KAJIAN PUSTAKA, KERANGKA PIKIR, HIPOTESIS
F. Teknik Analisis Data
2. Analisis Statistik Inferensial
Analisi satatistik digunakan untuk menguji hipotetis penelitian dengn menggunakan uji-t.
a. Pengujian Hipotesis
Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk menjawab hipotesis penilitian yang telah diajukan. Pengujian hipotetis pada penelitian ini dengan menggunakan
uji-t dengan taraf ɑ = 0,05. Untuk mengetahui apakah hipotesis yang digunakan diterima atau ditolak, maka dilakukan dengan pengujian sebagai berikut :
df = N – nr
Ket : df = degree of freedom N = number of cases
nr = banyaknya variabel yang dikorelasikan Hipotesis penelitian ini sebagai berikut :
Ho : µ = 0 (ditolak) Ha : µ = (diterima)
Ho : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara peneglolaan kelas dengan hasil belajar murid SD Negeri 1 Centre Pattallassang
Ha : Terdapat hubungan yang signifikan b. Hipotetis Statistik
Rumus yang dapat digunakan adalah rumus korelasi. Korelasi adalah koefisien yang mengukur hubungan antara dua variabel. Rumus Product Moment (Sugiyono 2004 : 74) yaitu : Keterangan : N = Jumlah responden X = Pengelolaan kelas Y = Hasil belajar ∑ ∑ ∑ √ ∑ ∑ ∑ ∑
XY = Hasil pengelolaan kelas dengan hasil belajar
Angka korelasi berkisar antara -1 s/d +1. Semakin mendekat 1 maka korelasi semakin mendekati sempurna. Sementara nilai negative dan positif mengindikasikan arah hubungan. Arah hubungan yang positif menandakan bahwa polahubungan searah atau semakin tinggi A menyebabkan kenaikan pula B (A dan B ditempatkan sebagai variable)
Kuat atau tidaknya hubungan antara kedua varibel dapat dilihat dari beberapa kategori koefisien korelas imempunyai nilai -1 ≤ r ≤ + 1 dimana :
Apakah r = +1, maka korelasi antara kedua variable dikatakan sangat kuat dan searah, artinya jika X naiks ebesar 1 maka Y juga akan naik sebesar 1 atau sebaliknya.
Apabila r = 0, maka korelasi antara kedua variable sangat lemah atau tidak ada korelasi sama sekali.
Apabila r = -1, maka korelasi antara kedua variable sangat kuat dan berlawanan arah, artinya apabila X naik sebesar 1 maka Y akan turun sebesar1 atau sebaliknya. Untuk memberikan intreprestasi koefesien korelasinya maka peneliti menggunakan pedoman sebagai berikut :
Tabel 3.4 : Tabel Intreprestasi angka korelasi
Nilai Korelasi Kategori
0 – 0,199 Sangat Lemah 0,2 – 0,399 Lemah 0,40 – 0,599 Sedang 0,60 – 0,799 Kuat 0,80 – 1,0 Sangat Kuat (Sugiyona,2007)
54 A. Hasil Penilitian
Dari hasil penilitian terhadap murid kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang Kabupaten Takalar tentang korelasi pengelolaan kelas dengan hasil belajar murid kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang, dapat dianalisis berdasarkan data yang penulis peroleh melalui instrument angket dengan analisis statistik deskriptif dan hasil belajar murid melalui tes hasil belajar dan analisis korelasi product moment untuk pengujian hipotesis penilitian.
1. Hasil Analisis Statistik Deskripstif
Hasil analisis statistik deskriptif yang diperoleh berdasarkan skor masing-masing variable penilitian ini, dapat dilihat sebagai berikut :
a. Pengelolaan Kelas
Hasil analisis deskriptif yng berkaitan dengan skor variabel pengelolaan kelas disajikan pada tabel berikut dan untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.5 : Statistik Deskriptif Skor Pengelolaan Kelas
Statistik Nilai Statistik
Ukuran sampel 40 Skor tertinggi 86 Skor terendah 66 Rentang skor 20 Skor rata-rata 73,10 Standar deviasi 43,31
Pada tabel 4.1 diatas menunjukkan bahwa skor rata-rata pengelolaan kelas
adalah 73,10 dan skor tertinggi yang dicapai 86, skor terendah 66, dengan standar
deviasi 43,31 dan rentang skornya 20 (Lampiran).
