• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III OBJEK PENELITIAN

4.4 Analisis Statistik Pengujian Hipotesis

Seperti yang telah dikemukakan pada bab I dalam teknik analisis data,

rumus yang dipergunakan untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini adalah rumus koefisien Rank Spearman, dimana hubungan antara ethos pekerja sosial sebagai komunikator dalam kegiatan pembinaan PKSA dengan motivasi belajar pada anak terlantar di Yayasan Usaha Mulia, untuk melihat koefisien korelasi tersebut dilihat dari tabel di bawah ini :

Tabel 4.34

Pedoman untuk Memberikan Interpretasi Koefisien Korelasi

Interval koefisien Tingkat hubungan

0,00 – 0,199 0,20 – 0,399 0,40 – 0,559 0,60 – 0,799 0,80 – 1,000 Sangat rendah Rendah Cukup Kuat Sangat kuat Sumber : (Sugiono, 2009 : 184)

Berdasarkan penelitian data serta hasil pengujian statistik dengan menggunakan uji statistik Rank Spearman diperoleh keterangan yang menjelaskan semua hasil analisis data yang diperoleh adalah sebagai berikut :

138

4.3.1 Analisis Statistik Hubungan Antara kredibilitas Pekerja Sosial (X1)

dengan Motivasi Belajar Anak Terlantar di YUM Cianjur (Y)

Berikut ini adalah hasil pengolahan software SPSS 16.0 untuk koefisien korelasi mengenai hubungan antara kredibilitas pekerja sosial (X1) dengan Motivasi Belajar Anak Terlantar di Yayasan Usaha Mulia Cianjur (Y)

Tabel 4.35

Analisis Statistik Hubungan antara Kredibilitas Pekerja Sosial (X1) dengan Motivasi Belajar Anak Terlantar di YUM Cianjur (Y)

Variabel rs thitung dk ttabel Sig Keputusan Kesimpula n

KD = r2 x 100% X1 dan Y 0.422 3.543 38 ± 2.000 0.001 H0 Ditolak Signifikan 17.8 %

Sumber : Pengolahan data primer menggunakan SPSS 16.0d for windows

Hasil analisis korelasi yang diperoleh antara kredibilitas pekerja sosial (XI) dengan motivasi belajar anak terlantar (Y) yang mana :

H0 : Tidak terdapat hubungan kredibilitas pekerja sosial dengan motivasi belajar anak terlantar

H1 : Terdapat hubungan antara kredibilitas pekerja sosial dengan motivasi belajar anak terlantar.

Kriteria Uji :

1. Terima H0 jika –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel

2. Tolak H0 jika t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel

Uji Signifikansi, menggunakan nilai

ρ

value (Sig.) :

1. Nilai ρ value ≤ 0,05, maka hubungan kedua variabel adalah signifikan. 2. Nilai ρ value > 0,05, maka hubungan kedua variabel adalah tidak signifikan.

Kesimpulan:

Setelah dilakukan perhitungan statistik, untuk pengujian tingkat signifikan maka diperoleh rs : 0.422 dan t hitung : 3.543 ini menunjukkan bahwa t hitung 3.543 > t tabel (2.000). Oleh karena t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat hubungan antara kredibilitas pekerja sosial (X1) dengan motivasi belajar anak terlantar di YUM Cianjur. (Y).

Koefisien korelasi tersebut bernilai positif 0,422 yang berarti cukup dan mempunyai sifat searah antara variabel X1 dengan Y. Artinya, semakin besar nilai kredibilitas pekerja sosial (X1) maka semakin besar pula nilai motivasi belajar anak terlantar di YUM Cianjur (Y). Nilai ρ value (0,001) > 0,05 maka hubungan kedua variabel signifikan.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi (KD) sebesar 17.8 %. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 17.8 % variansi dari motivasi belajar anak terlantar (Y) dapat dijelaskan oleh kredibilitas pekerja sosial (X1), sedangkan sisanya sebesar 82,18 % motivasi belajar anak terlantar (Y) dapat dijelaskan oleh variabel lainnya.

4.3.2 Analisis Statistik Hubungan antara Atraksi Pekerja Sosial (X2)

dengan Motivasi Belajar Anak Terlantar di YUM Cianjur (Y)

Berikut ini adalah hasil pengolahan software SPSS 16.0 untuk koefisien korelasi mengenai hubungan antara Atraksi pekerja sosial (X2) dengan Motivasi Belajar Anak Terlantar di Yayasan Usaha Mulia Cianjur (Y)

140

Tabel 4.36

Analisis Statistik Hubungan antara Atraksi Pekerja Sosial (X2) dengan Motivasi Belajar Anak Terlantar di YUM Cianjur (Y)

Variabel rs thitung dk ttabel Sig Keputusan Kesimpulan KD = r2 x 100% X2 dan Y 0.694 7.338 38 ± 2.000 0.000 H0 Ditolak Signifikan 48.10%

Sumber : Pengolahan data primer menggunakan SPSS 16.0 for windows

Hasil analisis data yang diperoleh antara atraksi pekerja sosial dengan motivasi belajar anak terlantar yang mana :

H0 : Tidak terdapat hubungan antara atraksi pekerja sosial dengan motivasi belajar anak terlantar.

