• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Pelaksanaan Penelitian

VIII- 4 SMPN 26 Makassar

2. Analisis Statistik Inferensial

Sebelum menguji hipotesis penelitian menggunakan uji analisis regresi linear sederhana (simple linear regression) dengan software SPSS versi 23 for Windows, terlebih dahulu dilakukan uji prasyarat hipotesis penelitian yang meliputi uji normalitas sebaran data dan uji homogenitas varians.

Berdasarkan pada tujuan penelitian ini sebagai mana telah dikemukakan sebelumnya maka yang pertama akan dianalisis adalah untuk mengetahui pengaruh model pembelajar Probing-Prompting terhadap hasil belajar siswa dilihat dari nilai siswa pada setiap fase yang diterapkan disetiap pertemuan dan gabunagn dari setiap fase. Maka digunakan analisis statistik yaitu model analisis regresi linear sederhana. Untuk memudahkan perhitungan model analisis tersebut digunakan program SPSS for Windows.

Hubungan yang bersifat kausal atau sebab akibat merupakan analisis regresi sederhana, apabila kita mengetahui variabel terikat atau variabel bebas maka kita akan dapat melakukan prediksi tentang kondisi variabel terikat, yang dapat dilihat pada tabel di bawah ini adalah sebagai berikut :

71 Tabel 4. 10 Rata-Rata Aktivitas Siswa Pada Setiap Fase

No Nama Rata-Rata Y

X1 X2 X3 X4 X5 Xgab

1 A. Muh. Dwi Syah. R. 62.5 56.25 75 68.75 81.25 68.75 75 2 Alqa Raihan. R. 56.25 68.75 56.25 62.5 62.5 61.25 80 3 Andi Arikah. P 81.25 68.75 75 87.5 81.25 78.75 95 4 Annisa Tri Yada 75 81.25 75 81.25 75 77.5 80 5 Ardi Ansyah 56.25 56.25 56.25 75 68.75 62.5 78 6 Bayu Putra Dewa 43.75 68.75 68.75 68.75 81.25 66.25 78 7 Dea Ayulia 56.25 43.75 43.75 62.5 68.75 55 84 8 Haerul Jabbar. S. 75 68.75 75 75 87.5 76.25 93 9 Hestika Sari 68.75 68.75 68.75 75 75 71.25 90 10 Iin Urvani 56.25 68.75 56.25 56.25 68.75 61.25 82 11 Kiki Reski Cantika. R 43.75 43.75 56.25 43.75 50 47.5 78 12 M. Izzui Muslimin 62.5 56.25 50 62.5 81.25 62.5 79 13 Melania Putria 50 56.25 50 62.5 75 58.75 75 14 Muh. Adrian 43.75 50 56.25 43.75 56.25 50 85 15 Muh. Fajri. F. 68.75 68.75 68.75 75 87.5 73.75 87 16 Muh. Gazali 93.75 87.5 93.75 93.75 93.75 92.5 98 17 Muh. Rifki Indrawan. M. 75 75 87.5 75 93.75 81.25 90 18 Mutiara Natasia 43.75 43.75 62.5 43.75 50 48.75 70 19 Nanda Mulan K. 100 100 100 93.75 100 98.75 100 20 Nur Annisa. S. 81.25 81.25 81.25 81.25 81.25 81.25 95 21 Nur Hajrah 100 100 100 93.75 100 98.75 100 22 Nur Khalik Salam 75 75 75 75 81.25 76.25 90 23 Nurul Nafsi 43.75 43.75 50 50 62.5 50 68 24 Samsul 43.75 43.75 43.75 37.5 56.25 45 65 25 St. Nur Fadilla. S. 56.25 56.25 56.25 62.5 81.25 62.5 84 26 Syarifal Qadri. A. 62.5 68.75 62.5 62.5 81.25 67.5 87 27 Waode Saskia. S. 25 31.25 31.25 25 43.75 31.25 50

Selanjutnya untuk membuktikan hipotesis yang diajukan dalam penulisan ini maka dalam melakukan penulis menggunakan metode regresi linier sederhana. Regresi sederhana didasarkan pada hubungan fungsional ataupun kausal satu variabel independen dengan satu variabel dependen.

