• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I. PENDAHULUAN

B. Analisis Statistik

Dalam melakukan analisis statistik penulis menggunakan bantuan

Statistical Product and Service Solution (SPSS) ver.15 untuk mengetahui

sejauh mana pengaruh RBC (variabel X) terhadap hasil investasi (variabel Y1) dan sejauh mana pengaruh RBC (variabel X) terhadap laba sebelum pajak (variabel Y2). Data yang diambil dan digunakan oleh penulis dalam penelitian ini berupa laporan keuangan tahunan pada perusahaan asuransi jiwa yang telah dipublikasi periode tahun 2004-2007, sehingga jumlah sampel adalah sebanyak 136 (seratus tiga puluh enam), yaitu 34 (tiga puluh empat) perusahaan untuk 4 (empat) tahun. Bentuk pengujian yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Uji Normalitas Data

Pengujian ini dilakukan untuk mengetahi apakah data yang digunakan dalam penelitian ini berdistribusi normal atau tidak berdistribusi normal.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sebelum meggunakan pengujian Kolmogorov-Smirnov, peneliti membuat scatter plot untuk ketiga rasio yang akan diuji untuk menghindari adanya data pencilan (outlayer).

Tabel 4.2 Scatter plot Rasio RBC

Tabel 4.3

Tabel 4.3

Scatter plot Rasio Laba sebelum Pajak

Dari scatter plot yang ada terlihat terjadi data pencilan (outlayer) pada rasio hasil investasi, yaitu rasio hasil investasi yang diperoleh PT. Asuransi Jiwa Bakrie selama 4 tahun berturut-turut mencapai angka rata-rata 30.24. Walaupun merupakan suatu prestasi yang bagus, hal ini akan menimbulkan distorsi pada uji normalitas data, oleh karenanya peneliti akan menghilangkan PT Asuransi Jiwa Bakrie dari sampel penelitian, sehingga total sampel yang akan digunakan dalam penelitian hanya sebanyak 15 (lima belas) perusahaan.

Dari ke-15 perusahaan yang ada dalam kurun waktu 4 tahun, menghasilkan N = 60, kemudian data-data tersebut dilakukan uji normalitas dengan bantuan SPSS, sehingga menghasilakan output tabel sebagai berikut:

Tabel 4.5

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Rasio RBC Rasio Hasil Investasi Rasio Laba sebelum Pajak N 60 60 60 Mean 204.3137 9.2702 22.7337 Normal Parametersa Std. Deviation 75.45639 3.12842 16.44913 Absolute .144 .091 .110 Positive .144 .091 .110

Most Extreme Differences

Negative -.135 -.069 -.094

Kolmogorov-Smirnov Z 1.114 .705 .851

Asymp. Sig. (2-tailed) .167 .704 .464

a. Test distribution is Normal.

a. Hipotesis untuk kasus ini: Ho : Data berdistribusi normal Ha : Data tidak berdistribusi normal

b. Dasar pengambilan keputusan pada angka probabilitas (sig.): Jika Probabilitas (Sig.) > 0,05 maka Ho diterima

Jika Probalilitas (Sig.) < 0,05 maka Ho ditolak c. Keputusan:

1) Dari hasil perhitungan dalam tabel 4.5 terlihat bahwa untuk Rasio RBC diperoleh: Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,167 Rasio Hasil Investasi: Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,704 Rasio Laba Sebelum Pajak: Asymp. Sig. (2-tailed) = 0,464 2) Keputusan:

Rasio RBC Sig. > α (0,167 > 0,05) maka Ho diterima

Rasio Laba Sebelum Pajak Sig. > α (0.464 > 0,05) maka Ho diterima

Dengan demikian, data Rasio RBC, Rasio Hasil Investasi dan Rasio Laba Sebelum Pajak berdistribusi normal. Oleh karena data berdistribusi normal, maka penelitian ini akan diteruskan ke uji hipotesis statistik parametik dengan menggunakan regresi linier sederhana.

2. Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi (R-Square)

Koefisien korelasi dengan menggunakan rumus korelasi Product Moment dari Pearson bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya korelasi RBC terhadap hasil investasi dan ada tidaknya korelasi RBC terhadap laba sebelum pajak serta mengukur besar kecilnya pengaruh tersebut.

Tabel 4.6

Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi RBC terhadap Hasil Investasi

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .110a .012 -.005 3.13621

a. Predictors: (Constant), Rasio RBC b. Dependent Variable: Rasio Hasil Investasi

Tabel 4.7

Koefisien Korelasi dan Koefisien Determinasi RBC terhadap Laba Sebelum Pajak

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .062a .004 -.013 16.55800

a. Predictors: (Constant), Rasio RBC

Koefisien determinasi (R-Square) digunakan untuk menetahui besarnya kontribusi yang diberikan oleh RBC terhadap hasil investasi dan besarnya kontribusi yang diberikan oleh RBC terhadap laba sebelum pajak, sedangkan sisanya dipengaruhi olah faktor lain.

