perjalanan dinas maka tanggung jawab untuk menyelesaikan laporan perjalanan dinas tersebut juga harus dilaksanakan sesuai dengan jadwal waktu yang ditentukan. Namun demikian masih terdapat pegawai yang masih berat melakukan perjalanan dinas yang ditandai dengan pernyataan kurang setuju 11,11%. Hal ini disebabkan kebijakan-kebijakan kantor yang berkaitan dengan masalah dana perjalanan dinas dimana pegawai sering diminta untuk menggunakan uang pribadi terlebih dahulu untuk biaya transportasi.

Sesuai dengan sumpah janji PNS sanggup untuk menguatamakan kepentingan negara dan masyarakat di atas kepentingan pribadi dan golongan 58,33 % pegawai sangat setuju untuk bekerja di luar jam dinas jika dibutuhkan sebagai loyalitas. Jawaban terendah 13,89%

kurang setuju menunjukkan masih ada pegawai yang keberatan untuk bekerja di luar jam dinas.

Mayoritas responden sangat setuju (58,33%) akan terlebih dahulu menyelesaikan tugas kantor sebelum melakukan urusan pribadi. Kesanggupan pegawai ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pekerjaan dan pencapaian target baik secara individu, bidang maupun dinas. Sebagian besar kesanggupan pegawai ini didasari oleh adanya kesadaran pegawai Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan bahwa dengan menyelesaikan pekerjaan kantor terlebih dahulu maka kemungkinan untuk mendapatkan izin dari atasan untuk melakukan urusan pribadi akan lebih dipermudah. Sebesar 2,78% responden memberikan pernyataan kurang setuju jika harus menyelesaikan tugas kantor sebelum mengerjakan urusan pribadi.

Pegawai Negeri adalah warga negara Republik Indonesia (RI) yang telah memenuhi syarat yang ditentukan, diangkat oleh pejabat yang berwenang dan diserahi tugas dalam suatu jabatan atau diserahi tugas negara lainnya, dan digaji berdasarkan peraturan undang-undang yang berlaku. Berdasarkan peraturan yang berlaku di Kabupaten Labuhanbatu Selatan jumlah uang makan pegawai dibayarkan sesuai dengan tingkat kehadirannya. Jika kehadiran pegawai rendah maka ULP (Uang Lauk Pauk) yang diterima juga rendah. Berdasarkan hasil penelitian 52.78% responden sangat setuju mematuhi peraturan tersebut atau bersedia menerima hukuman uang ULPnya dikurangi jika tingkat kehadirannya rendah. Pemberian ULP berdasarkan tingkat kehadiran disetujui hampir keseluruhan pegawai namun sistem ini masih dianggap tidak tepat oleh sebagian pegawai dilihat dari pernyataan kurang setuju 8,33 % karena masih terdapatnya kecurangan dalam pengisian daftar hadir yang menimbulkan kecemburuan antar pegawai.

Tingkat hukuman disiplin PNS terdiri dari hukuman ringan, sedang dan berat. Pembebasan dari jabatan merupakan hukuman dalam kategori hukuman berat. 55,56 % responden sangat menyetujui hukuman bersedia melepas jabatan yang dimiliki jika tidak dapat melaksanakan pekerjaan dengan baik. Sebesar 13,89% responden keberatan dengan pernyataan harus melepas jabatan. Dalam masa dinas dua tahun belum pernah ada pegawai yang menerima hukuman disiplin berat ini. Namun dengan adanya hukuman tersebut dapat menjadi motivasi bagi pegawai untuk bekerja dengan baik sesuai dengan jabatan yang dimilikinya. Secara keseluruhan pernyataan responden menunjukkan tingkat kesanggupan yang baik dalam mematuhi aturan yang ditetapkan.

Berdasarkan keenam pernyataan kesanggupan pernyataan yang paling dominan adalah sangat setuju (72,22%) sanggup melakukan perjalanan dinas yang ditugaskan. Jika dilihat secara keseluruhan dari skor rata-rata keenam pernyataan maka jawaban yang paling dominan adalah sangat setuju yaitu sebesar 59,26%.

2. Ketaatan

Kedisiplinan pegawai juga dapat dilihat dari tingkat ketaatannya, gambaran mengenai ketaatan pegawai dalam melaksanakan aturan. Menjaga rahasia jabatan dan melaksanakan semua aturan jabatan yang ditetapkan merupakan salah satu sumpah jabatan seseorang dalam menempati jabatan tersebut. 52,78% Pegawai Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan sangat setuju untuk menjaga rahasia jabatan yang ditempati. Ketaatan pegawai dalam menjaga rahasia jabatan karena sudah adanya kesadaran akan hal tersebut karena jika rencana, kegiatan yang akan, sedang dilakukan yang dapat mengakibatkan kerugian besar atau dapat menimbulkan bahaya, apabila diberitahukan atau diketahui oleh orang yang tidak berhak. Pada umumnya kebocoran rahasia jabatan disebabkan oleh dua hal yaitu sengaja dibocorkan kepada orang lain atau karena kelalaian atau kurang hati-hatinya pejabat yang

bersangkutan, keduanya memberikan akibat yang sama buruknya terhadap negara. Inilah yang seharusnya memotivasi kenapa seorang pegawai diwajibkan menyimpan rahasia jabatan sebaik-baiknya.

Mayoritas responden setuju (47,22 %) untuk melaksanakan semua aturan jabatan yang ditetapkan. Berdasarkan pernyataan tersebut diketahui bahwa sebagian besar pegawai sudah melaksanakan aturan jabatan yang dimilikinya dengan baik. Sikap taat pegawai sangat dituntut dalam melaksanakan tugas dan pekerjaan agar amanah yang diemban dalam melaksanakan pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik.

Seperti umumnya sebuah organisasi, PNS juga memiliki aturan dan norma yang mesti dipahami dan diterapkan oleh seluruh personel abdi negara. Peraturan Pemerintah nomor 53 tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil pasal 3 ayat 11 jelas menulis ‘Setiap PNS wajib masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja

Mayoritas responden setuju (38,89%) tidak akan meninggalkan pekerjaan sebelum jam kerja berakhir. Dengan hadir tepat waktu dan berada dikantor melaksanakan tugas selama jam bekerja maka semua pekerjaan akan dapat diselesaikan dengan cepat dan target program dapat tercapai.

’. Peraturan mengenai kehadiran dan jam kerja telah ditetapkan di Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa sebagian besar tingkat kehadiran pegawai sudah cukup baik. Hadir tepat waktu sesuai jam kerja ditanggapi dengn 47,22 % sangat setuju

Dalam melaksanakan perintah kedinasan dari atasan yang berwenang tingkat ketaatan pegawai sudah cukup baik dilihat dari 50% responden menyatakan setuju untuk mengerjakan tugas yang diperintahkan atasan pada bidang yang ditempati.

Jika pegawai sudah mematuhi perintah atasan maka operasionaliasi pekerjaan akan menjadi lebih lancar. 47,22 % responden sangat setuju untuk membantu pekerjaan bidang lain jika diperintahkan atasan pada bidang yang ditempati. Adanya sikap taat terhadap pimpinan dalam diri seorang pegawai sangat diharapkan. Membantu pekerjaan bidang lain setelah menyelesaikan tugas di bidang sendiri akan sangat membantu memperlancar

Dokumen terkait