H1 : Terdapat hubungan antara atraksi pekerja sosial dengan motivasi belajar anak terlantar.

Kriteria Uji :

1. Terima H0 jika –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel

2. Tolak H0 jika t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel Uji Signifikansi, menggunakan nilai

ρ

value (Sig.) :

1. Nilai ρ value ≤ 0,05, maka hubungan kedua variabel adalah signifikan. 2. Nilai ρ value > 0,05, maka hubungan kedua variabel adalah tidak signifikan. Kesimpulan:

Setelah dilakukan perhitungan statistik, untuk pengujian tingkat signifikan maka diperoleh rs 0.694 dan t hitung: 7.338 ini menunjukkan bahwa t hitung 7.338 > t

tabel (2.000). Oleh karena thitung > ttabel maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat hubungan antara atraksi pekerja sosial (X2) dengan motivasi belajar anak terlantar di YUM Cianjur. (Y).

Koefisien korelasi tersebut bernilai positif 0,694 yang berarti kuat dan mempunyai sifat searah antara variabel X1 dengan Y. Artinya, semakin besar nilai atraksi pekerja sosial (X2) maka semakin besar pula nilai motivasi belajar anak terlantar di YUM Cianjur (Y). Nilai ρ value (0,00) > 0,05 maka hubungan kedua variabel signifikan.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi (KD) sebesar 48.10%. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 48.10 % variansi dari motivasi belajar anak terlantar (Y) dapat dijelaskan oleh atraksi pekerja sosial (X2), sedangkan sisanya sebesar 51.9 % motivasi belajar anak terlantar (Y) dapat dijelaskan oleh variabel lainnya.

4.4.3 Analisis Statistik Hubungan Antara Kekuasaan Pekerja Sosial (X3)

dengan Motivasi Belajar Anak Terlantar (Y).

Berikut ini adalah hasil pengolahan software SPSS 16.0 untuk koefisien korelasi mengenai hubungan antara kekuasaan pekerja sosial (X1) dengan Motivasi Belajar Anak Terlantar di Yayasan Usaha Mulia Cianjur (Y)

Tabel 4.37

Analisis Statistik Hubungan antara Kekuasaan Pekerja Sosial dengan

Motivasi Belajar Anak Terlantar

Variabel rs thitung dk ttabel Sig Keputusan Kesimpulan KD = r2 x 100% X dan Y 0.473 4.087 38 ± 2.000 0,000 H0 Ditolak Signifikan 22.3%

Sumber : Pengolahan data primer menggunakan SPSS 16.0 for windows

Hasil analisis data yang diperoleh dari kekuasaan pekerja sosial sebagai komunikator pembinaan PKSA dengan motivasi belajar anak terlantar, ialah:

142

H0 : Tidak terdapat hubungan antara kekuasaan pekerja sosial sebagai komunikator pembinaan PKSA dengan motivasi belajar anak terlantar H1 : Terdapat hubungan antara kekuasaan pekerja sosial sebagai komunikator

pembinaan PKSA dengan motivasi belajar anak terlantar Kriteria Uji :

1. Terima H0 jika –t tabel ≤ t hitung ≤ t tabel

2. Tolak H0 jika t hitung < -t tabel atau t hitung > t tabel Uji Signifikansi, menggunakan nilai

ρ

value (Sig.) :

1. Nilai ρ value ≤ 0,05, maka hubungan kedua variabel adalah signifikan. 2. Nilai ρ value > 0,05, maka hubungan kedua variabel adalah tidak signifikan. Kesimpulan:

Setelah dilakukan perhitungan statistik, untuk pengujian tingkat signifikan maka diperoleh rs : 0.473 dan t hitung: 4.087 ini menunjukkan bahwa t hitung 4.087 > t tabel (2.000). Oleh karena t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan H1 diterima, artinya terdapat hubungan antara kekuasaan pekerja sosial (X3) dengan motivasi belajar anak terlantar di YUM Cianjur. (Y).

Koefisien korelasi tersebut bernilai positif 0.473 yang berarti cukup dan mempunyai sifat searah antara variabel X3 dengan Y. Artinya, semakin besar nilai kekuasaan pekerja sosial (X3) maka semakin besar pula nilai motivasi belajar anak terlantar di YUM Cianjur (Y). Nilai ρ value (0,00) > 0,05 maka hubungan kedua variabel signifikan.

Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh nilai koefisien determinasi (KD) sebesar 22.37%. Hal ini menunjukkan bahwa sebesar 22.37 % variansi dari

motivasi belajar anak terlantar (Y) dapat dijelaskan oleh atraksi pekerja sosial (X3), sedangkan sisanya sebesar 77.63 % motivasi belajar anak terlantar (Y) dapat dijelaskan oleh variabel lainnya.

Dokumen terkait