72 Adapun variabel yang digunakan dalam perhitungan ini yaitu nilai siswa pada setiap fase yang merupakan variabel independen, dan nilai hasil belajar siswa yang merupakan variabel dependen. Seluruh data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data yang diperoleh dari nilai siswa disetiap pertemuan.

73 3. Pengujian Hipotesis

Setelah dilakukan pengujian dengan menggunakan software SPSS, maka hasil dari data di atas yang diperoleh dimasukkan kedalam model persamaan sebagai berikut :

Hipotesis yang diuji dalam penelitian ini ada 6, yaitu: a. Hipotesis 1

𝐻0: 𝛽 = 0 Melawan 𝐻1: 𝛽 > 0 Keterangan :

𝛽 = Parameter rata-rata model pembelajaran Probing-Prompting terhadap hasil belajar matematika siswa.

Gambar 4.2 Analisi Regresi Linear Sederhana Pada Rata-Rata Setiap Fase

𝑎 = 41.539 𝑏 = 0.617

Sehingga diperoleh model persamaan regeresi sederhana dimana Ŷ = 𝑎 + 𝑏𝑥 berdasarkan hasil perhitungan maka persamaan sebagai berikut: Ŷ = 41,539 + 0,617𝑥. Artinya jika nilai pemahaman siswa pada setiap fasenya mengalami peningkatan

74 sebesar 1 %, maka hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan sebesar 0,617%.

Dari gambar 4.2 di atas diperoleh nilai untuk Rata-rata nilai fase terhadap Hasil Belajar Probing-Prompting dengan 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 = 𝑋𝑔𝑎𝑏 < 0,0001 dan 𝛼 = 0,05. Karena 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 𝛼 maka secara statistik hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Probing-Prompting berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 26 Makassar.

b. Hipotesis 2

𝐻0: 𝛽1 = 0 Melawan 𝐻1: 𝛽1 > 0 Keterangan :

𝛽1 = Parameter rata-rata model pembelajaran Probing-Prompting pada fase 1 terhadap hasil belajar matematika siswa.

Gambar 4.3 Analisi Regresi Linear Sederhana Pada Fase 1

𝑎 = 48,603 𝑏 = 0,543

Sehingga diperoleh model persamaan regeresi sederhana dimana Ŷ = 𝑎 + 𝑏𝑥 berdasarkan hasil perhitungan maka persamaan

75 sebagai berikut : Ŷ = 48,603 + 0,543𝑥. Artinya jika nilai pemahaman siswa pada fase 1 mengalami peningkatan sebesar 1 %, maka hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan sebesar 0,543%.

Dari gambar 4.2 di atas diperoleh nilai untuk Rata-rata nilai fase terhadap Hasil Belajar Probing-Prompting dengan 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 = 𝑋𝑔𝑎𝑏 < 0,0001 dan 𝛼 = 0,05. Karena 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 𝛼 maka secara statistik hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada fase 1 penerapan model pembelajaran Probing-Prompting berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 26 Makassar.

c. Hipotesis 3

𝐻0: 𝛽2 = 0 Melawan 𝐻1: 𝛽2 > 0 Keterangan :

𝛽2 = Parameter rata-rata model pembelajaran Probing-Prompting pada fase 2 terhadap hasil belajar matematika siswa.

76 𝑎 = 47,621

𝑏 = 0,549

Sehingga diperoleh model persamaan regeresi sederhana dimana Ŷ = 𝑎 + 𝑏𝑥 berdasarkan hasil perhitungan maka persamaan sebagai beriku: Ŷ = 47,621 + 0,549𝑥. Artinya jika nilai pemahaman siswa pada fase 2 mengalami peningkatan sebesar 1 %, maka hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan sebesar 0,549%.

Dari gambar 4.2 di atas diperoleh nilai untuk Rata-rata nilai fase terhadap Hasil Belajar Probing-Prompting dengan 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 = 𝑋𝑔𝑎𝑏 < 0,0001 dan 𝛼 = 0,05. Karena 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 𝛼 maka secara statistik hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada fase 2 penerapan model pembelajaran Probing-Prompting berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 26 Makassar.