Dari tabel 4.6 diatas dapat di ketahui besarnya hubungan antara RBC dengan hasil Investasi, maka dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa

a. Koefisien Korelasi (R) menunjukan hubungan yang lemah R < 0,5 (0,110 < 0,5) antara RBC dengan hasil investasi dan arah hubungan positif. Hal ini berarti bahwa semakin besar RBC akan membuat hasil investasi cenderung meningkat, namun hubungan positif ini lemah pada hasil investasi.

b. Koefisien determinasi (R-Square) menunjukan angka sebesar 1,2% yang menujukan tidak ada pengaruh RBC terhadap hasil investasi, dan selebihnya sebesar 98,8% dipengaruhi oleh faktor lain. R-Square berkisar pada angka 0 ampai 1, dengan catatan semakin kecil angka R-Square, semakin lemah variasi RBC dalam menjelaskan hasil investasi.

Selanjutnya dari tabel 4.7 diatas dapat di ketahui besarnya hubungan antara RBC dengan laba sebelum pajak, maka dengan demikian dapat diambil kesimpulan bahwa

a. Koefisien Korelasi (R) menunjukan hubungan yang tidak signifikan R < 0,5 (0,062 < 0,5) antara RBC dengan laba sebelum

pajak dan arah hubungan positif. Hal ini berarti bahwa semakin besar RBC akan membuat laba sebelum pajak cenderung meningkat, namun hubungan positif ini lemah pada laba sebelum pajak.

b. Koefisien determinasi (R-Square) menunjukan angka sebesar 0.4% yang menujukan tidak ada pengaruh RBC terhadap laba sebelum pajak, dan selebihnya sebesar 99,6% dipengaruhi oleh faktor lain.

3. Analisis Persamaan Regresi Linier Sederhana

Persamaan regresi bertujuan untuk memeperkirakan bentuk pengaruh yang terjadi atara RBC dengan hasil investasi. Persamaan regresi ini ditentukan dengan metode kuadrat terkecil dengan rumus Y = a + bX

Tabel 4.8

Koefisien Regresi RBC terhadap Hasil Investasi

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

(Constant) 10.200 1.177 8.663 .000

1

Rasio RBC -.005 .005 -.110 -.841 .404

a. Dependent Variable: Rasio Hasil Investasi

Tabel 4.9

Koefisien Regresi RBC terhadap Laba Sebelum Pajak

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

(Constant) 19.955 6.216 3.210 .002

1

Rasio RBC .014 .029 .062 .476 .636

Dari hasil pengujian, pada tabel 4.8 dapat ditentukan persamaan regresinya, yaitu Y1 = 10,200 - 0,005X. Dari persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Konstansta sebesar 10,200 menyatakan bahwa jika rasio RBC 0 (nol), maka hasil investasi sebesar 10,200%

b. Koefisien regresi sebesar -0,005 menyatakan bahwa setiap penurunan (karena ada tanda - yang berarti hubungan negatif) 1% RBC akan meningkatkan hasil investasi sebesar 0,005%. Jadi tanda - menyatakan arah hubungan yang berlawanan, yaitu kenaikan RBC (variabel independen/X) akan mengakibatkan penurunan hasil investasi (variabel dependen/Y), dan sebaliknya.

Kemudian dari hasil pengujian, pada tabel 4.9 dapat ditentukan persamaan regresinya, yaitu Y2 = 19,955 + 0,014X. Dari persamaan regresi tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

a. Konstansta sebesar 19,955 menyatakan bahwa jika rasio RBC 0 (nol), maka laba sebeum pajak sebesar 19,955%

b. Koefisien regresi sebesar 0,014 menyatakan bahwa setiap penambahan (karena ada tanda + yang berarti hubungan positif) 1% RBC akan meningkatkan hasil investasi sebesar 0,014%. Tanda + (positif) menyatakan arah hubungan yang searah, yaitu kenaikan atau penurunan RBC (variabel independen/X) akan mengakibatkan kenaikan atau penurunan Laba Sebelum Pajak (variabel dependen/Y)