Dimensi pengelolaan kelas terdapat 5 indikator yaitu dimensi waktu dan
belajar, keadaan kelas, penataan ruangan kelas, hubungan sosial emosional, dan
interaksi belajar mengajar. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.6 : Distribusi Frekuensi Pengelolaan Kelas (Disiplin Waktu dan Belajar) Murid Kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang
Interval Pengelolaan Kelas Frekuensi
22 – 22,5 Tidak Pernah 8
23,6 – 25 Kadang-kadang 16
26 – 26,5 Sering 9
26,6 – 28 Selalu 7
Jumlah 40
Sumber : Data olahan (lampiran)
Berdasarkan tabel 4.2 diatas pada distribusi frekuensi pengelolaan kelas
kategori disiplin waktu dan belajar dari 7 item soal (lampiran). Menunjukkan
bahwa dari 40 murid yang menjadi sampel penilitian, terdapat 7 orang (17,5%)
menjawab selalu, 9 orang (22,5%) menjawab sering, 16 orang (40%) menjawab
Tabel 4.7 : Disitribusi Frekuensi Pengelolaan Kelas (Keadaan Kelas) Murid Kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang Interval Pengelolaan Kelas Frekuensi
2 - 3 Tidak Pernah 26
3,1 - 4 Kadang-kadang 11
4,1 - 5 Sering 2
5,1 - 6 Selalu 1
Jumlah 40
Sumber : Data olahan (lampiran)
Berdasarkan tabel 4.3 diatas pada distribusi frekuensi pengelolaan kelas kategori keadaan kelas dari 2 item soal (lampiran). Menunjukkan bahwa dari 40 murid yang menjadi sampel penelitian, terdapat 1 orang (2,5%) menjawab selalu, 2 orang (5%) menjawab sering, 11 orang (27,5 %) menjawab kadang-kadang dan 26 orang (65%) menjawab tidak pernah.
Tabel 4.8 : Disitribusi Frekuensi Pengelolaan Kelas (Penataan Ruang Kelas) Murid Kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang
Interval Pengelolaan Kelas Frekuensi 10 – 11,75 Tidak Pernah 5 11,76 – 13,5 Kadang-kadang 6
13,6 – 15,25 Sering 19
15,26 – 17 Selalu 10
Jumlah 40
Sumber : Data olahan (lampiran)
Berdasarkan tabel 4.4 diatas pada distribusi frekuensi pengelolaan kelas kategori penataan kelas dari 5 item soal (lampiran). Menunjukkan bahwa dari 40 murid yang menjadi sampel penelitian, terdapat, terdapat 10 orang (25%)
menjawab selalu, 19 orang (47,5%) menjawab sering, 6 orang (15 %) menjawab kadang-kadang dan 5 orang (12,5%) menjawab tidak pernah.
Tabel 4.9 : Disitribusi Frekuensi Pengelolaan Kelas (Hubungan Sosial/Emosional) Murid Kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang
Interval Pengelolaan Kelas Frekuensi
22 – 22,5 Tidak Pernah 8
23,6 – 25 Kadang-kadang 16
26 – 26,5 Sering 9
26,6 – 28 Selalu 7
Jumlah 40
Sumber : Data olahan (lampiran)
Berdasarkan tabel 4.5 diatas pada distribusi frekuensi pengelolaan kelas kategori hubungan sosial/emosional dari 9 item soal (lampiran). Menunjukkan bahwa dari 40 murid yang menjadi sampel penelitian, terdapat, terdapat 7 orang (17,5%) menjawab selalu, 9 orang (22,5%) menjawab sering, 16 orang (40 %) menjawab kadang-kadang dan 8 orang (20%) menjawab tidak pernah.