77 d. Hipotesis 4

𝐻0: 𝛽3 = 0 Melawan 𝐻1: 𝛽3 > 0 Keterangan :

𝛽3 = Parameter rata-rata model pembelajaran Probing-Prompting pada fase 3 terhadap hasil belajar matematika siswa.

Gambar 4.5 Analisi Regresi Linear Sederhana Pada Fase 3

𝑎 = 47,429 𝑏 = 0,538

Sehingga diperoleh model persamaan regeresi sederhana dimana Ŷ = 𝑎 + 𝑏𝑥 berdasarkan hasil perhitungan maka persamaan sebagai berikut: Ŷ = 47,429 + 0,538𝑥. Artinya jika nilai pemahaman siswa pada fase 3 mengalami peningkatan sebesar 1 %, maka hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan sebesar 0,538%.

Dari gambar 4.2 di atas diperoleh nilai untuk Rata-rata nilai fase terhadap Hasil Belajar Probing-Prompting dengan 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 = 𝑋𝑔𝑎𝑏 < 0,0001 dan 𝛼 = 0,05. Karena 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 𝛼 maka secara statistik hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan

78 bahwa pada fase 3 penerapan model pembelajaran Probing-Prompting berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 26 Makassar.

e. Hipotesis 5

𝐻0: 𝛽4 = 0 Melawan 𝐻1: 𝛽4 > 0 Keterangan :

𝛽4 = Parameter rata-rata model pembelajaran Probing-Prompting pada fase 4 terhadap hasil belajar matematika siswa.

Gambar 4.6 Analisi Regresi Linear Sederhana Pada Fase 4

𝑎 = 46,116 𝑏 = 0,552

Sehingga diperoleh model persamaan regeresi sederhana dimana Ŷ = 𝑎 + 𝑏𝑥 berdasarkan hasil perhitungan maka persamaan sebagai berikut: Ŷ = 46,116 + 0,552𝑥. Artinya jika nilai pemahaman siswa pada fase 4 mengalami peningkatan sebesar 1 %, maka hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan sebesar 0,552%.

79 Dari gambar 4.2 di atas diperoleh rata-rata nilai dari penerapan fase 4 terhadap Hasil Belajar Probing-Prompting dengan 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 = 𝑋𝑔𝑎𝑏 < 0,0001 dan 𝛼 = 0,05. Karena 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 𝛼 maka secara statistik hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada fase 4 penerapan model pembelajaran Probing-Prompting berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 26 Makassar.

f. Hipotesis 6

𝐻0: 𝛽5 = 0 Melawan 𝐻1: 𝛽5 > 0 Keterangan :

𝛽5 = Parameter rata-rata model pembelajaran Probing-Prompting pada fase 5 terhadap hasil belajar matematika siswa.

Gambar 4.7 Analisi Regresi Linear Sederhana Pada Fase 5

𝑎 = 37,420 𝑏 = 0,605

Sehingga diperoleh model persamaan regeresi sederhana dimana Ŷ = 𝑎 + 𝑏𝑥 berdasarkan hasil perhitungan maka persamaan sebagai berikut: Ŷ = 37,420 + 0,605𝑥. Artinya jika nilai pemahaman siswa pada fase 5 mengalami peningkatan sebesar 1 %,

80 maka hasil belajar siswa akan mengalami peningkatan sebesar 0,605%.

Dari gambar 4.2 di atas diperoleh nilai untuk Rata-rata nilai fase terhadap Hasil Belajar Probing-Prompting dengan 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 = 𝑋𝑔𝑎𝑏 < 0,0001 dan 𝛼 = 0,05. Karena 𝑃𝑣𝑎𝑙𝑢𝑒 < 𝛼 maka secara statistik hipotesis H0 ditolak dan H1 diterima. Jadi dapat disimpulkan bahwa pada fase 5 penerapan model pembelajaran Probing-Prompting berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar matematika siswa kelas VIII SMPN 26 Makassar.

D. Pembahasan

Dokumen terkait