4. Statistik Deskriptif

Satatistik deskriptif lebih berhubungan dengan pengumpulan dan peringkasan data untuk menggambarkan keadaan sebenarnya secara statistik meliputi mean, median, strandard deviation, minimum dan

maximum. Peringkasan data statistik tersebut dilakukan dengan

menggunkan bantuan Microsoft Excel 2007. Tabel 4.10

Deskripsi Data Variabel Penelitian

Variabel Keterangan

RBC Rasio Hasil Investasi Sebelum Pajak Rasio Laba

N 60 60 60 Mean 204.31 9.27 22.73 Median 186.31 9.03 19.87 Standar Deviasi 75.456389 3.128415 16.44913 Minimum 121 3 1.04 Maksimum 401.76 16 69.54

Sumber: diolah dari data laporan keuangan dari Majalah Infobank Edisi 316.2005;328.2006;340.2007;352.2008

Analisis dari statistik deskriptif pada tabel 4.10 yaitu: N merupakan jumlah data yang diolah dalam penelitian ini yaitu terdiri dari variabel RBC, variabel hasil investasi dan variabel laba sebelum pajak sejumlah 60 (enam puluh) sampel data.

Berdasarkan tabel 4.10 diatas maka dapat dilihat rata-rata RBC adalah sebesar 204,31 dengan standar deviasi 75,456. Ini berarti nilai RBC dapat terdispersi sebesar ±75,456 yaitu pada kisaran 128,854 dan 279,766. Penggunaan standar deviasi dimaksudkan untuk mengukur seberapa besar penyimpangan nilai dari mean-nya.

Reksatama yaitu 401,76% ditahun 2007. Dan rasio RBC terkecil adalah sebesar 121% yang dicapai oleh Asuransi Winterthur Life Indonesia pada tahun 2004.

Berdasarkan tabel 4.10 diatas dapat dilihat bahwa rata-rata hasil investasi adalah sebesar 9,27 dengan standar deviasi 3,128. Ini berarti dispersi hasil investasi sebesar ±3,128, yaitu ada dalam kisaran 6,142 dan 12,398. Penyimpangan terbesar yang terjadi berdasarkan sample yang di uji adalah pada rasio hasil investasi dicapai oleh Asuransi Cigna yaitu 16% ditahun 2006. Rasio hasil investasi terkecil diperoleh Asuransi Jiwa Bumi Asih Jaya di tahun 2006 yaitu sebesar 3%.

Dari tabel 4.10 dapat dilihat rata-rata rasio laba sebelum pajak adalah sebesar 22,73 dengan standar deviasi 16,449 yang berarti rasio ini akan terdispersi ±16,449, yaitu pada kisaran 6,281 sampai dengan 39,179. Dalam data rasio laba sebelum pajak ini juga ditemukan data yang memiliki penyimpangan terbesar dari rata-ratanya yaitu sebesar 69,54 % yang dicatat oleh Asuransi Jiwa Sinarmas pada tahun 2007.

5. Uji Hipotesis Signifikansi Parameter Individual / Statistik Uji t

Keberartian koefisien regresi bertujuan untuk mengetahui signifikan atau tidaknya pengaruh yang terjadi antara RBC dengan Hasil Investasi dan antara RBC dengan Laba sebelum Pajak. Selain itu untuk mengetahui apakah RBC layak untuk memprediksi Hasil Investasi dan Laba Sebelum Pajak.

Tabel 4.11

Analisis Regresi RBC terhadap Hasil Investasi

Unstandardized Coefficients

Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

(Constant) 10.200 1.177 8.663 .000

1

Rasio RBC -.005 .005 -.110 -.841 .404

a. Dependent Variable: Rasio Hasil Investasi

Tabel 4.12

Analisis Regresi RBC terhadap Laba Sebelum Pajak

Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

Model B Std. Error Beta t Sig.

(Constant) 19.955 6.216 3.210 .002

1

Rasio RBC .014 .029 .062 .476 .636

a. Dependent Variable: Rasio Laba sebelum Pajak

Prosedur pengujian untuk signifikansi konstanta dan Hasil Investasi atau Laba sebelum Pajak adalah sebagai berikut:

a. Hipotesis untuk kasus ini:

Ho1 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara RBC terhadap Hasil Investasi

Ha1 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara RBC terhadap Hasil Investasi

Ho2 : Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara RBC terhadap Laba Sebelum Pajak

Ha2 : Terdapat pengaruh yang signifikan antara RBC terhadap Laba Sebelum Pajak

b. Dasar pengambilan keputusan, α = 0,05: Jika t hitung > t tabel, maka Ho ditolak

Jika t hitung < t tabel, maka Ho diterima c. Keputusan:

1) Dari hasil pengujian pada tabel 4.11 diperoleh t hitung = -0.841 Dari hasil pengujian pada tabel 4.12 diperoleh t hitung = 0,476 2) Prosedur mencari statistik tabel dengan kriteria sebagai berikut:

a) Dengan tingkat signifikasi pada α = 0.05

b) df (derajat kebebasan) = jumlah data – 2 atau 60 – 2 = 58

c) Uji dilakukan dua sisi, karena ingin mengetahui signifikan tidaknya koefisien korelasi, dan bukan untuk mencari “lebih kecil” atau “lebih besar”

d) Dari tabel t dua sisi, didapat angka 2,0017

3) Karena t hitung < t tabel (-0,841 < 2,0017) maka Ho1 diterima, sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara RBC terhadap Hasil Investasi.