Tabel 4.10 : Disitribusi Frekuensi Pengelolaan Kelas (Interaksi Belajar Mengajar) Murid Kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang
Interval Pengelolaan Kelas Frekuensi
13 – 14,75 Tidak Pernah 3
14,76 – 16,5 Kadang-kadang 13
16,6 – 18,25 Sering 15
18,26 – 20 Selalu 9
Jumlah 40
Berdasarkan tabel 4.6 diatas pada distribusi frekuensi pengelolaan kelas
kategori interaksi belajar mengajar dari 2 item soal (lampiran). Menunjukkan
bahwa dari 40 murid yang menjadi sampel penelitian, terdapat, terdapat 9 orang
(22,5%) menjawab selalu, 25 orang (37,5%) menjawab sering, 13 orang (32,5 %)
menjawab kadang-kadang dan 3 orang (7,5%) menjawab tidak pernah.
Guna mendapatkan hasil distribusi frekuensi pengelolaan kelas murid
kelas V SD Negeri 1 Centre Pattallassang, maka diklasifikasikan atas lima
kategori adalah tidak baik, kurang baik, cukup baik, baik dan sangat baik. Lebih
jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel 4.11 : Disitribusi Frekuensi Pengelolaan Kelas Murid Kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang
Interval Pengelolaan Kelas Frekuensi
51-58 Tidak baik 1 59-66 Kurang baik 5 67-74 Cukup baik 10 75-82 Baik 27 83-90 Sangat baik 6 Jumlah 40
Sumber : Hasil Analisis Angket
Berdasarkan tabel 4.7 diatas pada distribusi frekuensi pengelolaan kelas murid kelas V SD Negeri 1 Centre Pattallassang menunjukkan bahwa dari 40 murid yang dijadikan sampel penelitian, terdapat, terdapat 1 orang (2,5%) memiliki pengelolaan kelas dalam kategori tidak baik, disusul dengan kategori kurang baik sebanyak 14 orang (35%), serta kategori cukup baik sebanyak 17
orang (42,5%), selanjutnya kategori baik sebanyak 6 orang (15%) dan kategori sangat baik sebanyak 2 orang (5%) dalam pengelolaan kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas murid kelas V SD Negeri 1 Centre Pattallasang Kabupaten Takalar dalam kategori cukup baik.
b. Hasil belajar
Hasil analisis deskriptif yang berkaitan dengan skor variabel hasil belajar disajika pada tabel 4.8 dan selengkapnya dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 4.12 Statistik Deskriptif Skor Hasil Belajar
Statistik Nilai Statistik
Ukuran sampel 40 Skor tertinggi 90 Skor terendah 55 Rentang skor 35 Skor rata-rata 77,37 Standar deviasi 66,01
Sumber : Data olahan (lampiran)
Pada tabel 4.8 diatas menunjukkan bahwa skor rata-rata hasil belajar adalah 77,37 dan skor tertinggi yang dicapai 90, skor terendah 55, dengan standar deviasi 66,01 dan rentang skornya 35 (Lampiran).
Tabel 4.13 : Distribusi Frekuensi Hasil Belajar Murid Kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang
Interval Pengelolaan Kelas Frekuensi
51-58 Tidak baik 1 59-66 Kurang baik 2 67-74 Cukup baik 10 75-82 Baik 27 83-90 Sangat baik 6 Jumlah 40
Berdasarkan tabel 4.9 diatas pada distribusi frekuensi hasil belajar murid kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang menunjukkan bahwa dari 40 murid yang dijadikan sampel penelitian, terdapat, terdapat 1 orang (2,5%) memiliki hasil belajar dalam kategori tidak baik, disusul dengan kategori kurang baik sebanyak 2 orang (5%), serta kategori cukup baik sebanyak 4 orang (10%), selanjutnya kategori baik sebanyak 27 orang (67,5%) dan kategori sangat baik sebanyak 6 orang (15%) dalam pengelolaan kelas. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pengelolaan kelas murid kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallasang Kabupaten Takalar dalam kategori baik.