4) Karena t hitung < t tabel (0,476 < 2,0017) maka Ho2 diterima, sehingga tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara RBC terhadap Laba Sebelum Pajak.

6. Uji One-Way Anova / Statistik Uji F

Pengujian Anova bertujuan untuk mengetahui apakah rata-rata data variabel independent yang diuji yaitu rasio RBC memiliki perbedaan secara signifikan atau tidak.

Tabel 4.13

One-Way Anova atas RBC Rasio RBC

Sum of Squares df Mean Square F Sig.

Between Groups 21687.475 3 7229.158 1.288 .287

Within Groups 314238.855 56 5611.408

Total 335926.330 59

b. Hipotesis untuk kasus ini adalah:

Ho : RBC setiap tahun memiliki nilai rata-rata yang sama Ha : RBC setap tahun memiliki nilai rata-rata yang tidak sama c. Dasar pengambilan keputusan, α = 0,05:

Jika Sig > α , maka Ho diterima Jika Sig < α , maka Ho ditolak d. Keputusan:

1) Dari hasil pengujian pada tabel 4.13 diperoleh Sig = 0,287

2) Karena Sig > α (0,287 > 0,05) maka Ho diterima, sehingga RBC terbukti memiliki rata-rata yang sama disetiap tahunnya.

C. Interpretasi Hasil Penelitian

Rasio RBC adalah rasio yang menunjukan kesehatan suatu perusahaan asuransi, dan dalam hal ini memang tidak dapat dikaitkan langsung dengan kemampuan perusahaan menghasilkan return. Kesehatan suatu perusahaan memungkinkan perusahaan untuk terus menjalankan usahannya secara kontinyu sampai pada titik perusahaan mencapai titik impasnya, baru

kemudian bisa memperoleh return, jadi RBC bisa dijadikan suatu indikasi profitabilitas perusahaan dimasa yang akan datang.

Pencapaian RBC diatas standar yang ditetapkan yaitu 120% dalam praktiknya bisa dilakukan dengan jalan meningkatkan equity perusahaan asuransi baik dengan penyetoran modal atau pencetakan laba usaha yang besar. Tetapi cara kedua ini masih sulit untuk dilakukan oleh perusahaan asuransi yang baru berkembang, karena komposisi pendapatan premi ditahun pertama hampir 75% akan dialokasikan untuk biaya akuisisi seperti biaya komisi penjualan. Selain itu pendapatan premi yang diperoleh perusahaan asuransi jiwa mengandung unsur unearned premium yang merupakan cadangan disisi kewajiban.

Hasil investasi yang diperoleh perusahaan asuransi merupakan salah satu sumber penghasilan yang utama setelah pendapatan premi. Karena asuransi merupakan salah satu jenis lembaga keuangan non bank yang juga mengelola uang, maka setiap uang premi yang diterimanya harus bisa dikelola dengan baik. Hasil investasi yang besar merupakan tanda bahwa manajemen perusahaan telah melakukan kegiatan investasi dengan baik, tetapi disisi lain timbul resiko-resiko yang dihadapai sehubungan dengan penempatan investasi tersebut.

Dari hasil analisa regresi diatas bisa dilihat bahwa semakin meningkatnya RBC, maka hasil investasi akan mengalami penurunan, walaupun tidak signifikan. Secara logis dalam perhitungan RBC ditentukan resiko atas pengelolaan asset (Asset Default Risk), dimana dalam setiap jenis

instrumen investasi yang digunakan oleh perusahaan akan diberi bobot resiko, semakin beresiko suatu instrument investasi bobot resiko semakin besar, tetapi semakin beresiko suatu instrument investasi semakin besar retun yang mungkin diperoleh perusahaan. Hal ini membuat pengusaha asuransi akan lebih hati-hati dalam menempatkan investasinya agar tidak mendapat bobot resiko yang besar yang bisa menurunkan angka RBCnya.

Laba sebelum pajak yang dicatat perusahaan asuransi merupakan hasil dari pendapatan premi ditambah hasil investasi bersih dikurangi cadangan, biaya akuisisi dan biaya umum perusahaan. Laba sebelum pajak yang positif merupakan bukti kestabilan dan kesehatan perusahaan asuransi, hal tersebut juga menandakan perusahaan telah melewati titik impasnya.

Hubungan positif yang terjadi antara RBC dengan laba sebelum pajak, walaupun tidak signifikan, menandakan setiap peningkatan RBC, maka semakin baik mengelolaan yang dilakukan oleh manajemen perusahaan asuransi baik di sisi pengelolaan kekayaan maupun kewajibannya, sehingga menghasilkan peningkatan keuntungan bagi perusahaan.

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN A. Kesimpulan

Dari penelitian yang telah dilakukan dan dibahas pada bab-bab sebelumnya, maka didapat kesimpulan-kesimpulan, yaitu:

1. RBC tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap hasil investasi perusahaan Asuransi Jiwa

2. RBC tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap laba sebelum pajak perusahaan Asuransi Jiwa

3. Hasil investasi perusahaan asuransi jiwa akan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti sifat manajer investasi, kemampuan dan kebijakan investasi perusahaan dan kestabilan ekonomi.

4. Laba sebelum pajak perusahaan asuransi jiwa akan lebih dipengaruhi oleh faktor-faktor lain seperti pemasaran yang luas, tenaga ahli asuransi yang memadai sehingga mampu membuat produk yang bagus dan pengelolaan biaya umum yang baik.

B. Saran

Saran-saran yang dapat diberikan oleh peneliti bagi pengguna dan pembaca penelitian ini adalah:

1. Perusahaan asuransi jiwa harus memperhatikan kesehatan perusahaan dengan cukup mencapai RBC sekitar 120% - 250%, pencapaian RBC yang

terlalu berlebihan bisa berindikasi perusahaan tidak secara maksimalkan mengelola asetnya.

2. Pengusaha asuransi tidak perlu terlalu terfokus mencapai RBC yang besar karena pencapaian RBC yang besar tidak akan meningkatkan return perusahaan secara langsung.

3. Bagi masyarakat yang sedang mencari asuransi yang tepat, mereka bisa melihat beberapa indikator perusahaan asuransi yang baik, yaitu salah satunya pencapaian RBC diatas 120% - 250% yang menunjukan perusahaan asuransi tersebut sehat, perusahaan sudah cukup lama menjalankan usaha, dan telah terbukti memiliki pelayanan klaim yang baik.

DAFTAR PUSTAKA

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia. 2007. Peforma Bisnis Asuransi Jiwa, AAJI, Jakarta

Abas Salim. 1999. Dasar-dasar Asuransi (Principle of Insurance), Citra Niaga Rajawali Pers, Jakarta

http://informasi-asuransi.blogspot.com/ http://id.wikipedia.org/wiki/Solvabilitas http://en.wikipedia.org/wiki/Rate_of_return http://en.wikipedia.org/wiki/Return_on_equity

Ikatan Akuntan Indonesia. 1996. Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan, Salemba Empat, Jakarta.

InfoBank No.316 Edisi Juli 2005. Vol. XXVII InfoBank No.328 Edisi Juli 2006. Vol. XXVIII InfoBank No.340 Edisi Juli 2007. Vol. XXIX InfoBank No.352 Edisi Juli 2008. Vol. XXX

Keputusan Menteri Keuangan No.424/KMK.06/2003 Tentang Kesehatan Keuangan Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi

Keputusan Direktorat Jendral Lembaga Keuangan No.Kep-3607/LK/2004 Tentang Pedoman Perhitungan Batas Tingkat Solvabilitas Minimum Bagi Perusahaan Asuransi dan Perusahaan Reasuransi

Keputusan Direktorat Jendral Lembaga Keuangan No.Kep-4033/LK/2004 Tentang Petunjuk Penyusunan Laporan Perhitungan Tingkat Solvabilitas Perusahaan Asuransi Jiwa Konvensional

Munawir. 2004. Analisa Laporan Keuangan, Liberty, Yogyakarta

Singgih Santoso. 2002. Buku Latihan SPSS Statistik Parametik, Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia, Jakarta

Sugiyono. 2007. Statistika Untuk Penelitian, Cetakan ketujuh, CV. Alfabeta, Bandung

Trihendradi C. 2007. Langkah Mudah Menguasai Statistik Menggunakan SPSS

15, Andi, Yogyakarta

Undang-undang Republik Indonesia No. 2 Tahun 1992 tentang Usaha Perasuransian

Dokumen terkait