Untuk koefisien korelasi antara pengelolaan kelas dengan hasil belajar muurid, digunakan analisia kuantitatif melalui teknik analisis korelasional dengan rumus korelasi product moment :
Tebel tersebut dapat dilihat dibawah ini : Tabel 4.14 Rekapitulasi Product Moment
No. Responden X Y 1 73 55 4015 5329 3025 2 73 90 6570 5329 8100 3 73 80 5840 5329 6400 4 70 75 5250 4900 5625 5 71 85 6035 5041 7225 6 75 75 5625 5625 5625 7 71 80 5680 5041 6400 8 67 70 4690 4489 4900 9 72 80 5760 5184 6400 10 69 90 6210 4761 8100 11 75 85 6375 5625 7225 12 71 75 5325 5041 5625 13 79 80 6320 6241 6400 14 66 75 4950 4356 5625
15 75 80 6000 5625 6400 16 68 80 5440 4624 6400 17 72 65 4680 5184 4225 18 79 75 5925 6241 5625 19 73 65 4745 5329 4225 20 70 80 5600 4900 6400 21 67 75 5025 4489 5625 22 74 80 5920 5476 6400 23 69 70 4830 4761 4900 24 72 75 5400 5184 5625 25 69 80 5520 4761 6400 26 76 85 6460 5776 7225 27 74 75 5550 5476 5625 28 71 75 5325 5041 5625 29 73 80 5840 5329 6400 30 82 75 6150 6724 5625 31 74 80 5920 5476 6400 32 70 70 4900 4900 4900 33 77 80 6160 5929 6400 34 79 85 6715 6241 7225 35 68 80 5440 4624 6400 36 79 75 5925 6241 5625 37 72 80 5760 5184 6400 38 86 75 6450 7396 5625 39 72 80 5760 5184 6400 40 78 80 6240 6084 6400 Jumlah 2924 3095 226325 214470 241175 Keterangan : ∑ = 40 ∑ = 226325 ∑ = 2924 ∑ = 214470 ∑ = 3095 ∑ = 241175
Kemudian dimasukkan kedalam rumus Product Moment :
∑ ∑ ∑ √ ∑ ∑ ∑ ∑
√ √ √ √
Dari hasil perhitungan dapat diketahui bahwa dari 40 jumlah murid yang menjadi sampel penilitian, maka diperoleh nilai sebesar 0,724.
Setelah melihat perhitungan diatas, ternyata diperoleh = 0,724. Apabila hasil tersebut diinterpretasikan secara sederhana dengan mencocokkan hasil perhitungan dengan angka indeks korelasi product moment. Pada umumnya menggunakan pedoman sebagai berikut :
Tabel 4.15 Pedoman Interprestasi Koefisien Korelasi
Interval Koefisien Kategori
0,80 – 1,00 Sangat Tinggi 0,60 – 0,80 Tinggi 0,40 – 0,60 Sedang 0,20 – 0,40 Rendah 0,00 – 0,20 Sangat Rendah (Sugiyono, 2007)
Jika dilihat pada tabel diatas, nilai = 0,724 berada pada koefisien korelasi antara 0,60 sampai dengan 0,80 interprestasi “tinggi”
Untuk mengetahui nilai pengujian hipotesisi penilitian maka, nilai dibandingkan dengan nilai pada taraf 5%. Kriteria pengujian hipotesis adalah sebagai berikut :
1. Apabila nilai lebih besar daripada maka hipotesis diterima 2. Apabila nilai lebih kecil daripada maka hipotesis ditolak
Untuk mengetahui apakah hipotesis yang digunakan dapat diterima atau ditolak, maka berikut ini akan dilakukan pengujian sebagai berikut :
df= N – nr = 40 – 1 = 39
Dengan demikian tabel nilai “r” product moment dapat diketahui bahwa df = sebesar 39 pada taraf signifikan 5% = 0,316 dan taraf 1% = 0,408
Oleh karena itu, sebesar 0,724 ternyata ≥ (lebih besar) dari
sebesar 0,316 pada taraf signifikan 5% dan sebesar 0,408 pada taraf signifikan 1% maka hipotesis berbunyi : Hipotesis yang diajukan dalam penilitian ini diterima dan terdapaat korelasi yang kuat antara pengelolaan kelas dengan hasil belajar murid kelas V SD Negeri No. 1 Centre Pattallassang Kabupaten Takalar.
Untuk mengetahui seberapa besar hubungan variabel (X) dengan variabel (Y) maka digunakan analisis koefisien determinasi dengan formulasi sebagai berikut :
KD = x 100%, dimana = Keterangan :
KD = Nilai koefisien determinan r = Nilai koefisien korelasi KD = . 100%
= 0,52 x 100% = 52%
Artinya, korelasi atau hubungan pengelolaan kelas dengan hasil belajar murid memberikan kontribusi 52% dan sisanya ditentukan oleh variabel lain.